The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
Ex Part 4



Minggu, hari libur itu telah berakhir..dimana andre dan indah sudah melakukan bulan madu kecil. Aktifitas kesibukan kembali lagi..


JK Wijaya Group


Suasana kantor terlihat sibuk dengan aktifitas karyawannya. Mereka bekerja pada posisinya masing-masing.


Terlihat juga sosok sekretaris pria yang sedang bekerja serius di meja kerjanya dia adalah Rey Pramanan. Tangan kanan andre sekaligus sahabatnya yang suka humoris namun bisa di andalkan.


......


"Tlililt...tlililit...(bunyi telpon kantor area ruang sekretaris)


"Siap Bos"..ucap rey


"Rey, antar kan aku segelas kopi" perintah andre..


"Ok bos" jawab rey..


~Trup... telpon di tutup.~


Lah! kita kog coupelan gitu yah bos. Aye juga kepengen minum kopi nih. Cocok dah, minum kopi barengan sama si bos. Ucap rey sendiri..


Rey langsung menelpon office boy untuk di buatkan dua gelas kopi..


"Tlililt...tlililit..."(bunyi telpon kantor area dapur)


Rey mencoba menelpon 3 kali namun tidak di angkat..


"Hmmm kemana si Anto, ternyata dia lebih sibuk dari seorang manager yah" ucap Rey kesal,


Pria itu tak sabar akhirnya dia bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju area dapur mendapati anto si office boy (OB)..


.....


Saat sampai di dapur...


Rey terkejut...


Terlihat Pria kecil berkepala botak licin sedang mencuci gelas.


"Wah kenapa ada si ipin di dapur, bukannya dia di malaysie"...ucap rey dalam hati..


Rey mendekat dan berdiri tepat di belakang pria itu.


"Ehem..ehem..eh bung, Mana Anto?" sapa Rey..


"Oh...lagi keluar pak" ucap pria itu kepada rey


"Kamu anak baru yah?" Tanya rey


"Benar pak, kog tau?"


"Yah elaa, gua tanyak? Jawab rey kesal


"Heheeh..iya..iya pak"


"Siapa nama kamu" tanya rey


"Nama saya udin pak?" Jawab pria itu


"Hah, Udin sedunia" balas rey


"Bukan pak,.. nama saya Syaifudin cyrille constantine qudfuz ehen rendra jiwa kusuma adzkala satria mughal..


? " Jawab udin


Mendengar nama udin yang terlalu panjang rey menelan ludah sambil bengong dan terdiam seribu kata...


"Panggilannya?" Tanya rey..


"Udin pak?"...


"ooooouuuhh, sangat panjang yah?, jadi! potong berapa ekor sapi waktu acara pemberian nama kamu?" Tanya rey yang suka sekali bergurau...


"Ehehehe..hanya potong ayam pak! bukan potong sapi.."


"Ooohh...(rey menganguk-angguk)


Lulus waktu UN?" tanya si Rey kocak


"Lulus pak"


"Alhamdulillah, syukurlah...saya pikir kamu kagak lulus, karena nama kamu yang panjang dan berat itu" ucap rey begitu khawatir


"Ehehehe..." si udin cengengesan..


"Sekarang saya mau minta tolong nih.." ucap rey


"Minta tolong apa yah pak.."


"kamu bisa buat kopi?" Tanya Rey


" Bisa pak.." jawab udin...


"Oh bagus..tolong kamu buatkan 2 cangkir kopi dan antar ke ruangan saya, sekretaris CEO. Rey Pramanan Jangan salah..okeyy.." perintah rey..


"Okey pak.." jawab udin mengangguk.


"hmm.oh yah din, sini kamu (rey memperlihatkan sesuatu kepada udin)


Kamu tau ini apa?"


"Tau pak"


"Apa?" Tanya rey


"Telpon"


"Ennah pintaaaar!! ucap rey mengelus-elus kecil kepala botak udin..


