The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
Ex-Part 8



Pagi-pagi yang cerah di kantor Jk Wijaya Group.


Rey Pramanan sudah sibuk dengan laptop, tablet dan ponsel pintarnya di ruang kerjanya..


"Aduuh, dimana-mana sekretaris selalu capek. Pusing! Hasil laporannya kenapa lagi seperti ini..aarrrrgghh" keluh rey sendiri..


...


Tak lama kemudian terdengar langkah kaki berjalan cepat menuju ruang CEO.


"Aahh! Si bos sepertinya sudah datang"


Ucap rey buru-buru ingin menemui atasannya itu..


"Tok...tok..tok..tok"


Rey pun langsung masuk, terlihat andre masih bersantai di kursi kerajaannya.


"Hancur pak! hancur" ucap rey tergesa-gesa menghampiri andre..


"Apanya yang hancur? Wajahmu itu yang hancur" ucap andre santai..


"Pak ini bukan waktunya bercanda,


Lihat ini pak! hasil laporan meeting kita dengan para aliansi bisnis singapura, 90% mereka menyatakan menolak bekerja sama dengan kita pak! alasannya pembagian keuntungan yang terlalu kecil" jawab rey..


"Apah!!! Terlalu kecil? Apa mereka menemukan perusahaan yang bisa memberikan profit keutungan yang lebih besar lagi?" Tanya andre tidak percaya..


"Ada pak! Namanya BREST COMPANY GROUP" jawab rey..


" Brest company group?? Nama yang tidak asing" ucap andre sambil berpikir..


"Benar pak. Mereka memberikan keuntungan yang sangat besar sehingga semua para aliansi yang awalnya sudah menyatakan deal dengan kita malah sekarang berpindah ke perusahaan itu" jawab rey menjelaskan..


"hmmm, ambilkan aku air mineral rey" ucap andre tiba-tiba sangat haus mendengar nama Brest..


"ooh iyah pak!"


rey pun mengambilkan minum. andre minum sekali teguk..


"Ok lah, akan aku pikirkan lagi! Kamu boleh kembali" pinta andre.


"Ok pak"....


rey meninggalkan ruangan andre..


......


"Brest" hmmm..sepertinya aku mengenalnya andre mengingat-ingat nama itu dengan sangat serius...


Tiba-tiba ponsel andre berbunyi..


Tanda pesan via whatsapp masuk.


Pesan dari Aldo kenz (ichiro dari jepang)


"Aku ingin bicara dengan mu via skype"


Andre langsung bergegas membuka laptopnya dan melakukan panggilan via skype dengan aldo.


"Andre! bagaimana perkembangan bisnismu di singapura? (Aldo sudah mengetahui tapi dia pura-pura bertanya pada andre)


"Kau mengenal Brest kak? Tanya andre..


"Iyah..aku akan mengingatkanmu kembali.


Masalalu Brest merupakan ketua gangster dari aliansi big bos mafia asal singapura dan Gangster mereka menjadi lawan kita dulu. Sekarang dia menjadi salah satu anggota big bos mafia yang cukup kuat dan hebat. Gangsternya menjadi pringkat pertama di dunia mafia" aldo menjelaskan


"Oohhh..iyah.." ucap andre mengangguk


"Kau bisa mengingatnya?" Tanya aldo


"Yaah. Aku ingat...berarti dia yang menarik semua aliansi group Jk di singapura" jawab andre..


" iyah. Brest memberikan penawaran profit keuntungan di luar logika kepada mereka. Bisa di katakan dia sudah pasti merugi. Karena saat ini kita sudah cukup besar memberikan profit keuntungan pada setiap aliansi jk. Dia sengaja melakukan ini demi tujuan sebuah tawaran menantang kita untuk kembali bertarung" ucap aldo..


"Baiklah kalau begitu, terima saja tawarannya"


" kamu jangan ceroboh andre. Kamu tau sendirikan dunia mafia itu sangat buas. Aku tidak setangguh seperti dulu. dan kau juga tidak sejenius dulu. Gangster yang kita miliki hanya sebagai bodyguard saja tidak akan kuat melawan gangster mafia yang sudah sangat terlatih, sebaiknya kita mundur. Lepas saja area dunia bisnis untuk singapura, cari wialayah lain saja! Brest cukup berbahaya" Ucap aldo selaku kakak..


"Target Brest bukanlah tentang bisnis, tapi kita,! Kemana pun kita membuka area bisnis dia akan selalu menjadi penghalang sampai kita mau menerima tawarannya dan aku yakin jika kita menolak jakarta, tokyo dan seoul akan menjadi target selanjutnya. Brest itu sangat licik. Dia rela melakukan apa saja demi kepuasan dan ambisi nya untuk mengalahkan kita itu sangat tinggi.


Kau masih ingat dengan chen hae kak. Chen hae ternyata sahabat brest yang menyusup menjadi gangster kita untuk menghabisimu. Tapi sayang misi nya gagal" ucap andre mengingat kembali


(Chen hae tewas di bunuh andre saat pertarungan. Karena chen hae tersangka pengkhianat)


Aldo tertegun dalam hatinya berkata apakah itu yang di maksud brest. Andre masih memiliki hutang dengannya??


"Maksudmu brest ingin balas dendam?" Tanya aldo


"Iyah, kemungkinan!! atau bisa saja dia masih penasaran untuk mengalahkan kita atau merasa tidak punya lawan di dunia mafia" ..jawab andre


"Tapi andre sebaiknya kita menolak?" Pinta aldo lagi.


"Sejak kapan kau menjadi pecundang kak. Jika kita menolak langkah kita akan mati olehnya dan akan menjadi bullyan besar di dunia bisnis" jawab andre...


"Baiklah jika itu menurutmu yang terbaik, aku akan menerima tawarannya, tapi kita perlu strategi untuk mengalahkan brest" ucap aldo kurang yakin dengan kemampuannya..


"iyah kau benar kak. melawan brest bukan dengan kekuatan namun dengan strategi" ucap andre..


"nanti, kita bahas kembali" jawab aldo.


Panggilan Skype pun berakhir..


Andre merebahkan kepalanya di kursi sambil mengingat-ingat masalalunya yang kelam dan brutal. memori andre masih bisa mengingat masa gaangster nya dulu, dia hanya kehilangan kejeniusannya.


"Hhuuuuffftt..aku tau kak, sebenarnya keputusan mundur yang kau ambil sangatlah tepat..melawan dunia mafia sama seperti bunuh diri..kau bukanlah pecundang. Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Mungkin kita sudah sama-sama memiliki tanggung jawab masing-masing. Tapi mundur juga bukan pilihan..


Jika salah satu diantara kita gugur. Kaulah yang harus tetap hidup.


Aku akan berjuang untuk itu..


Ucap andre dalam hatinya....


....