THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 38 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...


...Gak bakalan update bye..........


Tiga hari berlalu, kini semua siswa-siswi B'F School baru saja sampai di tempat tujuan yaitu camping gunung Guntur yang berada di kota Garut kecamatan Tarogong Kaler. Setelah menempuh perjalanan jauh sekitar 4 jam 30 menit dari Jakarta.


Dan terlihat jelas sekarang semua siswa-siswi B'F itu tengah turun dari 3 bus besar, dan di antara mereka semua terdapat Ara dkk dan Leo dkk yang saat ini tengah menggendong tas ranselnya. Semua murid di beri waktu 20 menit untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos satu yang di perkirakan akan memakan waktu 1jam untuk sampai ke sana, dan mereka semua akan melakukan perjalanan selama 3 jam untuk sampai di pos tiga.


"Akhirnyaa gue keluar dari bus neraka itu"- tutur holly sambil menyeka keringatnya.


"GILAAAA!!! Tau gitu mendingan gue bawa mobil aja!!"- timpal vino.


"Gue bilang apa??bawa mobil!"- cibir Ara sambil memasang kacamatanya.


"Udah gak usah ngeluh"- ujar aksara, mereka semua memang sengaja memakai kacamata hitam entahlah.


"Bukannya cakep tapi kesannya Kek orang buta nj*ng"- cibir holly.


"Silau ly, you know silau!"- pekik vino.


"udah pake baju item, kacamata item segalanya item!! mau camping apa ke makam?"- tanya holly sambil menggelengkan kepalanya kala melihat 8 manusa itu yang sama-sama memakai baju hitam sedangkan dirinya memakai baju Lilac.


"kita mau ke makam, buat nguburin Lo!!puas!!"- pekik Joshua.


"ginjal Lo gue kuburin!"


"LEOOO SAYANGGG"- semua orang berbalik kala melihat perempuan dengan pakaian terbuka datang dan langsung memeluk lengan kekar leo.


"Leo kok kamu gak sebus sama aku sih?? Aku kan dari tadi nungguin kamu lho, dan aku juga udah duduk di tempat kamu, tapi malah yosep yang duduk Deket aku"- seperti cacing kepanasan, holly sedari tadi menggeliat kala mendengar suara holly yang di imut-imut.


"Udah baju kurang bahan, dandan kek boneka Annabel, rambut pirang kesannya kek Jamet, bibir merah. pake lipstik, apa makan ari-ari neng?"- ucap Joshua panjang lebar, bahkan mereka yang ada di sana menahan tawa.


"Mau mangkal lo?"- tanya sinis vino sambil menatap Bianca dari bawah ke atas.


"Padahal tadi di lampu merah, harusnya guru turunin dia kan mau mangkal"- cibir jake.


"Gue gak ngomong sama sampah kayak kalian!!"


"Diem mulut Lo bau azab"- cibir Glora Dengan mata tajamnya.


"HAHAHAHAA AZAB DONGG"- ujar holly sambil menepuk-nepuk pahanya sendiri.


"Sayang kok kamu diem aja sihh"- ujarnya, membuat mereka semua jijik.


"Lepasin tangan Lo"


"Kok gitu sihh, aku kan pacar kamu!"


"Kasian mana masih muda"- ujar holly prihatin.


"Btw tu bibir kenapa? Di cip*k tawon yah? Gede amat"


"Diem Lo!!"


...-o00o-...


Singkat cerita setelah melakukan istirahat semua murid kini sedang berjalan sebelum berjalan pak Hendra sudah membagi kelompok mereka yakni kelompok 1 sampai 4 yang terdiri 25 orang. Ara,Glora,Holly mendapati kelompok 4 dengan di pimpin oleh leo,vino dan joshua. Sedangkan alvin,Jake dan aksara mendapati kelompok 2 dengan di isi Bianca dkk pastinya, sempat menolak tapi tak jadi.


Semua Para murid sudah melewati pos satu dan sekarang tinggal dua pos lagi yang harus mereka lewati, keringat bercucuran di dahi mereka karena matahari yang semakin naik.


Vino dan joshua yang berada di depan mereka terus menginstruksikan kepada mereka semua untuk berhati-hati karena jalannya berbatuan.


"Kapan nyampenya sih!!"- seperti yang kalian duga holly setiap menit selalu mengeluh.