Kalau dia berbunyi di angkat yah, bukan di dengerin, ini telpon bukan radio.." ucap rey dengan nada keras..


"Anu pak. Saya tadi tu mau angkat tapi takut.." jawab udin polos...


"Oh! jangan takut dia gak punya taring. Jadi kamu kagak bakalan di gigit" ucap rey dengan wajah lucunya itu...


"Ehehehe pak rey bisa saja...."


"Okey cepat sana buat kopi..." perintah rey


"Baik pak...." jawab udin...


Rey pun kembali ke ruangannya sambil berkata dalam hati.


"Huuuuufftt, semoga anak itu mengerti apa yang aku katakan".


..........


10 menit kemudian si udin datang membawa 2 gelas kopi yang keruangan rey..


"Ini pak kopi nya"


"Ok thanks.."


Udin pun meninggalkan ruangan rey..


Rey langsung bergegas menemui atasannya untuk mengantar kopi..


"Tok..tok..tok"


"Pagi menjelang siang boos. Nampaknya bapak CEO kita ini amat sibuk sekali yah?.ini kopinya bos" ucap rey sumringah


"Kamu minum kopi juga?" Tanya andre..


"Iyah doonk. Sudah lama ni bos kita kagak ngobrol seru.." ucap rey mengambil posisi tempat duduk sambil minum kopi..


Andre pun meminum kopinya


"Ehmmm, enak..i like it..tidak seperti biasanya. Siapa yang membuatnya?" Tanya andre..


"Hmm itu bos OB kita yang baru, aku lupa siapa namanya panjaaaaang banget, Cetar membahana. yang aku ingat hanya udin...".. jawab rey


"Oouuhh..."...


"Oh yah bos, bekapan semua data sudah selesai dan tersimpan rapi.." ucap rey


"Ok terima kasih rey.." jawab andre..


"Lagi sibuk ni bos?"


"Tidak hanya membalas beberapa group wa" jawab andre


Terletak di atas meja sebuah note kecil bertuliskan;


("***Indah you are my wife. I love you, here I struggle not to forget you"


"indah engkau adalah istriku aku mencintaimu ,disini aku berjuang untuk tidak akan melupakanmu***")


"So sweet banget bos tulisannya" jawab Rey


"Kenapa? Kamu cemburu..?" Balas andre..


"...mungkin sepertilah itu bos. Karena aku yang terlebih dulu mengenal dirimu..ahahahahaha"


"Dasar lu warga +62" jawab andre..


"Ciah, si bos udah ngerti kata-kata exis.." balas rey..


"Iyaaaahh tulisan ini bertujuan agar aku tidak melupakannya.." ucap andre


"Maksudnya bos" tanya rey bingung...


"Karena Memori otak ku ini sudah pernah cedra rey, aku takut melupakan sesuatu yang begitu berharga sebab itu lah aku menulisnya"... jawab andre...


(Sedalam itu kah? Ucap rey dalam hati..)


Pandangan andre terlihat kosong ke depan....sesaat dia teringat dengan ucapan dokter syem. salah satu dokter spesialis saraf yang menangani cedra otak andre pada saat di singapura.


("*Mr Eiji. I want to give a message to you, something that has been injured does not rule out the possibility of injury again because we are only human. Therefore keep your head from every violent clash "


" Tuan eiji aku ingin memberi pesan kepadamu, sesuatu yang sudah pernah cedra tidak menutup kemungkinan akan cedra kembali dan kami hanyalah manusia. Sebab itu jagalah kepalamu dari setiap benturan keras*")


Rey memperhatikan atasannya itu.


"Tapi bos itu semua kan sudah berlalu. Sebaiknya pikirkan saja yang bahagia akan datang..hmm, BTW. apa sudah ada tanda-tanda bos.."? Tanya rey mulai menghibur...


Tanda-tanda apa? tanya andre tidak mengerti..


