![The Power Of Love [TPOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-power-of-love--tpol-.webp)
Aku terbangun dari tidurku yang lumayan cukup panjang..kehidupan yang aku alami beberapa hari ini, seperti mimpi. Melihat sekitar kamar, aku merasakan. Aku sudah kembali kepada kehidupanku yang awal. Lalu mulai bangkit dan melihat waktu dari hp. Pukul menunjukkan 15.30 wib..
Mulai menapakkan kaki dan perlahan-lahan membuka pintu kamar.
Terlihat wanita perkasa yaitu sosok ibu yang aku sayangi duduk menghadap mesin jahitnya dengan menggunakan kacamata usangnya. Dia terlihat fokus dengan apa yang ada di tangannya..
Aku berjalan lambat mendekati sofa yang harganya sangat terjangkau itu, lalu duduk disana (menyandarkan kepala, Tanpa indah sadari ibunya mulai melihat dan memperhatikannya dengan kacamatanya. Ibunya meletakkan kacamata dan pakaian yang di kerjakannya itu lalu datang menghampiri indah).
"Indah (sapa ibunya dengan lembut sambil duduk) mama buatin kamu teh yah? Biar tubuhmu lebih seger" (saat bangkit indah reflek menarik tangan ibunya itu)
"Tidak usah ma,! Nanti kalau indah mau, bisa buat sendiri"
Sang ibu duduk kembali sambil tarik nafas!!.
"Kamu kenapa nak?ada masalah?"( tanya sang ibu mulai ingin tau).
Indah terdiam sejenak..
"Maaf yah ma!( mewek campur sedih plus galau) indah tidak bisa lagi bekerja dengan dengan tante Rika..karena...(indah terdiam sejenak sambil berkata dalam hatinya:, ingin sebenarnya aku menjelaskan semuanya. Tapi hal itu tetaplah menjadi rahasia yang tidak boleh di ceritakan kepada siapapun meski harus dengan ibu sekalipun.)
ternyata indah tidak hanya menjadi juru masak khusus anaknya tapi harus menjadi asisten pribadinya juga dan mama tau sendirikan, bagaimana sifat anaknya itu. Sekali saja melakukan kesalahan sudah langsung di usir, di bentak..merasa dirinya sempurna kalau orang lain tidak boleh salah" ucap indah kesal.
"Yah, sudahlah nak. Tidak apa-apa kog! kalau kamu tidak bisa lagi bekerja dengan andre, tidak seharusnya mama memaksamu untuk bekerja disana. Mama yang salah. Ada perasaan menyesal juga, tapi karena kamu selalu menelpon dengan nada senang dan di upah dengan gaji yang besar. Mama merasa semua berjalan dengan baik-baik saja..lihatlah tubuhmu semakin kurus. Tubuhmu terlihat lemah, matamu cekung.(sang bunda mulai meneteskan airmata melihat kondisi anaknya itu) cukup sudah kamu berjuang nak!. Ibu tau kamu sudah sangat-sangat lelah (wanita itu langsung memeluk erat tubuh anaknya, mereka berpelukan sambil menangis)..mama janji, mulai hari ini akan mendukung setiap kebebasanmu..apa yang menurutmu terbaik, lakukanlah!..(sambil mengelus rambut indah yah halus)..
kamu tidak usah khawatir. Mama masih bisa menghidupi kalian berdua. Lagian kamu sudah tamat kuliah, adikmu juga sudah tidak ada biaya lagi sampai tamat karena sudah di bayarkan oleh tante Rika" ucap ibunya..
"Tante Rika sering datang kesini mah? Tanya indah ingin lebih tau..
"Baru 2 kali.., pertama dia datang memberikan uang saku sebesar Rp 5 juta..kedua, datang menjemput mama dan kami sama-sama pergi ke sekolah dito untuk melunasi semua biaya-biaya keperluan adikmu itu sampai tamat. Katanya itu bentuk terima kasihnya karena kamu mau bekerja untuk anaknya. Jadi, Kita tidak perlu lagi mengeluarkan uang sepeserpun, mama pikir. Itu semua sudahlah cukup"....ucap sang ibu....
,,,,....................,,........,,......
Waktu terus berjalan, 2 hari pun berlalu...kondisi kesehatan gadis berusia 23 tahun itu berangsur membaik dan sudah sehat.
