The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
Ex-Part 17



Seorang penembak jitu (sniper) asal interpol australia membidik tepat sasaran, Ternyata sebuah peluru itu lebih cepat menembus lengan brest dari pada kepala andre.


Brest dan gang nya sama sekali tidak menduga jika interpol datang bergerombol berjumlah 40 orang yang bergabung dengan kepolisian lokal (singapura).


Momen emas itu pun tidak di lewatkan oleh aldo dkk. Saat brest dan gengnya lengah Dengan hitungan per detik saja. Mereka langsung bangkit dengan cepat. aldo menerjang keras tepat di bagian sisi perut brest, hingga ia langsung tersungkur kesakitan, sementara andre mengambil cepat pistol aldo yang sempat terjatuh lalu membidik kepala brest dan memijak tengkuk lehernya agar orang paling di cari itu (wanted) tidak bisa lari kemana-mana lagi....


"Jangan bergerak! tempat ini sudah di kepung, kami dari kepolisian internasioanal bertugas menangkap kalian (brest dan geng)" ucap kepala interpol asal australia (bhs inggris)


Di waktu bersamaan, fengley huang veng serta para interpol jepang-australia-singapura membantu penyergapan para gangster,


mereka sempat memberikan perlawanan keras dan mencoba melarikan diri. terpaksa, salah satu kaki mereka harus di lumpuhkan dengan peluru panas.


Beberapa interpol jepang langsung sigap membantu aldo dan andre untuk melakukan penangkapan terhadap buronan kelas kakap itu ( brest ), serta memberikan perlindungan fisik terhadap aldo sebagai warga negara jepang. brest merupakan buron paling berbahaya dan paling sulit di tangkap.


Akhirnya brest dan gengnya semua tidak bisa lagi memberikan perlawanan. semuanya di borgol oleh kepolisian internasional. Kasus brest di proses si ranah hukum.....


"Ichirooooo...." teriak ayu sadana yang berlari kencang memeluk suami tercinta sambil menangis. kemudian di susul hiroshi. sedangkan rey berlari membantu andre..


" Asuka" ucap aldo terkejut istrinya tiba-tiba ikut dalam rombongan kepolisian...


Mereka pun berpelukan dengan tangisan haru. aldo menciumi istrinya dan sangat bahagia bisa bertemu dengan keluarganya lagi...


"Terima kasih atas bantuan mu bapak ichiro, brest orang yang paling kami cara selama ini dan penangkapannya selalu gagal. lain waktu kami akan memanggilmu untuk keterangan lebih lanjut" ucap interpol australia (bhs inggris)


"Siap pak! dengan senang hati dan saya juga berterima kasih" (bhs inggris) ucap aldo sambil membungkuk kan badannya khas orang jepang.


Para interpol itu pun pergi meninggalkan aldo dkk...


"aku pasti akan membunuhmu, jika kau datang terlambat",..ucap aldo pada hiroshi (bhs jpg)


"Maaf bos, kami sedikit tersendat saat menuju kantor kepolisian lokal, Hampir saja intel brest mengetahui tujuan kami dan terus mengikuti. Beruntung nona asuka tiba-tiba menelpon dan mendatangi kami, sehingga mereka tidak curiga dan berhenti mengikuti, di kepolisian lokal nona asuka juga bisa memberikan alasan, sehingga memperkuat tujuan kami bergabung dengan kepolisian lokal" jawab hiroshi..(bhs jpg)


(Ayu sadana mewakili keluarga wijaya, memperkuat laporan bahwa suaminya serta keluarganya sedang terancam pebunuhan berencana oleh buron brest, dia membawa nama Rudy wijaya pengusaha kaya (vvip) sehingga interpol bisa mudah bergabung dengan kepolisian lokal dan tidak bisa terdeteksi oleh intel brest)


"Terima kasih sayang, hiroshi yang menyuruhmu datang?" Tanya aldo


"Bukan! Tapi ayah, ayah menyuruhku untuk segera datang secepat mungkin. Bahkan dia menukar jadwal penerbanganku menjadi pukul 02.00 pagi hari. Dan langsung membangunkanku sendiri. Ayah mengatakan aku harus pergi sebelum mayumi dan shinji bangun dan sebelum terlambat, mantan bigbos mafia itu sepertinya tidak bisa kamu sepele kan" ucap ayu tersenyum kepada suaminya...


