The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 58



Akhirnya indah menemukan kontak hp dina dan menelponnya..


Tuut...tuut....tuutt..


"Haaloo...." sapa dina...


"Dinaaaa" ucap indah dengan suara lembutnya..


"Indaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh"!! Si dina langsung menjerit histeris dengan centilnya...


gendang telinga si indah hampir pecah lalu reflek menjauhkan hpnya dengan wajah meringis...


Dan terdengar ngos-ngosan dari suara dina..


"Kamu itu yah dari mana saja? Aku tu capek banget cari in kamu kemana-mana ngilang ga jelas seperti di telan bumi gak bisa di hubungi aku tu udah datang ke rumahmu tapi tante rini bilang kamu pergi kerja dan gak pulang-pulang maksudnya apa hah?" merepet satu napas tanpa titik koma...


"Maaf din, aku ada urusan mendadak" ucap indah ngeles...


"Maaf..maaf!..maaf! emangnya cuma kamu doank yang punya urusan di dunia ini, tu kenapa lagi no hp kamu tidak bisa di hubungi?" ucap dina kesal.


"Kemarin hp ku rusak. Sebagian kontak hilang termasuk punya kamu" ucap indah dengan rengek-an nya..


"Alesan kamu??, sekarang aku gak mau tau yah! cepetan kamu datang sekarang. Kita ketemu di taman kampus. Aku lagi di kampus nih!"...


"Siap,! tunggu yah beb, ane segera meluncur" ucap indah langsung bangkit dari tempat tidurnya...


Indah langsung berlari dan bergegas mandi memakai baju dan mengunci pintu rumahnya tak lupa dia mengirim pesan pada ibunya..


"Maa. indah keluar dulu yah mau bertemu dengan dina. Kunci di tempat biasa"..


Dia tetap menggunakan aplikasi go jek yang saldonya sudah sakaratul maut...


Akhirnya mereka pun bertemu di sebuah taman kampus...


Dina saat itu ingin menerkam gemes sahabatnya itu yang tidak bisa di temui selama ini.


Intermizo;


Dina Kirana merupakan sahabat dekat indah shakila usianya 23 tahun, tinggi 160 cm berbeda 5 cm dengan indah. Rambut sebahu tren kepirang-pirangan. Tubuh sedikit berisi, cantik dengan gaya selalu modis, cental-centil, kepo, heboh, periang namun baik hati, tidak sombong, dan pengertian. Dina kirana anak semata wayang. Ayahnya bekerja menjadi sekretaris CEO di PT Nusa, ibunya seorang dosen plus bisnis perhiasan sehingga sering belanja ke luar negeri mencari perhiasan terbaru. Saat ini dina membantu ibunya menjalankan bisnis ibunya dan kedua orang tuanya punya banyak link dengan biro ketenagakerjaan.."


Dina dan indah sudah bersahabat cukup lama mereka bertemu karena berkuliah di kampus yang sama. Satu kelas. Dina juga mengambil jadwal malam kuliah karena siang dia membantu membesarkan bisnis perhiasan ibunya. Meski dina termasuk orang yang lumayan ekonominya. namun, dina sangat nyaman berteman dengan indah dan indah pun sebaliknya. Indah sering menemani dina di rumahnya saat ibu dan ayahnya ke luar negri. mulai dari tidur bareng. mandi bareng. Hang out bareng, Ke salon, Shoping, gila-gilaan sampai karokean dan joged bareng..banyak kenangan manis mereka lalui bersama dan tak terlupakan..


"Indah. Aku kan sering kirim ke kamu email dan masangger juga! apa kamu gak baca"? Tanya dina...


"Hmmmm. aku tidak sempat pegang hp din" (sebenarnya indah tau isi pesan-pesan dina yang terus mengajak jumpa. Namun karena saat itu dia lagi ribet ngurus bayi besarnya (si andre) dan takut mengatakan kalau dia bekerja menjadi babu lagi pada dina akhirnya indah mengabaikan pesan dina)


"Kamu kerja apaan sih?. Sampai kerja gak sempat pegang hp begitu? Penasaran deh!." ucap dina..


"Oh yah kapan kamu pulang din?" (Indah mengalihkan topik)


"10 hari yang lalu. (Dina ke luar negri bersama ibunya mencari perhiasan sekalian berlibur sehabis wisuda) jawab dulu pertanyaan aku. Kamu kerja apa? dan dimana?" Tanya dina lagi yang sangat penasaran..


Indah pun menundukkan kepalanya bingung mau ngomong apa!


Dina hanya memperhatikan sahabatnya itu dengan serius..


"Aku..aku, jadi juru masak pribadi seorang pengusaha kaya din?" Ucap indah..


"Juru masak seorang pengusaha kaya??, hmmmm. Siapa itu?" Tanya dina penasaran..


"Namanya Andre Al Fanan dia seorang CEO di PT JK Wijaya group.


"Hah!"


(Sangat kaget).. dina yang saat itu mendengar ucapan indah sedang minum( minuman kotak). pipetnya meloncat terbang karena tiba-tiba keselek (untung gak tertelan) mendengar nama Andre al fanan ceo jk wijaya.


"Maksud kamu Andre alias Ei-ji?? Orang jepang itu??" Tanya dina terhera-heran memastikan.


"Hhhemm, kamu kenal din??" Tanya indah heran..


"Ya.elah...yah kenal donk! Bokap gue kan kerja di Pt Nusa! Bergerak di bidang properti juga yang beraliansi (join group) dengan PT JK wijaya"


"OOhh" ucap indah datar..


"OM.ji.ji.ji.ji (OMG), gimana ceritanya beb lu bisa jadi juru masaknya??..uuuuuuu....