Jarum jam dinding menunjukkan 19.00 malam tepatnya habis sholat magrib,
Indah duduk melamun di bangku terasnya sambil menikmati bunga-bunga ibunya dan tanaman hias lainnya. Sambil berpikir apa rencananya ke depan..
"Kira-kira ijazahku sudah selesai tidak yah?, besok aku harus mendatangi kantor biro administrasi, mudah-mudahan saja sudah selesai agar besok aku bisa langsung mengajukan lamaran untuk mencari kerja" ucap indah dengan semangat.
Indah pun masih terbayang-bayang dengan Reward Mewah yang di tawarkan oleh Aldo kenz. Dan sudah menghayal akan berlibur dengan keluarganya dan juga akan mengajak dina sahabatnya untuk berlibur ke Dubai..
Indah kembali teringat dengan ucapan kasar andre yang mengatakan kalau dirinya itu adalah cewek bookingan. Dia sangat anti dan benci jika ada yang seseorang yang mengatakan seperti itu dan sudah terlalu lelah mendengar cibiran dari orang-orang sekitar, kala itu indah kerap sekali pulang malam terkadang sampai larut malam karena mengerjakan tugas kuliah. Namun, Orang-orang mengatakan #"indah! sudah dapat pelanggan berapa, hari ini?"# Seolah-olah menganggap dirinya itu adalah kupu-kupu malam. Ingin rasanya dia menyumbat mulut-mulut mereka dengan segumpal kain. Belum lagi harus menghadapi preman-preman malam yang sering menggodanya. Bahkan dia pernah mendapat pelecehan sedikit dari pria-pria hidung belang. Begitulah kerasnya hidup yang di lalui gadis itu, semua dilaluinya hanya demi untuk menyambung hidup. Mencari sesuap nasi dengan cara yang halal dan berjuang ingin merubah hidupnya agar lebih baik...
"Iiiiiiiii..andre brengseeeeek!!..Bos Gilaaaaa!!...Bayi kolooooot!...tidak tau diri! sudah di rawat bagus-bagus begitu balasannya..."
...ucap indah geram sampai sesak nafas..
Tiba..tiba..dito datang tepat berada di pintu rumah..
"Kamu kenapa kak? " Sapa dito..
"Enggak kenapa-kenapa!! hanya olah raga bernafasan"( pura-pura tarik nafas)..
"Di panggil mama tuh! Ayo makan"..
Mereka pun masuk berdua lalu indah menutup pintu dan makan malam bertiga dengan suasana keluarga yang hangat.....
"Kakak masih libur" tanya dito sambil makan...
"Sudah tidak bekerja lagi.." ucap indah lemas..
"Kenapa??? Baru juga 2 minggu, Dipecat? Ucap dito dengan nada pelan...
"Huuussshh!! dito, sudah makan saja. Kakakmu mau kerja di sana ataupun tidak bukan urusanmu" tegur sang ibu..
"Iyah dipecat!..mungkin kakak mu ini kerjanya tidak beres..maaf! kakak gagal membiayaimu kuliah." Ucap indah matanya mulai berkaca-kaca dan sambil menundukkan kepala...(padahal indah sudah berjanji akan mengkuliahkan adiknya itu)
"Indaaaaah,"( ibunya cepat-cepat bergerak dan merangkul anak perempuannya itu)
"Ahahahaha..(tawa dito yang masih remaja itu) kakak tidak usah menangis. Jelek tau!! Tidak apa-apa kog kalau dito tidak kuliah..lagian kan! kuliah waktunya bisa ditunda. Tidak harus langsung tamat sekolah.
(dito merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolahnya)...hmmm...lihat itu! jelek tau. Jelek..Jelek banget (sambil menunjuk wajah kakaknya dari dekat dan menggodanya, akhirnya indah pun tersenyum dan memukul manja adiknya itu. Merekapun berpelukan bertiga sambil tertawa dan tersenyum kembali)...
......
Andre yang selama ini menjalani hidup tanpa seorang pelayan dan dia tidak mau balik ke pondok indah bersama ibunya seperti biasa. Hari-harinya dia habiskan bekerja di kantor terus lanjut bertemu dengan rekan-rekan bisnisnya di jakarta baik mereka yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sembari mencari-cari rekan aliansi baru untuk proses pembangunan apartemennya..dia sering nongkrong di cafe, bar, resto dan pulang larut malam bahkan sampai pagi...
Andre mulai terdesak akan kebutuhan ART di rumahnya. Sebelum mendapatkan pengganti indah dia hanya makan di luar bahkan membungkusnya pulang....