The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 96



Pagi menjelang.....


Seperti biasa andre pergi ke kantor dengan rutinitas kerja nya yang padat dari pagi sampai sore dan indah tetap dirumah dengan segala aktifitasnya.


Tanpa terasa seharian, waktu terus berjalan. Pukul sudah menunjukkan 17.00 wib sore hari..


Andre menelpon indah...


"Trlili..lili...trilili..trillili..trililit.."


Indah langsung mengangkat


"Iyah mas.."


"Kamu, siap-siap yah. 15 menit lagi aku sampai di rumah? Kita akan ke klinik hari ini"


"Ok mas"


-Trup...percakapan via ponsel di tutup-


.......


15 menit kemudian andre. Sampai tepat di depan rumah nya. Indah sudah menunggu di depan.


Mereka pun melaju menuju klinik Herman..


......


Setengah jam perjalanan mereka tiba di klinik Herman....


Saat tiba di sana. klinik herman terlihat sepi, stafnya sudah banyak yang pulang.. langsung andre dan indah naik ke lantai 2 tempat ruang spesial kerja Herman..


"...Sore mas Hermaaan ", sapa indah dengan ceria..


"Waaah! kalian sudah datang...ayo silahkan duduk" sambut herman dengan ramah..


Mereka bertiga duduk secara bersamaan di ruang tamu Herman..


Setelah ngobrol sebentar..


Herman dan andre berpindah duduk untuk melakukan pemeriksaan dengan berbicara secara private, one by one...antara dokter dan pasien..


Indah hanya menunggu duduk di sofa. Tak berapa lama...


Dina sahabatnya menelpon indah...


"Mas andre dan mas herman. Indah kebawah dulu yah" pinta indah..


Herman dan andre hanya mengangguk..


Sampai di bawah indah menelpon balik si dina.


"Tuuuuuuuut......"


"Halo din ada apa?" Tanya indah


"Indah, kamu kagak ambil ijazah mu? udah berbulan-bulan tuh..sampai-sampai staf biro nyariin kamu, mereka mengatakan;


"Dina, kemana si indah! ijazahnya sudah selesai lama ini. kemarin dia minta buru-buru cepat!",


gitu..."


"Terus kamu jawab apa?" Tanya indah


"Yah, terpaksa deh gue bilang. Iyah bu si indah udah berangkat ke luar negeri. Dia sudah jadi TKI di sana. kagak tau pulangnya kapan"..jawab dina


"Ahahahahaha, tumben lu pinter din"..


" yah, habis kamu tu, sudah persis seperti TKI, kagak pernah pulang-pulang sih!padahal jadi juru masak si andre di jakarta doang" ucap dina kesal...


"Yah sudah deh! besok gue minta izin dulu sama bos andre yah. Sekalian mau tepati janji gue ke elu yang belum kelar.."


"Beneran beb?? asyiiiikkk gebooii..hu..hu..huii..gitu dooonk! Di tunggu loh beb.." jawab dina langsung riang gembira..


"Ok"


Trup...percakapam di tutup..


....


Saat indah naik tangga dan ingin sampai ke arah pintu kaca yang posisinya terbuka, tiba-tiba;


Kaki gadis itu terhenti berdiri dan tanpa sengaja mendengar percakapan andre dan herman...


"Wow, hasilnya sangat amazing, padahal aku hanya menargetkan 6 bulan dari kesembuhanmu, tapi kali ini 4 bulan sudah bisa rampung 90%, ini pasti kamu sudah mulai memiliki rasa dengan gadis itu kan?? kekutan cintamu mempercepat kondisi kesehatanmu! hebat bro. Dahsyat???" Tebak herman.....


"Apa (kaget) cinta?? Maksudmu aku jatuh cinta pada indah??


Hahahaha (tertawa gengsi),


Meski aku gila sekali pun, aku masih bisa memilih level calon pendamping hidupku dari kalangan mana!"