"Bentar lagi"- dan seperti itulah jawaban Joshua.


"Daritadi bentar lagi bentar lagi!!"


"Istirahat dulu kalo kalian cape"- mereka mengangguk dan mulai duduk.


"Cape hm?"- tanya leo sambil menyeka keringat Ara.


"Nggak, haus doang"- ujar Ara, leo langsung memberikan botol yang berisi air itu untuk Ara, dengan senang hati Ara mulai meminumnya.


"Kapan sihh nyampenya cape nih gue!!"


"Berisik ly, bukan Lo aja yang cape tapi mereka juga, Lo dari tadi ngoceh muluu, panas telinga gue tau gak!"- tutur Glora kesal.


"Lora kok marahin holly sihh"- yah seperti itulah holly cengeng. Holly langsung berlari menuju Ara yang saat ini bersama leo.


"Araaa"- leo kaget niatnya ia ingin mengelus rambut ara, tapi tidak jadi karena holly.


"Apaan"


"Capee"


"Cape tinggal duduk istirahat"- ujar dingin leo, yang saat ini menatap sinis holly.


"Sini"- Ara menepuk bebatuan untuk holly duduk.


"Mata Lo kenapa sih Yo!! Julid amat!"


"Ayo kita mulai berjalan lagi"


"baru juga gue duduk!!"


...-o00o-...


Singkat cerita, setelah tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di pos tiga, banyak sekali pendaki gunung yang lainnya, setelah mendirikan tenda mereka semua istirahat sekitar 20 menit, dan setelah itu mereka di suruh untuk mencari kayu untuk di bakar di malam hari.


"Tanam tanam ubi asekkk"- Joshua bernyanyi sambil memungut kayu yang ada di depannya.


"Tak perlu di baja"- lanjut vino yang sama hal dengan Joshua.


"Bacot kau babi, mulut Lo bauu azabb"- bait terakhir yang di nyanyikan holly membuat mereka semua tertawa sama halnya dengan Ara, mulut bar-bar holly itu membuat penyanyinya bungkam.


"Jahat Lo ly"


"Sapa lu?"


"Awoakaka kagak di anggap"- pecah sudah tawa vino, holly menatap vino ngeri bisa-bisanya vino tertawa padahal gak ada yang lucu, humornya sangat rendah.


"Udah banyak segini mah, tangan gue yang putih cakep, sekarang berkuman"


"Bentar lagi nanggung masih banyak"


"Jangan Maruk, ayo"- mereka semua berdiri, holly mengambil satu batang kayu lalu menyimpannya di tanah, sedangkan mereka menga-nga tak percaya.


"Si holly saraf"


...-o00o-...


Setelah melakukan makan malam, dan menyalakan api unggun di tambah lagi bernyanyi dll, kini tepatnya pukul 11 malam semua murid-murid tengah tertidur pulas di tenda masing-masing, dan sekarang hanya menyisakan ara dan Leo dkk yang saat ini tengah berjaga-jaga dengan api unggun yang masih menyala. Holly ia sudah tertidur karena lelah telah menyanyikan dua lagu.


"Holly ternyata cakep yah Ra"- Ara menoleh kala Joshua berbicara.


"Walaupun mulutnya bau azab"- Ara melempar kerikil yang ada di hadapannya.


"Mulut Lo!!"- desis ara.


"Tapi seriusan, Lo tahu waktu gue gendong holly jantung gue, deg deg deg. Itu pertama kalinya dari sekian cewek yang gue dekati cuma si holly yang bisa buat jantung gue kayak gini"- tutur Joshua sambil menatap wajah Ara lekat.


"Lo mau dekati holly? Hadapi gue"- ujar Ara sambil menatap tajam wajah Joshua.


"Punya apa Lo, yang berani deketin sahabatnya Adek gue?"- timpal vino.


"Gue punya segalanya"


"Dan itu milik orang tua Lo"- sahut Ara yang menggelengkan kepalanya.


"Gue bisa bahagian holly dengan cara gue sendiri"


"Kebahagiaan holly itu beda, Lo mau tahu?"- Joshua mengangguk sedangkan yang lain menyimak.


"Lo berdiri di tebing sana, terus Lo loncat, dan itu bisa buat holly bahagia"- wajah Joshua memucat.


