![The Power Of Love [TPOL]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-power-of-love--tpol-.webp)
Andre pun melaju kencang menuju rumah indah dia sangat bersemangat,
(seperti semangatnya para pejuang 45 merebut kemerdekaan indonesia raya) dan merasa sangat tetantang, melalui macetnya kota jakarta di sore hari di tambah lagi hari itu, weekend (menjelang malam minggu). Hampir 1 jam, akhirnya tiba lah pria itu di lokasi rumah indah lalu dia memarkirkan mobil mewahnya tepat di antara rumah indah dan tetangganya.
"Yang mana rumahnya yah? Kog keduanya hampir sama,? Ucap andre yang berdiri-diri diantara rumah indah dan tetangganya sambil kebingungan.
(rumah indah hampir mirip dengan rumah tetangganya karena sama-sama rumah kontrakan satu pemilik hanya saja di pisahkan sedikit dengan halaman samping dan kebetulan no rumah indah sudah tidak jelas)
Sanking semangatnya andre masuk saja kerumah salah satunya dan merasa yakin sekali tidak salah alamat;
Dia pun berdiri dengan gaya tarik nafas dan menggerakkan kepalnya ke kanan ke kiri, menghilangkan rasa pegal dan siap-siap menghadapi wanita yang bernama indah,...
Tok..tok..tok..
"Assalamualaikum..sore....permisi!" Ucap andre dari depan rumah..
Tak berapa lama..
Tiba-tiba pintu terbuka..
berdiri sosok nenek tua...
"Ehehehehe, maaf nek! Mau bertemu dengan indah shakila!" (Andre menundukkan setengah badannya karena dia merasa menghormati si nenek yang lebih tua)
"Saya sendiri in-dah sha-kiya ( kata si nenek yang genit sambil mengeol-geolkan kepala dan tubuhnya)"
Si andre sangat kaget setengah mati...matanya melotot..
"Hah!! Kenapa si indah jadi tua dan peot begini?? apa aku masuk ke zaman masa depan??"
Ucap andre dalam hati yang tak habis pikir dan terus bertanya-tanya..
Saat andre berpikir-pikir..
Si nenek gemes dan genit melihat sosok pria tampan lalu menarik-narik tangan andre menyuruhnya masuk...
"Ayooo masyuuukk..ayooooo"
rengek si nenek persis seperti anak kecil sambil menyodorkan bibir keriput si nenek dengan nada suara ompongnya..
"Eeh!.eh!..nek..nek..jangan nek..aduuuuh!! bagaiman ini! Mau di tonjok sudah tua" ucap andre yang terus memberontak..
Andre terus meronta-ronta..
Medengar keributan dari suara andre, Tiba-tiba datanglah seorang ibu paruh baya keluar dari kamar sambil berkata;
"Mak ada apa mak?"
Si wanita yang merupakan anak tadi, melepas tangan ibunya yang masih menarik-narik tangan andre. Lalu men-duduk kannya di kursi..
Si wanita itu menghampiri andre yang sudah cepat-cepat keluar lalu berdiri di depan teras, lalu menutup pintu rumahnya..
"Maaf yah nak. Ibu saya tadi sudah pikun, ada perlu apa yah nak? Ucap si wanita itu..
"Oh...iyah tante, tidak apa-apa!
(dalam hati andre; pantesan rupanya sudah pikun, hufffftt hampir saja keperjagaan ku hilang di telan nenek-nenek pikun).
Kedatangan saya ke sini tante, ingin bertemu dengan indah shakila. Apa benar ini rumahnya?" Tanya andre memastikan...
"Oohh!..rumah indah shakila itu, di sebelah nak! Yang banyak bunga-bunganya itu"
(si wanita itu menunjuk kerumah indah)
"Ehehehe. Huufftt!! Ternyata saya salah alamat tante? (Ucap andre malu-malu)..
Maaf yah sudah mengganggu,"..
"Iyah tidak apa-apa, memang rumahnya hampir mirip"
"Saya kesana dulu yah tante!, jangan lupa tante, si nenek di jaga" jangan sampai dia di terkam kucing, ucap andre dalam hati sambil senyum-senyum nyengir.
