
...Jangan lupa ikuti author 🤗...
...Dan tinggalkan jejaknya!...
...Sekalian votenya ya.....
Waktu menunjukkan pukul 21:45,dimana seluruh keluarga halton dan leo dkk baru saja selesai acara makan malam dan sekarang mereka berada di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu. Pada saat Rafa akan membuka suara tiba-tiba ia melihat pintu rumahnya terbuka dan menampilkan Ara dengan raut wajah datarnya.
"Ar lo keluar pake baju begitu?"- tanya leo posesif dan Ara hanya menatap sinis ke arah leo.
"Bawa paan tuh?"- tanya vino yang penasaran dengan apa yang Ara bawa, sedangkan Ara ia langsung menyembunyikan berkas yang tadi Alena kasih.
"Kamu dari mana aja?"- tanya Bima ketika melihat Ara yang sedang berdiri sambil menatap ke arahnya.
"Dari rumah temen, kenapa?"- tanya Ara sambil menggunakan nada dinginnya,
"Sini sayang"- ujar Nissa sambil menepuk-nepuk sofa yang kosong, Ara langsung duduk dan ia juga berhadapan dengan leo.
"Jadi nanti 3 hari lagi, uncle Rafa akan mengadakan acara tujuh bulanan aunty Tiara, dan yah uncle Rafa meminta bantuan kalian untuk mempersiapkan acara itu, kenapa? Karena uncle Rafa,uncle Bima,dan uncle Aditya besok akan pergi ke luar kota bersama aunty Tiara, auntyDiana dan aunty nissa"- jelas Rafa.
"Kalau uncle mau pergi ke luar kota, jangan ajak aunty Tiara sama aunty Diana, karena mereka kan lagi hamil,dan di luar sana juga gak baik bagi kesehatan janinnya"- ujar Ara, di anggukki oleh semua leo,vino dan Alvin
"Iya raf kasihan nanti bayi mereka, dan aku juga mau di sini aja buat jaga mereka semua, dan bukannya keluarga Tiara akan kesini"- ujar nissa, tapi ketika menyebutkan keluarga Tiara nadanya menjadi beda yakni sinis.
"Tap-"
"Tenang aja kali uncle Ara juga gak bakalan berani bawa bodyguardnya kesini"- ujar vino hal itu membuat mereka bertiga cemas dan cemburu tentunya.
"Kok jadi bawa-bawa bodyguard sih? Ara janji ya sama uncle, kalau uncle ke luar kota kamu jangan bawa bodyguard kamu yang sok tampan itu"- ujar aditya dan Ara hanya mengangguk pasrah tentunya.
...-o00o-...
Waktu menunjukkan pukul 06:30 WIB, dimana saat ini Glora dan holly baru saja sampai di sekolah dan mereka langsung berjalan di koridor menuju ke kelas ara, holly ia juga membawa paper bag yang isinya laptop iPhone baru untuk ia berikan kepada Ara.
Sesampainya di sana mereka melihat Ara yang saat ini sedangkan tidur di kelas dengan airpods yang menyumbat telinganya, perlahan mereka berdua mendekati Ara yang tengah tertidur pulas, perlahan-lahan Glora ia menggoyangkan tubuh Ara.
"Ra.. Ara bangun"- karena merasa terganggu Ara ia langsung terbangun dan mengucek matanya, setelahnya Ara langsung menatap Glora dan holly yang tengah menatapnya.
"Paan sih ganggu orang aja!"- ujar Ara dengan suara seraknya, holly ia langsung menyimpan paper bag itu di hadapan Ara, sedangkan Ara ia hanya menaikkan satu alisnya tanda ia tak mengerti.
"Itu laptop buat Lo, gue baru beli kemarin Ama si Glora"- ucap holly setengah takut.
"Gue gak butuh"- tolak ara hal itu membuat holly kecewa.
"Semua file yang ada di laptop lo, udah gue kembaliin ke laptop baru ini,"- ucap Glora dan yah Glora memang pandai dalam bidang hacker sama halnya dengan ara.
"Pantesan waktu itu gue gak bisa kembaliin filenya, karena Lo yang hack!!"- ujar Ara, sedangkan Glora ia hanya menggaruk tengkuknya.
"Yah kan biar Lo seneng, emang seberapa penting sih file itu buat Lo?"- tanya Glora.
"Kepo Lo kek monyet Dora"- ujar Ara yang tak menggunakan nada dinginnya lagi.
"Lo udah gak marah lagi sama gue?"- tanya holly hati-hati.
"Hmm"
"Lo udah maafin gue?"
