THE QUEEN OF LEADER MAFIA

THE QUEEN OF LEADER MAFIA
Part 39 (revisi)



.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa ikuti author 🤗...


...Dan tinggalkan votenya, gak ada vote,like...


...HAPPY READING!!!...


"Hah?"- leo mendekatkan bibirnya ke arah bibir Ara, Ara melotot kala bibir leo mendarat di bibir Ara apalagi leo dengan tidak jijiknya menyedot kembali makanan yang ada di dalam mulut Ara.


"DEMI TUHAN OEMJI HELLO!!! LO PADA NGAPAIN!!!"


"ADA APA NIH ADA APA??"


"OOOOO GILAA SEHHH!!!!"


Holly dan Glora yang baru saja masuk langsung di suguhkan pemandangan seperti ini, apalagi di tambah dengan teman alvin dkk. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Dan untungnya aksara tidak ada, kalo ada mungkin mereka akan berkelahi.


Leo dan Ara baru saja sadar dan langsung melepaskan pangutan bibirnya, Ara yang kaget langsung melepas paksa hingga bibirnya berdarah akibat Gigi leo. Dengan gerakan cepat akhirnya mereka berjaga jarak sekitar 1 meter dan memalingkan wajahnya malu.


"Nahh kann ketauan yeee lu!!!"


"Jadi bisa di jelaskan?"- ujar Alvin dingin


...-o00o-...


"Gue dengar-dengar si Ara pacaran?"- ujar lionel yang saat ini sedang sibuk dengan laptopnya. Ervin yang sama sibuknya dengan Bryan langsung mendongakkan kepalanya.


"Gak percaya gue"- tuturnya dan langsung kembali fokus ke arah laptopnya.


"Gue waktu itu emang gak percaya, tapi lo tau gak ke anehan si Ara waktu itu"- kini Bryan yang ikut menimbrung.


"Hmm main hp terus" dan di sahuti oleh jeno


"Nah kata si holly si Ara lagi pacaran katanya sih gue juga gak tau"- ujar lionel


"Jangan nyimpulin langsung yang belum tentu kita liat dan bener apa enggaknya,nanti malah timbulnya fitnah"- tutur Jeno yang kurang suka dengan topik ini.


"Kan gue gak tau, tapi kalo si Ara bener-bener punya pacar gue sakit hati sih, yakali dia rahasiain hal ini"


"Ara manusia, dan manusia juga butuh privasinya masing-masing"- ujar Jeno lalu menutup laptopnya dan pergi dari ruangan itu, ia butuh pelampiasannya.


"Nah loh, Lo sihh malah bahas kayak gitu"- ujar bryan.


"Udah tau si Jeno suka sama si ara"- timpal Ervin.


"Lah kok nyalahin gue, suruh siapa terjebak friend zone, kan gaenak"


"Lebih baik terjebak friend zone daripada cinta beda agama"- ujar Ervin membuat lion diam.


"Nah mingkem kan Lo, udah kerjain nih masih banyak!!"


...-o00o-...


Sedangkan di sisi lain aksara baru saja keluar dari rumah kediaman Jonathan, ia sekarang sedang menyetir mobil dengan satu tangannya yang mengelap bibirnya dengan tisu basah. Dan terlihat jelas bahwa wajahnya menampilkan raut wajah jijik.


"Cih menjijikkan"- itulah kata-kata yang selalu ia keluarkan, dan ia juga menyesal karena datang ke rumah itu.


Flashback


Aksara melangkahkan kakinya menuju pintu besar rumah kediaman Jonathan, setelah masuk Aksara langsung pergi menuju dapur aksara melihat artnya yang sedang mencuci piring.


"Mbok tolong siapin susu buat saya, saya mau mandi dulu, nanti susunya bawa ke kamar saya"- ujar aksara.


"Iya den"- aksara mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Sebelum ke kamar aksara ber pas-pasan dengan Bianca.


"Cuciin ini dong, buruan bentar lagi mau gue pake"- ujar Bianca sambil melempar bajunya ke arah art itu.


"Susu buat aksara?"


"Iya non"


"Itu biar gue aja, Lo cuciin baju ini, baju rusak badan Lo bakalan rusak juga!"- art itu langsung berlari ke arah belakang. Bianca langsung menyiapkan susu itu setelah selesai membuatnya, Bianca mengeluarkan botol kecil yang ada di saku celananya.


