The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 51



Si gadis yang bernama indah itu pun tiba di rumahnya, namun indah tidak menemukan siapa-siapa disana. Tapi Dia sudah mengetahui kunci rumah rahasia penyimpanan ibunya. Lalu indah membuka pintu dan masuk kerumah.


"Mama kemana yah?" (sambil membuka sepatu snakernya dan berjalan ke atas meja melihat makanan sudah tersedia, Menunya adalah sayur bening, tempe bauchem, sambal terasi. Tanpa pikir panjang indah langsung membersihkan tangan dan mengambil piring lalu makan, karena perutnya sudah sangat sangat lapar)..


Setelah selesai..


Uuuuhhh!!! Alhamdulillah,....enaknya!! masakan emak memang paling enak" ucapnya sambil senyum-senyum. Bangkit merapikan meja makan lalu mencuci piringnya.


menu sederhana itu sudah sangat istimewa bagi gadis itu di rumahnya, karena dia sendiri sudah terbiasa hanya makan pakai menu kecap, garam ataupun kerupuk, sebab itu jika ibunya gajian membeli banyak-banyak beras. Ibu dan anak itu berusaha benar-benar menghemat agar semua bisa tercukupi.


Setelah selesai..


Indah pun pergi mandi, gosok gigi, bersih-bersih karena dia merasa kulitnya serasa terbakar dan bau keringat menghadapai panas terik nya hari itu di tambah lagi asap debu di jalan karena indah naik sepeda motor. Setelah itu indahpun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu, sholat ashar.


Dan melamun di atas sajadahnya mulai menyadari jika dirinya belum bisa menyempurnakan ibadah sholat 5 waktu dan masih banyak yang bolong-bolong (tertinggal) bahkan tidak tepat waktu...sementara permintaannya banyak kepada Tuhan..indah berdo'a.


"Ya allah, dari sekian banyak lamaran yang aku kirimkan. Aku mohon ada salah satu diantaranya yang menerimaku, amin"


Sehabis sholat indah pun bergerak melanjutkan misinya:


"..aaaahh..bobo dulu aah, sampai menunggu si mama pulang..." ucap indah sendiri..


Di hari dan waktu yang sama, saat herman bertemu dengan andre. Rika Oktavia pun berinisiatif datang menemui indah dirumah nya...


Saat indah ingin merebahkan diri terdengar suara mobil.."bruumm"


"Siapa itu" pikir indah langsung bangkit lalu mengintip dari jendela.


"Tante Rika??? Mau apa lagi dia datang kesini??" ucap indah bertanya-tanya...


Rika oktavia sengaja tidak menghubungi indah beberapa hari ini agar gadis itu bisa menenangkan diri terlebih dahulu..


"Assalamualaikum" suara lembut seorang wanita memanggil dari depan pintu


Indah keluar dari kamar.


"Wa'alaikumsalam" ucap indah sambil membuka pintu..


"Indah, " ucap wanita itu sambil tersenyum merekah..


" tante??".


Reflek wanita itu memeluk indah.. (emaknya andre cari-cari perhatian gitu lah)..


"apa kabar kamu??"


"..baik tante....tante apa kabar?"


"Baik"


"Masuk tante"


"Tidak usah kita di sini saja." ( menunjukkan bangku diteras)


Sebelum duduk...


"Indah, sebelumnya saya minta maaf atas nama andre (sambil membungkuk kan badan nya)..


"Ah...tidak apa-apa tante, indah sudah melupakannya kog!


(dalam hati indah; mengapa harus emaknya yang datang harusnya anaknya yang datang kesini untuk meminta maaf)


Ayo duduk tante, oh yah, tante mau di buatin teh?"


"Tidak usah indah,.saya hanya sebentar,..


oh yah indah, saya memang belum memberi sisa gaji kamu. Karena pada dasarnya saya belum memecat kamu begitu juga dengan andre. Dia hanya merasa tidak terima mengapa sebelumnya tidak ada komunikasi atas persetujuannya. Andre memang masih memiliki sindrom takut pada wanita.


Sebab itu saya meminta maaf atas nama anak saya dan kamu bisa memaklumi semua itu..


(Sejenak terdiam dengan mata berkaca-kaca)


Anggap saja saat ini kamu sedang libur. Saya yakin andre akan datang meminta kamu lagi.


Indaah....(sapa dengan lembut sambil memegang tangan indah) sejatinya kita adalah 2 wanita yang memiliki mimpi atau keinginan masing-masing. Kita seperti layaknya saat ini sama-sama sedang mendaki sebuah gunung untuk mencapai puncak. Kamu ingin sebuah cita-cita dan perubahan hidup dan saya ingin anak saya segera sembuh dan bahagia. Jadi, saya ingin kita bekerja sama untuk bisa sampai bersamaan ke puncak keinginan itu. Sekali lagi! bantu saya untuk bisa menebus kesalahan saya indah. (Reflek tante Rika ingin berlutut di hadapan indah).