"Hmm"
"Akhhh makasih"- ujar holly sambil memeluk tubuh ara erat
"udah lly sesek napas gue"- holly langsung melepaskan pelukannya.
"Oh ya Ra.. waktu di cafe Lo sama siapa? Sahabat baru lo!?"- ujar holly dan Ara hanya menaikkan pundaknya.
"ARAAA....."- tiba-tiba seseorang memanggil Ara dengan berteriak kencang, hal itu membuat para siswa-siswi langsung menoleh ke arah orang yang memanggil Ara.
"Kalau di panggil itu nyahut dong!!!"
"Tuh di panggil Ama kepsek!"- lanjut gadis itu dengan mimik wajah sinisnya.
"BIASA AJA KALI, KALO NGOMONG GAK USAH TERIAK-TERIAK!"- tegur holly dengan nada tak kalah tinggi.
"Makannya nyahut kalo gue panggil, bukannya diem aja, budeg Lo! Apa perlu gue korekin pake linggis!!! dan juga Lo harus sopan sama gue karena gue kakak kelas Lo!!"- ujar gadis itu yang ternyata adalah wakil ketua osis, Ara yang mendengar itu hanya tersenyum miring, perlahan Ara mendekati wakil ketua osis tersebut.
"Apa perlu gue jahit bibir Lo, terus gue kerokin kuping Lo pake linggis panas, setelah itu gue potong kedua kuping Lo!!!! Dan yahh sifat adik kelas itu tergantung pada attitude kakak kelasnya. "- ujar Ara dengan nada psikopatnya, dan WKO itu langsung menegang dengan bulu kuduk berdiri.
"Lo ngancam gue!?"- tantang WKO itu.
"Yahh bisa di bilang begitu, tapi ini bukan sekedar ancaman, gue bisa aja membuktikannya"- Ara langsung melengos pergi begitu aja, tapi tiba-tiba tangan Ara di tarik olehnya, dan...
PLAK
Tamparan itu cukup kuat sehingga hidung Ara langsung mengeluarkan cairan berwarna merah, dan jangan lupakan sudut bibir yang baru saja kering,kini berdarah kembali, semua orang yang menyaksikan itu langsung terkejut dengan apa yang di lakukan oleh wko itu. Sedangkan Ara ia langsung menatap tajam ke arahnya.
"Kenapa!!! Lo pikir gue takut sama ancaman Lo itu hah!!! Mau jahit bibir gue nih silahkan!"- Ara langsung mengusap bibirnya yang berdarah. Dengan cepat Ara ia langsung menjambak rambut wko itu, dan membenturkan kepalanya ke arah papan tulis berkali-kali, hingga membuat kepalanya berdarah karena benturan itu cukup keras dan kuat.
"Apa perlu bukti?"- bisik Ara,
"Tunggu sepulang sekolah"- Ara langsung melepaskan kepalanya, dan pergi ke arah ruang kepala sekolah, semua orang yang ada di sana tidak ada niatan untuk membantu Wakil ketua OSIS sombong itu, malahan mereka semua senang dengan apa yang dilakukan oleh Ara kepadanya.
"Mampus makannya jangan sok iye jadi orang, mentang-mentang wakil ketua osis bisa menjajah orang seenaknya, mikir make otak bukan make dengkul"- ujar holly sambil mendorong-dorong kepala wakil ketua osis itu.
"Jangan gila hormat jadi orang, kasian bokap Lo yang kerja keras buat biayain sekolah Lo, dan Lo malah gila hormat, ck ck ck jadi babu aja bangga lo"- timpal Glora sambil menggelengkan kepalanya, dan ucapan mereka berdua telah mewakili semua murid BF'school, setelahnya mereka langsung pergi menyusul Ara.
"Kalo gue sih malu"
"Makan tuh gelar wko"
"Tonjok dikit mingkem"
"Belagu sih"
"Kalau gue di posisi itu pasti dah kagak mau nunjukin muka gue, malu coyy"- itulah cibiran para murid BF'school yang mereka lontarkan kepada WKO, yang saat ini menahan malunya.
...-o00o-...
Ara ia dengan santainya berjalan menuju ruang guru, dan saat ini juga Ara menjadi pusat perhatian karena hidung dan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah pada saat itu juga holly dan Glora berjalan beriringan dengan Ara.
"Mau gue colok tuh mata"- tegur glora ketika melihat siswa-siswi yang menatap Ara dengan tatapan aneh.
"Berasa artis gue"- ujar holly sambil mengibaskan rambutnya, dan berjalan sombong. Sesampainya mereka di ruang kepala sekolah Ara ia langsung menendang pintu tersebut dengan keras.
