THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
PART 08 (revisi)



...⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️...


...*PART INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN HARAP BIJAK DALAM MEMBACANYA!!!*...


...TERIMAKASIH...


Kini seorang remaja laki-laki tengah mengendarai motornya, ia baru saja pulang setelah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, dia adalah aksara Jonathan's. Setelah Sampai di mansion aksara mengernyitkan dahinya karena banyak sekali mobil dan lebih utamanya lagi adalah terlihat beberapa mobil polisi.


"mobil polisi??"- tanyanya bingung, aksara langsung melepaskan helm full face dan turun dari motornya setelah itu masuk dan benar saja kini terlihat beberapa polisi yang sedang duduk bersama Syam,Bella dan Bianca yang kini tampak syok. Aksara langsung menghampiri artnya yang kini sedang berdiri aksara langsung menepuk pundak Bi sri.


"Bi ada apa??"- tanya aksara


"Aduh den ngagetin aja!"- ujar bi sri sambil mengelus dadanya"ada apa?"- tanya aksara lagi


"Awalnya juga Bibi teh gak tahu , soalnya bibi lagi di belakang ngebersihin kolam, nah setelah itu bibi denger non Bianca teh teriak-teriak bibi kaget lihat non Bianca udah nangis terus nendang-nendang kardus, pas bibi lihat eh ternyata kepala manusia den, kata non Bianca ada orang yang nyimpen kardus itu di teras, kirain mah paket"- cerita singkat bi Sri.


"Yang buka paket itu Bianca??"- bi Sri menggangguk"bagus dehh kalau bukan bibi yang buka, semoga aja dia Trauma"- ujarnya acuh, bi Sri hanya menggelengkan kepalanya, sudah biasa mendengar aksara yang menyumpah serapahi bella dan bianca, bahkan mendo'akannya cepat meninggal dan aksara ia lebih dekat dengan bi Sri dari pada keluarganya, ia juga sering curhat mengenai mimpinya bertemu Ara dan Vira atau hal lainnya.


"Aden gak boleh seperti itu"- tegur bi Sri sedangkan aksara hanya menaikkan pundaknya acuh sambil berjalan menuju lift.


"Saya menemukan surat ini, apa saya boleh melihatnya?"- mereka mengangguk polisi itu langsung terkejut ketika melihat surat tersebut.


"Apa kalian mempunyai masalah dengan Ketua ROF-5??"- tanya polisi tersebut terkejut, aksara yang tadinya ingin pergi ke kamarnya, seketika langkahnya langsung terhenti, ia langsung berjalan menuju polisi tersebut, dan meraih surat tersebut lalu membacanya.


"game di mulai, salam Leader ROF-5"- gumamnya.


"ROF-5 siapa mereka?? dan apa maksudnya?!!"- tanya Syam


"ROF-5 adalah mafia terbesar di dunia bahkan kami para polisi pun tak berani menangkap anggotanya, jika ada yang menangkap salah satu anggotanya maka dari itu leadernya akan turun tangan dan tak segan-segan untuk membunuh kami tanpa bukti dan jejak, leadernya sampai saat ini masih misterius, dan saya harap kalian hati-hati jika ketuanya sudah turun tangan contohnya seperti ini!"- jelas polisi tersebut membuat Bella pucat pasi.


"Berarti kepala ini adalah anggota ROF-5 yang mengirimkannya! Dan itu awal pertama permainannya dan saya peringati kalian untuk berhati-hati."- ujar salah satu polwan.


"Kenapa kalian tidak menangkapnya? Dan memberhentikan semua Ini"- ujar Bianca semua polisi menggelengkan kepalanya yang artinya "tidak bisa"


"Tapi kenapa mereka mengirimkannya kepada kami?"- tanya syam.


"mungkin kalian yang pertama kali membuat ulah atau Mungkin kepala orang tersebut adalah suruhan di antara kalian"- ujarnya, kini tatapan elang aksara tertuju kepada Bella dan Bianca jangan lupakan papahnya.


"Kenapa mereka turut campur?? Apa istimewanya Vira bagi mereka??"- batin Bella yang kini tengah berkeringat dingin.


...-o00o-...


Waktu menunjukkan pukul 00:02 WIB kini Ara sedang berada di apartemennya, dan menandatangani satu persatu berkas-berkas yang menumpuk karena banyak yang mengajukan kerjasama, ia juga merutuki alena yang tiba-tiba mengirimkan tumpukan berkas ke apartemennya.


