![The Power Of Love [TPOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-power-of-love--tpol-.webp)
Sampai di kamar hotel..
Andre langsung mandi dan membersihkan badannya serta mengganti pakaian..
Terdengar suara ketukan pintu
"Tok.tok.tok.tok"
Andre membuka kan pintu. Terlihat indah sudah berdiri..
"Ayo masuklah." Ajak andre..
Andre langsung mengajak indah duduk di teras hotel, dia tengah mengompres wajah yang sedikit bengkak dan membersihkan darah yang masih mengalir dari sudut bibirnya..
"Sini mas biar indah bantu mengompresnya"..indah menawarkan.
Indah pun mengompres wajah lebam andre dan memberikan obat di daerah bibi yang terluka..
Mereka sempat berpandang-pandangan dengan raut wajah sendu andre..
Setelah selesai....
Indah menarik nafas..
Suasana hening dan diam sejenak.
Indah menatap raut wajah andre yang terlihat murung dan sedih, terlihat dari pancaran wajah hati yang bergejolak dengan konflik keluarga yang belum juga usai..
Indah membuka pembicaraan;
"Mas andre, indah merasa sangat tersanjung dan terharu tadi di sambut hangat oleh keluarga yang sangat terpandang. Mas aldo dan mba ayu sadana serta om Rudi memperlakukan indah benar-benar layaknya tamu terhormat. Jujur indah tidak pernah merasakan sambutan hebat seperti itu. Biasa indah tidak pernah di pandang oleh orang-orang" ucap indah mulai memecah keheningan..
Mendengar ucapan indah. Andre sangat terkejut dia yang sempat berburuk sangka pada ayahnya mulai tertegun..
"Di sambut hangat?" ucap andre memastikan..
Indah mengangguk tersenyum..
"Pasti mas andre sudah berpikir yang aneh-aneh kan?" Tebak indah..
Andre terdiam..
Mas andre, satu maaf itu memang sangat sulit di ucapkan. Namun kata maaf adalah solusi yang terbaik. Tidak akan pernah usai jika mas andre terus menaruh dendam kepada kedua orang tua sendiri. Kesalahan mereka jadikanlah pelajaran berharga kelak jika mas andre suatu hari nanti menjadi sosok ayah. Indah sendiri melihat sorotan wajah om rudi. Terpancar penyesalan yang sangat dalam. Namun waktu tetap tidak bisa di putar kembali. Cerita masa lalu tidak bisa di rubah lagi. Aku mendengar dan melihat om Rudi sangaaat bahagia dan bangga menceritakan tentang mas andre..dan aku bisa merasakan jika dia sangat menyayangi mas andre dan semua kesalahan itu sebenarnya di ukir tanpa di sadarinya"...
Andre tertegun mendengar kata-kata indah...
"Mas andre. Jujur meski mas andre melampaui kesulitan hidup. Sesungguhnya mas andre itu sangat beruntung memiliki sosok kakak seperti mas aldo.
Aku menyatakan bahwa dia kakak yang sangat hebat rela berkorban meski tidak mendapat keadilan. Itu tidak mudah mas. Dan tidak semua seorang kakak bisa seperti mas aldo.
Indah bisa menjalani perjuangan hidup karena ter-inspirasi oleh mas aldo.
Indah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh mas aldo seperti apa sakitnya hatinya. Saat adik yang dia perjuangkan mati-matian tidak bisa mengikuti kemauan terbaik dari satu keputusan.
Jika mas andre benar-benar sayang pada mas aldo. Ikutilah apa yang sudah menjadi keputusannya. Karena memang itu yang terbaik mas...keluarga adalah segalanya. Sehebat apapun kita berjalan di muka bumi ini tanpa keluarga itu tidak akan pernah ada artinya..
Mas andre, pergilah peluk mereka lagi. Sebelum semua terlambat. Karena merekalah satu-satunya tempat yang paling nyaman berteduh di dunia ini...penyesalan tidak bisa berulang kembali,
Jangan sampai mas andre seperti indah.Tidak bisa lagi merangkul sosok seorang ayah. Jika uang bisa menghidupkan ayahku kembali aku rela bekerja siang dan malam tanpa henti untuk membelinya..."
ucap indah memberi nasehat yang bagus buat andre...
