
"Akhirnya kau mau bergabung dengan kami. Mari duduk dan berbicara," ucap Markus.
Tangan kanan Markus terulur, memberi isyarat kepada Joshua untuk duduk di kursi yang terletak di depannya. Joshua segera maju melangkah mendekat ke arah Markus dan duduk di atas kursi tersebut.
Jemari Markus saling bertautan di atas meja. Menatap ke arah Joshua penuh minat. "Ini menarik. Kau sangat mirip dengan ayahmu."
Joshua mengangguk dan tersenyum simpul. "Aku anggap itu sebagai pujian."
Markus terkekeh pelan. Salah satu sudut bibirnya terangkat. "Kurasa putriku berhasil membujukmu."
"Sebenarnya, tanpa bujukan dari putrimu pun aku akan bergabung. Karena alasanku ingin bergabung dengan kalian adalah karena Anda menawarkan bantuan untuk mengungkap alasan dari kematian ayahku," jelas Joshua panjang lebar.
"Apapun alasannya, aku tetap senang kau mau bergabung dengan kami. Kau pasti bisa menjadi petarung terbaik kami, sama seperti ayahmu." Markus menyeringai puas. "Tapi, organisasi ini sangat berbahaya. Dan kau bisa saja mati di sini."
Markus mengangkat satu alisnya. "Bagaimana? Kau masih ingin bergabung?"
Joshua menganggukkan kepalanya dengan yakin. Banyak hal yang harus dibayar demi mengetahui alasan kematian ayahnya, dan ia akan menerima itu.
Markus menganggukkan kepalanya. "Baiklah. Banyak yang harus kau ketahui tentang kami sebelum kau benar-benar bergabung. Idhang akan menjelaskannya padamu."
Idhang membawa keluar Joshua dari ruangan Markus. Ia menjelaskan berbagai hal. Mulai dari pergerakan Majapahit hingga bisnis apa saja yang mereka jalankan.
Majapahit sendiri adalah organisasi kriminal yang dipimpin oleh Markus Rahadyan. Bisnisnya sangat luas. Sebagian besar bisnis ilegal. Bisnis terbesar yang dipimpin oleh Markus adalah bisnis nikel.
Kartel¹ GM adalah kartel nikel yang dipimpin oleh Markus dan merupakan kartel nikel terbesar di Indonesia. Kartel tersebut berhasil merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap bulannya.
Keluarga Rahadyan sendiri merupakan salah satu keluarga penguasa shadow economy² di Indonesia. Adik Markus, juga memiliki kelompok organisasi sendiri. Namanya Sriwijaya. Di mana mereka juga bergabung dalam pergerakan Kartel GM.
Sriwijaya sendiri juga merupakan kelompok mafia besar. Dengan bisnis utama narkoba yang terfokus pada ganja dan sabu-sabu. Kartel narkoba yang disebut Kartel GS merupakan kartel narkoba terbesar yang ada di Indonesia.
Mereka memproduksi, menyebarkan, menjual dan menyelundupkan ganja dan sabu-sabu dengan sangat rapi dan tersembunyi. Majapahit juga bergabung dalam pergerakan kartel tersebut. Walau bisnis narkoba mereka tidak sebesar Sriwijaya.
Masih banyak lagi bisnis ilegal yang dijalankan Markus. Markus juga menjalankan bisnis konvesional secara legal untuk menutupi bisnis ilegalnya.
Ia juga memiliki banyak pekerja kerah putih³, dan bisnis perbank-an yang digunakan sebagai sarana pencucian uang.
Majapahit tidak berkerja untuk partai politik. Namun, jika ada orang dari politik yang menyenggol atau mengancam bisnis mereka maka dengan mudah akan mereka habisi. Meski itu Presiden sekali pun. Membunuh adalah hal biasa untuk mereka.
Mereka bisa menciptakan banyak skenario untuk mengatur negara ini agar bisnis mereka tetap berjalan lancar. Tidak ada yang berani menyenggol mereka.
Organisasi yang dianggap dongeng oleh sebagian masyarakat ini, nyata adanya. Mereka bergerak dengan hati-hati dan bersih. Serta mematikan. Mereka bisa dikatakan lebih berkuasa dari pemerintah itu sendiri.
"Jika kau ingin mundur setelah penjelasanku ini, tidak apa-apa. Kau masih belum benar-benar bergabung. Aku akan memberimu satu kesempatan untuk mundur," kata Idhang di akhir penjelasan panjangnya.
Joshua menggelengkan kepalanya, "Tidak. Aku ingin bergabung. Bukankah jika aku bergabung, kalian akan membantuku mencari tahu alasan kematian ayahku?"
"Itulah yang dijanjikan oleh Markus. Pria itu tidak pernah melanggar janjinya. Namun..." Idhang terdiam sejenak. Ia mengamati wajah Joshua dengan lamat. "Jika kau tidak ingin bergabung dengan kami, tak apa. Aku tetap akan membantumu mencari tahu tentang alasan kematian ayahmu."
