The Mafia Fighter: Joshua'S Journey

The Mafia Fighter: Joshua'S Journey
Chapter 32: Membawa Kabur Berlian [2]



Joshua tidak bisa mundur. Satu hal yang bisa ia lakukan adalah melawan sekelompok pria bule di hadapannya ini. Ia melirik ke arah Mawar. Mawar menganggukkan kepalanya. Isyarat bahwa mereka mau tidak mau harus bertarung.


Setelah Joshua perhatikan, ternyata jumlah mereka ada sekitar 5 orang. Mungkin seharusnya lebih banyak, namun berhasil ia dan Mawar lumpuhkan saat berada di aula tadi.


Mawar mengangkat pistolnya dan menembak asal ke arah lima pria tersebut. Membuat mereka berlima menjadi berpencar karena berusaha menghindari peluru yang di arahkan Mawar kepada mereka.


Pria botak maju lebih dulu, mengangkat pistolnya dan mulai menembak. Peluru yang dimuntahkan dari pistol tersebut nyaris saja mengenai lengan Joshua, jika Mawar tidak segera menarik Joshua untuk merunduk di bawah meja dapur.


Orang-orang yang berada di dalam dapur semakin ketakutan. Terdengar isak tangis dari para wanita yang sudah tidak lagi mampu menahan rasa takutnya.


"Jangan jadi pengecut! Keluarlah brengsek!" seru pria botak. Aksen Inggrisnya terdengar sangat kental.


Mereka berjalan mendekat ke arah persembunyian Joshua dan Mawar. Saat sepatu mereka sudah terlihat dari celah di bawah meja, Mawar segera melempar pisau daging ke arah pria yang bediri paling depan. Pria berambut pirang tipis.


Sementara pria tersebut mengaduh ke sakitan, Joshua segera menarik kakinya hingga terjatuh ke lantai dengan posisi terlentang. Dan menembakkan peluru ke arah bahunya secara beruntun. Kemudian saat berdiri, ia menginjak luka di bahu pria itu.


Tidak terima, keempat rekan pria tersebut mulai maju menyerang. Terutama, pria berkepala botak. Baru saja hendak mendongkan pistol ke arah Mawar. Mawar memukul tangan pria tersebut menggunakan koper yang berisi berlian. Menyebabkan peluru yang seharusnya terarah ke dirinya jadi menuju ke lantai. Bersamaan dengan jatuhnya pistol di tangannya.


"Kau harusnya tidak melawan wanita, dasar Sampah!" umpat Mawar sambil bergulat melawan Pria Botak dengan koper yang tidak akan pernah ia lepaskan dari tangannya.


Sementara Joshua sekarang sedang melawan tiga lainnya. Satu pria berhidung patah, maju terlebih dahulu. Tampaknya pistolnya sudah kehabisan amunisi. Sedangkan Joshua sendiri, hanya tinggal memiliki satu pistol yang berisi peluru. Akan tetapi itu ia selipkan di belakang celananya. Karena ia tidak punya banyak waktu, jadi Joshua segera mengambil sebuah wajan besar yang masih berisi makanan yang sudah hampir gosong di atas kompor. Dan segera melemparkan wajan tersebut ke arah pria berhidung patah.


Wajan panas yang awalnya berada di atas kompor seketika berpindah ke kepala Si Pria Hidung Patah beserta makanan di dalamnya. "Arrghh!" pria tersebut menggeram marah dan segera menghampiri Joshua. Berusaha meraih kerah Joshua.


Joshua sendiri berusaha mempertahankan dirinya yang dicengkram oleh pria tersebut. Lalu, sudut matanya melihat rekan Si Hidung Patah, mengangkat moncong pistol ke arahnya. Pria berjanggut tersebut mengangkat salah satu sudut bibirnya. Tersenyum meremehkan ke arah Joshua.


DOR!


DOR!


Joshua mengubah posisi dan membuat Si Pria Berhidung Patah berada di posisinya sebelumnya. Membuat pria itu tertembak peluru temannya sendiri. Joshua lalu mendorong tubuh pria yang sudah mulai kehilangan tenaga tersebut ke arah temannya yang tadi menembakkan peluru. Membuat pria penembak peluru tadi, terhuyung ke belakang dan menabrak meja.


Lalu, temannya yang terakhir maju. Pria dengan rambut berwarna merah. Ia membawa pisau dan mengarahkannya ke arah Joshua yang berdiri di depan lemari persediaan bahan makanan.