BRAKKK
"Wahh lu makin hari makin kagak ada akhlak yahh!"- ujar Bryan sambil mengusap dadanya, sedangkan Glora dan holly sepontan menunjuk ke arah Ara,
"Bukan gue si Ara"- pekik mereka berdua dan Ara hanya memutarkan bola mata malas.
"Kaget gue"- ujar seseorang hal itu membuat mereka bertiga menolehkan kepalanya.
"Loh Vin ko Lo disini?"- tanya holly bingung sambil menatap ke arah Ervin, setelahnya mereka bertiga langsung berjalan menuju sofa dan mendudukkan bokongnya.
"Gue,,, eh itu bibir Ama idung lu nape?"- tanya Ervin kepada Ara.
"Di tonjok"- jawab Ara acuh tak acuh.
"Tonjok Ama siapa?"
"Wakil ketua osis sialan!"
"Makannya kalo Lo nyuruh orang buat manggil gue, jangan kayak dia, udah teriak-teriaklah, nonjok gue lah!! Padahal luka gue baru aja kering!"- cerocos Ara dengan nada kesalnya, dan Ara ia juga langsung menyumbat hidungnya dengan tisu yang ada di sana.
"Sabar neng"- ujar glora sambil mengelus-elus pundak Ara.
"Lo ngapain di sini?"- tanya Ara.
"Tahanan yang waktu itu bakar mobil Lo, kenapa lo bebasin gitu aja"- ujar Ervin hal itu membuat mereka yang ada di ruangan itu menatap ke arah Ara.
"What, serius Ra.."- ucap holly dengan wajah terkejutnya. Ketika Ara akan membuka suara tiba-tiba Bryan memotongnya.
"Wah parah Lo, kenapa di lepas gitu aja"- Ara ia langsung melempar bantal ke arah Glora yang akan memotong ucapannya lagi.
"Diem lu sat!! Perasaan gue ngomong di potong mulu, dan yah! Kata siapa gue bebasin dia gitu aja? Gue bebasin dia juga karena ada suatu alasan"- jelas Ara, mereka berempat langsung menatap wajah Ara.
"Maksudnya?"
"Liat aja nanti"- ujar Ara sambil tersenyum miring,
"Gak usah senyum ra... Ngeri"- ujar holly dan itu juga mewakili mereka bertiga.
"sialan"
...-o00o-...
Waktu menunjukkan pukul 10:30 WIB,dimana hari ini adalah hari pembelajaran ke 2 di kelas ara yaitu kelas XI IPA1, dan Bianca di kelas XI IPS1, lalu kelas leo yaitu XII IPA1, mereka akan di satukan dalam pelajaran penjaskes hari ini, dan mereka semua sudah berkumpul di lapangan dengan menggunakan baju olahraga, dan untungnya di sana tidak terlalu panas.
"Baiklah anak-anak sebelum ke materi, kalian harus ambil dan pilih salah satu kertas yang ada di dalam kardus ini,"- ujar pak Wawan.
"Bawa aja Napa sih lu!"- ujar pak Wawan, oh ya Leo dkk itu sangat dekat dengan pak wawan, bahkan leo dkk tak segan-segan berbicara kasar dan menceritakan tentang cerita plus-plus kepada pak Wawan.
"Santai dong bro"
"Gue aja yang duluan ya wan"- ucap Joshua sambil berjalan melewati pak Wawan.
"Kagak ada sopan-sopanya lu jadi murid"- ujar pak Wawan sambil menggelengkan kepalanya, joshua ia berjalan menuju meja dimana terdapat 3 kardus dengan nama kelas masing-masing, setelah itu mereka semua langsung melakukan apa yang di suruh oleh pak Wawan.
"Di sini bapak menulis angka 1 sampai 3, dan misalnya kalian memilih angka 1, berarti kalian kelompok satu, dan kalau kelompok 2 berarti kalian kelompok 2, mengerti?!"- mereka menganggukkan kepalanya.
"Kelompok 1 sini wehhh"
"Dua kesini, DUAAAA!!"
"TIGA MANA TIGA SINI WOYY!!!"- setelah itu mereka berkumpul dengan kelompok masing-masing yang terdiri dari 14 anggota,Ara ia berada di kelompok 2 dengan bianca, leo, dan 11 siswa-siswi kelas lainnya, sedangkan vino ia berkelompok dengan alvin,Joshua,Jake dan kelas lainnya di kelompok 3, dan kelompok 1 anggota mereka terdiri dari 13 orang, karena salah satu dari kelas leo tidak hadir yaitu aksara.
