The Mafia Fighter: Joshua'S Journey

The Mafia Fighter: Joshua'S Journey
Chapter 30: Pelelangan Berlian Langka



Joshua dan Mawar berjalan menuju aula hotel. Namun sebelum pergi ke sana, mereka disambut dengan pertunjukkan fortune diamond yang terdapat di tengah-tengah lobi hotel.


Pertunjukkan itu berupa air mancur yang dikelilingi dengan lampu-lampu warna-warni yang menakjubkan. Tak lama kemudian, kepulan asap putih muncul di sekitar air mancur dan sebuah berlian raksasa yang mereka sebut sebagai fortune diamond, muncul perlahan dari bawah.



Semua orang menatap takjub ke arah fortune diamond. Warnanya yang putih perlahan berubah-ubah menjadi biru, ungu dan emas, mengikuti lampu sorot yang mengenainya.


"Itu pasti bukan berlian asli, 'kan?" bisik Joshua di telinga Mawar.


"Tentu saja. Ini hanya sebuah pertunjukkan, Jo," sahut Mawar balas berbisik, "jika itu adalah berlian asli, maka aku sudah akan mencurinya sejak dulu."



Joshua dan Mawar masuk ke aula hotel, di mana proses pelelangan berlian-berlian langka sedang dilangsungkan. Ini pertama kalinya bagi Joshua menghadiri acara pelelangan. Tidak pernah dalam hidupnya ia membayangkan hadir dalam sebuah acara mewah seperti ini.


Setiap tamu undangan diberikan papan berbentuk lingkaran bergagang dengan masing-masing nomor yang tertera di sana, dan dibagikan secara acak. Papan tersebut digunakan ketika peserta ingin menawar harga barang yang ditawarkan.


Joshua dan Mawar mendapatkan nomor 29. Mawar tersenyum lebar. Angka dua dan sembilan merupakan angka keberuntungannya.


"Ini merupakan angka keberuntunganku. Lihat saja nanti. Aku pasti akan berhasil mendapatkan the cullinan," gumam Mawar percaya diri.


"Bagaimana kalau kau tidak berhasil mendapatkannya?" tanya Joshua asal.


"Sudah kubilang! Aku akan mendapatkannya." Mawar melepaskan rangkulan tangannya dari lengan Joshua dan memberengut. Pria itu sukses membuat mood-nya turun.


Acara belum dimulai, namun ruangan perlahan mulai terisi penuh dengan orang-orang berpakaian glamor, mewah dan berkelas. Dari penampilan luarnya saja bisa dilihat kalau mereka bukan lagi millioner¹ tapi sudah masuk katagori billioner².


Orang-orang yang berkumpul di sini berasal dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Asia Tenggara hingga Eropa. Berbagai macam kewarganegaraan. Berbeda ras dan warna kulit. Tapi, satu hal yang membuat semua orang di ruangan ini sama, yaitu mereka semua adalah orang-orang kelas atas.


Terdengar suara pintu ditutup. Seorang lelaki berwajah Tiongkok berdiri di depan sebuah mimbar. Di sampingnya berdiri seorang wanita bergaun hijau tua dengan mic di tangannya.


"Selamat datang dipelelangan berlian paling bergengsi di dunia, Para Hadirin sekalian," sambut pria tersebut dengan menggunakan bahasa kanton³ lalu diterjemahkan oleh wanita bergaun hijau di sampingnya dengan menggunakan bahasa Inggris yang sangat fasih.


Pelelangan pun dimulai. Berlian-berlian yang pertama ditawarkan adalah berlian-berlian dengan harga rendah dan tidak terlalu mahal bagi tamu undangan. Yang tentu saja bagi orang biasa, harganya sangat fantastis.


Satu hal yang dapat Joshua simpulkan dari semua orang yang berada di ruangan ini. Mereka semua mencintai kemewahan tentunya. Bayangkan saja mereka rela membayar mahal sebuah batu, yang sampai sekarang, Joshua sendiri tidak mengerti nilai fungsinya selain untuk kepuasan diri.


"Tes... tes... tes..." terdengar suara Arkan dari ear peace Joshua, "Mawar, Joshua, apa kalian sudah terhubung?"


"Ya," sahut Joshua dan Mawar bersamaan dengan suara pelan. Mereka tentu tidak boleh menarik perhatian.


