The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 59



tiba-tiba si dina teringat sesuatu,


"Oh iyah! Aku ada sesuatu untuk mu, oleh-oleh!! (sambil mengeluarkan sebuah benda kecil dari tas dina)..


Tadaaaaam.... ini! (Sebuah cincin mungil perhiasan bermata) aku selalu membawa ini kemana-mana dengan harap bertemu kamu tiba-tiba..eh! Ternyata bener" ucap dina.


"Wooow!! (expresi takjub, si indah tanpa pikir panjang, langsung memakainya dan memeluk dina) terima kasih banyak yah din, aku suka" (dua sahabat itu pun berpelukan).


Si indah pun memamerkan cincin cantik itu dengan melentik-lentikan jemarinya di depan si dina sambil keduanya senyum-senyum.


tak berapa lama pandangan dina tak lagi tertuju kepada cincin itu. Namun? Pada tangan kulit putih mulus indah...


"Eh, coba liat (menarik tangan indah di bolak-balik-bolak-balik seperti ceplok telur)


Kog! Tangan dan kulit kamu makin mulus beb? Kamu pakai perawatan apa? Tanya dina si super kepo..(sambil membanding-bandingkan dengan kulitnya).


Dina selalu iri dengan kecantikan indah meski dia sudah melakukan banyak treatman kecantikan namun tetap tidak bisa mengimbangi kecantikan alami indah yang sudah terlahir dari kodratnya.


Jika di telusuri dari nenek ke nenek indah memiliki garis keturunan dari timur tengah, sebab itu, indah memiliki tinggi badan lebih tinggi dari rata-rata umum tinggi wanita indonesia, poster tubuh langsing dengan rangka tulang kecil. Wajah tirus, berkulit putih, alis tebal di rapikan, hidung mancung, mata lentik, bola mata hitam,.. namun wajah indah perawakan indonesia banget sangat lembut dari jawa sunda. Kecantikan yang natural namun kurang glowing karena tidak pernah terpoles dengan perawatan mahal. Bak bidadari yang terdampar dalam keluarga miskin.


Memakai beberapa hari perawatan mahal membuat kulit indah lumayan terawat dan mulus.


"Gak ada pakai apa-apa kog! Hanya jaga makan saja" jawab indah..


"Emangnya kamu makan apa sih? bisa punya kulit sebagus ini, tunggu-tunggu. Coba kamu berdiri (memutar-mutar tubuh si indah) Wow!! makin langsing lagi?" Tanya dina semakin iri, tidak bisa mengimbangi kecantikan indah..


"Banyak makan sayur buah (dalam hati indah ; padahal cuma itu yang bisa ku beli) terus kalau masak ikan itu di bakar atau di pepes (karena harga cabe mahal) Kamu sih kebanyakan makan jungfood (karena aku jarang beli jungfood menghemat duit)" ucap indah..


"Ehmmmm gitu yah, tapi aku emang gak suka sayur sih! iyah deh! Nanti kapan-kapan boleh aku coba,


(dina membisikkan ketelinga indah)


Terus tu payudara lo kog makin gede sih! perasaan kemarin-kemarin gak segitu deh beb! ukurannya. lo implan yah??"


"Huuuufft" ( astaga! emang sahabat ku ini si super heboh dan kepo, sampai-sampai bagian intimku pun di perhatikan banget, ucap indah dalam hati).


dina..dina..kamu itu yah gemesin banget tau gak! (sambil mecubit kecil pipi si dina) implan! implan! dari hongkong. Kamu tau sendiri kan buat bisa makan saja sudah syukur, mau implan-implanan segala, uang dari mana???? aku saja yang punya tubuh, gak meratiin sampai segitu heboh nya" ucap indah sebel...


"Ehehehe (dina cengengesan ) siapa tau kan kamu sudah "bobo bareng" (melagakan bahunya) sama si andre jadi punya uang bisa implan"....ucap dina dengan candaannya...ihihihi


Mendengar ucapan dina,...


Tiba-tiba indah berdiri dan pergi meninggalkan dina...


"Indah kamu mau kemana" tanya dina


Langkah indah berhenti matanya memerah. Hatinya sangat sensitif mendengar kata-kata dina yang terakhir tadi,...


Lalu berkata;


Kenapa?Kenapa? semua orang mengatakan aku ini perempuan murahan, apa tubuhku ini terlihat seperti potongan pelacur? Apa karena aku ini gadis miskin? tidak punya ayah? jadi semua orang begitu mudahnya, se-enaknya menghinaku. Padahal aku tidak pernah menganggu orang lain. Tidak pernah menggoda pria mana pun. Pria-pria brengsek itulah justru yang suka sekali menggodaku, orang-orang tidak pernah tau kalau aku pulang malam jungkir balik berjuang hanya untuk bisa kerja cari makan dan kuliah....."


Huk!..hukk!..hukk!..indah menangis sambil menutup mulutnya lalu terjongkok. Pikirannya saat itu memang kacau dan hatinya sangat sensitif.


(indah mudah sekali menangis hatinya sangat lembut, indah yang berjuang dalam hidupnya. sekuat tenaga mencari nafkah dengan cara yang halal dan tidak pernah tergiur mencari uang dengan cara hina. Banyak pria-pria "hidung belang" yang mencari-cari "ayam kampus" sebagai pemuas nafsu dan indah sering mendapat tawaran teman-teman wanita yang sudah menjadi langganan para "si hidung belang")


Reflek mendengar itu dina langsung memeluknya.


"Indaaaaaah, kamu kenapa?? Ma-aaaf, Aku hanya bercanda kog! hanya buat lucu-lucuan doank. Biasanya kamu gokil banget, sekarang kenapa kamu berubah menjadi sensitif seperti ini??.


Indah kamu ada masalah??"


Tanya dina heran, tiba-tiba melihat indah menangis seperti itu....


Dina mengeluarkan tisu lalu memberi indah. indah menghapus airmatanya..


"Gpp din,..aku hanya merasa sedih saja"


(Kata-kata andre pun masih terngiang-ngiang di telinga indah, kalau dia adalah wanita bookingan seandainya andre tidak mengatakan seperti itu mungkin indah masih bertahan kerja di sana dan dia bersedia balik lagi)..


"Indaaaahh. Maaf yah (memeluk) Lain kali aku gak akan bilang begitu lagi deh, janji.." ucap dina menyesal dengan kata-katanya..


"Iyah din"..


"Iyah sudah, sebagai permintaan maaf aku. Kita ke salon yuk!" Ajak dina.


"Tapi aku tidak punya uang din?, Gajiku sudah ku bayarkan untuk uang sekolah dito" ucap indah yang masih memancarkan raut wajah sedih..


"Gampaang! saat ini aku yang traktir,(sambil merangkul indah) tapi ingat nanti kalau kamu sudah banyak duit. Kamu harus traktir aku di salon yang paaaaaaling mahal. Okay anggap saja ini hutang padaku...ihihihi (2 gadis itu tertawa bersama-sama)" ucap dina sambil menghibur sahabatnya itu. Dia sangat kasihan melihat indah yang terlihat lesu dan tidak bersemangat.."


Mereka berdua berjalan saling merangkul masuk ke dalam mobil dina..


"Sini! biar aku yang nyupir din? Ucap indah yang merasa tau diri..


"Beneran kamu gpp?"


"Iyah gpp kog!..heèeee sudah senyum lagi kan". Ucap indah menunjukkan senyum lebarnya pada dina..


Dina membalas dengan senyum juga..


Akhirnya mereka meninggalkan area kampus dan menuju salon langganan si dina..