"Pak kenapa harus sama si Ara sihh!! Ganti Napa!"- ujar bianca, sedangkan Leo dkk langsung menatap Bianca.
"Lu yang seharusnya di ganti, bukan si Ara!!!"- sahut tajam vino.
"Sini aja Ra... Di sini masih muat kok"- ajak joshua.
"Ara tetep di sini, dan yang seharusnya pergi itu Lo!"- ucap tajam leo kepada Bianca.
"Kok kamu kasar sihh sama aku"- ucap manja bianca.
"Bianca mandi yukk biar gak gatel"- ujar salah satu siswi.
"Ganjen banget sih loh!"
"Jijik gue"
"Apa!!! Iri sama gue!"- ucap Bianca ketika mendengar ucapan mereka.
"Gak anak,gak ibu sama-sama gatel"- gumam Ara yang masih terdengar oleh Bianca
"Apa Lo bilang?"
"Lo sama nyokap Lo itu gatel budeg"- tekan ara, Bianca ia sudah siap-siap untuk menampar Ara, tapi.
"Kalo Lo berani nyentuh Adek gue, gue jabanin hidup Lo menderita"- ujar Alvin ia langsung menarik tangan Ara, dan mendorong tubuh Joshua ke arah kelompok leo.
"Sialan Lo Al"- pekik Joshua ketika tubuhnya di dorong oleh Alvin.
"Leo kok kamu diam aja, aku di gituin"- ujar bianca sambil memegang tangan leo, dan Leo ia langsung menepis kasar tangan Bianca.
"Ara disini, dan Lo di sana!"- ujar alvin, leo yang melihat itu langsung menarik tangan Ara, dan sekarang mereka saling tarik-menarik tangan Ara.
"Ara disini!"
"dia Adek gue, jadi dia di sini"
"Woyy Lo pada gila, nanti tangan gue panjang gimana!!"- tekan Ara sambil menghempaskan genggaman tangan mereka berdua, tapi tiba-tiba tangan Ara langsung di tarik oleh leo.
"Leo!!"- bentak Ara ketika tangannya tiba-tiba di tarik olehnya.
"Udah-udah kayak sinetron aja lu pada,,Baiklah anak-anak sebelum lari kita akan melakukan peragaan terlebih dahulu, agar tidak tegang"- ujar pak Wawan, hal itu langsung menyita perhatian Alvin dkk.
"Apanya yang tegang pak?"- tanya Joshua
"Gak bakalan tegang kalo belum di pancing mah"- timpal Jake hal.
"Apa lagi waktu di masukkan beuhh, mantap jiwa"- ujar vino hal itu membuat semua orang ambigu.
"Pikirannya masyaallah sekali, maksudnya itu uratnya abdul! Kenapa pikiran lu pada jadi traveling begini"- ucap pak Wawan sambil menggelengkan kepalanya.
20 menit berlalu mereka semua sudah melakukan pereganga,berlari dan sekarang mereka akan melakukan gerakan seperti sit up, push up,plank dan lainnya secara berpasangan dengan lawan jenis. Dan Ara ia tadinya berpasangan dengan jake, tapi tiba-tiba Leo ia menukar Bianca dengan Ara.
"Ihh aku gak mau sama Jake, Leo aku mau sama kamu"- ujar lebay Bianca.
"Dih lu pikir gue mau sama Lo, enggak ya!!! Joshua tukeran gue males Ama Mak lampir ke dia!"- ucap Jake sambil menukar posisinya, selang beberapa menit mereka semua masih saja saling menukar posisi karena enggan berpasangan dengan bianca, terkecuali leo ia sudah memilih pasangannya yaitu Ara yang tidak boleh di ganggu gugat oleh siapapun.
"Sia, aja yang sama nyai ronggeng gue mah najis"- ujar Alvin sambil memegang tangan Adek kelasnya dan berlari menuju Ara dan leo.
"Elu aja yang ama si Mak Erot, sana!!! Kan Mayan bisa liat yang gede-gede"- ujar vino kepada Joshua.
"Enggak ah palsu semua!"- sahut pedas Joshua.
"Sialan!"- pekik Bianca.
"Pak kapan ini selesainya?"- tanya Jake, sedangkan pak Wawan ia sedari berjongkok sambil menaruh tangannya di dagu dan memperhatikan ketiga monyetnya yang sedari tadi menukar posisinya karena enggan berpasangan dengan emak lampir.