"Ehehehehe si junior kecil Mr andre!!" Jawab rey sambil tersenyum dan menaikkan alisnya...


Andre hanya tersenyum..


"Menurutku itu tuntutan yang terlalu berlebihan." Jawab andre datar..


"hmmm maksudnya bos?" Tanya rey penasaran lagi..


"Rey! kamu tahu kan. Sampai detik ini, aku masih tidak percaya jika aku sudah menikah, dan Aku tidak pernah menargetkan diriku ini bisa menikah. Aku merasakan ini keajaiban dalam hidupku. Dan hal itu sudah merupakan pencapaian luar biasa. Aku sudah puas dan itu sudah lebih dari cukup.." jawab andre


"Hmm..kenapa kamu begitu pesimis bos..apa karena cedra otak itu?, bukan kah tujuan menikah itu memiliki generasi"? Tanya rey...


"Iyah mungkin kau benar. Tapi yang pasti aku pria tidak sesempurna kakakku. Aldo jauh lebih sempurna dari aku. Dia sangat cocok untuk menjadi seorang ayah. Berbeda dengan diriku. Aku tidak bisa mandiri. aku takut jika memiliki seorang anak hanya merepotkan indah.." ucap andre...


"Itu kan menurutmu!


"Jadi bos menundanya..?" Tanya rey mulai penasaran....


"Hmm, tidak juga....aku tidak bisa menjelaskan segalanya padamu. Hanya aku yang paham tentang diriku.." jawab andre...


"Ok lah bos aku mengerti..." ucap rey yang tak mau begitu ikut campur tentang masalah pribadi atasannya itu..


"Tapi saranku kamu harus memiliki generasi penerus bos..." jawab rey meyakinkan kembali...


"Biarkan semuanya terjadi seperti air yang mengalir..( jawab andre simpel..)


Oh yah! apa jobdest kita selanjutnya..?"


"15 menit lagi kita akan meeting dengan para aliansi bisnis singapura bos. Untuk Pengembangan bisnis di sana" jawab rey


"Ok....ayo.." ajak andre..


'Tapi, sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan para aliansi singapura ini. Ada hal yang mencurigakan dari mereka" ucap rey


"Aneh??? apa Maksudmu?"....tanya andre tidak paham...


"Hmmmm, aku belum mengetahuinya secara pasti bos. Mungkin setelah meeting ini..." jawab rey.


"Ok lah...aku berharap semua baik-baik saja.." ucap andre.


Kedua partner kerja itu bergerak menuju ruang meeting untuk bersiap-siap.


..........


hingga waktu terus berlalu..


Pukul 19.30 menjelang malam , andre baru tiba di rumah.


Indah sang istri sudah menyiapkan makanan dengan manis di bantu oleh bibik listi...


Setelah andre bersih-bersih, kedua sepasang kekasih itu pun makan malam bersama sambil ngobrol manis.


"Mas?" panggil indah dengan lembut


"Hmmm" jawab andre


"Mengapa yah mas? Selalu ada saja bahan pertanyaan dari orang lain..


Saat belum menikah. kapan menikah?


Sudah menikah. kapan punya anak?


Sudah memiliki anak. kapan ada anak keduaa?..huuuffttt kagak bakalan habis-habis pertanyan-nya.." ucap indah curhat pada sang suami...


"Jangan di dengarkan,.." ucap andre simpel sambil makan..


"Hmmm...iyah sich"


"Kamu sudah siap menjadi seorang ibu?" tanya andre


"Yaah..Saat indah sudah memilih menjadi seorang istri, maka aku harus siap menjadi seorang ibu" jawab indah


"Menjadi seorang ibu itu tidak mudah sayang. Bukan hanya sekedar kata siap, ingin. Tapi mental yang harus siap. Menjadi seorang ibu banyak hal yang harus kamu korbankan nanti. Banyak hal-hal ke-ego an yang harus kamu bakar...begitu juga dengan seorang ayah...