"AN'SCrop, wahh menakjubkan, Syam,Syam,Syam kau bodoh sekali ternyata, kau tidak tahu kalau pemilik perusahaan ini adalah milik anakmu yang sudah kau buang"- gadis itu langsung menghubungi asistennya.


" atur jadwal pertemuan dengan tuan Syam"- setelah itu ia langsung menutup panggilan, dan melanjutkan perkerjaannya.


"Akhirnya"- ujar Ara ketika berkas terakhirnya selesai, ia langsung merenggangkan kedua tangannya, setelah itu ia bangkit dari kursi kerjanya. Ketika akan melangkah Ara tak sengaja menendang sesuatu.


"Ck. Satu lagi"- gumamnya, Ara langsung mengambil berkas yang berada di bawah dan duduk kembali.


"B'group"- gumamnya sambil tersenyum miring, ia langsung membereskan semua berkas-berkas tadinya Ara mau ke kamar namun di urungkan ketika hpnya berdering.


HOLLYGBLK


Online


Ra gue,glora,Jeno, Ama si onta mau peregangan Lo mau ikut gak?


^^^Onta??^^^


Si lion aelah gitu aja gak tahu lu.


Jadi kagak nih? Lu mau ikut gak!


^^^Hm^^^


Anjir gue mh panjang-panjang nulis,lu malah respon hm


Jahat Lo


Read.


Kini ara dkk sudah memakai pakaian serba hitam dengan topi dan masker, mereka sedang berjalan kaki di trotoar, sambil mencari-cari mangsa, ketika akan melewati gang kosong mereka mendengar suara wanita, Ara dkk langsung mencari suara tersebut dan oh good ternyata mereka melihat seorang wanita yang tengah bercumbu dengan 5 orang laki-laki.


Ara langsung menjauh bersama Jeno sedangkan mereka bertiga malah menonton "Mayan nonton gratis secara live"- pikir mereka bertiga,ara hanya memutarkan bola mata malas dan menyenderkan tubuhnya di dinding dengan menghisap sebatang rokok.


"Kita di sini mau cari mangsa bukan nonton adegan yang gak senonoh, gak ada faedahnya lagi!! "- gumam Jeno sambil menyenderkan tubuhnya di mobil orang.


"Jarang-jarang gue kek gini"- ujar Glora.


"Bacot lu jarang-jarang di hongkong, orang Lo tiap hari nontonnin si Ervin lagi hanimun"- ujar lionel fakta, yah memang benar mereka bertiga selalu menonton adegan seperti itu atau lebih tepatnya menjalankan misi, holly langsung menghampiri Ara dan jeno yang kini tengah menghisap rokok.


"Kenapa kagak lu lanjutin nontonnya?"- tanya jeno


"Gak seru ini mah, seruan juga si Ervin yang waktu gaya kek kuda gitu yang si ceweknya nungging nah di situ si lakinya mukul pantatnya apa sih nama gerakannya lupa lagi gue, oh yaa dog*y-style, dan tit*tnya juga gedean si ervin"- ujar holly tanpa malu sedangkan Ara hanya menggelengkan kepalanya.


"Oly sini"- ajak lion holly dengan ogah-ogahan berjalan menuju mereka tapi.


Clek


Tiba-tiba beberapa orang menerangi mereka dengan menggunakan senter hingga membuat mereka kaget dalam hitungan detik mereka berlari hingga membuat beberapa orang tersebut mengejarnya, sedangkan Ara kini sedang mengumpat ralat bersembunyi sama aja! Di gang yang sangat kecil yang bersebelahan dengan gang kosong yang kini tengah di isi oleh pencabul.


Sehingga membuat mereka yang sedang bercumbu berhenti sejenak, dan menengok ke arah suara tersebut.


"Siapa itu?? keluar Lo!"- ujar salah satu pria, membuat sang wanita yang tadi bercumbu pucat pasi karena keberadaannya di ketahui. Ara dengan kedua tangan di masukkan ke dalam celana jeansnya, langsung berjalan ke arah mereka.


"Siapa Lo?"- ujar pria tersebut, karena melihat Ara yang memakai pakaian serba hitam bahkan masker dan topinya. Salah satu laki-laki mendekati Ara dan membuka topi hingga membuat rambutnya tergerai indah, membuat mereka kicep ketika menatap wajah Ara yang begitu cantik walaupun pake masker.


"Oh come on ini anggota gue"- batin ara


"Malaikat maut mu"- ujar Ara menendang bagian bawah pria tersebut hingga membuatnya meringis sambil memegang bagian bawahnya.