Mata aldo berkaca-kaca dalam hatinya berkata;


Aku harus membencinya atau mengasihaninya....


.......


setelah brest di bawa pihak interpol, andre langsung terduduk lemas


rey membantu andre membersihkan bajunya, dan berdiri memapahnya..


"Kamu baik-baik saja bos, wajahmu terlihat sangat pucat?" tanya rey...


"Entah lah rey, nafasku terasa sangat sesak.." jawab andre..


"Tiba-tiba andre terjatuh saat rey ingin memapahnya berjalan


"Bos...bos...bos..." panggil rey..


Mendengar sautan rey pada andre


spontan, Hiroshi, aldo dan ayu sadana serta fengley dan huang veng berlari menghampiri andre...


"Andre...andre...bangun andre..."


aldo mengoyang-goyang kan tubuh andre...


"Ka..ka...(sesak nafas)" ucap andre terbata-bata...


"Andreeeeeeeeeeee...hiks.hiks..hikss..."


teriak aldo sambil menangis


Mereka pun panik serta kebingungan....


"Bos dia masih bernafas" ucap hiroshi pada aldo..(bhs jpg)


Tanpa pikir panjang lagi dengan cepat, mereka membopong andre menuju ke mobil dan membawa andre kerumah sakit tempat dimana andre dulu di rawat dan mengalami koma selama satu tahun..


Saat tiba di rumah sakit andre langsung mendapatkan perawatan khusus di ruang icu


"andre bertahanlah" ucap aldo yang ikut menuntun andre


Aldo dkk mengalami kelelahan cukup hebat dalam kondisi lebam...


Fengley dan huang veng juga mendapat perawaran rehat disana..


"Mas biar aku yang mengurusnya! kamu istirahatlah dulu" pinta ayu


"Tidak, aku akan menunggu andre dan harus memastikan jika dia tetap hidup" jawab aldo


melihat suaminya bersikeras, Asuka dan rey pergi meninggalkan mereka dan mengurus administrasi rumah sakit..


"tuuuuuuuuut" (telpon ayu sadana berdering )


"iyah ayah" jawab ayu panggilan dari Rudy


"bagaimana kondisi mereka?" tanya Rudi


"semua dalam kondisi baik ayah, saat ini kami berada di rumah sakit, hanya saja. eiji, cukup parah dan dia koma" jawab ayu dengan nada lambat..


"kau tetap dampingi ichiro. aku akan mengirim orang untuk mendampingi kalian dan dokter ahli syraf dari jepang serta tabib cina, eiji pasti mengalami kelelahan yang dulu pernah dirasakan ichiro" ucap Rudy wijaya..


"iyah baik ayah"


trup...


..........


aldo dan hiroshi masih menunggu di depan ruang icu...


sesaat hening tiba-tiba aldo berkata sendiri,.;


"Ini seperti dejavu..yah ini! dejavu...ini dejavu...masalalu terulang kembali


....apa aku bermimpi?" (bhs jpg)


ucap aldo sendiri seperti orang kebingungan (linglung) sambil kedua tangannya menjambak rambutnya..


"Bos...tenanglah, kita belum mendengar penjelasan dari dokter (bhs jpg)..." ucap hiroshi menenangkan..


"Hiroshi! coba kau tampar aku.." (bhs jpg) perintah aldo


"Tapi..bos....." (bhs jpg)


"Aku bilang coba kau tampar akuuuu"(bhs jpg)


bentak aldo sangat kuat dan penuh emosi


"Paaaaaaak" (suara tamparan hiroshi kepada aldo)


"Iyah benar! (aldo merasakan tamparan hiroshi di pipinya)..sakit...artinya...aku berada di masa sekarang...bukan sedang bermimpi atau ada di masa lalu...,


Hiks...hiks...hikss...kenapa kau (andre) tidak bisa bahagia....tangis aldo yang sangat dalam.(bhs jpg)


Lalu pria yang bernama lengkap aldo kenz itu tersandar lemas kemudian pingsan...