Menikah denganmu sudah pencapain terhebat dalam hidupku.." ucap andre..


"Jadi mas andre tidak ingin seorang anak.?" Tanya indah dengan expresi wajah cemberut...


"Hmmm..tidak juga, hanya saja aku belum siap mental. Kamu tau sendirikan kondisiku. Aku ini tidak mandiri seperti pria-pria lainnya. Aku takut saat kita punya anak. Kamu akan kesulitan..tapi aku berusaha untuk bisa berubah.." jawab andre..


"Mas kamu ini terlalu merendah. Padahal kamu sudah sempurna untuk menjadi seorang ayah, bagi indah yang penting kita harus tetap bersama-sama...okeyy...janji loh yaaank" pinta indah


"Iyaaaaah, janji"..... jawab andre lembut...


(Andre belum siap secara mental dan masih ragu untuk memiliki seorang anak. jika nanti di anugerahi seorang anak, dia merasa belum bisa mandiri dan merasa takut tidak memiliki waktu untuknya. Karena andre tidak ingin kepahitan masa kecilnya terulang kembali kepada generasinya berikutnya......)


......malam terus berlalu..


Tepat pukul 01.00 wib dini hari.


Andre belum tidur dia masih berkutak-katik dengan leptop dan ponselnya..


Dan tiba-tiba matanya tertuju pada indah yang sedang terbaring di tempat tidur..


Ternyata tubuh indah terlihat mengigil kecil...


"Kenapa dia?" ucap andre dalam hati..


Karena merasa khawatir. Andre pun bangkit dari meja kerjanya dan perlahan mendekati indah...


"Sayang,...indah.." panggil andre..


Namun indah tidak menjawab terlihat masih mengigil...


Saat, Tangan Andre menyentuh dahi indah..


"ah!. suhu tubuhnya sangat panas Sepertinya dia demam"...


ucap Andre panik dan mulai bingung..


Pria itu buru-buru mengambil ponselnya..


Menelpon seorang dokter..


"Tuuuuttt...tuuut...tuuuuuuutt... "


Berkali-kali andre menelpon si dokter namun tak ada jawaban..


"Arrrrgggghhhh kelama-an" ucap andre kesal


Andre dengan gerak cepat mengangkat dan menggendong indah keluar dari kamar dan turun dari tangga..


"Yogaaaa....yogaaaaa...yogaaa" teriak andre memanggil supir pribadi mereka sambil menggendong indah menuju mobil..


Tak lama kemudian yoga sang supir keluar...


"Ada apa tuan....."


"Ayo cepat kerumah sakit..


Indah demam.."


"Ba..ba..baik tuan..."


ucap yoga pun terburu-buru dan


Langsung menyalakan mobil........


...bersambung...


intermizo;...


ponsel: thor? katanya novelmu ini bagus! tapi kenapa rangking nya merosot. 20 besar juga kagak masuk....hahahahaha kasihan deh lo thor...apa mereka yang mengatakan novelmu ini bagus hanya untuk menghiburmu agar kau tidak tenggelam di permukaan..


author: hmmm, sepertinya begitu...


ponsel; kenapa thor, lemas.makanya malas menulis?...


author: hampir..!


ponsel : sabar thor,..teruslah berkarya jangan patah semangat...


author: tapi si sabar sudah pulang kampung, dia mau tahun baruan. dia pulang kampung naik kapal pesiar si andre. katanya dia kepengen juga jadi nyah indah...


......................


reader 1 : woi! authornya udah error tu. kog ngomong sama ponselnya sendiri yah!..


reader 2 : makanya kau vote lah.kau pun cuma membaca aja..udahlah bacanya gratis..


reader 1: nenekmu lah. pake paket data aku ini, apanya yang gratis..


reader 2 : bawa-bawa nenek lah kau ini ah,...numpang wifi tetangganya kau itu..


...........tweweweeng....


tetap stay tuned The Power Of Love memasuki ex part end..