The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 66



Aku tak punya pilihan lagi. Mundur tak mungkin lagi, satu-satunya pilihan hanyalah tetap maju. Berani menghadapi setiap rintangan yang ada. Tetap bersyukur seperti pesan mama. malam itu aku terpaksa ikut dengan mas andre kembali menjadi pelayan si pria upnormal ini. sebenarnya batinku menolak, seandainya ada pilihan yang lebih baik aku ingin turun dan pergi saja dari mobilnya..aaaah!!..mungkin ini takdir yang harus aku jalani. Jalani sajalah sampai dimana nanti selesainya..aku ingin mencoba lagi semoga ini perjuanganku yang terakhir kali nya dan semoga bisa membawa kebahagian bagi diriku dan keluargaku keluar dari kesulitan panjang.


Malam itu meskipun kami satu mobil namun kami tidak berkomunikasi satu sama lain. hanya ada alunan musik pemisah jarak antara kami berdua. Aku mengunci rapat bibirku, senyumku dengan wajah yang datar saja dan selalu ingat pesan mas herman, jangan pernah menggoda andre meskipun hanya tersenyum saja. sekaligus membuktikan pada pria ini bahwa aku bukanlah sosok wanita penggoda ataupun bookingan seperti yang dia tuduhkan padaku. Sepanjang perjalanan posisi wajahku hanya memalingkan sebelah kiri. terlihat fenomenal kota jakarta yang padat. Sepanjang perjalanan juga, aku melihat bentuk ragam segala aktifitas manusia yang hidup di ibu kota.


Ada istilah;


*sekejam-kejamnya ibu tiri lebih kejam ibu kota*


Ada cerita si kaya dan ada si miskin. Kalau si kaya masih dalam kehidupan yang enak dan si miskin yang hidupnya sungguh menyedihkan. Anak-anak pengamen jalanan yang putus sekolah. Jangankan untuk sekolah makan pun pahit. Si pemulung yang terus mengkais-kais sampah mencari barang yang bisa di daur ulang untuk di jual lagi tak kenal rasa bau dan jijik. pengemis jalanan yang berharap recehan dari para pengendara dan pejalan kaki, pedagang kaki lima dengan wajah-wajah lesu, sampai dengan kupu-kupu malam yang tak kenal dosa. Meskipun saat ini aku terhimpit ekonomi. setidaknya, Tuhanku masih memberi jalan keluar. Dan ini yang harus aku syukurin...


Pada saat lampu merah...


Tiba-tiba mas andre, membuyarkan lamunanku...


"Input kan no kamu ke ponsel ku"


ucap andre sambil menyodorkan ponselnya dengan pandangan datar dan terus menatap jalan..


Aku lalu meng-ketikkan no ponsel ku ke ponsel mas andre dan memberikannya lagi padanya..


Mas Andre pun melakukan panggilan singkat ke ponsel ku.


"Save no ku" ucap andre..


Andre menyimpan no indah dengan nama


"Indah A.P" (Indah Asisten Pribadi)


Sedangkan indah menyimpan no andre dengan nama.


"Andre B.G (Andre Boss Gila)"


..........((Kejam lu in))........


Lampu merah pun berganti hijau. Andre melaju kencang..kembali suasana membisu..hingga sampai di salah satu gerai donat enak,.. Andre memarkirkan mobilnya..


"Aku sudah memberi sayuran dan buah kepada orang lain karena, takut busuk dan aku tidak tau apakah? masih ada yang bisa kamu olah didalam kulkas itu untuk bahan makan malamku. Sampai di rumah nanti aku ingin makan donat dan minum kopi, kamu beli donat dulu sana, porsiku 4 saja. kalau kamu mau?, beli lagi,...


Ini (andre memberikan sebuah kartu). paswordnya "shakila", kartu itu kamu pegang saja. Jika ada bahan di rumah yang ingin kamu beli, gunakan kartu itu" (uang belanja) ucap andre...


Aku hanya mengangguk saja, lalu keluar membuka pintu mobil dan pergi membeli donat sesuai keinginan si andre.....


Selama indah membeli donat. andre dengan gaya-nya bercermin di spion tengah mobil, melihat-lihat model pangkasnya yang baru dengan menaikkan alisnya sambil berkata;


"Emang keren banget kamu dre, tidak ada satu wanita pun yang sanggup menolak pesonamu termasuk pelayanku yang malang ini..hehehe..,maaf yah shitta! aku tidak bisa dan tidak mungkin bisa membalas cinta dan ciuman manismu di keningku waktu itu".. ucap andre sambil senyum-senyum..


Lalu andre mengirim pesan singkat pada ibunya;


"Saat ini aku sudah menjemput indah sesuai keinginan kalian, perintahkan yuli untuk mengirim sayuran dan buah serta snack besok ke clutser, kemarin aku sudah sempat memberi nya pada orang lain karena takut busuk"


(Ibunya yang menerima pesan andre senyum-senyum saja. Tidak membalasnya. Namun, Dia sangat senang akhirnya anak bungsunya itu menurut)


......


Tak berapa lama gadis itu pun kembali membawa tentengan donat. Dia membeli setengah lusin donat lalu menaruhnya di bagasi kecil belakang mobil andre.


((Biasa, Mobil mewah cuma 2 aja penumpangnya))...


"Indah, kamu bisa nyetirkan?"


"Bisa mas"


"Kamu saja yang nyetir yah! Aku capek banget" (sambil berganti posisi duduk)


ucap andre mulai kumat kemanja2-annya plus tangan si andre sudah pegal, bokongnya terasa panas. Pulang pergi sampai 3 kali kerumah indah dan sudah berkeliaran kesana kemari..


"Baik mas" gadis itu pun menurut saja.


Mereka pun bergerak meninggalkan gerai donat itu dan melaju pulang..


Dalam perjalanan andre pun tertidur dengan men-set sandaran bangku mobilnya..


Tepat pukul 21.30 wib malam mereka tiba di rumah andre..


..............