
Sebuah motor ninja hitam langsung memasuki kawasan B'F SCHOOL sekolah dengan pasilitas lengkap se-Indonesia, dan di tepati oleh anak orang kaya dan berprestasi tinggilah yang bisa masuk disekolah sini, tapi banyak dari mereka yang hidupnya kurang mampu dan mendapatkan beasiswa, dan sekolah ini banyak sekali kasus bullying.
Gadis itu turun lalu melepaskan helmnya, lalu memasukkan permen loli rasa lemon kedalam mulutnya dan tatapan mata semua orang tertuju pada gadis cantik yang di sebut moos wanted di sekolah, dengan gaya cool gadis itu melewati kaum Adam yang kini sedang menatapnya.
"ARAAAAA"- teriak seseorang nyaring membuat Ara langsung menutup telinganya, dia adalah holly yang saat ini sedang berlari ke arahnya.
"Berisik"- tekan Ara, sedangkan holly hanya memasang muka cengengesan.
"Lo waktu malam kemane aje Bambang!!!! gue cari-cari kok Lo kagak ada sihh"- ucap holly
"Peregangan"- jawab Ara acuh
"W-"- sebelum holly berbicara Ara terlebih dahulu memasukkan permen loli yang tadi ia makan ke dalam mulutnya, masa bodo bekas ilernya.
"Berisik gobl*k, pagi-pagi jangan les vokal"- ujar Ara sambil menjitak kepala holly hingga meninggalkan bekas merah, sedangkan sang empu hanya mengelus-elus keningnya, Ara langsung pergi begitu aja tapi lagi-lagi seseorang memanggilnya membuat Ara geram dengan berat hati Ara menengok ke arah yang memanggilnya.
"Bukan gue"- ujar holly dengan menghangat kedua tanggannya dan menggelengkan kepalanya, holly langsung menunjuk ke arah alvin dkk yang saat ini sedang berlari ke arah mereka, Ara langsung pergi begitu aja tapi mereka tetap mengejarnya sampai ke kelas.
Ara langsung duduk di pojok dan menyumbat telinganya menggunakan airpods, dan menenggelamkan wajahnya di atas meja dengan tangan yang menopang wajahnya, sedangkan para lelaki itu baru sampai dan berjalan mendekati Ara yang kini tengah tertidur.
"Ara Lo dari mana aja sihh mommy nyariin lo, Lo kemana aja sihh semalam Lo kemana!!"- ucap alvin tapi tak di hiraukan oleh Ara, dan mereka juga menjadi pusat perhatian sekelas bahkan orang-orang yang melewati kelas Ara.
"Ara"- panggil vino
"Ara"
"Ara"
"FLARA"
BRAK
Ara menggebrak meja hingga tatapan matanya yang tajam menatap wajah vino, kini keadaan hening"Berisik ANJ*NG"- ucap Ara dengan nada tajam dan dinginnya.
"KALAU GUE NGOMONG DI JAWAB!! BUKAN KAYAK ORANG BUDEK!! GUE ABANG LO DAN LEBIH TUA DARI LO JADI LO YANG SOPAN SAMA GUE"- bentak vino di depan wajah ara, Alvin dkk mencoba menghentikan vino tapi vino selalu menyuruhnya diam.
"Jangan bentak gue!"
"Tapi Lo bisa lebih sopan sama gue karena gue lebih tua dari Lo!"
"tapi gue kakak sepupu Lo"- tekan Ara yang kini berusaha merendam emosinya
"Tapi umur Lo lebih muda dari gue"
"Terus kalau gue lebih muda Kenapa?? Secara bokap Lo adalah adik dari nyokap gue, dan Lo harus menghormati gue karena gue kakak sepupu lo, anak dari kakak bokap Lo!"- tekan Ara lagi kini vino bungkam.
"Sekarang gue minta Lo pada pergi atau perlu gue yang pergi"- ujar Ara tapi tiba-tiba glora memanggil Ara dan Ara langsung menengok ke arahnya.
"Ara, di panggil kepsek noh"- ujar Glora bersama holly dan Ara Langsung pergi meninggalkan Alvin dkk, tapi lagi-lagi tangan Ara di cekal oleh seseorang yakni Leo.
"Lepas"- leo menggelengkan kepalanya, Ara hanya mengangguk lalu menghempaskan tangan leo kasar,lalu berjalan menuju Glora.
"Drama"- gumam Ara sambil menggelengkan kepalanya, dan keluar dari kelas dengan rasa jengkel.
Saat berjalan di kolidor ara di tatap oleh semua siswa-siswi karena kejadian di kelas tadi"nape lu??"- tanya Glora
"Sebel gue"- ujar Flara sambil meninggalkan mereka berdua dan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil, sedangkan glora dan holly yang melihatnya bigung dan saling tatap menatap.
"Gila kali tu anak"- ucap mereka berdua, mereka langsung mengikuti Ara walaupun sudah menjauh.
...-o00o-...
Di ruangan kepala sekolah kini terlihat seorang wanita paruh baya dengan dandanan yang terbilang terlalu nyentrik dan tak lupa kacamata hitam besar yang berada di atas kepalanya, jangan lupakan bibir berwarna merah darah.
