
''paman, bagaimana kalau kita istirahat digubuk itu''
tunjuk alice pada sebuah gubuk tua
mendengar apa yang dikatakan alice membuat vektor mengalihkan pandangannya pada gubuk tersebut. kemudian dengan cepat dia menggeleng
''tidak nona muda''
''jika kita berhenti digubuk itu, sudah pasti musuh bisa menemukan kita dengan cepat''
''kita harus mencari tempat yang lebih aman, sebelum kedatangan yang lain untuk menjemput kita''
ini sedikit sulit bagi vektor. jika hanya dirinya sendiri maka dirinya sendiri bisa melakukan apapun,bahkan melawan musuh dengan tangannya sendiri.
namun saat ini, ia bersama nyonya besar dan nona mudanya yang harus ia lindungi bahkan saat ini kedua wanita itu dalam kondisi yang sedang terluka. maka bagi vektor yang paling tepat saat ini adalah mencari tepat persembunyian sampai yang lain tiba untuk menyelamatkan mereka.
mendengar jawaban vektor membuat alice seketika paham. dan memilih mengikuti langkah pria berwajah sangar itu dengan pelan dengan sesekali melihat keatas dimana awan semakin gelap saja.
Masih dijurang yang sama namun di sisi yang berbeda
Alexa, wanita itu diam sembari menatap kedua anggotanya yang terlihat menyeret dua tubuh pria yang saat ini telah bersimbah darah akibat kecelakaan mobil tadi.
"mereka telah mati, nyonya"
ucap almero pada alexa
''berikan pada yang lain, dan minta salah satu dari mereka membawanya ke laboratorium''
''baik, nyonya''
almero dengan cepat melakukan apa yang diperintahkan oleh alexa
''lanjutkan pencarian, dan perhatikan dengan baik alat pelacak, bergerak dengan cepat aku yakin saat ini adik dan mommyku dalam kondisi yang tidak baik baik saja''
perintah alexa dengan tegas.
melihat kondisi mobil miliknya membuat dia yakin, jika pasti ibu dan adiknya bahkan vektor sekalipun terluka. dan ia harus menemukan mereka sebelum musuh menemukan mereka terlebih dahulu
Disisi lainnya
terlihat pria parubaya yang nampak menggerutu karna jalur yang dia lewati begitu rimbun, sehingga pria itu tak segan segan untuk mengumpat
"bagaimana dengan kedua pria tolol itu?"
mario, pria itu bertanya pada lucas yang berjalan tepat disampingnya, di ikuti dengan beberapa anggotanya di belakang.
"mereka mati, tuan"
mendengar itu membuat mario mendenggus
"beri tahu yang lain untuk membakar kedua mayat orang itu"
"baik tuan"
patuh lucas tanpa membantah ucapan dari tuannya.
dan tanpa mereka sadari, mereka menjadi target dari seseorang yang telah memperhatikan mereka sejak tadi.
mata tajam seseorang nampak serius menatap kumpulan orang dihadapannya. dan ketika merasa waktu yang pas ia melakukan aksinya.
Srakkkk
almero, pria itu menarik salah satu orang yang ada disana dengan cepat.
crassss
darah terlihat menyembur mengenai wajahnya, ia tampak menyeringai tipis. ia kemudian menaikkan tangannya memberi kode kearah depan.
seolah memberi tanda pada anggotanya untuk menyerang kearah depan seperti apa yang baru saja dialakukan. melakukan penyerangan dengan hati hati serta cepat tanpa diketahui oleh musuh yang lainnya.
''tuan lucas,sepertinya ada yang salah''
salah satu dari anggota mario dan lucas seketika berseru
lucas dan almero yang mendengar hal tersebut sontak membalikkan tubuhnya. mata mereka seketika membelalak lebar ketika menyadari dimana tadi mereka datang dengan sepuluh orang anggotanya kini hanya tersisa dua orang.
''kemana yang lain?''
mario bertanya dengan penuh kemarahan
''saya tidak tau tuan''
jawab pria tersebut, ia terlalu fokus kearah depan tanpa memperhatikan teman temannya yang ada dibelakang.
