The Power Of Love [TPOL]

The Power Of Love [TPOL]
part 42



Malam itu aku terbangun-bangun dari jam 2, 3 4...malam. aku hanya tertidur kelang-kelang satu jam saja. Dan berkali-kali melihat telpon rumah di kamar ART yang tergantung di dinding, melihat-lihat apakah ada panggilan masuk atau pesan yang biasanya andre selalu meminta makanan. Namun malam itu sama sekali tidak ada.


Tepat pukul 05.00 pagi hari. Aku melaksanakan sholat dan berdoa agar tetap di berikan kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi masalah yang saat ini ku hadapin dan akan berhenti sampai dimana titik akhir dari perjuanganku.


Tubuhku terasa sangat lelah...mungkin karena makan dan tidur tidak teratur.. ku paksakan bangkit dan melihat rumah. Suasana sangat sepi dan hening. Terlihat kamar mas andre juga senyap. Aku berjalan ke kamar mandi dan membersihkannya tercium aroma rokok dan bau alkohol,


(indah sambil menutup hidungnya dia tidak suka mencium aroma bau seperti itu, terlihat posisi sabun berantakan dan pasta gigi serta odol berserakan di wastafel).


"beginilah manusia yang hidup tidak punya pemikiran. Pintar dan terlihat hebat tapi tak punya aturan"


Setelah selesai. Suasana kamar mandi sudah terlihat rapi dan wangi..aku tidak berani masuk ke dalam kamar mas andre. Takut tiba-tiba dia mengamuk lagi. Akhirnya aku ke bawah tepatnya ke dapur membuat teh dan roti sarapanku terlebih dulu.


"Hmmm, dia kira-kira sarapan gak yah?..


Sudahlah di siapin saja. Kalau tidak mau. Aku yang makan..


Aduuuuh!..mau masak apa yah???


Omelet telur sajalah dan pasangannya jus apel..yang gampang saja. biar cepat!.."


Setelah aku selesai membuat sarapan. Tak berapa lama mas andre pun turun..


Seperti biasa aku menghidangkannya. Kami tidak bicara satu sama lain. Terlihat dari wajahnya sangat masam dan tidak sukà. Jujur aku sangat risih harus duduk berhadapan dengan pria seperti itu. Gak tau harus mau berbuat apa. Setelah dia menghabiskan sarapannya. Mas andre duduk di sofa dan akupun ke dapur mencuci piring makanannya..


Tiba-tiba di memanggilku..


"Indaaaah.." ...


Akupun cepat berlari..


"Iyah mas andre"


"Ambilkan sepatuku yang berwarna coklat" pinta andre


"Baik mas andre"


Indah lalu naik ke atas


Dalam hatinya: "astaga! Aku baru menyadari ternyata dia tidak memakai sepatu dari atas".


Indah lalu masuk ke dalam kamar menuju ruang pakain dan nengambil sepatu warna coklat lalu turun kembali..


"Ini mas andre" ucap indah sambil meletakkannya di bawah kaki andre.


Andre masih memperhatikan hpnya tak berapa lama dia meliriknya sepatu yang di bawah indah..


"Aku mau berwarna coklat muda, tukar!" ucap andre


Indah pun mengambil kembali sepatu itu lalu naik kembali dan menuju rak sepatu dalam ruangan pakaian..


"Kenapa dia tidak memakai sepatu dan memilih sendiri dari atas" (sambil menghempaskan sepatu andre yang tadi "pruukkk" indah mulai kesal lalu mencari sepatu yang berwarna coklat muda dan mencoba bersabar, setelah ketemu indah turun kembali)


"Ini mas andre" ucap indah dan meletakkan lagi di bawah, sepatu berwarna coklat muda itu..


"Itu bukan coklat muda, tapi itu sudah pudar, ganti sana dengan warna hitam "..ucap andre dengan gaya songongnya..


dengan menarik nafas panjang, indah mengambil kembali sepatu itu lalu naik lagi


"Apa sih maunya si brengsek ini?? Tidak ada sepatunya yang pudar. Semuanya masih bagus-bagus. Dan aku juga belum buta warna. Kalau memang kehadiranku disini tidak dia sukainya. Harusnya dia bisa pecat aku sekarang. Jangan memperlakukan aku seperti anji**gnya (indah mulai kehabisan kesabaran dengan merepet sendiri di depan rak sepatu andre, dan mengambil sepatu berwarna hitam) kalau yang ini masih salah lagi. Selesai sudah, aku tidak bisa diam harus membuat perhitungan padanya"


Lalu indah turun lagi menemui andre dan meletakkan lagi sepatu tepat berada dekat posisi kaki pria itu


Andre pun melihat sepatunya:


"Kamu tidak bisa mencari model sepatu bagus yah.. itu kan model lama" ucap andre


Indah pun mengambil lagi sepatu itu dengan membungkuk lambat kesabarannya benar-benar sudah habis, ingin rasanya dia menabok kepala pria itu dengan sepatunya, dia berdiri sebentar tepat di depan andre sambil menenteng sepatu pria itu lalu tak berapa lama kemudian.


Sepatu itu di bantingkan kebawah dengan sangat keras "prukkkk...."


indah pun berkata:


"Kau pikir aku ini Robot, aku ini manusia. Kalau kau tidak suka denganku pecat aku sekaraaaaang"


teriak indah dengan nada emosi berat...


"Heh! (tawa andre sinis)! Kenapa kau tidak suka. Bukannya, kau mau melakukan apa saja demi uang, itu belum seberapa perintah dariku yang harus kau lakukan. Atau kau memang sudah terbiasa jadi wanita bookingan yang mau saja tinggal dengan pria manapun" ucap andre dengan gaya sinisnya..


Tiba-tiba indah sesak nafas mendengarnya ucapan kasar andre.


Emosinya sudah tidak terkontrol lagi.....


"Kau pikir aku senang tinggal satu rumah dengan orang TIDAK WARAS DAN GILA sepertimu" ucap indah


"Apa kau bilang" ucap andre


"Kau adalah pria Giii-LA" ucap indah geram..


Emosi andre pun meluap tinggi seperti tsunami yang menerjang Kota Aceh...


"Sekarang juga kau pergi dari Rumahku Wanita Sialaaaaan dan jangan pernah datang kesini lagi. Pergiiiiiiii!!!!!"


bentak andre sangat keras.


Indahpun tak ingin melawan pria itu lagi. Dia takut andre kehilangan kendali bisa-bisa sampai membunuhnya..


Indah pun cepat-cepat masuk ke dalam kamar mengganti bajunya dan mengambil kopernya lalu pergi meninggalkan andre yang masih duduk di sofa..indah tidak membawa satupun pakaian atau barang-barang mewah itu. Dia hanya membawa koper dan memakai bajunya sendiri.......