The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 113



Flashback


Sebelum andre sampai kerumah ayahnya.....


Para gangstar langsung membawa indah masuk keruangan ayahnya.


Sudah ada aldo, ayu sadana dan ayahnya duduk minum teh bersama. Indah sudah dalam kondisi sadar dan dia duduk di sebelah Rudi wijaya..


Mereka menyambut indah dengan hangat sambil minum teh bersama..


Indah masih dalam kebingungan dan salah tingkah kikuk tidak tau harus berbuat apa?..


"Maaf yah indah kami membawamu dengan paksa ke rumah ini, karena dengan cara seperti ini. Adik saya yang jahil itu baru ingin datang kerumah ini" ucap aldo dengan senyumnya yang sudah mengetahui karakter adiknya itu..


"Iyah mas" jawab indah dengan senyumannya..


"Berapa usia kamu indah" tanya sang ayah dengan lembut..


"23 tahun om." jawab indah...


"Hmmmm, masih muda yah...andre sangat suka dengan masakan kamu yah?.. dia itu suka makan berkali-kali dan suka sekali menjahili kakaknya namun sangat cerdas. Ucap sang ayah sambil senyum-senyum mengingat anak bungsunya itu..


"Sering sekali saya dulu sampai menangis dan kami berkelahi karena ulah ke jahilannya" ucap aldo senyum - senyum sambil mengingat masa-masa lalu bersama adiknya itu.


"Ahahahahaha,.." mereka tertawa bersama menceritai andre yang saat itu sedang panik mencari keberadaan indah...


Terlihat fenomenal berbincangan keluarga yang sangat hangat dan menyejukkan...


Aldo sudah menghubungi ibunya agar segera datang ke jepang dan menitipkan semua perusahaan pada sekretaris.....


Setelah berbincang-bincang hangat. Ayu sadana membawa indah ke dapur. Si ayu pun ingin belajar memasak cemilan khas masakan nusantara indonesia kepada indah..tak berapa lama putri sulung aldo mayumi pulang dari sekolah (tk) setelah berganti pakaian dia langsung memeluk sang bunda...


" maamaaaaaaaa" teriak sang putri yang langsung memeluk ayu sadana...


"Siapa dia ma," tanya sang putri


"Dia tante juga, ayo sapa dengan santun"


"Hallo...


Saya indah" ucap indah dengan ramah


"Saya mayumi.."


"Hehehehe kamu cantik dan lucu sekali yah," ucap indah gemes..


Mereka bertiga tertawa bersama-sama...


Indah yang sangat suka anak kecil cepat sekali berbaur dan kompak dengan mayumi..mereka membuat cemilan bersama-sama....


(Jika di dalam rumah rudi wijaya, aldo dan keluarganya berbahasa indonesia agar tidak hilang)


..........


Setelah pertarungan andre melawan 20 gangstar aldo lumayan cukup menguras tenaga dan mengasah kemampuan kungfu pria itu.


Andre berhasil melewati pagar tantangan yang aldo berikan...


Pria itu pun langsung emosi berat dan ingin serasa membunuh ayahnya...dia berburuk sangka sudah berpikir akan melakukan tindakan buruk pada indah..


Andre langsung masuk ke rumah dan berlari menerjang pintu ruangan ayahnya itu dengan kakinya..


Terlihat sang ayah berdiri sendiri ingin memeluk hangat anaknya itu..


Dan aldo sengaja bersembunyi ingin melihat reaksi adiknya...


Andre mendekati ayahnya dengan emosi tinggi dan langsung menarik kerah baju ayahnya..


"Katakan di mana gadis itu?? Berani kau menyentuhnya jangan salahkan aku. Jika aku akan membunuhmu. Kurang puas kau sudah menyiksaku, Ucap andre dengan wajah bengisnya itu.."


(Sang ayah terdiam dan langsung meneteskan airmata..perasaan pria tua itu bercampur aduk antara senang melihat anaknya sembuh dan rasa kecewanya sampai detik itu sang anak masih menaruh dendam pada ayahnya dan belum juga bisa memaafkannya..)


"Cepat katakaaaaaaaaaaaann", bentak andre keras pada ayahnya dengan masih terlihat ngos-ngosan..


Sang ayah hanya terdiam...


Aldo yang menyaksikan tindakan kasar adiknya itu langsung keluar..


"Siapa yang ingin kau bunuh" ucap aldo berjalan menghampiri andre..


Melihat keberadaan aldo di sana andre langsung melepas kerah ayahnya...


Dan tiba-tiba..


indah masuk membawa cemilan makanan untuk rudi wijaya. Dia sangat ingin merasakan masakan indah gadis yang di cintai oleh anaknya itu..


"Mas andre.." sapa indah langsung meletakkan makanan itu di meja..


