The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 45



Sementara, Rey Pramanan sekretaris andre terlihat sibuk mencari biro jasa ART yang tersebar di jakarta, bahkan dia minta bantuan pada staff lain agar memberikan informasi tentang ART yang di butuhkan oleh atasannya itu. Siang malam Rey harus online untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam jangka waktu 3 hari. Rey cukup pusing di buatnya lebih-lebih persyaratannya haruslah seorang chef atau setidaknya memiliki keahlian pandai memasak. Rey otaknya makin rumit mencarinya, kategori yang di carinya harus berjenis laki-laki,....dia mulai menggerutu dengan mengatakan:


"haduh booooosss!! Aku lebih memilih 2 hari 2 malam bekerja di kantor dari pada harus mencari manusia sesuai seperti kategorimu ini!! aaaaaaaarrrkkkk (sambil menggaruk-garuk kepalanya) yang ada kalau chef yah chef saja. sulit mencari chef plus ART juga, ART juga kebanyakan berjenis kelamin wanita" ucap Rey mulai putus asa...dia pun sudah tidak tau lagi bepikir, otaknya buntu, dan tiba-tiba berhenti.


Akhirnya Rey berhasil mengumpulkan 50 orang ART berjenis kelamin laki-laki namun Rey tidak mengerti lagi, apa kah? mereka semua itu benar-benar bisa masak plus ART atau tidak sama sekali karena sudah mencampurnya saja....


Tiba-tiba....


Tak berapa lama andre mengirim pesan padanya. Pertanda andre sudah sangat butuh sekali ART.


*"Rey, Bagaimana dengan tugasmu? sudah bisa kita jalan kan besok?"...


"Siap boss, saya sudah mendapatkan 50 orang ART terbaik Sejagad Raya ini"


"Ok. Bagus".....*


............


Di kediaman kantor Rika oktavia..


Melihat peristiwa itu, ibu dari andre mulai panik. Dia tak habis pikir dengan tingkah anak bungsunya itu. Rika oktavia pun menelpon Herman selaku psikiaternya itu..


....tuut..tuut...tuut..


"Iyah tante?"...


"Apa solusi lagi yang harus kita lakukan herman?"


"Hmmm, sebaiknya. Tante tenang saja!. Saat ini indah dan andre berada pada emosi tinggi. Biarkan dulu beberapa hari ini, mereka mencari solusi masing-masing..kita hanya perlu menekan andre dan menjelaskan lebih detail kepadanya apa maksud tujuan program saya ini.


Saya akan menghubungi mas aldo untuk meminta bantuan agar memberikan penekanan pada andre..."


"Baiklah herman! tante percayakan padamu. Saya akan menemui andre untuk membantu menjelaskannya"


"Tapi tante harus ingat satu hal. Jangan pernah memberikan perlawanan kasar pada andre karena itu bisa membuat semuanya bertambah rumit..sekasar apapun ucapan andre, Herman berharap, tante bisa melawannya dengan air mata saja"


"Baiklah man, saya mengerti"


(Percakapam via hp ditutup)


"Aku masih punya senjata ampuh untuk menjelaskan pada andre" ucap istri dari Rudi wijaya itu sendiri dengan mimik wajah geram..


...........


Waktu terus berjalan, pagi suasana kantor JK Wijaya Group..terlihat andre sudah duduk di ruangannya. Beberapa hari ini ia terpaksa hanya sarapan di kantor. Secangkir kopi dan roti panggang keju coklat..


Tepat pukul 09.00 wib pagi hari Rey lalu masuk ke ruangan andre...


"Tok..tok..tok...Pagi pak! Sudah sarapan pak!" Ucap Rey menebar senyum lebar cengengesannya..


(Rey yang sebenarnya sangat kesal dengan perintah-perintah atasannya ini harus tetap smile menghadapinya. Dia tetap sabar dan patuh. Karena andre setiap bulan memberikan tambahan berupa uang dan bonus berupa sering memberikan jalan-jalan ke luar negri dan rey boleh membawa keluarganya)....


"Kamu sudah kumpulkan mereka?" Ucap andre..


"Sudah pak. Saya sudah kumpulkan 50 calon ART yang akan bapak pilih, Sekitar jam 15.00 wib sore di aula.


Ini pak! (Rey memberikan tablet kepada andre). data profil ke 50 calon ART yang sudah saya Rangkum..".