"Bos....bos..bos..(bhs jpg)


""Susteeeeeeeer" teriak hiroshi memanggil tim rumah sakit meminta bantuan...


Akhirnya aldo di bopong dan masuk ruang inap...


Aldo tidak bisa merasakan lagi kelelahan tubuhnya yang amat hebat, akibat terlalu khawatir dengan nasib adiknya itu..


Ayu sadana hiroshi dan rey mengawal mereka secara bergantian..


Suasana genting itu cukup mencekam..


Kondisi fengley, huang veng dan aldo semakin baik...


Hanya andre yang staminanya drop.


....


....


Keesokan paginya!, aldo tersadar kondisinya sudah sangat membaik, dia merasakan semuanya seperti dejavu. Masalalu terulang kembali, bedanya saat ini ayu sadana yang ada di sampingnya, bukan rika oktavia lagi yaitu sang ibu...


Melihat aldo terbangun, ayu sadana berlari kecil mendapati suaminya yang kala itu sedang berusaha bangkit...


"Bagaimana kondisi andre" tanya aldo


"Dia masih koma mas?" (Jawab ayu menunduk..) ayah akan mengirimkan dokter syaraf serta tabib kepercayaannya...


Tiba-tiba dengan cepat aldo mencopot infusnya dan mengganti pakaiannya...


"Mas kamu masih sakit" ucap ayu


"Aku tidak separah andre.."


tanpa sepengetahuan ayu, Aldo mengambil suatu benda dan menyimpannya di saku.


"kamu mau kemana mas? tanya ayu


"aku mau keluar sebentar mencari udara segar" jawab aldo buru-buru keluar..


Aldo bukannya keluar mencari udara segar, namun masuk ke ruang syem salah satu dokter syaraf yang menangani andre dulu...


...Syem terkejut..


(percakapan aldo & syem menggunakan bahasa inggris)


"Katakan kondisi andre seperti apa sekarang?" tanya aldo dengan ekspresi wajah bengis....


"Oouhh..ichiro..Silahkan duduk" jawab si dokter..


"Tidak usah terlalu banyak bicara. Katakan secepatnya, jangan membuat aku semakin emosi.." ucap aldo semakin tegas..


"Eiji masih koma, aku sudah peringatkan dia untuk menjaga ranah kepala yang menjadi titik rawan.." jawab syem..


Aldo langsung menarik baju dokter syem dan menghempaskannya ke lantai..


"Berarti kau lah pengkhianatnya..tidak cukup uang yang ku berikan untuk menyumbat mulutmu agar tidak memberitahu siapapun tentang kondisi eiji. Bukan kah kita sudah membuat perjanjian?? kau mencoba tenang untuk mengelabui ku kan? dan kau pikir aku tidak mengetahuinya jika kau bekerja sama dengan brest" ucap aldo


(Syem salah satu team dokter syaraf asal singapura yang dipercaya aldo dalam menangani cedra otak andre pada masalalu)


Aldo langsung mengeluarkan senjata apinya yang sudah di lengkapi dengan alat peredam, dia membidik tepat di kening dr syem.


"kau tau kan! seorang pengkhianat itu baiknya di tempatkan dimana??? ucap aldo


"Ampuni aku ichiro..(syem memohon sambil memegangi kaki aldo) brest akan mengancam membunuh semua keluargaku jika aku tidak memberitahunya (titik kelemahan andre) Aku terpaksa..." ucap dr syem menangisi serta menyesalinya..


"Apa! terpaksa?? jadi kau mengorbankan keluargaku demi keluargamu?, harusnya kau tidak menelan uang dariku jika kau takut, (bentak aldo sambil melepas paksa kakinya dari tangan syem) dan....


maaf! aku tidak bisa mengampuni seorang pengkhianat licik sepertimu. Kau pasti tidak menduga jika brest runtuh saat ini kan? Kau berpikir dia akan menang dan bisa lari dari ku.." ucap aldo penuh emosi


"Ichiro..ampuni aku..ichiro....aku belum mau mati..aku mohon.."


syem memohon sambil menangis-nagis...


