The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 69



Kembali gadis muda itu mengumpuli bekas piring andre. Dia pun turun dan langsung mencuci piringnnya.


Setelah selesai..


indah berjalan masuk kedalam kamar. Waktu hampir mendekati pukul 4 pagi.


"Hooh!..kira-kira dia bakal minta makan lagi kagak yah? hmmm, kalau dulu jam segini aku sudah bagun dan siap-siap beraktifitas, kalau sekarang malah mulai tidur...(ucap indah yang merasa aneh dengan perjalanan hidupnya).


Tahan banget pria itu siang malam kerja tidak ada lelahnya..mmm, tapi emang cari uang itu tidak mudah sih, tidak ada kesuksesan dan keberhasilan di ukir dengan hongkang-hongkang kaki dan makan tidur, semua butuh kerja keras dan do'a. Seorang andre yang datang dari konglomerat sekalipun, tetap saja dia bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah untuk perkembangan bisnisnya..


ayooooo, indaaaaah! jangan mau kalah sama si B.G lanjut terus, pantang mundur.." ucap indah yang terus menyemangati dirinya..


Indah menyetel alarm di hp nya. Karena sudah medekati waktu shubuh dan harus siap-siap membuatkan sarapan majikannya lagi.


Waktu terus bergerak menunjukkan pukul 05.10 pagi hari.


Indah pun terbangun dengan alaramnya.


Dia berjalan ke kamar mandi, bersih-bersih, lalu sholat subuh. kemudian, keluar dari kamar, menggerakkan tubuhnya yang masih terasa pegal.


"Uuuuuaaaa!...masih pengen tidur lagi, tapiiii nanti takut kesiangan. hmmm, sudah lah..


Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", ucap indah sambil naik ke atas tangga menuju kamar mandi.


Dia melihat kamar mandi andre yang sedikit kotor, dan berdebu (sedikit mendingan lah akibat sebelumnya sudah di bersihkan oleh petugas kebersihan online, jadi indah gk shock-shock banget)


Pagi itu aku bekerja keras membersihkan kamar mandi si B.G, mulai dari menyikat lantai, Me-lap bak mandi keramik, Me-lap kaca pembatas, memastikan air keran/shower hidup atau mati, mempersiapkan perlengkapan mandinya. Membersihkan wastofel dan finish memberi pengharum kamar mandi.


"hmmmmm haruuuuuuuuuum,!!


Wah! handuk yang bersih sudah mulai habis, boros banget pakai handuk." ucap indah.."


Setelah selesai aku ragu untuk masuk ke kamar pakaian melalui kamarnya. Lalu membuka pintu kamarnya, sedikit mengintip. Suasana penerangan redup dari lampu tidur. Terlihat mas andre tertidur dengan posisi telungkup sangat pulas kelelahan, tanpa mengenakan baju hanya memakai celana pendek saja. Aku tidak tau pukul berapa pria itu mulai tidur.


"Biar saja lah dia mengambil bajunya sendiri, dia masih sangat pulas tertidur. paling-paling kalau dia butuh aku tinggal panggil. "indaaaaaaah" ".


ucap indah dengan mimik wajah yang jelek banget.


indah berencana membersihkan seluruh rumah setelah andre pergi ke kantor..


Akhirnya indah pun turun.


"Sebaiknya aku membuatkan bahan-bahan untuk sarapan saja lah"


dia kembali membuka kulkas mewah nan besar itu.


"Hmmmm, mau buatin sarapan apa yah buat si B.G????...


(Melihat-lihat dengan detail isi kulkas dari atas sampai ke bawah-bawah).


Buat roti bakar...hmm..( melihat tanggal exp) hah! roti nya sudah kadaluarsa, mengapa ini tidak dia kasih ke orang lain. Bakalan terbuang. Berarti bukan salah gue donk. Awas! kalau dia suruh aku makan yah!..


Buat salad, Sayuran tidak ada.


Omelet telur, semalam sudah makan martabak telur.


Pisang bakar, tidak ada pisang.


Ah...satu-satu nya yang bisa di olah, pancake yang bahan-bahannya masih lengkap. Susu cair segarnya juga belum di buka jadi masih bisa di pakai.


Fix! sarapan si B.G.


Pancake versi american style. Tidak tebal, lembut dan enak. kalau japanies dia pasti sudah bosan dan terlalu tebal.


minumnya kopi..sesuai pasangannya...


(indah sudah hapal menu sarapan andre beserta pasangan dan minumannya)...


sekalian buat gue juga donk..emang! Perut dia doang, yang mau kenyang.."


Waktu sudah menujukkan pukul 06.20 pagi. Indah langsung memulainya karena membuat pancake sedikit membutuhkan banyak waktu karena perlu keahlian dan ketelitian. Indah ingin mengerjakannya santai-santai, agar hasil pancake bisa maksimal tidak bantet. sekaligus membuktikan pada andre jika indah adalah koki yang berkualitas dan bisa di andalkan meskipun tidak memiliki ijazah resmi......


