![The Power Of Love [TPOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-power-of-love--tpol-.webp)
Rey lalu duduk di sebelah Hiroshi, dan bersuara;
"Eheeem,."
hiroshi terkaget kecil, Pria itu tidak menyangka tiba-tiba Rey ada di sampingnya..
Penglihatan Hiroshi langsung gerak cepat dengan ponselnya...
"Jika kamu suka! Bawa pulang, jangan melirik terus" ucap rey
(If you like! Take it home, don't keep glancing)
"Apa maksudmu?"...ucap Hiroshi
(What do you mean)
(Dalam hati rey; hmmm gemesnya! pura-pura bego lagi!, ni anak, kagak pake ngaku, udah ketangkap basah juga! Si tiang listrik gak jauh beda dengan si bos, Style macho banget! Ikut slogan hidup, "pria punya selera", giliran menghadapi cewe tenggelam..huufft)
"Ayo..biar kamu mengerti?" ucap rey
(Come on, do you understand?) sambil menarik paksa tangan hiroshi hingga berdiri dan berjalan
"Eee..eee..rey! Apa yang kau lakukan, jangan gila! teriak kecil hiroshi
(What are you doing, don't be crazy!)
Rey terus menarik tangan hiroshi hingga mereka tepat berada di didepan lien hua yang lagi fokus dengan pekerjaannya..
"Suster, bisa minta tolong?" tanya rey
(Nurse, can you help me)
"Iyah, boleh, ada yang bisa saya bantu pak"
(Yeah, yes, can I help you sir?)
jawab lien ramah dengan senyum manisnya..
"Bisa tensi kan teman saya ini, ?" Pinta rey
(You can tension my friend)
"Oh! Boleh (oh! May)"..jawab lien polos.
"Soalnya jantung teman saya ini, selalu berdebar-debar, saat dia bertemu kamu dan selalu ingin mendekat" Ucap rey sambil tersenyum manja
(The problem is my friend's heart, always beating, when he meets you and always wants to get close)
Spontan lien dan para staff yang lain senyum-senyum lucu, mendengar ucapan rey yang awalnya sempat serius...
Wajah hiroshi memerah bagai tomat kemerahan dan Menahan rasa malu..
"Hehehehehe..iyah kan kawan.."
(Hehehehehe ... yeah friend ...)
Ucap rey sambil menepuk pundak belakang rey dengan keras...
Hiroshi mulai marah pada rey...
"Reeeey...." teriak hiroshi yang tertahan geram...
Rey pun lari. Hiroshi terus mengejar rey. Mereka saling jitak dan kejar-kejaran layaknya kekanak-kanakan..
Dua sekretaris muda itu terkadang bertingkah konyol, mungkin keduanya merasa jenuh dan cukup lelah akibat terlalu banyak beban. Selain tetap update mengurus perusahaan. Keduanya juga harus stand by bersama atasan (my bos) dan seolah-olah mereka seperti robot.
....
Saat keduanya berada di ruang lift menuju kamar andre
"Ponsel kamu berdering! ( "Your phone is ringing!") ucap rey pada hiroshi.
"Truuuuuuut" (panggilan aldo)
hiroshi langsung mengangkatnya...
Iyah bos!" (Bhs jpg)
"Perintahkan orang untuk menjeput keluarga indah di bandara, kamu dan rey tetap berjaga di ruangan, saya dan asuka ingin beristirahat sebentar di apartemen. jika mereka tiba, segera hubugi saya.." (bhs jpg)
"Siap bos!"( bhs jpg) jawab hiroshi tegas
trup
.............
Indah dan keluarga tiba di bandara changi singapura 13.54, di sana terlihat utusan aldo yang sudah di persiapkan hisroshi.
indah dan keluarga pun menaiki mobil kemudian sang supir melaju
.
Sedangkan indah dengan polosnya tidak tau mobil akan membawa mereka menuju ke rumah sakit yang dia tau akan menuju apartemen,.
Meskipun hatinya sudah harap-harap cemas (h2c)...
Dito duduk di samping supir dan sejenak menoleh ke arah belakang, memandangi wajah kakak dan ibunya.