"Ok, terima kasih" ucap andre mulai senang dia bakal segera mendapatkan pengganti indah..andre pun hanya melihat sekilas wajah-wajah mereka. Andre paling malas membaca profil orang. Dia sudah mempercayakan saja pada sekretarisnya itu.


Rey pun bergerak meninggalkan ruangan andre dan kembali bekerja..


.....


Waktu terus bergerak hingga jam menunjukkan pukul 15.00 wib.


Rey pun masuk ke ruangan andre..


"Tok..tok, permisi pak.. oh yah pak! Saya ingin meng-informasikan! Kalau Mereka sudah menunggu"


"Ok. Baik lah. Kita kesana" ucap andre sambil bangkit dari meja kerjanya..


Atasan dan sekretaris itu pun berjalan bersama menuju aula. Di luar aula sudah menunggu 50 pria yang siap mendaftarkan diri untuk menjadi ART andre..Rey berjalan di belakang andre. Lalu andre masuk ke ruang aula duduk di kursi dan meja yang sudah di sediakan sekretarisnya itu. Rey pun berdiri di depan pintu. Mereka melakukan pemilihan ART yang sesuai dengan keinginan andre. (Persis seperti audisi pencarian bakat)..


Pemilihan pun di mulai satu per satu calon masuk ke ruang aula. masing-masing calon ART sudah mendapatkan nomor antrian yang sudah di setnya di tablet yang ada di meja atasannya itu. Agar andre bisa melihat profil di tablet dan calonnya secara langsung berdasarkan no urut..


Andre pun mulai semangat melihat, mendengar dan memperhatikan satu per satu calon-calon ART yang di pilihkan oleh sekretarisnya itu.


Masing-masing dari Mereka, mem- persentasikan kemampuan terhebat mereka mulai dari memasak dan mengurus rumah selain itu, mereka juga bebas menunjukkan keahlian bakat atau hoby yang dimiliki masing-masing calon ART...


-Ada yang pintar:


bernyanyi, (dari suara sumbang, rock & roll sampai suara seriosa abal-abal melengking gk jelas. Sampai-sampai si andre syhok berat mendengarnya lalu reflek menutup telinganya..)


danse (joged),..


bersiul,


bergitar,


melukis,


pandai pijat (Rey sebagai barconnya) memamerkan otot tubuh...


-Ada juga yang membawa binatang peliharaan seperti anjing. Kucing. Ikan dengan aquarium kecil.


Burung beserta sangkar-sangkarnya..dengan beraneka ragam bentuk fisik dan hoby..


Calon 1-20, andre mulai perlahan-lahan menundukkan kepalanya sambil menjambak rambutnya pertanda dia sudah mulai merasa mual dan pusing. Tiba-tiba kepalanya terserang migren (sakit kepala sebelah)..


Andre pun mulai memijat dahi dan kepalanya dan berharap masih tetap kuat menghadapi para calon ART itu sampai di antrian no 50 an.


Tiba lah urutan antrian 20-35 memasuki, bentuk para calon-calon yang mulai semakin aneh..


Ada yang gemuk banget. Ada yang kurus banget. Pria melambai (jumlah paling banyak). Pria brewo'an plus dekil. pria gondrong gimbal yang mungkin 6 bulan belum tentu di cuci. Pria gendut dan pendek, pria buncit, pria boneng. bahkan kate pun ada (whats???)


((Penulis tidak bermaksud mengejek fisik yea))-


Tibalah sampai di no urutan 33 andre sudah tidak bisa lagi menahankan sakit kepalanya yang tidak lagi menyerang sebelah saja, namun sudah menyerang seluruh kepalanya, akhirnya dia bangkit dan menghampiri Rey dan berkata;


"Rey..kamu lanjutkan sajalah disana, (mununjukkan kursi tempat andre duduk). Kepalaku tiba-tiba sakit sekali. Sisanya nanti aku lihat dari cctv saja"


ucap andre dengan nada datar dan lemas lalu pergi meninggalkan ruang aula melewati para pria-pria itu...


Andre berjalan menuju ruang kerjanya dan mengambil obat sakit kepala khusus, terletak di laci meja kerjanya dan mengambil air putih pada dispenser lalu meminumnya sekaligus 2 butir, andre pun duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi meja kerja nya yang empuk itu dengan menaikkan dan menyilangkan kedua kakinya diatas meja kerjanya sambil berkata dalam hati:


"Bagamana aku bisa tinggal satu rumah dengan manusia-manusia aneh itu"


ucap andre sendiri. (Sambil tetap memegang kepalanya)...