Saat aldo ingin melepas pelurunya..


Tiba-tiba ayu sadana datang terburu-buru, wanita itu tidak yakin, jika suaminya keluar mencari udara segar.


"Ichirooooooooooo..." teriak ayu keras


Dia bergegas menghampiri aldo yang tengah bersiap-siap menembak dr syem..


"Mas tembak aku saja. Aku juga ingin mati. Aku tidak sanggup melihat tingkahmu? apakah kau Kurang puas bertarung dengan para gangster itu..karena ulahmu


adikmu, masih terkapar disana. Dan kau ingin membuat masalah baru lagi, membunuh orang yang akan di tonton jutaan umat.


Lihat itu mas! lihat dengan jelas..itu cctv terpampang...kau akan di tahan, anak kita terlantar, eiji koma, ayah sakit. Terus kepahitan apa lagi yang akan kau suapi kepadaku..


Ucap asuka sambil menangis-nangis tak kuat menahan beban...


Aldo langsung memeluk ayu....


Sambil berkata dalam hatinya..


Benar juga harusnya aku tidak melimpahkan semua masalah ini pada asuka.


"Maaf sayang.." aldo mencium kening istrinya dan menghapus airmata di pipi ayu sadana..


wanita itu menangis sampai terisak-isak..


"tuuuuuuuuut" (ponsel ayu berdering)


ada apa hiroshi (bhs jpg) jawab ayu..


"nona, utusan presiden telah tiba mereka ingin bertemu" (bhs jpg)


"ok"


trup


"Ayuk mas, kita keluar sekarang, tim dokter yang di kirim ayah ingin menemui kita"


"baiklah"


ayu sadana berjalan keluar terlebih dulu.


Aldo menarik kerah dr syem.


dan Berkata;


Kali ini kau selamat. Dengar aku baik-baik syem, mulai saat ini kau harus persiapkan peti matimu. Karena jika eiji tidak selamat! kau harus membayarnya dengan nyawamu....


jawab aldo tegas dengan ekspresi wajah geram..


pria itu menghempaskan dadanya dan keluar dari ruangan syem..


saat ayu berjalan mendapati tim dokter dari jepang..


tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi lalu melihat asal panggilan


"indah????" ucap ayu terpaku


jika aku tidak memberi tahu indah. ini tidak adil baginya. harusnya dia ada di sini, tapi bagaimana memberitahunya??????


.bersambung..


..


..


...


...


..


((Tetap beri applause pada aldo dan andre yah! meskipun mereka mengalami kekalahan wajar dan sangat logika. Aldo dan andre usia mereka sudah memdekati 40an sementara lawan mereka 18-25 tahun. Secara stamina jauh berbeda. dan secara kehebatan juga berbeda, karena aldo dan andre sudah jauh meninggalkan dunia gang mafia..


jadi prediksi andre sangat tepat meski membawa orang satu truk bahkan satu kampung sekalipun gangster itu bisa menghadapinya. kecuali polisi yang sudah memiliki wewenang dan dilengkapi para sniper.


Namun kakak beradik itu masih kuat bertarung. Kalau indonesia sendiri orang-orang yang usianya sudah mendekati 40 an juga bertarung. Tapi sayangnya bertarung dengan penyakit.


Asam urat, diabetes, kolestrol, asam lambung, encok, dll yang paling akut dan mewabah penyakit kanker alias kantung kering..hehe..))


reads sayang! cerita ini jangan terlalu di masuki sampai ke hulu hati yah.


karena TPOL hadir untuk menghibur kalian semua..


meski pun cukup menegangkan di bawa happy aja yah reads..hehehe


terus ikuti keseruan TPOL apakah menuju happy or sad End...penasaran kan? greget mengigit! lu thor..huuuuh..


Vote yang buaaaanyaaaaaaaaaaak yah!!


yayayayaayayaya!