"Holly bahagia kalo gue mati?"- tanya Joshua


"No, holly lebih suka liat orang mati Pathetic"- jelas Ara fakta.


"Gilaa serem juga yah"- Ara tersadar dengan apa yang ia ucapkan.


"Lo percaya?"- Ara tertawa walaupun ber drama tapi hal itu malah membuat semua yang di sana tercengang melihat Ara pertama kali tertawa terbahak-bahak.


"Lo ketawa?"- tanya Jake, seketika Ara diam. Sedangkan yang lain menatap Jake tajam, bisa-bisa Jake menghentikan pemandangan langka itu.


"Lo pikir gue apaan!"


"Inget Joshua kalo Lo mau dekati holly, hadapi gue dulu. Dan Lo harus tahu holly gak gampang buat di luluhin, walaupun dia pecinta cowok ganteng, tapi yang gue tahu Lo bukan tipenya"- sakit sudah hati Joshua.


"Jleb, sakit hati gak tuh"- ujar vino.


"Sakitlah masa enggak"- timpal Jake.


"Belum juga nembak udah di tolak duluan"- sahut Alvin prihatin.


"Belum di coba gak boleh takabur"


" Udahlah bad mood gue!! Tidur-tidur besok mulung!"- Joshua bangkit dan mulai berjalan menuju tendanya.


"Tidur raa udah malem"- ujar aksara sambil mengelus kepala Ara.


"Duluan aja"- sahut Ara.


"Lo pada duluan aja, Ara sama gue"- ujarnya dan mereka langsung mengangguk lalu masuk ke tendanya. 10 menit berlalu Ara dan leo sama-sama diam hanya ada suara kayu yang terbakar.


"Ra, gue mau ngomong sesuatu, walaupun ini dadakan"


"Apa?"


"Lo mau jadi pacar gue?"


...-o00o-...


Satu bulan setelah camping, kini seluruh siswa-siswi B'F mulai melakukan kegiatan seperti semula yaitu bersekolah kembali, Dan di sebuah warung terdapat sekumpulan remaja yang saat ini tengah menghisap rokok, mereka adalah anggota Dragontrail.


"Gue dengar-dengar Lo makin lengket Ama si Ara?"- ujar Joshua sambil mematikan rokoknya.


"Perasaan gue juga sama"- timpal vino.


"Entahlah kawannn, jangan urusi privasi mereka"- ujar Alvin sambil memetik senar gitarnya.


"Dengerin tuh!"- sahut Jake sambil melempar cangkang kuaci.


"Ehh Lo udah bae-bae kan Ama si Ara?"- tanya Joshua hati-hati.


"as you see"- ujar aksara acuh dan kembali memainkan hpnya.


"Yo, Lo ngapain sihh!! Dari tadi liatin hp Lo Mulu!"- ujar vino sambil menatap intens leo.


"Bukan urusan Lo!"


Drrrrt Drrrrtt


Tak lama kemudian Alvin langsung mengangkat telponnya karena itu dari Ara, dan Alvin juga sengaja menyalakan lost spikernya.


"Apaaa sayang??"


"Aaaaaaaaa Abanggg perutt araa sakitt"- rengekan itu membuat semua anggota Dragontrail mengalihkan pandangannya kepada Alvin.


"Utututu anak siapa sih lucu bangett"- gumam joshua.


"Seharusnya Ara manja sama gue"- aksara tersenyum miris, sungguh ini sangat menyesakkan. Ara hanya menganggap aksara sebagai teman kerja samanya tidak lebih hanya sebatas bekerjasama.


"Iyaa nanti Abang beliin"


"Ara belum makan"- semua orang di gemas oleh suara araa.


"Iya nanti sekalian di beliin, yauda Abang tutup yahh"


"Iyaaa abangg dadah"- Ara langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Anj*rrr si Ara itu?"- tanya Joshua heboh.


"Iya kenapa??"


"Kokk bedaaa sihhh, gemess pengen gue gondol"- ujarnya membuat leo,aksara,Alvin dan vino melempar gumpalan tisu ke arah Joshua.


"Ayoloh pawangnya marahh"- Jake langsung tertawa.


"Gue cabut"- mereka menatap Leo yang sudah menyambar kunci motornya.