Eh, kamu tau gak! Andre itu orangnya. uuuuuh cakeeeeeep banget!...putih, tinggi, sixpack, keren, tajir, cerdas, kungfunya hebat, gentelman bangeeeeet....hoooh!..(si dina langsung melayang-layang membayangkan wajah si andre)..hmm...eh..denger-denger ni! Dia lagi cari-cari calon istri looh...woooow banget kan?...kata papa aku, dia baru setahun ini welcome back ke indonesia. Dulu dia seorang jenius hebat di jepang, namun mengalami kecelakaan parah dan cedera otak. Jadi dia kehilangan kejeniusannya tapi tetap cerdas juga sih! ( dina yang berusaha menjelaskan tentang andre, padahal si indah sudah tau luar dalam andre yang sebenarnya) bagiku itu tidak masalah dan dia tetap pria idaman qyu yang paling keren!!!...uhuhuhui...." ucap dina si super heboh...


Indah yang hanya menatap sahabatnya itu dengan ekspresi lemas dan biasa aja..


"Emang kamu pernah lihat dia langsung??" Tanya indah..


"Uuhh..Yah pernah donk, papaku beberapa kali pernah mengajak aku dan mama ku menghadiri perjamuan para pengusaha-pengusaha properti, mereka itu ada komunitas aliansinya, di situlah aku bertemu dengan andre. Kata papaku banyak banget para wanita kelas atas, baik itu putri para bangsawan/konglomerat mau pun wanita-wanita pengusaha muda juga yang mendaftarkan diri serta bersedia menikah dengan andre, namun satu pun belom ada yang di terima. Dan yang mendaftar itu juga adalah wanita-wanita pilihan lo indah, tidak sembarangan, bebet, bobot nya harus dari kalangan atas dan mereka semua wajib memiliki kriteria yang di inginkan oleh keluarganya"..ucap dina...


"Hmmmm begitu yah!" ucap indah biasa aja.


"Oh iyah, gimana ceritanya kamu bisa jadi juru masaknya??" Tanya dina.


"Awalnya ibuku yang kerja disana, karena ibuku sudah tidak sanggup lagi, terus aku menggantikan ibuku sementara"


ucap indah yang tidak begitu semangat menceritakannya..


"Oooh..berarti kamu puas dooooonk lirik-lirik dan lihat-lihat dia terus" (ucap dina sambil mencolek indah)


"Huuufft..gak juga ah!, lagian aku kan hanya seorang babu disana. Aku jarang bertemu dia. Dia kan orangnya super sibuk"....


"Terus dia lagi deket dengan wanita mana ndah?"


Tanya dina yang gak aaaada kata-kata lelah, ngantuk, capek kalau di suruh membahas seorang pria, namun kalau di suruh belajar di kelas malah suka tidur di belakang dengan modus sok fokus, pura-pura tunduk!...


"Yah elah!. Mana aku tau lah din. Dia jalan sama siapa? tidur sama siapa? Kencan sama siapa? itu kan! urusan pribadinya.."


..ucap indah yang sudah merasa jenuh..


"Hmmmm, iyah juga sich!..tapi kamu itu beruntung banget lo beb, bisa jadi juru masaknya. Kalau aku sich, jangankan jadi juru masaknya. Jadi kesetnya saja aku juga rela..ihihihihi" ucap dina tertawa sok malu-malu...


"Sekalian aja kamu jadi lap ingusnya, lap-lap keringatnya, lap-lap keteknya"...ucap indah kesal....


"Gpp, aku mau kog! Jawab dina sambil senyum-senyum...


Tunggu-tunggu-tunggu! so, kamu kog bisa berkeliaran gini?? Tadi kamu bilang pegang hp saja gak sempat?.."


"Aku untuk sementara ini di off kan din!.gak tau alasannya apa? Mungkin masakan aku kurang enak kali yah?" Jawab indah menutupi...


"Ehmmmm, iyah juga yah,


Tapiiii, aku rasa masakan kamu enak kog!" jawab dina dengan mimik wajah heran.


"Hmmm. Tau lah, dia mungkin sudah terbiasa makan-makan enak dari masakan chef berkualitas nomor satu di dunia..ucap indah santai.


Si dina sahabat indah itu pun percaya-percaya saja dengan alasan indah dan indah tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada dina. Indah memang sosok gadis yang pandai menyimpan rahasia, sebab itu dina sahabatnya merasa sangat aman jika curhat dengan indah...


"Gajinya lumayan beb?" tanya dina


"Yaaaa...lumayan lah,..."


"Ooouuhh..."


"Oh yah din! aku sebenarnya mau tanyak ke kamu nih! Kira-kira kamu ada info job sampingan gak? sambil nunggu ijazah kita keluar, aku sudah coba melamar kerja dengan SKTL. tapiii, belum ada panggilan," ucap indah memelas...


"Kamu mau nyupir lagi?"


"Iyah, gpp deh"...jawab indah mulai cerah..


"Tapi untuk saat ini lagi kosong beb, kemarin itu banyak banget, berkali-kali aku hubungi kamu tapi tidak bisa..sampai-sampai mama juga ikut tanyain kamu, kemana si indah?..."


"Ooouh!!...tapi beberapa hari ini kalau ada, kamu langsung info aku yah din" ucap indah.


"Bereeess"...


"Oh yah! Kamu ngapain ke kampus? Tanya indah penasaran..


"Hmmm,..bu elly (dosen wanita) mau lihat-lihat sekalian pesan perhiasan..,.."


"Oooh"..ucap indah


Mereka Terdiam sejenak....