Waktu sudah mendekati pukul 07.00 pagi hari..


indah selesai membuatnya. Lalu dia sarapan terlebih dahulu, sekaligus merasakan hasil masakannya..


"hmm, nyuam.nyuam..nyuam..uenak!. Bahkan lebih enak dari pada waktu aku membuatnya dengan seorang chef langsung di resto. Atau karena bahan-bahan yang ada disini berkualitas no 1 semua yah? beda dengan di resto bahannya masih di mix dengan kualitas no 2...aku yakin si B.G gak bakalan kecewa deh! dan meng-awali kerjanya dengan ber-energi" ..


"Saatnya platiiiing...."


Indah pun mem-plating pancake se-rapi dan se-menarik mungkin..dan membuatkan secangkir kopi panas dan tak lupa segelas air putih."


Indah membersihkan dan merapikan area dapur...


Tak berapa lama andre turun memakai pakaian lengkap dan membawa perlengkapan kantornya serta satu buah kaos.


"Aduuh! dia marah kagak yah, aku tidak mempersiapkan pakaiannya.." ucap indah dengan rasa cemas, masih teringat dengan kejadian minggu lalu.


Andre meletakkan semua di meja dan dia masih sibuk dengan ponselnya..


Indah lalu menghidangkannya.


Andre melirik makanan yang terhidang dan perutnya mulai lapar. Kemudian meletakkan ponselnya.


"Kamu taruh dulu semua perlengkapan kantorku ini di mobil dan jangan lupa isi kan air minum. ucap andre pada pelayannya"


"Baik mas"


Indah langsung bergegas mengerjakannya. setelah selesai, dia duduk kembali.


Andre masih dalam kondisi makan pancake. Mereka masih terlihat kaku tanpa bicara. Di tambah lagi indah hanya diam tanpa expresi senyum. pandangan ke arah meja.


Akhirnya, andre pun selesai makan. melihat lagi ponselnya sambil menghabiskan kopi dan air putih..


"Pakaian-pakaian kamu yang di atas jika tidak di pakai lagi, di buang saja! Atau bagi kan dengan orang lain"....ucap andre ketus.


((Ehem, kesannya sok kejam! Tapi perhatian gitu yah))..


Ternyata diam-diam, andre memperhatikan pakaian rumahan indah yang sudah lesu dan pudar,


Indah yang memakai pakain terusan panjang di bawah lutut terlihat pakaian murahan yang di beli di pasar, harganya kurang lebih Rp 100.000 ribu/3 pcs. itu pun! sudah tawar-menawar maut sampai ingin lempar-lemparan sendal dengan si penjual..


"Baik mas. Nanti saya pakai" ucap indah dengan gaya mengangguk (dalam hati indah; cihuii! masih boleh di pakai rupanya)


Andre pun bangkit dan siap-siap berjalan keluar ingin berangkat ke kantor..


"Mas andre sebentar (indah memanggil andre yang sudah beberapa langkah berjalan dan indah pun mengambil sesuatu dari meja dapur) tadi indah melihat ada satu bungkus roti tawar yang sudah exp, sebaiknya di buang saja yah mas?.."


Andre terdiam sejenak expresi alis berkerut dan wajah berpikir..


"Hmmmm! Ya sudah, bungkuskan. sini! biar aku bawa saja" Ucap andre..


Indah langsung mengambil plastik bungkusan dan memberikannya pada majikannya itu. (dalam hati indah; mau di kasih siapa lagi tu roti?)


Akhirnya roti tawar yang masih utuh namun sudah kadaluarsa itu di bawa oleh andre..


"Heeeeeh, leganyaaa. kirain dia bakal bilang.


*Makan saja tuh roti*


kalau seandainya terjadi seperti itu, aku akan langsung melaporkan dia ke Komnas Ham".


ucap indah dengan bergaya kocak pinggang (padahal seandainya pun terjadi belum tentu juga indah berani paling-paling hanya menangis)....


"Aaaaaa..akhirnya si B.G capcus


juga..bebaaaaas.!!!!!" Teriak indah..


(Indah lalu berlari naik ke kamarnya yang berada di atas...


Menghidupkan lampu dan ac)


"Woow!!.....ini dia obat penghilang lelaaaah, ucap indah dengan memandangi lemari mewah yang berisi semua fashion mahal itu, sambil berkata;


"tunggu yah! kalian semua akan menjadi milik resmi indah shakila", ( sambil memeluk dengan menempelkan tubuhnya dan mencium lemari itu)...ihihihihii.."...tawa indah geli..


Indah duduk di kasur empuk itu dan membersihkan nya lalu menjatuhkan dirinya di kasur. "Bruuuk".aaaaaaaahh....!


Tanpa sadar gadis itu tertidurr....


Zzzzzzzzzzz......