![The Power Of Love [TPOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-power-of-love--tpol-.webp)
Indah pun membangunkan majikannya itu..
"Mas andre sudah sampai" ucap indah (menepuk pelan kakinya)..
"Ooh sudah sampai yah?..setengah jam lagi kamu antarkan aku donat dan kopi".
Ucap andre sambil bangkit dan membuka pintu mobil lalu membuka pintu rumahnya masuk saja dan naik tangga menuju kamar nya. Dia mau tancap gas mengejar pekerjaannya yang hampir deadline itu dan merasa sudah lega ada indah si pelayan pribadinya...
Indah membawa sendiri semua barang-barangnya dan tentengan donat itu (nasib babu).. lalu berjalan perlahan-lahan masuk kerumah andre dengan mimik wajah bengong sambil melihat-lihat suasana..
"Hah, Kenapa rumah ini kotor sekali, dasar si B.G baru di tinggal sebentar saja rumah sudah hancur begini?" ucap indah dalam hati...
piring-piring bekas makanan andre semua terletak di atas meja. Namun tidak separah waktu andre memanggil petugas kebersihan online. Seandainya indah melihat rumah andre yang berantakan waktu pertama kali mungkin gadis itu bisa drop untuk yang kedua kali nya..
Indah langsung masuk ke kamar ART dan menaruh semua barang-barangnya. Mengganti pakaiannya. Hal yang pertama dia lakukan adalah memasak nasi. Lalu begegas membersihkan rumah dan mencuci piring yang terletak di atas meja.
Tak berapa lama suara andre memanggil dari atas pria itu tidak menelpon karena andre tau pasti indah lagi membersihkan rumahnya yang kotor di bawah.
"Indaaah mana donatnya" Teriak andre dari atas.
"Iyah mas, sebentaaaar" ucap indah dari bawah.
Tak berapa lama aku mengantarkan secangkir kopi, donat plus air putih dan mengantarnya langsung. Mas Andre sengaja tidak mengunci pintunya, kemudian seperti biasa aku meletakkan makanan itu semua di meja kamar teras balkonnya dan sambil duduk disana menunggu si B.G bangkit dari meja kerjanya. Aku memperhatikan sekitar kamarnya mulai kotor dan berdebu. Berarti selama satu minggu tidak ada yang membersihkan kamar ini, ucapku dalam hati..
Kelang 5 menit mas andre bangkit dari meja kerjanya. Dan berjalan ke arah balkon. Kami duduk berhadap-hadapan, risih sekali sebenarnya. Aku sedikit tegang masih terngiang-ngiang suara keras dan wajah seram mas andre saat memarahiku kemarin. Entah kenapa, jantungku ini lemah sekali dengan hal-hal yang seperti itu. Tidak bisa menghadapi pria yang memiliki tempramen tinggi seperti si B.G ini. Aku kembali memasang wajah datar dan tidak senyum. Tidak berani menatap wajah dan matanya takut nanti dia salah paham lagi. Dia pikir aku sedang menggodanya. Akhirnya, pandanganku hanya ke meja dan ke sekitar melihat-lihat view indah area komplek dengan suasana angin malam..
(Mereka tetap tidak berkomunikasi
Andre dengan gaya sok kerennya. Makan donat dan minum kopi. Sambil melihat-lihat hpnya memperhatikan banyaknya email/wa group yang masuk. Sesekali andre melihat wajah indah yang pandangan matanya ke samping dan hanya diam tidak berkata-kata sepatah pun.)
Setelah semuanya habis..
Aku mengumpuli piring dan gelas. Bersiap-siap akan turun.
"Berapa banyak tadi donatnya kamu beli?" Tanya andre..
"Ada 6 donat mas"
"2 lagi jangan lupa di makan yah, aku tidak ingin ada yang terbuang" ucap andre sambil berdiri akan menuju meja kerjanya lagi.
"Baik mas andre" ucap indah mengangguk lalu bergegas langsung turun ke bawah...
"Hmmm, Gadis itu tidak seceria waktu pertama kali aku bertemu dengannya dan lebih banyak diam, apa dia masih marah yah padaku??...
indah turun ke bawah mencuci semua piring dan gelas bekas makanan andre....
"Aaaah!!! buat kopi juga aah!" Ucap indah. (Dia pun bersantai di meja dapur)...
Hmmmm. enaknya kopi buatan ku. Indah gitu loh!, sambil makan donat" dengan gaya centilnya...
(indah yang memiliki karakter gokil, ceria, cengeng kemanja-manjaan mudah tersenyum dan tertawa. Harus menutup rapat semua karakter itu di depan andre yang normal dengan tujuan agar andre tidak salah paham ingin menggodanya dan akan membuka karakter asli nya lagi saat andre kambuh)
Lalu indah membuka kulkas. Memperhatikan dengan detail isi yang tersisa.
"Hmmm, snack sudah habis, buah dan sayuran hijau juga tidak ada. Kog! Cepat busuknya yah? Bukannya packingnya juga bagus baget..hmmmm, nextnya! Mau masak apa yah buat si B.G??.
(indah detail melihat-lihat isi kulkas lalu matanya tertuju dengan jenis kacang-kacangan. Melihat ada packingan kecil daun pandan hijau serta santan siap pakai )..
Ah! Aku masak bubur kacang hijau sajalah dan minumannya air hangat jahe kebetulan gula merah masih banyak" ucap si koki indah..
Indah pun mengeluarkan semua perlengkapan untuk membuat bubur kacang hijau dan minuman jahe, lalu dia masuk ke dalam kamar.
Sejak kerja di sini aku harus membiasakan diri untuk tidak tidur malam. Ini namanya perjuangan hidup, meskipun mata dan tubuhku sangat ingin tidur.
Aku mengambil ponselku. Terlihat 3 kali panggilan tak terjawab dari mama..
Lalu pesan dari dito..
"Sudah sampai kk? Tadi! mama telpon, tapi tidak di angkat"..pesan dito
Indah langsung membalasnya..
"Sudah, pukul 21 Tadi sudah sampai, besok kakak telpon mama lagi" pesan indah.
Malam itu indah hanya online dari ponselnya.. setengah jam kemudian.
"Huuuuaaaaaahh, ngantuk bangeeeet tadi siang hanya sedikit tidur lagi!..ooooh..."
Tanpa sadar indah tertidur dia tak mampu lagi melawan rasa kantuknya menunggu andre menelpon lagi, meskipun sudah minum kopi tubuhnya merasa lelah karena langsung membersihkan rumah andre.
Indah sebenarnya tidak biasa bergadang. Sementara andre dari masa remaja dia sudah terbiasa bergadang. Kalau dulu pria itu belajar matian-matian sampai larut bahkan sampai pagi hanya untuk mencapai kemenangan diajang kompetisi kejeniusan internasional, namun sekarang dia harus bergadang lagi mengejar target perkembangan perusahan-nya,
Andre benar-benar memburu pekerjaannya yang sudah satu minggu ter-abaikan. Dia merasa sudah terlalu banyak beristirahat. Pria yang sekarang sudah memiliki poster tubuh 180 cm lebih itu, sangat gigih bekerja. Pekerjaan adalah pelampiasan akan kesepian dan kehampaan hidupnya yang tidak mau memikirkan tentang wanita dan kehidupan sexsualnya..
..........