"Iyah...ucap si wanita itu yang langsung masuk ke dalam rumahnya lalu menutup pintu.
Andre pun bergegas mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam mobilnya, me-lap keringatnya..
"Huufffftt, neneek!..neneek!..kenapa si nenek itu lebih mengerikan dari robot transformer 7 yang baru di rilis" ucap andre kesal..semangatnya sudah terhisap oleh nenek dan kakinya pun lemas, merasa sudah tak siap lagi menghadapi indah yang sesungguhnya.
Setelah memandangi rumah indah sejenak..akhirnya dia memutuskan untuk pulang saja. Karena sangat shok dengan senyuman ompong si nenek....
"Besok jangan sampai salah rumah lagi"
ucap andre....lalu pria itu pun meninggalkan lokasi rumah indah...
Kelang 5 menit andre meninggalkan rumah indah, indah pun keluar setelah mandi dan sholat ashar..dia ingin menyirami bunga-bunga ibunya sambil menunggu sang ibu pulang...
hari menjelang magrib..
"Jam segini mama dan dito belum juga pulang" ucap indah mulai khawatir..
Kira-kira si andre itu bakal jeput aku kagak yah?.hmmm.."
Tak berapa lama ibu nya pulang membawa bungkusan plastik hitam lumayan besar.
"Indaah.." sapa ibunya..
"Eh, mama sudah pulang,.."
Indah pun selesai menyirami bunga. Lalu masuk mengikuti ibunya..
Indah membuatkan teh hangat manis untuk ibunya. Dia melihat raut wajah ibunya cukup lelah. Bekerja membanting tulang tak kenal lelah..
Indah Membiarkan ibunya beristirahat dan mandi terlebih dulu..
"Ini tehnya ma" (sang ibu meminumnya) Mereka pun duduk berdua di sofa...
Indah mulai membuka pembicaraan..
"Maa,..banyak tidak dapat orderan jahitannya hari ini?" Tanya indah dengan nada lembut..
"Alhamdulillah, dapat 2 potong baju" ucap ibunya dengan nada cerah..
"Ma,..mama cuci gosok yah di luar, sementara indah di rumah? Tanya indah dengan lesu sambil menundukkan kepalanya..
Sang ibu pun menatap anaknya dengan raut wajah tidak senang dengan apa yang dia kerjakan..
"Indaaaaah! ( sambil mengelus rambut indah dengan nada lembut) dengarkan mama baik-baik nak!,.. hidup ini tidak semuanya harus merasakan hal yang manis-manis saja. Sama halnya dengan lidah kita. Lidah juga tidak hanya merasakan yang manis saja. Ada rasa pahit, asam, asin juga pedas seperti itulah kehidupan. Meskipun mama saat ini mengambil pekerjaan cuci gosok di rumah orang, namun pekerjaan itu halal, berkah dan tidak menganggu kehidupan orang lain. Di dunia ini, setiap manusia memiliki masalah hidup masing-masing. Di luar sana banyaaak sekali kehidupan yang sangat menyedihkan dari pada hidup kita,
Jika kamu datangi Orang kaya sekalipun yang kehidupannya bergelimang harta, pasti tidak akan luput dari masalah hidup juga. Mereka punya uang banyak namun setiap hari harus menjalani cek up atau terbaring lemah di rumah sakit. (Indah langsung teringat pada andre yang sudah hampir 10 tahun menjalani perobatan sakit jiwa dan cedera otak).
Indaaaah! banyak lah bersyukur nak! jangan selalu mengeluh, karena sampai hari ini tuhan masih memberikan kita kesehatan dan kekuatan untuk bisa bekerja. Mama sangat bersyukur memiliki anak cantik dan ganteng serta baik dan sehat seperti kamu dan dito..itu sudah cukup bagi mama. Kalian merupakan anugerah terbesar dan termahal yang saat ini mama miliki. (Sang bunda sambil terus mengelus rambut indah dengan kasih sayang).
Kamu harus tetap semangat yah nak. Sama-sama kita jalani hidup ini dengan rasa syukur dan kesabaran. Mama yakin suatu hari nanti kamu akan berhasil..