Joshua kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak. Sesuai dengan perjanjian aku akan tetap bergabung jika ingin mendapat bantuan dalam mengungkap kematian ayahku."
Idhang tersenyum simpul. "Kau sangat mirip dengan ayahmu." Mata Idhang sejenak menerawang, "sejujurnya aku juga tidak percaya bahwa ayahmu bunuh diri. Tapi, aku berusaha mengikhlaskan kepergian ayahmu. Aku tidak tahu bahwa ia memiliki seorang putra. Karena ia menyembunyikan keberadaanmu sejak lahir dari kami."
Joshua tidak tahu harus berkomentar apa. Jadi, dia hanya diam tanpa mengeluarkan komentar apapun. Ia mengikuti Idhang berjalan hingga sampai ke ruangan Markus kembali.
Dari luar ruangan, Joshua dapat mendengarkan perdebatan antara Mawar dan ayahnya kembali.
"Mereka memang tidak pernah akur," komentar Idhang sambil terkekeh dan membuka pintu.
"Paman Idhang! Yakinkan Ayah agar aku bisa bergabung sebagai petarung tanpa diawasi," rengek Mawar tiba-tiba saat Idhang baru saja masuk ke dalam diikuti dengan Joshua.
Mawar sudah lelah membujuk ayahnya yang hanya akan berakhir dengan perdebatan. Ia merangkul satu lengan Idhang. Mencari dukungan.
"Kurasa aku setuju dengan ayahmu. Kau butuh pengawasan Mawar," komentar Idhang.
"Jadi, bagaimana keputusanmu Joshua? Setelah mendengar penjelasan dari Idhang apa kau masih berminat bergabung dengan kami?" tanya Markus mengalihkan pembicaraan.
Joshua menganggukkan kepalanya pasti. Ia tidak akan mundur lagi. Hal itu membuat Markus tersenyum puas.
"Tapi ada syarat yang ingin kuajukan sebelum aki bergabung dengan kalian."
Markus menaikkan satu alisnya. "Sebutkan."
"Biarkan aku menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu."
Markus tertawa nyaring mendengar permintaan Joshua. "Tentu saja, Nak. Tidak ada yang akan melarangmu berkuliah. Asal tidak menganggu bisnis kami, itu tidak masalah. Kami juga bisa membuatmu langsung lulus dan mendapatkan ijasah, jika kau mau."
Joshua menggelengkan kepalanya. "Tidak. Yang kucari bukan hanya semata-mata ijasah, tapi ilmu yang utama."
"Pemikiran yang bagus," komentar Markus.
Sementara Markus dan Joshua berbincang, Mawar merasa diabaikan. Hal itu membuat Mawar hendak berbalik pergi. Namun, suara ayahnya menghentikan langkahnya.
"Kalau begitu, Mawar. Antarkan Joshua untuk membuat tato. Setelah ini kita akan melakukan pesta inisiasi," perintah Markus kepada anaknua tersebut.
Mawar memutar kedua bola matanya. "Ayolah, mengapa sekarang aku harus menjadi asistennya?" kata Mawar kesal.
Markus menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi empuk di belakangnya. "Jika kau tidak mau maka aku akan mencabut ijinku untuk menjadikanmu petarung."
Mawar tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ancaman dari ayahnya selalu sukses membuatnya bungkam. Ia mengehentak-hentakkan kakinya dan berjalan menghampiri Joshua. Kemudian menarik tangan pria tersebut.
"Ayo, ikut denganku!" serunya dengan tidak sabar.
.
.
.
.
.
Catatan Kaki:
Kartel adalah adalah suatu hubungan adanya kerjasama antara beberapa kelompok produsen atau perusahaan dalam hal melakukan produksi barang serta memasarkannya yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Kartel dilakukan oleh pelaku usaha dalam rangka memperoleh market power. [Sumber: Wikipedia]
Shadow economy: Juga disebut ekonomi bawah tanah, informal, atau paralel, shadow economy atau ekonomi bayangan mencakup tidak hanya kegiatan ilegal tetapi juga pendapatan yang tidak dilaporkan dari produksi barang dan jasa legal, baik dari transaksi moneter atau barter. Oleh karena itu, ekonomi bayangan terdiri dari semua kegiatan ekonomi yang umumnya akan dikenakan pajak jika dilaporkan kepada otoritas pajak. Contohnya: Perdagangan barang curian, pembuatan dan pengedaran obat-obatan, bisnis prostitusi, bisnis penipuan, bisnis perjudian, penyelundupan dan bisnis yang pendapatannya tidak dilaporkan atau terdaftar dalam pajak (dengan kata lain penghindaran pajak dengan disengaja). [Sumber: imf.org (Merupakan situs resmi IMF(International Monetary Fund)]
Pekerja kerah putih: Pekerja kerah putih adalah istilah yang ditujukan kepada pekerja terdidik atau profesional rutin digaji yang bekerja di perkantoran semi-profesional, di bagian administrasi, dan di bagian koordinasi penjualan. [Sumber: Brainly.co.id]