"Kalo gue gak bisa dapatin leo, mungkin gue bisa aja dapetin aksara. Dia bukan Kaka kandung gue so gue mungkin bisa jadi istrinya"- gumamnya sambil menaburkan bubuk putih ke dalam susu itu. Setelahnya ia langsung pergi ke kamar aksara sebelum menyimpan nampan yang berisi dua susu itu di nakas, Bianca mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi, dengan pelan ia langsung membuka pintu kamar mandi tersebut dan untungnya tidak terkunci.


Bianca meneguk ludahnya sendiri kala melihat sesuatu yang selalu ia inginkan, seharusnya ia melihat pemandangan ini dari dulu, pikirnya.


"Gue suka"- gumamnya dengan nada seraknya, dengan perlahan ia mulai menutup pintunya kembali dan keluar. Dan beberapa menit kemudian aksara keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di lehernya dan ia juga sudah memakai celana.


"Dua susu?"- tanyanya aksara mengambil dua susu itu dan melihat-lihat, sepertinya ada yang aneh di salah satu susu itu.


"Susu coklat? Tapi dalamnya bubuk putih?"- tanpa pikir panjang aksara langsung meneguknya.


Di kamar lain Bianca sedang memilih pakaian yang akan ia pake hari ini, bahkan sekarang kamarnya sudah seperti kapal pecah.


"Gue harus keliatan seksi hari ini"


"Apa dia udah minum, ahhh gue gak sabar buat nyobainya"- setelah berganti pakaian ia langsung pergi ke kamar aksara.


Clekk


Aksara menoleh kala mendengar suara pintunya kebuka"Lo punya attitude!! Kalo mau masuk ketuk pintu dulu!"


"M-maaf kak aku mau ambil susu aku, tadi bibi lupa harusnya satu susu itu buat aku, jadi aku mau ambil susu aku"- Bianca tersenyum kala melihat satu susu itu sudah habis. Tanpa pikir panjang ia mulai meneguk susu satunya lagi. Satu menit kemudian bianca merasa aneh dengan dirinya kenapa ini sangat gerah. Aksara yang melihat gelagat Bianca langsung mengerut heran.


"sialan apa gue?"-batin bianca


"Lo kenapa?"- tanpa ba-bi-bu Bianca tiba-tiba mencium ganas bibir aksara dan aksara kaget bukan main, ia langsung melepas paksa bibirnya walaupun pada akhirnya bibirnya berdarah.


"LO GILA!!!"


"Gue mohon kali ini"- dengan cepat Bianca melepas pakaiannya dan untungnya aksara menghentikan aksi gila bianca.


"Jangan macem-macem!" - ujarnya, aksara langsung mengangkat tubuh Bianca dan langsung membantingnya ke kasur, setelah itu ia langsung mengambil borgol yang ada di lacinya.


"DIEM LO ANJ*NG!!"- Aksara murka terlihat jelas dari wajahnya yang saat ini menunjukkan urat-urat lehernya. Setelah memborgol tangan Bianca aksara langsung menatap susu yang tadi di minum oleh Bianca.


"Lo mau buat gue terangsang!!! JIJIK ANJ*NG SAMPAH!!"- ujarnya sambil menatap nyalang ke arah Bianca yang menatapnya sayu.


Flashback end.


Dan saat itu juga aksara menelpon 4 orang pria untuk datang ke rumah, dan menuntaskan hasrat dari hama keluarganya. Dan ia juga menyimpan kamera kecil yang sudah di sembunyikan beberapa hari lalu.


TIDDDDD


BRAKK


...-o00o-...


Ara menatap orang-orang di sekitarnya yang sedang menatapnya tajam, sungguh ia seperti orang yang baru saja di grebek oleh warga.


"LO KENAPA GAK BILANG!!"- kaget itulah yang di rasakan mereka semua kala holly berteriak.


"Lo pacaran sama si leo?"- tanya vino to the poin, bahkan nadanya pun beda.


"Enggak"


"Iya"- mereka menatap mereka berdua nyalang.


"Jujur sama gue FLARA!"- ciut sudah nyalinya saat ini kala Alvin kakak kesayangannya berbicara.


"I-iya"- cicitnya. Holly berdiri dan duduk di tengah-tengah Leo dan ara.