Lalu dia berkata dalam hatinya;
(Masak iyah sih, bakalan ada dua janda di rumah...aarrrghhh!!...yah allah, jangan sampai itu terjadi..sudah cukup gue nge-lihat orang yang gue sayang (mama) hidup dengan kesendirian. Jangan sampai fenomenal itu
terulang lagi kepada kakakku..
Tapi kenapa yah?? Kog! tiba-tiba kak andre
bisa mendadak koma. Apa dia kecelakaan??
Kasihan banget kak indah.. kalau itu sampai terjadi,..mana dia lagi hamil lagi...haduuuuhhhh. kepalaku pusing.. dito menyandarkan kepalanya.....)
Indah mulai merasa jalan menuju lokasi apartemen berbeda. Namun gadis itu merasa mencoba untuk tenang..
..
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, sang supir menurunkan mereka tepat di area lobi.
Ketiganya pun turun dari mobil...
"Loh! kita, kenapa berada di rumah sakit, memangnya siapa yang sakit?" tanya indah ke dito..
"Sudah lah kk kita masuk dulu..." jawab dito
Dito mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada aldo kenz.
"Kak, kami sudah di lobi" pesan dito terkirim namun aldo tidak sedang memegang ponselnya.
Sementara Aldo dan ayu berada di apartemen sedang tertidur beristirahat karena ayu sudah berhari-hari tidak bisa tidur..
Indah merampas ponsel dito dan sejenak membaca pesan singkat itu..
"Dito' kamu pasti tau sesuatu kan. Apa yang terjadi dengan kak andre dan yang lainnya..?" tanya indah memaksa.
"Hmmmmm..." ucap dito mulai gusar
(Dito terdiam dalam hatinya,..
Gimana yah? kasih tau gak yah?)
"Dito (bentak indah sampai dito si calon dokter itu kaget) kamu dengar tidak apa yang kakak katakan..?"
"Indah sabar nak, ini rumah sakit"? ucap rini.
"Hmmmm..sebenarnya, kak andre..lagi sakit kak...di rawat di rumah sakit ini.." ucap dito melambat..
"Apaah?...sakit???...a...(indah begitu terkejut sampai tak mampu lagi berkata-kata, dengan gerak cepat wanita itu mendatangi resepsionis pria)
Kemudian dito dan ibunya menyusul..
"Permisi mas!, dimana kamar pasien pria yang bernama andre al fanan?" tanya indah pada petugas
(Excuse me sir!, where is the male patient's room named Andre Al Fanan?)
"sebentar saya akan mencari terlebih dahulu yah mba" ucap petugas
(I'll look for it in a moment, sis)
"Iyah, terima kasih" (yah, thank you)
"Pasien bernama Andre al Fanan dengan status masih koma sudah di pindahkan dari ruang ICU ke ruang vvip
(diatas kelas 1) berada di lantai 9 nomor kamar 103..."
(The patient named Andre al Fanan in a coma status has been moved from the ICU to the Vvip room (above class 1) located on the 9th floor room number 103 ..)
((Itu rumah sakit apa hotel yak?hihi))
"Apa koma?..Mungkin mas salah orang, andre al fanan tidak koma.." tanya indah tidak percaya.
(What! coma?? .. Maybe it's the wrong person, Andre Al Fanan is not in a coma ...)
petugas terdiam pertanyaan indah di jawab oleh dito
"Benar kak! Kak andre lagi koma" Jawab dito
Indah dan ibunya terkejut.
"Apa??? Jadi kamu sudah tau selama ini dan merahasiakan ini dari kakak?" bentak indah
"Aku juga baru tau, kak aldo menelponku tepat saat kakak keluar dari kamarku tadi. Dan meyuruhku untuk merahasiakan ini dari kakak sampai kita tiba di sini.." dito menjelaskan..
"Kalian semua memang gila" ucap indah geram,
kemudian dia berlari kencang meraih pintu lift panik seperti orang kesurupan dengan perasaan hancur dan airmata berderai..ingin secepatnya tiba melihat kondisi suaminya
"Dito kejar kakak mu! dia sedang hamil nti di terjatuh.." perintah rini
Dito pun mengejar kakaknya dengan sangat cepat dan menangkap indah..