"Akhir-akhir ini lu pada ngerasa aneh gak sih sama si leo, si leo sekarang fokusnya ke hp Mulu"


"Kumat lagi ni anak"- ujar Alvin sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi emang bener sihh, si leo sebelum-sebelumnya belum pernah tuh liatin hp terus menerus, lah sekarang setiap menit tu anak on off, on off hp kesel gue lama-lama"- timpal vino yang memang bener adanya.


"Itu urusan mereka elah, ngapain di bahas sehh!!"- gerutu jake.


"Unfaedah"- ujar dingin aksara, ia langsung pergi ke meja yang lainnya. Ia anti yang namanya ghibah.


...-o00o-...


DING DONG DING DONG


DING DONG DING DONG


DING DONG DING DONG


"BENTARRR!!!"- Orang yang terus menekan tombol itu langsung tersenyum tipis, sepertinya ia telah membuat gadisnya kesal. Satu menit kemudian perempuan yang berada di dalam langsung membuka pintunya.


"Kenapa gak bilang hmm?"- gadis itu diam sambil memainkan jari jemarinya. Ohh come on kenapa ketua Rof-5 jadi ciut seperti ini.


"Araa, kenapa gak bilang?"


"Hhee"- Ara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Masuk dulu"


"Kenapa sayang?"


Blushh


"Malu"- cicit Ara sambil menunduk.


"Aku pacar kamu, kamu tanggung jawab aku, jadi jangan sungkan kalo mau apa-apa, ngerti"- ucapan lembut Leo itu membuat Ara mengangguk layaknya anak anjing yang sedang di marahi.


"aku bawain sate taichan, nasi goreng, jus buah naga, sama pembalut dan jamunya. Dan ini salep buat yang lecet di bawah "- ara maluu, kenapa mulut leo brutal sekali. Kenapa leo mengetahuinya, memang Ara suka lecet di area bawah karena iritasi akibat pembalut.


"Mulutt Lo!!"- geram Ara dan leo menatapnya datar.


"Bahasanya"- setelah di tembak saat camping, Ara sempat merenungkan hal itu kembali, setelah 1 minggunya lamanya Ara menerima Leo sebagai kekasihnya, dan hal itu masih menjadi rahasia karena Ara tidak ingin seorangpun mengetahuinya.


"Gak enak mendingan Lo gue"


"Sekalinya kalo kamu ngomong gitu, aku cium kamu"


"Dih ngancem Mulu, emang gue takut nih nih cium nih"- ujar Ara sambil memonyongkan bibirnya hingga akhirnya.


CUP


kedua bola mata Ara melebar, Ara langsung memundurkan kepalanya dengan wajah terkejut"wahh nekat amat ni orang"- batin Ara.


"Makan"- titah dingin Leo, sedangkan Ara mendengus lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil piring.


"Bukannya gu- ehh aku nyuruh Alvin yah, kenapa kamu yang datang"- tanya Ara dengan piring yang ada di tangannya, dan leo langsung mengambil piring itu lalu menyimpan sate taichan dan nasi goreng itu di atas piring.


"Emang gak boleh aku gaboleh berkunjung ke rumah pacar sendiri?"- tanyanya yang masih sibuk membuka bungkusan nasi goreng.


"Y-yaa boleh sih"


"Duduk sini"- Ara duduk di bawah dengan alas carpet bulu, setelah duduk di samping leo, ara langsung melahap makanannya.


"Enak gak?"- Ara mengangguk sebagai jawaban. Leo tersenyum lalu tangannya bergerak untuk menguncir rambut panjang Ara.


"Gak di kasih makan berapa taun?"- tanya Leo sedangkan Ara mendengus kesal.


"Utututu jangan marah sayang, aku becanda"- sialan leo membuat pipi Ara merona kembali. leo sialan.


"aku gak mau kamu tunjukin suara itu kepada orang lain"- Ara mendongakkan kepalanya.


"suara apa?"


"suara imut kamu, aku gak mau milik aku di dengar apa lagi di liat orang lain"


"iyahh"- jawab Ara dengan malas


"Mau gak?"- tawar Ara


"Mau"


"Nih"


"Bukan ini"


"Hah?"- leo mendekatkan bibirnya ke arah bibir Ara.


"DEMI TUHAN OEMJI HELLO!!! LO PADA NGAPAIN!!!"


TBC..........