"Udah nape sih lu! Kek anak TK aja, Joshua lu Ama si Bianca gak ada penolakan, kamu juga Bianca!!"- ujar pak Wawan mau tak mau mereka mengikutinya. "Kalau udah dapet pasangan kalian ambil matras, kita akan melakukan sit up dengan satu orang yang menahan kaki pasangan yang akan sit up"- ujar pak Wawan dan mereka langsung mengangguk dan pergi mengambil matras.
Mereka semua sudah siap dengan laki-laki yang menahan kaki lawan jenisnya, dalam hitungan detik mereka sudah memulai gerakannya. Leo ia juga kini sedang menghitung jumlah gerakan Ara.
"Satu,dua,tiga,empat,empat, empat"- Ara memberhentikan gerakannya dan langsung memukul kepala leo.
"Yo yang bener Napa sih"- ujar Ara dan leo ia langsung mendorong kepala Ara agar ia melanjutkan kegiatannya lagi.
"Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sepuluh"- Ara hanya berdecak kesal ketika leo terus menyebutkan angka yang sama, sedangkan leo ia hanya meledek Ara dengan menaikkan satu alisnya.
"Buset Bianca lu kagak sikat gigi berapa hari sihh, jigong lu bau bener"- ungkap Joshua blak-blakan dan hal itu mengundang gelak tawa dari semua siswa-siswi yang sedang berolahraga.
"Kalo nanti bagian gue, Lo jangan nafas nj*rr sumpah jigong Lo bau banget"- Joshua langsung menutup hidungnya dengan baju.
"Sialan lu Joshua"- batin bianca. Dua menit kemudian semua perempuan kini sudah selesai, dan sekarang adalah giliran para laki-laki, dan semuanya langsung melakukan kegiatannya ketika mendengar suara peluit.
Beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan tiga gerakan dan sekarang adalah gerakan terakhir untuk para laki-laki yakni push up dengan perempuan yang menaiki punggung laki-laki.
(posisi perempuannya menatap langit ya)
"Oke Mulai!" - kini semua perempuan telah terlentang di atas punggung para laki-laki yang akan push up, tapi berbedq dengan Ara ia malah duduk sambil bersila di atas panggung leo.
"Satu,satu,satu,satu,dua,dua,dua,dua"- leo memberhentikan kegiatan kala Ara menyebutkan angka yang sama.
"Lo dendam sama gue?"- tanya leo.
"Enggak tuh, cepetan ih tuh mereka mah udah sampe 10,lah lu masih dua cepet-cepet"- ujar Ara dan leo hanya menggelengkan kepalanya, kesal?? Jelas.
Sementara Joshua ia sedari tadi mengumpat karena ia sudah tidak kuat menampung Bianca yang ada di punggungnya.
"Lu makan apa sih!! Badan aja kecil tapi lu beratnya kebangetan"- ujar Joshua.
"Enak aja gue berat, orang tiap hari gue makan salad buah terus lagi gue sering olahraga ya kali gue berat, gila aja lu!"- ujar bianca.
"Kebanyakan dosa kali"- timpal vino yang saat ini sedang push up dengan seorang siswi yang berada di atas punggungnya.
"Yo gue berat gak?"- tanya Ara
"Melebihi babi"- sahut leo dan Ara langsung menjitak kepalanya
"sialan" dan leo hanya tersenyum dalam diam.
"Baiklah bagi kalian kaum hawa kalian istirahat dulu, dan para kaum Adam lu pada diem di lapangan kita akan bermain bola basket!"- ujar pak Wawan, dan para perempuan mereka semua langsung berjalan menuju ke kantin.
"heran gue ngomong Ama kite-kite mah pake Lo,gue,lu pade, ehh Ama cewek ngomongnya halus kek kain katun"- ujar Joshua yang saat ini sedang duduk dengan kaki yang di selonjorkan.
"pak si Joshua pengen di halus-halusin"- ngadu Jake, Joshua ia langsung melempar kerikil ke arah Jake.
"ganti kelamin Sono"- sahut pak Wawan
"gue bayarin, setelah itu Lo harus gabung Ama mbak lucinta Luna"- timpal alvin.
"Ara gue nitip minum aus"- ucap vino dan Ara langsung berbalik dan mengernyitkan dahinya karena tidak kedengaran.
"GUE NIT......ARA AWASSSSSS"- Semua orang langsung berdiri dan terkejut ketika melihat tiang basket yang tingginya 3,05 cm akan terjatuh mengenai kepala Ara.
BRUKK
.......
.......
.......
.......
...TBC..........
...Jan lupa vote,like,and comment positif...
...Ikuti author juga ya guys...
...See you next time 🤗...