"Lepas kan aku bentak indah" teriak indah
"Kak!! Kakak sedang hamil! Tenanglah ucap" keras dito.
"Bagaiman aku bisa tenang suamiku sedang meregang nyawa.."
bentak indah dengan kuat pada dito dengan berderai air mata,
Sampai-sampai! orang-orang yang berada disekeliling, memperhatikan mereka..
"Iyah aku tahu kak, tapi tenanglah kita akan melihat kak andre.." jawab dito
indah tak bisa lagi berkata-kata dia menangis terisak-isak sampai kakinya lemas dan terduduk di lantai...merasa takut akan kehilangan sosok andre..
Dengan dekapan ibu dan adiknya akhirnya indah menguatkan diri berjalan dan naik lift menuju kamar andre..
Hirsohi sudah mendapat laporan dari sang supir jika indah dan keluarga sudah tiba..
Sekretaris itu langsung sigap menelpon atasannya..
"Tuuuuuut.....tuuuuuuuuut"
Hiroshi menelpon aldo berkali-kali dan akhirnya aldo terbangun meraih ponselnya..
"Bos! Nona indah dan keluarga sudah tiba"! (Bhs jpg)
"Ok. Saya kesana" (bhj jpg)
Trup..
...
Aldo dan ayu dengan cepat terbangun bergegas menuju rumah sakit..
...dengan dorongan semangat dito dan ibunya akhirnya indah kuat berjalan mendapati kamar andre..
Di luar dan di dalam terlihat sudah ada pengawal, ada hiroshi dan rey disana sedang online dengan leptop masing-masing..
Saat pintu di buka, hiroshi dan rey bangkit mendapati indah dan keluarga...
Indah berjalan kaku perlahan mendekati andre...
Semua yang menyaksikan pun ikut diam terpaku seribu bahasa
saat indah mendekati andre..
Tiba-tiba..indah pingsan dan hampir terhempas ke lantai, dito langsung sigap dan cepat menangkap kakaknya...
Wanita yang tengah hamil muda itu sangat shok luar biasa. Dia tidak percaya jika suaminya mengalami koma lagi seperti cerita masalalunya dan merasa semua seperti mimpi.
Indah di bopong ke kasur yang ada di ruang andre ( kasur khusus untuk orang yang menjaga pasien)
Semuanya panik...
Rey bekali-kali memencet tombol darurat namun masih terlalu lama menurut hiroshi.
Hiroshi tidak sabar! dengan cepatnya dia reflek berlari sendiri keluar kamar mencari dokter...menurutnya terlalu lama jika menyuruh orang lagi...
sosok sekretaris itu sudah terbiasa bergerak dengan cepat dan memang harus cepat, karena selain profesinya sebagai sekretaris dia juga bekerja sebagai bodyguard aldo..
Sanking buru-buru dan hiroshi berlari sekencang-kencangnya lalu pria itu tanpa sengaja kembali lagi menabrak lien hua yang saat itu tiba-tiba saja keluar dari kamar pasien.
"oooouuuuu.....gubraakkk" (terdengar suara jatuh cukup keras)
Hiroshi tak mampu lagi menahan kakinya dan menabarak tubuh lien hua. Tabrakan yang keras serta lantai yang licin membuat keduanya terjatuh ke lantai. tubuh besar hiroshi menindih tubuh lien, Tangannya reflek menahan kepala lien agar tidak terhempas ke lantai namun wajah hiroshi jatuh tepat di area dada lien. Ukuran dada lien lumayan menggoda.
((Rezeki babang hiroshi))
Hiroshi dalam keadaan sadar dan mata melotot sempat kaku memandangi fokus area dada lien..
Setelah peristiwa kecelakaan kecil yang menguntungkan sekretaris aldo itu pun berlalu per sekian detik..
Hiroshi bangkit dan salah tingkah, kemudian dia membantu lien bangun..