"Belum muhrim geser ny*Ng"


"Sakit hati gue Ra"- lanjut holly.


"Gue gak belok!"


"Lo kenapa gak bilang?"- tanya vino


"Gak sempet"- ujarnya acuh.


"Berapa lama?"


"Seminggu setelah pulang dari camping"- sahut leo mereka menganggukkan kepalanya.


"Aduhh udah dong gak usah tegang-tegang, PJ nih yahh"- ujar Joshua sambil mencairkan suasana.


"Iyaa nj*rr pjnya manaa!!"- timpal Jake.


"Beli pizza aja lah yang dua meter"- mereka semua menatap glora.


"Mana ada yang dua meter bodoh!"- kesal vino.


"Ck 1+1 berapa!!"


"2"- jawab mereka.


"Nah berarti 2 meter dong, jadi belinya dua!!! jadinya 2 meter kan?"- mereka diam


"Gak mau!!gue lagi bt"- ucap holly.


"Emang kita ngajak lo?"- tanya Joshua.


"Aaaaa sialan lu!!"- satu lemparan bantal sofa langsung melayang ke arah Joshua.


"Araaa"


"Dia punya gue"- ujar leo sambil mendekati Ara dan memeluknya.


"Sudahlah brader, hargai kita-kita yang jomblo di sini"


"Kita? Lo aja kali"- ujar Jake


"Ahh tau lah kesel gue"- ujar Joshua.


"Jadi gak?"- tanya leo sambil mengeluarkan hpnya.


"Jadilah"- ujar mereka semua.


"Kamu mau apa?"- tanya leo sambil menatap Ara lembut dan tangan satunya mengelus kepala Ara.


"Ini aja belum di makan"- ujar Ara sambil menyantap sate taichannya.


"Gapapa mau pesan gak?"- Ara menggelengkan kepalanya dan mulutnya yang mengembung akibat sate taichan yang di tambah nasi, hal itu malah menjadi kesan gemas pikir leo.


"Makannya pelan-pelan aja"- peringat Leo hal itu malah mendapatkan delikkan tajam dari para sahabatnya.


"Mikinnyi pilin-pilin iji, ninti miti"- cibir holly yang sedang menyalakan PS milik Ara.


"Sirik aja Lo!!"- cerca Ara sambil menatap holly kesal, sungguh kenapa holly sangat menyebalkan.


"Si holly sirik"- ujar Jake.


"Orang sirik pant*tnya burik"- timpal vino sambil memakai kacang.


"Mata Lo burik!!"


...-o00o-...


"L-lo g-gapapa?"- tanyanya sambil menatap perempuan berhijab yang terjatuh akibat ketidaksengajaannya.


"Aku gapapa"- jawabannya sambil mencoba berdiri, namun sayang sepertinya Kakinya terkilir, aksara menatapnya bingung ia ingin membantu namun tidak bisa karena tadi saja perempuan itu menolak untuk di bantu.


"Awss"- dengan sekuat tenaga perempuan itu langsung duduk di atas trotoar.


"Ahhh maaf tadi gue gak sengaja"- ujarnya dan perempuan itu mendongakkan kepalanya, manik mata mereka bertubrukan tapi dengan cepat gadis itu memutuskannya.


"Tidak apa-apa"- aksara berjalan menuju mobilnya untuk mengambil sesuatu.


"Nih obatin"


"Tidak usah terimakasih"


"Nanti infeksi, bersihin dulu luka Lo"


"Iyah"- gadis itu mulai membersihkan lukanya.


"Cantik"- gumamnya.


"Kenapa?"


"Gapapa"


...-o00o-...


"Langit bisakah kau turunkan ibu ku, aku lelah menjadi yatim"- ujar Jake sambil melahap pizza di taman belakang rumah Ara.


"Dark"


"Bukannya Lo anak piatu yah?"- tanya vino.


"Ehh iya lupaa"


"Udahlah bersisik Lo pada"- ujar Alvin


"BERISIK!!"- pekik mereka.


"Ehh ly si Ara sama si leo mana?"- tanya Joshua saat melihat holly yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Lagi transfer jigong"


"HAH?"


"Iya yang muach muach gitu"


"WATERFARK LEOOOO ARAAAA!!!!!!"


TBC