Wanita itu kini sedang emosi dan beradu mulut dengan Bu Maya yakni guru BK dan pak Ridwan selaku kepala sekolah, wanita tampak sangat marah, pasalnya seorang siswi sudah membuat anaknya lebam di area wajah,leher dan yang lebih parahnya lagi tangannya yang patah.
"SAYA TIDAK MAU TAHU, POKOKNYA MURID ITU HARUS DI KELUARKAN KARENA TELAH MENYEBABKAN TANGAN ANAK SAYA PATAH"- ujar wanita itu.
"Iya saya tahu Bu, tapi bisakah ibu tenang sedikit, dan pelankan suara ibu karena itu menganggu muriid yang sedang belajar!!!"- kata pak Ridwan yang kini sudah tersulut emosi
"Bagaimana saya bisa tenang kalau tangan anak saya di patahkan!!"
"Iya Bu saya sudah memanggilnya, Tapi gak gini caranya, bicara secara baik-baik,"- ucap Bu Maya sama yang kini sudah tersulut emosi.
"Kenapa dia lama sekali!!! Saya sudah geram dengan murid itu ingin rasanya saya mematahkan kedua tangannya,bisa-bisanya dia mematahkan tangan anak kesayangannya saya!!!"- ujar wanita itu sambil mengepalkan tangannya.
"Masaa? "- batin Ridwan.
"Anda yakin ingin mematahkan tangan saya,jal*ng ups nyonya, anda mempunyai berapa nyali untuk mematahkan tanganku??"- ujar Ara dengan menekan kata jal*ng.
"DASAR KURANG AJAR,TIDAK TAHU MALU, KAMU TIDAK DI AJARKAN OLEH ORANG TUA KAMU!!!CARA BERSIKAP SOPAN, PASTI TIDAK!! SAYA TAHU PASTI KAMU ANAK BUANGAN!!! DAN KAMU ANAK BUANGAN BISA BISANYA MEMBUAT TANGAN ANAK SAYA PATAH!!!"- Ara hanya menaikkan pundaknya acuh lalu berjalan kearah meja kebesaran Ridwan lalu duduk dengan mengangkat kedua kakinya di atas meja yang saling menumpu.
"Dasar tidak punya sopan santun, duduk di sini bukan disana !!!"- bentak wanita itu.
"Wahh calm down dude, He didn't mind dan kenapa anda sewot"- jawanya sambil terkekeh kecil.
"Apakah kamu tidak di ajarkan oleh ayah kamu cara bersikap sopan dan berbicara sopan kepada yang lebih tua??"- tanyanya sedikit membentak.
"Wah-wah, sayangnya ayah saya sudah, puishh di ambil jal*ng dan Saya jamin bentar lagi juga ajalnya akan datang mati bersama jal*ngnya, apa kau juga nanti ingin menyusulnya?"- ucap Ara sambil menghempaskan tangannya ke udara, Ara langsung menurunkan kakinya dan menggenggam tangannya di atas meja.
"Maaf ada perlu apa anda memanggil saya??"- ucapnya layaknya seorang pengacara.
"Dasar tidak tahu malu,,,,, Apa kau yang mematahkan tangan anak saya!? Apa kau tahu siapa saya!!!"
"Jal*ng mungkin"- celetuk Ara, membuat wajah wanita itu merah padam menahan amarah.
"Saya istri dari salah satu donatur terbesar di sekolah ini, dan saya pastikan kau keluar dari sekolah ini" sedangkan Ara sudah tertawa terbahak-bahak lalu menormalkan kembali wajahnya datar.
"Hahahaha, baru menjadi istri donatur ajakan bukan pemilik dan yang jadi donatur itu suami anda bukan anda"- ujarnya.
"Hey kalian kenapa diam saja ketika saya terhina"- sentak wanita itu kepada Ridwan dan Maya yang kini sedang menonton mereka berdua.
"Kenapa kalian diam saja marahin dia atau apa!!ini kenapa diam!!"- bentaknya lagi ketika mereka berdua diam saja, sedangkan Ara tertawa renyah.
"Hey gadis gila apa yang mau tertawakan dasar gadis sinting!"- hardiknya Ara langsung berdiri dari duduknya dan duduk di atas meja tepat berhadapan dengan emaknya cabe kiloan.
"Kasihan kamu nak, Bagun-bagun ini masih siang jangan mimpi"- ucap wanita itu sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Kau butuh bukti"
"Saya tidak percaya dasar anak tukang halu"-Ara langsung mengeluarkan hp keluaran terbarunya dan menekan-nekan hpnya setelah itu mendekatkannya ke arah telinga wanita tersebut.
"Putuskan hubungan Dengan perusahaan Sriwijaya buat mereka menjadi gelandangan dan jangan ada satupun perusahaan lain yang menolongnya bahkan memperkejakan mereka di semua perusahaan"- ucap Ara lalu memutuskan sambungan teleponnya, sedangkan Bu Maya dan pak Ridwan hanya mengernyitkan dahinya karena tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
"Satu telpon yang anda terima akan membuat mu kehilangan segalanya, bahkan nyawa anda"- bisiknya dan dalam satu detik hp wanita itu berbunyi dan ter tampang jelas nama suaminya.