"Arghh sh*ttt"


"Jangan kasar-kasar dong sayang, sini main sama kita yuk"- ujar salah satu dari mereka yang tidak mengenakan sehelai benang hingga membuat Ara melihat jelas"anunya", pria itu dengan lantang memegang dagu ara, dengan pergerakan cepat Ara langsung memegang tangannya dan memutarnya hingga membuat tulangnya patah.


Krekk


"Arghh ANJ*NG SAKIT, DASAR CEWEK SIALAN"- 4 laki-laki itu langsung menghampiri ara, Ara hanya biasa saja ketika mereka mendatanginya.


"Kenapa kau sangat kasar hmm, kau ingin main sama kami??"- ujarnya sambil menyelipkan rambut Ara ke daun telinganya.


Bugh


Bugh


Bugh


Ara menendang perut mereka hingga membuat mereka berempat terhuyung ke belakang.


"Wah cari mati"- ucap laki-laki berinisial F, ia langsung bangkit dan ia langsung melayangkan tinjuannya ke wajah Ara dengan gerakan cepat Ara menghindar dari pukulan itu dan.


Bugh


Bugh


Bugh


Krek


Ara langsung memukul perut,wajah,dan bagian bawahnya, dan paling terakhir Ara langsung memutarkan kepalanya hingga membuatnya tak bernyawa, mereka yang melihat itu langsung mengambil pistol dan pisau,miliknya ralat milik ROF-5.


"Kau telah berurusan dengan anggota ROF-5 nona, maka dari itu saya tidak akan melepaskanmu"- ujar pria berinisial A.


"Takut"- ledeknya, membuat mereka geram dan mulai menyerang Ara bertubi-tubi tapi Ara dengan lihainya menghindar dari pisau-pisau yang mereka layangkan ke arahnya.


Ketika mereka lelah, Ara Langsung menghajar mereka dengan tangan kosong, satu-persatu Ara memukulnya, menendangnya, tetapi ia sangat ceroboh untuk pertama Kalinya karena salah satunya dari mereka langsung menggoreskan pisaunya di lengan Ara di saat Ara sedang mengurusi 2 orang pria, yang sedari tadi melayangkan pukulan kepadanya sedangkan 2 orang lagi yang satu sudah lelah, dan orang yang tangannya patah dengan berani-beraninya ia melukai tangan ara.


Jaket kulit Ara robek dan menampilkan darah segar yang mengalir banyak di tangannya, Ara langsung menatap wajah pria tersebut, prinsip Ara adalah darah di balas darah simpelkan, Ara dengan gerakan cepat langsung memutarkan kepala mereka berdua hingga tak bernyawa, dan beralih kepada orang yang melukainya.


Ara mengambil besi yang tergeletak di tanah, setelah itu beralih ke arah orang yang tadi melukainya, dengan cepat Ara menusuk matanya, lalu beralih pada mata satunya.


"Argrhhhhh mata gueee" - setelah itu ara langsung menusuk pipinya hingga bolong dan darahnya mengalir.


Jlep


Jlep


Jlep


Ara menusuk-nusuk perutnya hingga membuatnya meringis kesakitan, setelah itu ara langsung menusuk dadanya tepat jantungnya berada, dan membuatnya tak bernyawa, Ara beralih pada satu pria lagi.


"S-siapa k-kau"- ujarnya


"Pergilah jika kau ingin pergi"- laki-laki itu langsung mengangguk dan perlahan menjauhi Ara, sedangkan Ara hanya tersenyum miring, ada rencana di balik semua itu.


"Sayang tunggu aku"- ujar wanita itu, oh Ara hampir melupakan satu jal*ng ini.


"Najis gue nunggu Lo, mendingan gue pergi aja nyari aman dari pada langsung ke neraka, jangan bawa-bawa nama gue kalo Lo di neraka"- teriak laki-laki tersebut,setelah itu menghilang, Ara menghampiri wanita Tersebut.


"Hii bit*h"- ucap Ara sambil berjongkok di hadapan wanita yang tak memakai sehelai benang, ia mundur secara perlahan karena Ara mendekatinya


"No no jangan takut It is okay"- ujar Ara sambil memegang dagunya dan tersenyum miring dan


Krek


Ara memutarkan kepalanya hingga tak bernyawa, ia langsung berdiri dari duduknya dan mengeluarkan sebatang rokok lalu menyalakannya, ia berjalan dengan tangan yang di masukkan ke dalam celana jeans-nya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...TBC..........