Ucap sang mama memberi motivasi pada indah..
"Tapi ma, dito saat ini ternyata sering pulang malam bukan karena mengikuti kegiatan di sekolah namun mengambil pekerjaan sampingan dengan go jek" ucap indah sedih..
"Tidak apa-apa nak!, tidak usah kamu pikirkan hal itu. Biarkan dito mencari uang jajannya sendiri. Toh! dia anak laki-laki yang akan beranjak dewasa. Biarkan dia merasakan pahit, manis, asam, asin nya kehidupan ini juga,
Ayo doonk! senyum lagi anak mama yang maniis!" Ucap sang bunda merayu..
Ibu dan anak itu pun berpelukan hangat. Kekuatan cinta yang di berikan sang bunda pada indah merupakan kekuatan super power yang paling tinggi indah dapatkan. Dia sudah bertekad akan kembali bekerja jika andre datang menjemputnya dan akan bertahan meskipun keberadaannya tidak di sukai oleh majikannya itu....
Mereka berdua melaksanakan kewajiban sholat magrib dan makan malam bersama.
Sampai pukul 09.10 wib malam. Namun dito belum juga pulang. Sang kakak menunggu adik laki-lakinya di depan pintu rumah dengan cemas dengan berkali-kali melihat ke arah pagar...
Tepat pukul 10.00 wib malam, Tak berapa lama. Muncul sosok anak remaja laki-laki pulang dengan sepeda motornya dalam kondisi wajah kusam dan berminyak. Terpancar kelelahan dari dalam dirinya sambil membawa tentengan makanan.
Indah merasa lega adiknya akhirnya pulang..
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Mama mana kak? Tanya dito..
"Sudah tidur"
Dito langsung meletakkan makanan yang di bawanya tadi di atas meja dan meletakkan semua barang-barangnya di kamar lalu pergi mandi..
Indah bergegas membuatkan teh manis hangat pada adiknya itu.
Setelah dito selesai mandi dan sholat. mereka duduk bersama. indah menemani adiknya itu makan malam. Sambil menikmati ayam goreng yang di beli dito di luar..
"Dito, kamu jangan sering mandi malam begini, nanti kamu sakit tulang loh!" nasehat sang kakak.
"Panas banget kk, gerah dan kotor penuh debu...mana mungkin dito tidak mandi" ucap dito..
"Besok kamu jangan pulang larut malam begini yah, senin kamu harus sekolah, utamakan dulu belajarmu"
"Iyah, (sang adik yang terus lahap makan ayam goreng) hari ini weekend kak! banyak orderan, sayang kan tidak di ambil. hari ini Bisa bawa pulang Rp 150.000 ribu lumayan kan"..ucap sang adik...
"Iyah kakak tau, tapi tetap utamakan sekolahmu"
Setelah indah menemani adiknya semata wayang itu makan. Mereka pun pergi tidur ke kamar masing-masing..
Di dalam kamar sebelum gadis itu memejamkan matanya. Memandangi raut wajah ibunya yang tertidur di sampingnya sangat nyeyak dan penuh kelelahan.
"Aku harus mengikuti jejak ketangguhan mas aldo yang tidak hanya mengorbankan harga dirinya saja, namun nyawa sekali pun, berjuang keras membawa terbang keluarganya untuk keluar dari kesulitan hidup. Aku tidak boleh menyerah. Jika cita-citaku kandas hanya karena ke tidak mampuan biaya. jangan sampai dito mengalami hal yang sama dengan apa yang kurasakan...
Hmmm,... kalau besok si andre itu tidak datang menjemputku, yah sudahlah, aku tidak punya pilihan lagi, senin harus mendatangi rumahnya sendiri terserah dia menghinaku dan membentakku sekasar apapun. Mungkin itu sudah menjadi resiko dan tantangan yang harus aku hadapin mengingat reward yang sangat besar"...ucap indah yang sudah bertekad akan bekerja lagi dengan andre...hingga dia pun akhirnya tertidur
Zzzzzzzzzzzzzzz......
..