Lemparan pisau dari pria itu melewati samping wajah Joshua dan menggores sedikit telinganya, dan menancap di atas lemari di belakang Joshua.


Joshua maju ke depan menghampiri pria tersebut. Terjadi adu pukul, dan tendang antara Joshua dan lawannya. Hingga Joshua menendang Si Rambut Merah hingga menubruk meja dengan kompor yang masih menyala.


Bajunya dengan cepat terbakar. Membuat pria itu dengan panik berusaha melepaskan pakaian di tubuhnya. Kepanikkan membuatnya kesulitan memadamkan api di tubuhnya ataupun melepas pakaiannya.


Joshua memecahkan kaca penutup APAR¹ menggunakan sikunya, yang kebetulan berada di belakangnya, dan mengambil APAR di dalamnya. Kemudian menyemprotkan APAR ke arah pria yang terbakar tersebut. Sebenarnya, Joshua tidak benar-benar menyemprotkan APAR ke arah tubuh pria tersebut. Tapi lebih ke wajah Si Rambut Merah. Bubuk putih seketika menghantam wajah pria itu dan menyebar di udara sekitarnya.


"Sialan!" pekik sebuah suara pria.


Joshua melihat Mawar yang baru saja menendang area bawah Si Pria Botak, yang menyebabkan pria tersebut segera memegangi barangnya dan mengaduh kesakitan.


Mawar menoleh ke arah Joshua dan mereka segera keluar dari area dapur. Sebelum orang-orang itu berhasil mengejar Joshua dan Mawar kembali.


Joshua dan Mawar berlari menelusuri lorong hotel. Membuat beberapa tamu yang kebetulan sedang berada di luar ruangan, menatap mereka heran. Karena penampilan mereka yang terlihat kacau.


Joshua dan Mawar mengikuti intruksi Arkan mengenai arah pintu keluar. Sesampainya di lobi hotel yang sudah cukup ramai, nampaknya petugas keamanan sudah mengetahui prihal kekacauan di aula.


"Bisa kami memeriksa identitas kalian?" tanya seorang petugas keamanan hotel kepada Mawar dan Joshua dengan menggunakan bahasa Inggris yang terpatah-patah.


Joshua menarik pistol di belakang celananya dan menembakkannya ke arah petugas tak bersalah tersebut.


DOR!


DOR!


Joshua cukup punya hati. Ia tidak berniat membunuh pria tersebut dan hanya mencoba melumpuhkannya. Jadi ia cukup menembak kedua kakinya hingga ia terjatuh di tanah.


"Sorry." Joshua meringis karena merasa bersalah.


Orang-orang di lobi hotel berteriak histeris. Terutama wisatawan asing yang menjadi tamu hotel tersebut.


Sementara rekannya yang lain belum berani maju ketika Joshua menodongkan pistol ke arah mereka. Sedikitnya waktu saat tidak ada yang berani melawan, digunakan Joshua dan Mawar untuk segera berlari keluar dari lobi hotel.


BRAK!


Joshua menolehkan kepalanya ke belakang. Ia segera menghampiri Mawar yang sudah jatuh ke tanah karena menabrak seorang turis wanita yang membawa begitu banyak tas dan koper. Turis tersebut menggunakan topi lebar sehingga wajahnya tak terlihat. Namun gaun yang digunakannya dan postur tubuhnya cukup menjelaskan bahwa ia adalah seorang wanita.


Mawar melepaskan sepatu haknya dan melemparnya asal. "Sepatu ini benar-benar memperlambatku," keluh Mawar.


Mawar kemudian meraih tangan Joshua yang terulur ke arahnya. Sementara tangannya yang lain meraih koper berlian yang tadi ikut terjatuh bersamanya di tanah.


"Itu mereka!" terdengar teriakan dari arah pintu masuk lobi.


Dua orang Inggris yang sejak tadi mengejar mereka terlihat di sana. Si Pria Botak menatap ke arah Joshua dan Mawar dengan penuh amarah. Sementara pria berjanggut di sampingnya meludah ke samping penuh dengan kebencian.


Joshua dan Mawar tidak punya banyak waktu lagi!Mereka harus segera lari!


.


.


.


.


.


Note: 1. APAR: Alat Pemadam Api Ringan.


Ilustrasi APAR: