THE DEATH LIGHT BEARER [TOWER OF GOD]

THE DEATH LIGHT BEARER [TOWER OF GOD]
Prolog: Buang Menara Itu!



“Buang tower bagian barat itu!” ucap seorang dewa sambil meletakkan gelas anggur yang diminumnya.


Pesuruh yang berdiri di belakang kursinya ternganga, keringat dingin membanjiri lengan. “Tapi Yang Mulia Dewa Rossiel…”


“Erhardt, lihatlah tower itu,” raja para dewa itu menunjuk sebuah menara megah yang terlihat dari jendela. “Bentuknya kuno dan usang, aku akan menyuruh Arielos untuk membangun tower baru dari permata dan berlian. Jadi buang saja tower itu ke bumi!”


Rossiel berdiri, meninggalkan Erhardt dalam ruangan luas bergelimang emas. Pesuruh pribadi raja para dewa itu menghela, terenyak ke lantai perak berkilau di bawahnya. “Yang benar saja!” gerutu Erhardt sambil merapikan rambut panjang keperakannya.


Sepasang bola mata keemasan itu menatap tower megah yang selama miliaran tahun menjadi penopang kekuatan ilahi para dewa. “Membuang tower yang lama dan membangun yang baru memang gampang, tapi menyingkirkan 'kegelapan' di dalamnya itu mustahil.”


Pria berambut keperakan itu memejam. “Semoga para manusia itu dilindungi dalam nama Dewa Rossiel frost Aesterford yang agung.” Erhardt berdoa, tanpa tahu maksud tersembunyi di balik perintah sang raja para dewa.


***


Beberapa ratus tahun lalu, di sebuah benua bagian barat, sebuah bangunan raksasa jatuh dari langit. Hal itu menimbulkan kehebohan pada zamannya.


Apa langit sedang menghukum para manusia atas dosa mereka?


Apa ini menandakan akhir dari keberlangsungan bumi?


Berbagai spekulasi terus dilontarkan para manusia mengenai Menara megah yang tiba-tiba muncul di tengah permukaan samudra terluas di dunia. Dari jauh bangunan itu terlihat terbuat dari perunggu dan pahatan bata, tapi megah, luas, dan tinggi, bahkan lebih daripada Colosseum. Banyak yang berpendapat ini hukuman yang diberikan dari langit. Namun tak sedikit yang mengira isi dari Menara itu tak lain adalah berkat demi kesejahteraan umat manusia dan bumi.


Tak sampai sebulan menara itu tiba, di tengah perdebatan berbagai kubu manusia, langit menurunkan hujan dahsyat hingga mampu memancing banjir bandang. Topan menerbangkan pepohonan. Laut memuntahkan segala isinya ke daratan. Manusia yang nekat dan tetap ingin hidup, memberanikan diri menaiki kapal dan melewati pintu menara itu.


Namun dari antara ribuan manusia yang memantapkan hati, hanya 13 orang yang mampu menginjakkan kaki di Lantai Pertama Menara. Merekalah 13 Great Warriors, 13 manusia hebat yang kelak berhasil mencapai Lantai 135 di Menara.


Beberapa tahun setelah satu di antara 13 orang itu mendeklarasikan diri menjadi raja dan masing-masing dari mereka membuat perjanjian dengan administrator sehingga mendapat keabadian hidup yang mutlak, portal-portal misterius bermunculan di depan manusia yang berhasil bertahan hidup di luar sana. Ketika mereka memilih untuk melintasi portal itu, maka beberapa detik kemudian kaki mereka akan berpijak pada lantai bata Menara.


Apa yang kau inginkan?


Harta?


Status?


Kebanggaan?


Kekuatan?


Ketampanan?


Kecantikan?


Kepintaran?


Atau


kemampuan?


Legenda mengatakan, “Naiklah sampai ke puncak Menara, niscaya keinginanmu akan dikabulkan.”


***


Secara umum ada 5 posisi bagi manusia yang mengadu nasib di dalam Menara ini:


Light Bearer si pengumpul informasi dan otak tim,


Scout si pengintai,


Wave Controller si pengendali shinsu,


dan Fisherman si penyerang jarak dekat.


Kelima posisi itu tidak ada yang dapat dikatakan paling mudah maupun paling sulit karena memiliki tugas dan kemudahan masing-masing. Namun jika ditanya posisi mana yang dapat membuat kita memerintah seenaknya, jelas jawabannya adalah light bearer.


Siapapun yang menempati posisi light bearer sudah pasti memiliki satu sifat, cerdik. Dengan senjata kubus bernama lighthouse, light bearer mengumpulkan informasi dan mengatur strategi.


Jika sudah berbicara tentang light bearer, maka si Light Bearer Maut tak dapat dilewatkan. Rumornya ia merupakan seorang yang sangat cerdik nan licik.Tak ada seorang pun yang pernah mengalahkannya, baik dalam strategi atau pertarungan langsung sekali pun.


Ia merupakan pemain solo. Jika pun berada dalam sebuah tim, ia hanya memilih tim yang memberinya keuntungan. Namun jika lambat laun tim itu tidak berguna lagi maka ia pun tidak segan berkhianat atau membunuh mereka. Mayat-mayat dari mantan timnya itu tidak pernah ditemukan, juga mayat dari orang-orang yang menantangnya (dan kalah).


Bahkan tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana seorang light bearer dapat mengalahkan seorang fisherman maupun spear bearer, sebab semua orang yang terlibat dan saksi dibunuh olehnya.


Banyak rumor yang mengelilingi si Light Bearer Maut ini.


Ada yang mengatakan mayat-mayat mantan tim dan orang yang dia kalahkan disimpan di dalam lighthouse-nya, kemudian dikubur di tempat yang tidak pernah dilalui orang.


Ada yang mengatakan mayat itu langsung dibakar sampai habis di tempat, kemudian abunya dibuang. Atau mungkin saja… abunya dicampur dengan minuman dan diminum sampai habis. Atau abu itu digunakan sebagai bumbu makanan light bearer satu itu juga bukan hal yang mustahil.


Ada pula yang merumorkan light bearer satu itu mengoleksi mayat-mayat tersebut dan diletakkan di suatu tempat di dalam Menara, diawetkan dan dipajang untuk kesenangan diri. Bahkan banyak yang menduga tubuh mayat-mayat itu dimutilasi dan dikelompokkan sesuai jenis bagiannya, diberi nama dan dihias, kemudian dimakan.


Rumor tentang caranya mengalahkan orang-orang yang menantangnya bahkan tidak kalah gila.


Ada yang mengatakan bahwa lighthouse yang ia miliki merupakan lighthouse ajaib yang dapat membuat lawannya berhalusinasi, kemudian dengan mudah si Light Bearer Maut itu membunuh mereka.


Ada yang mengatakan bahwa ‘light bearer’ itu merupakan identitas palsu, alias lighthouse yang ia bawa itu curian dan posisi aslinya adalah seorang fisherman.


Bahkan ada rumor yang menyebar di kalangan tertentu. Rumor itu mengatakan bahwa setelah Light Bearer Maut yang sekarang adalah orang yang menggunakan identitas orang mati yang dibuang keluarganya. Bukan, lebih tepatnya seorang silver dwarf dengan keahlian bertarung hebat yang menyamar sehingga ia dapat mengalahkan musuhnya dengan melihat masa depan. Dengan kata lain ia memakai rambut palsu dan menggunakan lensa kontak.


Jika tadi silver dwarf, ada pula yang mengatakan mungkin saja ia adalah red witch yang menyamar sebagai pria. Menggunakan kemampuannya melihat masa depan seperti halnya silver dwarf.


Namun sejauh ini, tidak ada satu pun yang dapat membuktikan rumor-rumor itu. Tidak akan pernah terlintas juga di benak satu orang pun di Menara untuk bertanya langsung atau menyinggung hal ini pada yang bersangkutan, sebab orang-orang di Menara masih sayang nyawa.


Rumor-rumor gila itu terus berkembang dari mulut ke mulut, sebab rasanya aneh jika mengingat pemuda sehebat ini dibuang oleh keluarganya.


Lalu siapakan identitas sebenarnya pemuda dibalik julukan Light Bearer Maut ini?


Dia adalah seorang pemuda yang tidak memercayai siapa pun selain dirinya sendiri.


Dia adalah seorang pemuda cerdik dan tidak melakukan apa pun yang tidak menghasilkan keuntungan baginya.


Dia adalah seorang pemuda yang tahu benar rasanya dikhianati dan dibuang dari Keluarga Khun, satu dari 10 keluarga agung di Menara—keturunan salah satu 11 Great Warriors yang berhasil bertahan hidup.


Dia adalah seorang pemuda yang bercita-cita menaklukan Menara dan menjadi kepala dari salah satu keluarga Agung, Keluarga Khun, alias membunuh Kepala Keluarga Khun yang sekarang.


Dia adalah, Khun Aguero Agnes. Seorang pemuda yang kelak namanya tercatat dengan tinta emas dalam sejarah Menara.