The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
Ex-Part 15



Ayu sadana masih histeris menangis di kamarnya, dia sangat kesal dengan aldo. istri pengusaha kaya itu tidak terima dengan keputusan sang suami yang se-enaknya mengambil keputusan sendiri, tanpa memikirkan perasaannya..sanking hancurnya jiwa dan pikirannya, Ayu sadana serasa hampir tidak bisa bernafas.


Tiba-tiba terdengar suara mayumi mengagetkannya..


"Mamaa, kenapa menangis? Tanya mayumi dengan nada suara lembutnya....


"Tidak apa-apa sayang, sini peluk mama!..." jawab ayu sadana sambil mengusap airmatanya..


Mereka pun berpelukan..


"Mama sedih yah papa pergi?" Tanya mayumi lagi..


"Iyah sayang, mama terlalu cengeng di tinggal papa" jawab ayu sadana memaksakan senyumnya...


"Tapi biasanya, mama tidak menangis saat papa pergi ke luar negri, mama jangan sedih. Papa pasti akan kembali lagi kan,." Ucap mayumi yang polos...


Seketika itu mata ayu memerah tak kuasa menahan air matanya.


Kemudian dia memeluk kembali mayumi dengan sangat erat sambil berkata dalam hatinya;


Kau masih terlalu kecil nak untuk memahami semua ini, mama sangat berharap itu terjadi! semoga papamu bisa pulang dengan selamat..


Ayu langsung menghapus airmatanya dengan cepat. Dan berusaha terlihat tegar di depan anaknya...


"Kamu sudah makan malam sayang?"


...Mayumi menggeleng...


"Kita makan ya!.mamah yang suapin, setelah itu kita bermain dengan adik shinji.."


"ok mah," jawab mayumi dengan senyumnya..


melihat senyum mayumi, ayu sadana terbayang dengan senyuman aldo,...


akankah aku kehilangan senyuman itu untuk selamnya ucap ayu dalam hatinya


.......


Sejak kepergian Aldo...


Ayu sadana tidak bisa tidur, tidak selera makan, gelisah, sampai-sampai wanita dua anak itu tidak bisa bekerja. Dia off untuk sementara waktu, Siang dan malam di pakai hanya untuk berdo'a;


"Ya Tuhan! hari ini aku berdoa. Doa yang sangat memaksa. Tolong, jangan engkau ambil suamiku. bukannya diri ini tidak memerima takdir kematian, tapi Aku belum sanggup untuk hidup tanpa dirinya, aku sangat mencintainya, Berikan mereka kekuatan dan pertolongan untuk bisa menghadapi semua masalah yang terjadi.., aku lebih baik kehilangan harta dari pada dirinya..


Ya tuhan ku, selamat kan mereka, karena sesunggunya mereka adalah orang yang sangat baik namun takdir mendorongnya masuk ke dunia hitam..sudah cukup cobaan berat itu terlalui, jangan berikan lagi kami cobaan di luar batas kemampuan kami, amiin"...


Itu lah isi doa ayu setiap hari..


Aku (ayu sadana) bagaikan mayat hidup yang berjalan. Menunggu kabar baik ataupun buruk. Semangatku terbang entah kemana, nyawa yang tersisa karena adanya mayumi dan shinji.....


............


Saat makan malam, bersama kedua mertua..


...."asuka..asuka.." panggil Rika oktavia saat di meja makan


"....i..iiiyah mah" jawab ayu tersadar dalam lamunannya


"Kamu kenapa? Sakit? wajahmu sangat pucat!" Tanya ibu mertua. Rika belum mengetahui prihal aldo dan andre akan bertarung...


"Aku rasa iyah mah"...


(Dalam hati ayu. Ingin sekali rasanya aku menumpahkan beban ini. Tapi apalah daya kehidupan kami sama-sama rumit. Ayah (rudi wijaya) kondisinya juga tidak baik)


"Mungkin kamu lelah, apa shinji malam terlalu rewel? Tanya Rika


"Iyah kemungkinan begitu mah! aku ke kamar dulu" ucap ayu berbohong. Dia bangkit dari kursinya meninggalkan kedua mertuanya itu


Rudi wijaya sudah paham, kenapa menantu sulungnya itu tidak sedang enak badan dan terlihat sangat pucat, Hanya Rika oktavia yang tidak mengetahui jika kedua anak laki-laki nya akan bertarung..


..............


Sedangkan situasi di rumah indah. Terasa aman-aman saja. Wanita yang tengah hamil muda itu. Sama sekali tidak kepikiran jika suaminya akan mengulang kisah masalalunya lagi.


Saat indah menelpon dan mengirim pesan, andre selalu membalasnya bahkan andre sempat bercanda dengan istrinya itu. Jadi sama sekali tidak ada kecurigaan sedikit pun. Indah tetap bekerja seperti biasa dan dia sangat bahagia bisa berkumpul dengan ibu dan adik kandungnya..