Andre langsung berbalik badan, lalu melihat indah ke belakang..


"Indah kamu tidak apa-apa"


Andre langsung melihat-lihat detail wajah dan tubuh indah sampai ke bawah-bawah apakah ada yang terluka atau tidak..


"Mas andre, indah tidak apa-apa? Ucap indah....


"Ayo kita pulang" ucap andre menarik tangan indah keluar dari ruangan ayahnya itu...


"Andre" panggil aldo..


Langkah indah dan andre terhenti saat mendekati pintu...


"Ikut aku"


ucap aldo singkat keluar dari ruangan.


Indah dan andre mengikuti aldo dari belakang..aldo berjalan menuju mobilnya dan bergerak menuju suatu tempat..


Andre dan indah mengikuti aldo.....


Hingga sampai lah mereka di suatu lokasi tempat aula besar....


"Sebentar yah indah, kamu di mobil dulu" pesan andre..


Indah hanya mengangguk dan menunggu di dalam mobil.....


andre mengikuti kakaknya masuk kedalam ruangan..


Mereka berdiri di tengah-tengah aula besar itu dan saling berjarak..


Sejenak terdiam...


"Semua ini adalah rencanaku,


Aku tidak akan merestui hubunganmu dengan gadis itu, kecuali kau memaafkan orang tua kita dan kembali ke pelukan mereka" ucap aldo dengan pandangan bengisnya...


"Heh...(tertawa sinis) maaf?? Kata Maaf, untuk manusia yang sudah menyiksaku? Menjadikanku sapi perah?? Menyebabkan ku gila?? Itu tidak mungkin. Ucap andre..


"Tidak bisakah kau menurut apa yang aku katakan?? Ucap aldo mulai tegas menantang...


"Aku akan menuruti semua apa pun yang kakak perintahkan. Tapi, maaf. Kecuali untuk hal itu"... jawab andre masih dengan keras kepalanya..


Saat beberapa langkah..


" Kak"


ucap Andre reflek mengejar kakaknya itu dari belakang ingin memperjelas semuanya.....


Spontan Aldo si ketua gangstar menerjang tepat bagian dada andre dan dengan cekatannya andre menangkis namun kerasnya tendangan aldo membuat andre jatuh tersungkur..


Pria yang usianya sudah mendekati hampir 40 tahun itu terlihat masih sangat tangguh dan kuat layaknya sosok kaisar perkasa tak terkalahkan..


......


Sementara indah di dalam mobil mulai gelisah dan sangat merasa penasaran apa yang terjadi di dalam aula besar itu..


Indah pun keluar dari mobil berjalan mengendap-endap masuk ke aula dan bersembunyi disana.


Indah mulai kaget melihat andre tersungkur dilantai dan aldo berjalan perlahan mendekati adiknya itu..


Aldo menarik baju andre memaksa bangkit..


"Lawan aku jika kau merasa sudah jagoan" bentak aldo keras..


Aldo langsung menghajar adiknya itu tanpa ampun..


Terjadi pertarungan hebat dua adik kakak bersaudara itu..andre ber-sikeras dengan tidak ingin menuruti keinginan kakaknya untuk memaafkan ayahnya.


...


Indah yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri gemetar ketakutan dan berkata dalam hati...;


"Bagaimana ini jika mereka sampai bunuh-bunuhan???, haduuuuh.." gadis itu mulai gelisah dan panik...


Aldo benar-benar mengahajar adiknya itu habis-habisan dia tau jika adiknya sudah sembuh dan waktunya menghancurkan egonya andre.


Namun andre bertarung tidak all out. Hatinya merasa tercabik-cabik harus melawan kakak sendiri yang sangat dia sayangi dan hargai itu.


Akhirnya andre jatuh tersungkur lagi dengan wajah lebam. Bibir pecah. Dan meneteskan airmata yang tak terbendung..


"Bangun kau brengsek (aldo menarik lagi baju andre dan memaksanya berdiri)


Dengar aku baik-baik.


Dendammu sudah aku balaskan.


Aku sudah menguras harta nya habis-habisan untuk menghidupkanmu kembali.


Aku sudah menyiksanya untuk tidak bisa bertemu dengan anak kesayangannya bertahun-tahun lamanya..


Aku sudah memisahkannya dengan wanita yang sangat dia cintai demi merawat dan menjagamu..


Bisakah kau rasakan bagaimana sakitnya dipisahkan dengan orang yang kita cintai?..


Aku tidak mengizinkannya untuk mati begitu saja agar dia merasakan penderitaannya atas perbuatannya sendiri,


Dan saat ini dia sudah sakit karena terlalu banyak mabuk hanya untuk memikirkanmu...


Apa semua itu kurang puas bagimu andre.