Aduh, sus! maaf..maaf..maaf aku tidak sengaja dan sangat terburu-buru mencari dokter, Ada pasien darurat di kamar 103
(Ouch, sus! sorry ... sorry ... sorry I did not accidentally and very rushed to find a doctor, there is an emergency patient in room 103)
"Mr andre??" tanya lien memperjelas
"Bukan istrinya, tiba-tiba dia pingsan saat melihat suaminya koma dan dia sedang hamil.." jawab hiroshi
(Not his wife, he suddenly collapsed when he saw her husband in a coma and she was pregnant)
"Oh iyah, aku akan bantu panggilkan dokter"
Ucap lien.
(Oh yeah, I'll help call docter)
"Terima kasih sus!..maaf..maaf..maaf..."
(thank you nurses! sorry...sorry..sorry)
Hiroshi berkali-kali mengatakan maaf pada lien.
"Iyah", jawab lien mengangguk saja.
Dalam hati hiroshi.
(Aduuh! kenapa aku selalu bertabrakan dengan suster ini dan dia selalu muncul tiba-tiba)
Akhirnya lien membantu hiroshi memanggilkan dokter.
Lien juga ikut menemani dokter diruang andre
..
setelah dokter memeriksa indah dan berkata;
"Dia hanya pingsan, tidak lama lagi dia akan sadar.."
(He just fainted, soon he will realize )
Tanpa sengaja mata hiroshi tertuju pada lien yang sedikit meringis memegangi lengan tangannya.
Dalam hati hiroshi
(gawat, jangan-jangan tangannya sakit? (terkilir) soalnya tadi jatuhnya lumayan keras. Jadi gak enak sama ni suster..)
Kemudian dokter dan lien keluar dari kamar andre..
Rini sedih dan meneteskan air mata, melihat kondisi anak dan menantunya itu..
Dengan cepat Hiroshi keluar menyusul lien..
Lien masih memegangi area lengannya..
"Eehh... permisi sus" panggil hiroshi
(excuis me nurse)
"iyah" lien menoleh ke belakang
Maaf yah atas peristiwa tadi
(Sorry for what happened earlier)
"Iyah" jawab lien tersenyum kecil..
apakah tangan kamu terasa sakit
Bagaimana kalau kamu rontgen tulang.
What if you x-rayed the bone
Ah saya tidak apa apa mas..jawab lien singkat...
(Ah, I'm fine, sir)
Kamu jangan khawatir, masalah biaya saya yang tanggung..ucap hiroshi
(You do not worry, the cost of my responsibility .)
lien terdiam..
"Oh iyah! kenalkan saya hiroshi" ..(introduce, i'm hiroshi Keinta)
Mereka pun berjabat tangan berkenlan
"i'm lien hua.."
"Tidak apa-apa tidak usah di pikir kan" jawab lien
(It's okay, don't think about it)
kemudian, Lien balik badan...
"Lien tolong. Jangan membuatku merasa bersalah.." ucap hiroshi
(Lien please. Don't make me feel guilty)
Hiroshi sanking khawatirnya, reflek menarik tangan lien dan menaikkan lengan panjang baju gadis muda itu karena ingin memastikan, apa ada yang terlihat parah..
"Au.sakit" (i'm sick)
teriak lien.
Hiroshi terkejut area tangan lien terluka banyak plasteran...dan langsung melepasnya..
"Jangan sentuh tangan ku" (ucap lien menarik tangannya kembali..)
Aku sudah katakan, aku tidak masalah, aku juga tidak menuntut apa-apa dari mu..
Permisi,.." ucap lien dengan nada marah
(Don't touch my hand, I told you, I don't mind, nor do I demand anything from you .. Excuse me,)
lien pun pergi meninggalkan hiroshi yang berdiri terpaku..
pria itu berkata dalam hati;
(Aneehh! ..kenapa dia marah, padahal aku hanya ingin bertanggung jawab, tangannya penuh luka-luka lagi. kenapa dia yah??? huuuuuffft ..buat penasaran saja)
..
Tiba tiba aldo dan ayu datang terburu-buru team pengawal dan hiroshi membungkukkan setengah badan mereka pertanda memberi penghormatan kepada aldo kenz....
...aldo dan ayu masuk ke ruang andre diikuti hiroshi..
Terlihat indah mulai siuman dari pingsannya.....
bersambung...
....
....terus vote menuju extra part ending....