The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 49



...Kantor Jk wijaya group..


Terdengar suara ramai-riuh disana karena ada 50 orang wanita yang sudah akan bersiap mengikuti sleksi calon ART yang memang di dominasi oleh wanita berusia 30an ke atas bahkan ada yang berusia 50an dan hanya sedikit yang berusia 26 keatas, wanita-wanita terdiri dari emak-emak (empok-empok) janda dan gadis tua, semuanya sudah menikah dan pernah menikah tidak ada yang gadis atau perawan....sejatinya, pilihan Rey memanglah benar. karena pada dasarnya calon ART yang pandai memasak adalah emak-emak yang serba bisa semua. Kalau pun ada gadis muda paling hanya masuk salah satu kategori saja. Kalau tidak ART atau memang spesial kejuruan chef dan sangat jarang menemui sosok seperti indah.


Tok..tok..tok..


Rey pun masuk dan menghadap atasannya itu.


"Maaf Pak! kita sudah bisa mendatangi ruang aula sekarang. Mereka sudah berkumpul disana" ucap Rey..


andre yang tengah duduk di sofa ruangannya sudah menunggu Rey.


"Ok..baiklah"


sambut andre dan langsung berdiri. Andre sudah membawa botol minuman dan mengantongi obat khusus. Takut jaga-jaga dia mengalami hal yang sama dengan semalam. Si mantan gangstar ini sudah terbiasa dengan persiapan menyiapkan senjata sebelum mati berperang...


Dalam perjalanan mereka menuju aula. Andre memperhatikan calon-calon kandidat-kandidatnya yang di dominasi oleh para emak-emak (jumlah paling banyak), gadis tua dan janda. yang berdandan dengan menor itu(hihi).,para wanita itu mulai histeris dan gemes karena melihat Andre si pria tampan bak model artis korea-jepang yang tengah lewat..


andre pun mulai panas dingin melihat kerumunan para wanita-wanita itu. Karena tidak ada pilihan lagi. akhirnya, Dia terpaksa masuk dan duduk di kursi seperti biasa.


Andre mulai berkata dalam hatinya:


"Kalau begini tidak ada yang seperti indah bahkan 1/3 nya pun tidak sama sekali" ucap andre me lap keringatnya dengan tisu padahal ruangan itu ber ac. Andre sangat takut menghadapi perempuan dia lebih memilih menghadapi gangstar sadis dan singa lapar. daripada kerumunan para wanita..Andre sering di kejar-kejar perempuan dan mereka itu seperti hantu baginya..


Tibalah masuk calon 1-10 mereka pun siap mempersentasikan keahlian yang di minta. para wanita itu menunjukkan aksi-aksi gila dan liarnya dengan berbagai macam aksi serta cental-centilnya dengan dandanan menor mereka masing-masing. Ada yang berjoged menggoda andre lalu mencoel-coel dagu dan pipinya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Para wanita itu sangat gemes melihat pria tampan di depan mereka. Ingin rasanya andre balik cepat-cepat ke ruangannya namun dia tidak berani melewati kerumanan para wanita-wanita itu. Tiba lah satu orang wanita yang sangat gemes pada andre dengan dandanan menornya pake banget, dia tidak hanya mencoel dagu andre bahkan nekat naik ke atas meja andre dan menggoda pria itu.


"Reeeeeeyyyyyyy, toloooooongg" teriak andre sangat keras, ketakutan berlari ke balik kursi....


Reflek si rey datang tergesa-gesa dan menangkap wanita yang sudah sempat naik ke atas meja tadi dan berkata:


"Ups!! Tenang-tenang nyak, sabar. nanti saya kasih posternya saja yah, bisa puas peluk cium di rumah dan di kamar" Ucap Rey sambil membopong keluar si wanita genit tadi..


Andre pun keluar perlahan-lahan dari persembunyiannya dengan mengendap-endap lalu duduk kembali sambil menarik nafas, menelan ludah dan me-lap keringatnya yang bercucuran.


"Rey".. panggil andre


"Iyah pak" rey pun datang menghampiri atasannya.


"Kamu duduk di atas meja itu saja belakangi aku. Kawal aku.." ucap andre dengan nada lemas..dan meminum obat yang di bawanya tadi, andre pun menyandarkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya.


"Baik pak"


dia pun tersenyum tipis melihat atasannya itu. Merasa geli....