Semua itu ku lakukan agar kau merasakan keadilan..


Jawab aku andre..


Mengapa kau diam saja


Jawab aku andreeeeeeeeeeeeeeee." Bentak aldo sangat keras. Suaranya menggema satu aula.


( Indah yang mendegar teriakan aldo bagai kerasnya suara petir yang menyambar. Tubuhnya semakin bergetar ketakutan..sosok ketua gangstar itu sangat mengerikan jika sedang benar-benar marah...)


Tahukah kamu seperti apa kerasnya perjuanganku mempertahankan keluarga ini. Aku yang tidak pernah mendapatkan keadilan darinya bahkan tidak di anggap sebagai anaknya namun aku harus berjuang sendiri mati-matian berdarah-darah tanpa mengenal lelah dan harus menanggung semua beban penderitaan ini sendiri. Kau hanya bisa tidur pulas di atas kasur. Pernahkah kau tau betapa depresinya aku yang harus melawan sendiri perjuangan itu. Sampai-sampai aku berpikir jika menjatuhkan diri dari atas gedung itu jauh lebih enak dari pada harus berdiri sendiri di atas penderitaan ini..


Jika kau merasa di jadikan sapi perahnya..


Aku adalah anjing kurapnya dan semua ini jelas tidak adil bagiku..aldo meneteskan airmata hatinya mulai terasa sakit.


Aku sudah mengatakan berkali-kali padamu andre...


Cukup kau menjadi adikku yang baik. Dan jadilah obat dari hati ku yang sangat sangat sangat perih ini..


Kami yang hidup saat kau tertidur. cukup sangat berkorban dan berjuang mengalahkan takdir kehancuran...


Jika kau tetap egois dan tetap merasa penderitaanmu lah yang sangat menyedihkan dan tidak mau menuruti apa yang aku perintahkan, maka Aku katakan padamu, keluar kau dari keluarga ini. Cari saja kehidupanmu yang bisa membuat dirimu bahagia tanpa keluarga.


Dan satu hal yag harus kamu ingat andre..


Jangan pernah panggil aku kakakmu lagi. Hiduplah sesuai apa yang kau mau. Karena aku tidak perduli lagi dan kau sudah sembuh itu artinya tanggung jawabku sebagai kakak telai usai.."


Ucap aldo dengan sangat tegas lalu dia menghempaskan tubuh andre yang lemas lunglai itu dan pergi meninggalkannya setelah sudah merasa cukup menghancurkan ke-egoan andre akan kata maaf untuk orang tuanya..


Aldo meninggalkan ruangan aula tanpa melihat indah yang bersembunyi..


Andre terduduk lemas menangis terisak-isak di tengah-tengah ruang aula besar itu menahan rasa hati yang penuh dalam ruang dilema. Lalu dia berteriak sambil memegang kepalanya..


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrkkkkkkkkkk..hikz..hikz.." andre yang sudah lama sekali tidak menangis harus menumpahkan semua rasa gundah gulana, airmata dan harus memecah dendam yang dia rasakan....


Indah berjalan perlahan menyapa andre yang tengah terduduk dengan pandangan sedih...


"Mas andre" sapa indah lembut...


Andre menoleh ke arah indah dengan wajah lebam dan bibir ujungnya sedikit pecah mengeluarkan darah..


"Kamu mendengar semuanya" tanya andre...


"Maaf mas..aku mendengar hanya setengahnya saja, " ucap indah pelan...


Andre menundukkan kepalanya...


"Mas andre kita pulang yah,


Ini ruangan apa mas?" Tanya indah memecah suasana kesedihan andre..


"Ini aula tempat pelatihan gangstar kami. Di sini lah dulu hampir setiap hari kami berlatih..tempat ini banyak sekali memberikan kenangan cerita pahit dan manis bersama Aldo. Kami bekerja sama membangun team gangstar yang tangguh. Aula ini masih tetap di gunakan oleh aldo dalam membina gangstarnya. namun sekarang dia hanya sebagai pembimbing saja....." ucap andre sambil me-lap darah yang keluar dari bibirnya dengan jarinya....


"Ooouhhh..." indah mengangguk-angguk..


"Yuk! Kita pulang yah mas" ajak indah..


Indah membantu andre berdiri dan memapahnya keluar dari aula besar itu...


"Biar indah saja yang nyetir yah mas. Buatkan saja mapnya.." ucap indah


"Kita perlu ke klinik mas, buat obatin luka bibir mas andre?" Tanya indah lagi..


"Tidak usah, kita singgah saja di apotik beli obat luka" pinta andre...


Mereka pun kembali ke hotel setelah andre membeli obat luka..


Rencana andre ingin menyatakan perasaan pada indah masih tertunda....