Namun indah tetap mendoakan suaminya itu di setiap sujud nya...


Kedua wanita hebat itu sama-sama terus men-doakan suami mereka masing-masing, namun bedanya ayu sadana sudah mengetahui tujuan aldo dan andre sebenarnya.


Sedangkan indah tidak..


....................


Keesokan harinya...


Di dalam apartemen ke enam pria itu berkumpul membahas strategi siasat penyerangan sampai dengan penangkapan brest,.....


"Hiroshi, Rey! harapan terakhir kami bergantung pada kalian. sedikit saja langkah kalian terbaca oleh intel brest yang tersebar di kota ini, maka sudah pasti kita akan gagal, bahkan kabarnya dia sudah mempersiapkan helikopter di area pertarungan untuk siaga dari kejaran polisi, dan misi kita kali ini adalah untuk membantu interpol dalam penangkapan brest,...(Hiroshi, Rey our last hope depends on you. just a little step you read by intelligence brest scattered in this city, then it is certain we will fail, even reportedly he has prepared a helicopter in the battle area to be on alert from the police pursuit, and our mission this time is to assist interpol in arresting brest ,. ...) " ."


ucap aldo menjelaskan


"ok bos," jawab keduanya...


setelah itu mereka melakukan pemanasan otot dan sendi tulang di salah satu gallery club kebugaran di kota singapura..


Pertarungan akan di adakan besok tepat pukul 10 pagi di pergudangan lama.


interpol secara tersembunyi sudah di datangkan dari jepang tinggal menunggu dari australia,....


Begitu juga dengan team brest dia akan menurunkan jagoan-jagoan gangster terbaiknya nanti untuk melawan aldo dan andre segala persiapan mereka cukup sempurna dan sangat matang...dan brest yakin 100% kemenangan ada di tangannya..


.....


waktu terus berjalan...


saat malam hari...


Ayu sadana yang sudah mengetahui besok suaminya akan bertarung antara mendengar hidup atau mati. Perasaannya begitu bergejolak tak tentu arah. rasanya dia ingin menangis tapi tidak bisa. ingin menjerit juga tidak bisa..beban itu menumpuk menjadi satu di dalam dadanya dan terasa sangat sesak..


"mama?" panggil mayumi masuk ke kamar ibunya....


"iyah sayang, ada apa?" jawab ayu..


"di panggil kakek?" ucap mayumi..


"ooh...baiklah"..


ayu dan anaknya keluar dari kamar menuju ruang khusus Rudy wijaya..


saat di pintu...


"sayang, main sama para shitta dulu yah! kakek ingin ngobrol dengan mama" pinta ayu pada mayumi..


"iyah baiklah.."


mayumi pun pergi meninggalkan ibunya.


kemudian ayu sadana masuk ke ruang khusus Rudi wijaya tidak ada Rika oktavia disana..


Rudi berdiri menatap jendela..


ayu sadana pun duduk..


"ayah memanggilku?" tanya ayu..


"besok pagi kau harus menyusul ichiro ke singapura, jangan menunggu kabar, karena aku yakin kehadiranmu pasti sangat berarti untuknya" pinta rudy..


"ayah sudah mengetahuinya???" tanya ayu terkejut dan reflek langsung berdiri, dia tidak menyangka jika ayah mertuanya itu sudah mengetahuinya..


"mereka adalah kedua putraku, pastilah aku mengetahui langkah mereka, ichiro dari kecil tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku. gerak-gerik kegelisahannya sangat mudah aku baca. dia berbeda dengan eiji..,dan aku yakin naomi (indah) tidak mengetahuinya tapi itu lebih baik karena dia sedang hamil"...


rudy balik badan..


"asuka, kau satu-satu nya yang bisa membantu ichiro," ucap Rudy wijaya


ayu sadana meneteskan air mata...


"percayakan shinji dan mayumi pada kami" ucap rudy kembali...


"baik lah ayah, besok pagi aku akan berangkat ke singapura"...jawab ayu.


wanita itu keluar dari ruangan ayah mertuanya dan masuk ke dalam kamar langsung mengambil koper dan mengemasi beberapa pakaiannya serta menelpon asistennya untuk mengurus tiket keberangkatan pagi jepang-singapura, pukul 06.00 waktu setempat.....


bersambung.


reads ayo donk!!! vote nya yang banyak jangan pelit reads...minggu ini kasih ke TPOL semua votenya...yayayayayaya


author kepengen banget nih! TPOL masuk rangking 20 besar aja. soalnya rangkingnya merosot terus..


huaaaaaaaaaaa.hiks..hikss..sedih..up nya pun jadi lama patah semangat......


apa ceritanya kurang menarik yah????(garuk-garuk kepala)...