"Hallo"
^^^"Dasar kau ini apa yang kau lakukan^^^
^^^Kepada Queen hah, dasar istri pembawa sial tidak^^^
^^^Tahu di untung, pulang sekarang akan ku beri kau^^^
^^^pelajaran Yang tak bisa kau lupakan!!!"^^^
Wajah wanita itu pucat pasi lalu menatap wajah Ara sendu sedangkan Ara"wah sangat mengejutkan"- ujarnya dengan wajah pura-pura terkejut, wanita itu langsung pergi dengan perasaan malu,sedih,emosi yang kini tercampur aduk menjadi satu, sedangkan Bu Maya hanya mengernyitkan dahinya tidak mengerti.
"Bu Maya bisa tinggalkan kami?"- maya mengangguk dan pergi dari ruangan kepala sekolah, Ara mengotak-atik hpnya untuk menelpon seseorang.
"Bunuh keluarga Sriwijaya tanpa jejak"- ucapnya lalu memutuskan sambungan teleponnya, sedangkan Ridwan ia sedari tadi menatap wajah Ara "cantik"- itu batinnya
"Apa kau ingin mati??!"- sentak Ara dan Ridwan langsung gelagapan.
"T-tidak n-nona"
"Kembali kerja"- titah Ara, ia langsung keluar dari ruangan Ridwan dan berjalan ke arah ruangan rahasia yakni ruangan pribadi ara, Ara ke sana untuk melanjutkan tidurnya yang tadi tertunda, karena semalam ia hanya tidur 1 jam.
...-o00o-...
Kini keadaan kantin Sangat ricuh terlihat jelas Holly dan Glora yang sedang duduk dengan anteng sambil menyantap mie ayam yang tadi mereka beli, sedangkan Ara ia tadi pergi ke toilet karena ingin mencuci muka.
Tiba-tiba Alvin dkk menghampiri dua makhluk bumi yang sedang menikmati makanan, holly mendongak ketika seseorang memperhatikannya.
"Busett Ngapain lihatin gue, mau?"- tanya holly dengan cepat Joshua mengangguk.
"Beli lah anjirr katanya orang kayah kok beli ini aja gak mampu, orang kismin ajaa mampu"- cecar holly
"Ara mana??"- tanya leo
"Di toilet lagi cuci muka"- ujar glora, Alvin dkk langsung duduk di meja mereka.
"Gak tahu diri ni orang"- cibir holly lalu melanjutkan makan mie ayamnya, setelah satu menit kemudian orang yang di tunggu-tunggu mereka datang dengan wajah yang datar.
"Holly pindah gue di sana"- ucap Ara dengan cepat holly pindah duduknya dekat dengan Joshua.
"Gimana tentang si emaknya cabe kiloan?"- tanya Glora
"Biasa"- Glora dan holly mengangguk.
"Oh ya si kembar beda rahim mane??"- tanya holly ketika tidak melihat Luke dan Lewis.
"Mereka pindah ke Jerman"- jawab Jake
"Bagus deh kalau begitu"- gumam Glora.
"Oh gue dari tadi gak liat si aksara kemana tu orang??"- tanya jake
"Entahlah aku pun gak tahu"- ucap Joshua dengan nada lebay.
"Ihh najiss"- ujar glora sambil mengetuk-ngetuk meja.
"Katanya si ada orang yang ngirim kepala orang ke rumahnya, jadi gak sekolah" sedangkan Ara,holly dan glora tersenyum miring
"Mmmm ra"- ucap vino sambil memainkan jari-jarinya.
"Hm"
"Gue,gue.....gue minta maaf ya udah..... Mmmm ngebentak Lo"- ucap vino sambil menundukkan kepalanya takut tidak di maafkan oleh Ara.
"Kenapa emangnya??"- tanya holly
"Gak tahu tuh si vino tiba-tiba ngebentak-bentak si ara, padahal si Ara udah ngasih peringatan gak boleh ngebentak ehh si vino malah nyosor tanpa henti"- jelas Joshua sambil mencicipi makanan holly.
"Wahh parah banget lo, udah ngebentak sahabat gue, jangan di maafin ra, itu mah udah keluar batas"- kompor Glora.
"Iya Ra Jangan di maafin ra tuman"- timpal Jake menyahuti
"Udah tahu Ara gak Suka di bentak, jangan maafin ra"- timpal Joshua
"Bunuh aja Ra tuman"- kini yang menyahuti adalah Alvin kakak dari vino, sedangkan vino hanya berdecak kesal.
"Gue akan lakuin apapun asalkan Lo maafin gue"- Ara yang tadinya sedang main hp kini menyimpan dan menatap wajah vino.
"Apapun?"- ucap Ara menyakini dan vino mengangguk, Ara tersenyum menang, "kapan lagi coba morotin duit orang"- itulah batin Ara,
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...TBC..........