"Tante....(indah menangkap bahu sosok ibu itu) sudah jangan seperti itu" (wanita itu kembali duduk)..


"Indah paham tante,.. tapi. masalahnya! percuma jika hanya keinginan tante saja memilih saya untuk menjadi asisten pribadi mas andre. Jika dia sendiri tidak menginginkannya, Karena saya bekerja dan tinggal dengan dia"..


"Kamu tenang saja. Andre akan datang kesini untuk membawa kamu. Saya yakin sekali itu, Kedatangan saya kesini bertujuan ingin memberi tahu padamu bahwa kamu masih dalam status bekerja untuk andre. Hanya sedikit kesalah pahaman ini saja membuatnya tertunda".


Indah hanya bisa terdiam mendengar kata-kata manis dari wanita itu. Rika oktavia terkenal dengan kecerdasan dan kehebatan rayuan lembut nya dalam membentuk kerjasama antar bisnis..


"Indah, saya permisi dulu yah! Saya harap kamu paham dengan apa yang saya ucapkan tadi. (Sambil membungkuk kan diri ala orang jepang) sekali lagi saya minta maaf padamu"


"Iyah tante, nanti saya pikirkan lagi"...


Indah lalu berdiri mengantarkan wanita itu ke depan mobilnya dengan menggunakan payung. Kebetulan hari itu suasananya gerimis kecil..


Setelah ibu dari majikannya itu masuk ke dalam mobil. indah pun kembali ke terasnya sambil memandang mobil rika keluar memastikan wanita itu pergi dari pekarangan kecil rumahnya sambil berkata dalam hati;..


"Begitulah perjuangan kasih sayang ibu yang terkadang tidak terlihat oleh anaknya, menyedihkan memang dan terasa sakit. Tapi memang hati wanita itu terbuat dari baja. Dia rela menyisihkan waktunya yang padat dan datang sendiri, tanpa seorang supir dengan hujan-hujanan hanya untuk menemuiku meminta maaf atas nama anaknya dan berharap secercah harapan agar aku masih tetap mau bekerja dengan anaknya. Terpancar dari raut wajah dan tubuh yang mulai renta tapi masih tetap bertahan. Bagaimana agar anaknya bisa segera sembuh dan menebus kesalahannya yang dulu sempat khilaf mengabaikan anaknya.


Kog! Aku jadi mewek yah??"


Sudahlah pikir indah lalu masuk dan menutup pintu..saat indah ingin masuk ke kamar


Terdengar langkah kaki dan suara ingin membuka pintu.


Apa dia balik lagi? pikir indah...indah cepat-cepat membuka pintu (terlihat mamanya sedang mencari kunci di tempat penyimpanannya)


"Mama.." sapa indah melihat ibunya dalam kondisi sedikit basah......


"Eh, kamu sudah pulang, mama pikir belum" (ibunya pun masuk sambil menenteng sebuah benda dalam plastik hitam)..


"Mama dari mana?."


"Mama keliling sebentar mencari jahitan"


"Banyak dapat ma?"


"Yaaaah! satu saja, hanya memotongkan celana?, zaman sekarang ini memang agak susah mencari jahitan. Orang-orang lebih memilih beli baju yang sudah jadi. Karena alasan Lebih murah. Jadi mama, terpaksa harus keliling mencarinya tidak bisa menunggu di rumah saja..(lalu minum dan duduk di meja makan, indah duduk di sofa)"


Mendengar hal itu indah tertegun dan raut wajahnya sedikit sedih dan berkata dalam hati: "berarti mama tadi keliling-keliling gang (dor to dor) mencari jahitan"


Hari itu dia menyaksikan dua perjuangan sosok ibu yang hebat.


Sang ibu pun melirik indah..lalu berjalan dan duduk di samping indah..


"Itulah rezeki kita hari ini. Harus bersyukur yah! ucap sang mama merangkul bahu anak perempuannya"


Indah pun tersenyum kecil...


"Iyah mah"


"Bagaimana ceritamu hari ini? Apa ijazahmu sudah bisa di ambil??"


"Belum maa..satu bulan lagi, indah hanya di kasih sktl saja. Dan hari ini indah sudah mengirim beberapa lamaran dengan menggunakan sktl itu, besok indah berencana ingin mengikuti walk interview lagi, mudah-mudahan ada yang menerima. Do'a in yah ma"


"Tentu sayang, mama selalu mendo'a kan kamu. Siang dan malam. Yah sudah, kamu istirahat dulu yah! Mama mau siapin jahitan itu sebentar agar besok bisa langsung di antar"


"Iyah mah..."


Kedua wanita itu beranjak dari tempat duduknya..


...........