Rey pun terpaksa harus bolak balik dari depan pintu memanggil satu per satu calon ART itu yang masih banyak lalu bergerak lagi duduk di atas meja menutupi atasannya itu..


"Pak..pak..!(membangunkan andre yang mulai hampir tertidur di kursi)


"Lanjutkan saja gk usah pake lama nanti kalau sudah selesai baru kamu bangunkan aku" ucap andre sambil memberi kode tangannya dengan kondisi matanya terpejam dan kepalanya tetap bersandar...


Rey, mempercepat persentasi tiap calon...bahkan ada yang belum sempat bicara sudah di suruh Rey keluar..


..dia sudah mengerti atasannya sudah tidak berminat lagi dengan calon-calon ART yang di carinya. Rey juga tak luput mendapat serangan godaan dan colean dari para wanita-wanita itu. dan para wanita itu ingin menghampiri andre namun terlebih dulu di halangi oleh rey!


Dia pun tidak menyangka mengapa para wanita-wanita ini sangat genit dan liar..dan berkata dalam hati:


Waktu pun terus berlalu akhirnya pencarian pun selesai sudah....


Banyak dari mereka yang protes karena tidak di kasih kesempatan maksimal untuk menunjukkan bakat mereka dan meminta langsung di umumkan hasilnya...


sehingga terasa ramai dan riuh sampai-sampai Rey meminta bantuan pada satpam.


riuhh...ricuh.....ribut..suara rey pun tenggelam bersama ributnya suara para wanita-wanita itu..meski ia sudah menjerit-jerit sambil menepuk-nepuk tangannya..


Akhirnya rey sudah putus asa dia lalu ber-inisiatif mengambil toa (pengeras suara).


"Upss..test..test.test...perhatian!..perhatian! ehemm..


Perhatian semuanya, para emak, enyak, encing, eneng di harapkan tenang. Karena ini bukan pasar tanah abang. Ini kantor!! mohon tertib, Jika ada yang bertanya cukup satu yang mewakili"


Semua pun terdiam...lalu satu diantara mereka langsung bertanya.


"Kami ingin di umumkan hasilnya" ucap salah satu wanita dari mereka...


"Ok! Begini yah!.. masalah hasilnya akan kami proses terlebih dulu yah nyak!!,, jadi tunggu dan duduk manis di rumah masing-masing. Jika ada yang terpilih, bos kami langsung yang akan menghubunginya, jadi mohon bersabar..."ucap rey dengan menggunakan toa..


Mereka pun mulai tenang dan bergerombol-gerombol menuju pintu keluar....


"Hush..hush..hush...(Rey pun bergaya layaknya mengusir ayam dan bebek di ladang) dia pun mengantarkan mereka semua sampai ke depan pintu lobi. Memastikan semuanya sudah keluar sambil berkata.


"tunggu dah tu hp, sampe jamuran pun kagak bakal di telpon-telpon.." ucap rey kesal...


tiba-tiba...


Salah satu staff wanita mencoel rey..


"Mas Rey, saya saja deh yang jadi ART bos kita" ucap si staff dengan centilnya sambil memainkan matanya..


"Niih! Ngomong sama tangan!!. Boro-boro lu jadi ART si boss!!. Masak nasi aja lu kagak tau kapan masaknya" jawab rey kesal dan cukup lelah setelah menghadapi para wanita-wanita tadi...


Dan berjalan menuju ruang aula untuk membangunkan andre..


"Huufffft (rey sambil me-lap keringatnya yang bercucuran dengan tisu. padahal kantor tetap full ac), ini pekerjaan paling gila yang pernah ku terima, susah banget menaklukkan para emak-emak itu", ucap rey..


Sesampai di aula dia pun masuk membangunkan atasannya itu


"Boss!..boss!.bangun boss!"(Rey menepuk-nepuk pelan tangan andre)


"Sudah selesai bos!" ucap rey..


Andre pun langsung terjaga berkata:


"Hah,(bengong) sudah selesai??? Para MONSTER-MONSTER itu sudah pulang? kamu yakin kan??" Ucap andre seperti orang bego dengan mata merahnya....


"Sudah bos"...ucap rey pun tersenyum tertahan...dan berkata dalam hati: "semalam katanya alien sekarang monster"..(sambil tepok jidat)....


Andre pun langsung Bangkit dan berjalan keluar...