"Baiklah... bagus kalau begitu. Maaf karena terlalu lama menghubungkan. Terjadi sedikit masalah tadi. Sheila terlalu lama buang air be—"


"Perlukah kau mengumumkan kepada semua orang prihal buang air besarku?" suara Sheila memotong kalimat yang dilontarkan Arkan.


Terjadi perdebatan tidak penting antara Arkan dan Sheila. Namun, Joshua dan Mawar mengabaikannya karena mereka harus fokus terhadap pelelangan yang sedang berlangsung.


Mawar terlihat tidak peduli terhadap berlian-berlian yang ditawarkan, hingga sampai kepada berlian terakhir yang tak lain dan tak bukan adalah the cullinan. Barang incaran Mawar sejak awal.


Seorang pria berjalan ke depan, membawa sebuah koper kecil berwarna hitam⁴. Kemudian, membukanya perlahan. Di dalam koper tersebut terdapat the cullinan.


Joshua takjub karena ternyata the cullinan tidak terlihat seperti foto yang ditunjukkan oleh Sheila. Karena berlian yang berada di hadapannya ini, jauh lebih indah.


"Dimulai dari lima ratus juta dollar," pria di balik mimbar memulai lelang terhadap the cullinan.


Seorang pria Jerman mengangkat papannya.


"Baiklah, lima ratus juta dollar. Ada yang ingin menawar lebih tinggi?" tanya pria di balik mimbar dengan sangat antusias.


Mawar mengangkat papannya, "Enam ratus juta dollar," ucapnya lantang karena terlalu bersemangat.


"Tujuh ratus juta dollar," tawar sebuah suara. Joshua menoleh, seorang pria berwajah timur tengah mengangkat papannya.


"Delapan ratus juta dollar," tawar seorang pria Inggris.


"Sembilan ratus juta dollar," pria Jerman kembali menawar.


"Satu milliar dollar." Mawar kembali mengangkat papannya.


"Satu milliar lima ratus juta dollar," pria timur tengah tidak mau kalah menawar.


"Dua milliar dollar," sahut Mawar lagi.


"Lima milliar dollar," pria Jerman kembali bersuara. Tawarannya membuat semua orang menoleh ke arahnya. Dan bergumam-gumam takjub.


"Lima milliar dollar? Aku tidak percaya ini. Kupikir dua milliar dollar saja sudah cukup," gumam Mawar kesal.


"Sepuluh milliar dollar," suara pria timur tengah mengejutkan semua orang.


Belum ada satu pun peserta pelelangan yang menawar lagi dengan harga lebih tinggi. Terjadi hening beberapa detik karena rasa takjub dari para tamu.


"Sepertinya perhitunganmu kali ini tidak tepat, Mawar. Haruskah kita melakukan plan-b?" tanya Sheila melalui ear peace.


"Ya. Kita harus mendapatkannya!" tekat Mawar.


Pria di balik mimbar nampak mengangkat palunya ke atas, hendak meresmikan penawaran final untuk the cullinan. "Baiklah, the cullinan jatuh pada harga sepuluh milliar—"


DOR!


Suara tembakkan mengejutkan semua orang. Pria yang tadi memegang koper berisi the cullinan, sudah jatuh tersungkur ke lantai dengan darah yang merembes dari dadanya.


Semua tamu undangan terutama para wanita, berteriak histeris. Semua mata tertuju ke arah pria yang menembakkan peluru tersebut. Pria Inggris yang tadi ikut melakukan tawar menawar sekarang sudah menodongkan pistolnya ke depan.


DOR!


Suara tembakkan kembali menggema. Membuat semua orang merunduk, tak terkecuali Joshua dan Mawar.


"Ada apa ini?" bisik Joshua kepada Mawar dari bawah meja.


"Sepertinya tidak hanya kita yang mengincar berlian tersebut," Mawar balas berbisik, "berikan aku satu pistolmu." Mawar mengadahkan tangannya di depan Joshua.


Joshua merogoh sakunya dan memberikan satu pistol untuk Mawar. Dan mengambil satu lagi untuk dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


Note:




Millioner: Jutawan.




Billioner: Milliader.




Bahasa kanton: Merupakan salah satu dialek bahasa tionghoa yue.




ilustrasi koper yang dimaksud adalah sebagai berikut:





.


.


.