Ucap andre dengan sombongnya...


(Andre mengatakan hal itu karena dia masih tidak siap jika hubungan percintaannya yang tersembunyi dengan seorang pelayannya sendiri, di ketahui banyak pihak kecuali Rey. Karena gengsi andre yang terlalu tinggi)..


Sontak indah sangat terkejut mendengar perkataan itu langsung dari andre sendiri, kakinya terasa lemas..bagai disambar petir di siang bolong,


"duuuuuuuuaaar"...


perasaan cintanya hancur berkeping-keping layaknya cermin yang terhempas jatuh ke lantai...


Indah pun langsung turun lagi ke bawah...


Duduk di ruang tunggu lobi dan melamun-melamun disana terngiang-ngiang ucapan andre yang sangat jelas;


"Meski aku gila sekali pun aku masih bisa memilih level calon pendamping hidupku dari kalangan mana!"..


.......


Mendengar andre berkata seperti itu.


Herman hanya tersenyum lebar..


Dia mendekati andre lalu berbisik di telinganya...


"Brou! mungkin indah bisa kamu bohongi! tapi aku, Herman. dr psikiatermu tidak akan bisa kau bohongi sama sekali. Dari dua bola matamu saja sudah cukup bagiku, memberitahu bahwa pria yang bernama andre al fanan ini sudah jatuh cinta kepada pelayannya sendiri bahkan kamu sudah tergila-gila dengan gadis yang bernama indah shakila itu. Ahahahahahahha" Herman tertawa terbahak-bahak..


Andre langsung terdiam dan mati kutu. Mendengar ucapan herman dia tidak bisa lagi berbicara apa-apa dan tidak bisa lagi mencari alasan apa pun.


Andre berdiri langsung pindah duduk ke kursi kerajaan herman dan menghidupkan sebatang rokoknya..


"Hmm,...ya..ya..ya...! Ku akui kamu seorang psikiater yang handal, sekarang katakan padaku! berapa aku harus membayar untuk menutup mulutmu yang sangat bocor itu" ucap Andre sambil menghembuskan asap rokoknya ke atas...


(Istilah bocor menurut andre, karena andre tidak bisa menyimpan rahasia dengan herman)..


"mmm, karena kemarin kamu sudah memecahkan gelas berhargaku, aku harus memberinya harga..mmmm..tidak mahal, hanyaaaa Rp 200 juta saja" ucap herman dengan santainya..


"Uhuk..uhuk..uhuk.." dan langsung minum air mineral...


"Apaa???? harga satu gelas saja 200 juta???


Waah!! Gelas apa itu? sampai-sampai harga nya 200 juta. Apa ada emas di dalamnya???"


Ucap andre yang tak habis pikir mendengar harga satu gelas saja sampai 200 juta.


(betapa lebay si herman)..


"Itu bukan gelas sembarang gelas, brou. Itu gelas keramat pemberian langsung dari opungku asli dari medan"..ucap herman..


"Opung..apa itu opung?? Tanya andre bingung..


"Opung itu grandpa (kakek)" jawab herman..


"Oouhh,"


Dalam hati andre...


Aduuuuh!! nyesaaal aku pecahin gelasnya. Itu baru gelas yang aku pecahin. Gimana lagi jika kantornya yang aku Acak-acak. Mau berapa triliun lagi aku harus membayar?? Andre geleng-geleng kecil...


"Itu pun kalau kamu mau. Kalau tidak yah sudah" ucap herman dengan acuh. Mengeluarkan jurus mengompas habis Andre...


"Okeeh!!. Besok aku pastikan masuk ke Rek mu,..hehe! tapi ingat, 200 juta itu ada persyarataan;


Pertama, kamu boleh mengatakan pada indah aku sudah sembuh mencapai 90% karena dia berhak mendapat reward yang dijanjikan oleh Aldo..tapi dengan catatan aku masih butuh dampingannya..