Andre tertegun dan merasa tidak menyangka gadis muda itu bisa memberikan nasihat yang meluluhkan hatinya....
"Saat nya mas andre meraih kebahagian. Tutup semua cerita pahit di masa lalu mas"....
"Terima kasih yah indah, kamu sudah mendampingiku sampai saat ini" ucap andre...
Indah hanya mengangguk
"Iyah mas...sekarang mas andre tidur dan istirahat yah. Semua keputusan ada di tangan mas andre...
Indah ke kamar dulu yah mas?"
Ucap indah sambil bangkit dari duduknya lalu gadis itu keluar dari kamar andre...
Pria berusia 33 tahun itu meresapi kata-kata singkat dari gadis muda yang cerdas dan bijaksana itu......
.....
Hingga sore menjelang malam di kota negeri matahari terbit itu...
Andre mengirim pesan wa pada indah.
"Aku sudah membuat keputusan...
Kita chek out sekarang dan menemui keluargaku... "
Pesan andre
"Ok mas.."
Balasan indah...
Indah merasa lega dan senang membaca pesan dari andre..
Tak berapa lama kemudian....
...tok...tok...tok...
Andre mengetuk pintu kamar indah..
Indah langsung membukanya dan sudah bersiap-siap keluar chek out dari hotel..
Andre langsung melaju dengan mobilnya menemui keluarganya..
Dorongan kata-kata sedih dari sang kakak serta motivasi kuat dari indah. Akhirnya mampu memecahkan rasa ke egoisan andre akan dendam pada orang tuanya....
Lalu...
Mereka memasuki gerbang rumah bak istana itu...
Aldo sendiri sudah punya firasat adiknya itu akan datang...dia sudah siap-siap menunggu dan sudah mendengar suara mobil...
Andre dan indah berjalan memasuki pintu besar rumah..
Saat andre menekan bell..pintu langsung di buka oleh aldo sendiri..
Sosok kakak perkasa itu langsung memeluk hangat adiknya....
"Si kancil keparatku akhirnya datang" ucap aldo langsung memeluk erat dan merangkul adiknya itu dengan senyuman bahagia..
Andre pun tersenyum mendengar gelar unik dari kakaknya itu
"Ayo indah.." ajak aldo masuk kedalam rumah yang mewah itu dengan interior nuansa modern namun tidak menghilangkan nuansa classicnya..
ayu sadana selaku istri aldo menyambut indah dan memerintahkan pelayannya untuk membawa barang-barang mereka masuk ke kamar yang sudah di sediakan.
Mereka berjalan memasuki ruang keluarga yang sudah sangat lama di tinggalkan oleh andre..
Terlihat disana sudah duduk sepasang kekasih classic yang tak lain adalah rudi wijaya dan rika oktavia. Sang bunda yang sudah tiba di jepang...
Bukan main senangnya aldo akhirnya cita-citanya mempersatukan keluarganya yang sempat pecah kini bisa menyatu kembali.
"Ayah, ini anak kesayanganmu aku sudah menangkapnya agar tidak lari lagi"..
Mereka tersenyum bersama mendengar ucapan aldo....
Sang ayah dan bunda berdiri menyambut andre.
Saat andre menundukkan kepalanya dan ingin berlutut di kaki sang ayah. (Pertanda memberikan penghormatan tertinggi bagi suku jepang)..
Sang ayah langsung menangkap cepat anak bungsunya itu lalu memeluknya dengan sangat erat dan hangat..
"Maaf kan ayah nak, maaf kan." Ucap rudi wijaya berkali-kali sambil menciumi kepala anak bungsunya itu..
Pelukan yang sudah sangat lama sekali dia rindukan bahkan dia bertahan hidup dengan penyesalan panjang demi menunggu sang anak kembali membuka pintu maafnya...
Sang bunda dan aldo langsung ikut memeluk ayahnya dan andre, mereka berempat berpelukan dengan tangisan haru bahagia bisa lagi berkumpul kembali bersama setelah bertahun-tahun kehilangan moment berharga itu bahkan bisa di katakan hampir punah...
...