Kedua, rubah isi perjanjian kontrak kerja indah yang kedua yang tidak dia tandatangani. Yang mewajibkan dia sampai di level 20%-menjadi 25% (level seksual)....


Aku tidak mau tau bagaimana caranya, Itu tugasmu..nanti kirim ke kantorku" ucap andre...


Herman terdiam sejenak...


"Ya..ya..ya..boleh," jawab herman sambil mengangguk-angguk


"Ok..kita deal.." ucap andre yang beranjak pindah dari kursi kerja herman ke sofa ruang tamu...


....


Indah yang masih melamun dan merenung di ruang tunggu lobi...


Tiba-tiba andre menelponnya..


"Trilili..lilit.."


"Iyah mas"...


"Indah kamu dimana? Tanya andre..


"Indah lagi di lobi mas?"


"Kamu naik lah. Herman memanggilmu"


"Baik mas".....


..Trup..percakapan via hp di tutup..


Indah naik ke atas dengan kondisi lemas tak bersemangat..


"Ayooo indah jangan tunjukkan galau mu, bisa-bisa nanti mas Herman tau" ucap indah dalam hati sendiri...


Indah pun masuk pasang wajah tersenyum..


"Maaf yah mas herman, lama" ucap indah sambil duduk di sebelah andre..


"Ok tidak apa-apa...begini indah..


Hasil kerja kamu cukup memuaskan dan sangat bagus..dalam hitungan 4 bulan kesehatan mas andre sudah mencapai 90%. artinya kamu sudah berhasil menuntaskan level 15% dan kamu berhak mendapat reward di level 15% yang sudah di janjikan oleh mas Aldo..laporan ini akan segera saya sampaikan kepada Aldo dan Tante Rika agar Reward kamu segera di berikan..wah!!, congrats yah indah!..


Namun, meskipun begitu tugas kamu belum selesai. Kamu tetap harus mendampingi mas andre dan belum bisa move on"..ucap herman yang mulutnya sudah di sumbat dengan uang 200 juta oleh Andre...


"Iyah, baik mas herman", ucap indah sambil tersenyum kecil,...


dalam hati indah; alhamdulillah akhirnya adikku bisaaa juga kuliah..sudah lega, ini yang paling penting..


Perasa-an gadis itu bercampur aduk antara senang dan galau. Senang mendapat reward namun galau dengan perkataan andre yang baru dia dengar...


Andre tersenyum-senyum kecil mendengar perkataan Herman..


"Kalau begitu kami pulang dulu yah man," ucap andre sambil berdiri..


Indah pun berdiri menyalam Herman..


"Tetap semangat yah Indah" ucap herman..


"Iyah, terima kasih yah mas"...ucap indah


"Ok.."


Andre pun menyalam Herman..


Sambil mengucapkan ;


"Thanks brou"....


Menarik tangan Herman dan membisikkan ke telinganya..


"Ingat tugasmu yang kedua, rubah isi perjanjian kontrak kedua"


"Sip! setelah transferan masuk" ucap Herman pelan juga..


"Ok.....".....


Indah, andre dan herman pun turun bersamaan dari tangga..herman mengantarkan mereka sampai keduanya menaiki mobil...


"Mas herman kami pulang dulu yah!" Teriak indah dari dalam mobil..


"Ok sip hati-hati"..teriak kecil herman dari luar....


Dr psikiater muda itu memandangi mobil andre hingga hilang dari pandangannya...


Dan Herman sambil senyum-senyum dan geleng-geleng kepala....


"Dasar lu ndre! bajingan tengik, jelas-jelas sudah jatuh cinta tetap tidak mengakui, Rasain lu, gue kompas abis..lumayan Rp 200 juta buat kipas-kipas"... ucap herman sendiri merasa geli...


To be continue....


please


VOTE & LIKE & COMMENT & STAR 5


🙏