Tubuh mario seketika meremang, rasa takut kini bergejolak dalam hatinya. dengan tergesa ia mengeluarkan pistol yang ada di kantong celananya.
hingga sesuatu terlihat bergerak membelah angin dengan cepat
''akhhh''
Bughhh
mata mereka kembali dikejutkan, dimana anak panah terlihat menancap tepat dibagian jantung anggota mereka yang telah tergeletak tak berdaya di tanah.
'' siapa kau?''
kini mario berteriak dengan penuh kemarahan serta rasa takut.
hening, tak ada sahutan atau pergerakan apapun. hingga selang dari beberapa saat anak panah kembali terlepas mengenai satu anggota mereka yang tersisa.
slasss
bugg
dan kini mata anggotanya menjadi sasaran anak panah itu. melihat hal tersebut sontak membuat lucas seketika berjaga jaga.
''kurasa peringatanku kau anggap angin lalu, kakek''
mendengar hal tersebut membuat mario membulatkan matanya.
ia kenal suara itu, suara yang tidak asing. bahkan sang pemilik dari suara itu adalah sumber kesialan yang ia terima belakangan ini.
dan seketika ia menggeram penuh kemarahan ketika melihat alexa,cucunya itu berdiri dengan angkuh dihadapannya dengan beberapa pria berbadan kekar dibelakangnya.
''apa maksudmu ha?''
mario berteriak dengan penuh kemarahan,urat urat dilehernya terlihat begitu menegang dengan rahangnya yang terlihat begitu mengeras
''terlalu banyak bicara kau''
bughhh
alexa dengan cepat menendang perut mario, hingga membuat pria parubaya itu seketika memundurkan langkahnya.
mario terlihat meringis memegangi perutnya yang terasa begitu nyeri akibat tendangan alexa. ia terkejut, bagaimana bisa tubuh semungil itu mempunyai kekuatan yang tak terduga.
''hanya dengan sebuah tendangan membuat kau meringis seperti itu, lalu bagaimana kau memiliki nyali untuk mengganggu keluargaku sialan''
alexa berteriak dengan penuh kemarahan, mata indah miliknya terlihat memerah. dengan membabi buta menyerang mario tanpa membiarkan pria parubaya itu bernafas.
lucas seketika panik, ketika ingin membantu tuannya dengan menyerang alexa dengan cepat almero melayangkan tendangan.pada pria itu.
bugg
''arghhh''
lucas meringis, ia dengan tertatih ia bangun dari posisinya. menatap almero dengan penuh kemarahan
''sialan kau''
teriaknya murka, kemudian dengan cepat ia menghentakkan kakinya, memberikan tendangan pada almero. namun sayangnya almero lebih cepat dari gerakannya.
menangkap kaki lucas,dan dengan cepat berjalan kearah depan membenturkan tubuh lucas ke sebuah pohon besar tanpa ampun
bugg buggg
almero, pria itu memberikan pukulan bertubi tubi di perut lucas membuat pria itu memuntahkan seteguk darah segar.
tak hanya sampai disitu, pria yang terkenal julukan kekejamannya setelah vektor itu mencengkram kerah baju lucas,kemudian mengangkat tubuhnya dengan kekuatan penuh.
''kau tau, berurusan atau mencari masalah dengan keluarga inti Axel adalah awal dari sebuah kematian''
''bahkan kau telah menyentuh tiitk terdalam keluarga itu''
ucap almero dengan dingin
ia kemudian membenturkan tubuh pria itu kepohon,kemudian menghempaskan tubuh lucas dengan kuat ketanah
srekkkkk
almero menekan wajah lucas dengan sepatu miliknya, tanpa membiarkan pria itu meringis ataupun melengguh sedikitpun. hingga almero tak merasakan pergerakan apapin dari tubuh pria itu.
ia menggoyangkan tubuh pria itu dengan sepatu miliknya. namun tidak ada pergerakan apapun.
''lemah''
umpatnya sinis, kemudian beralih menatap alexa yang kini telah bersimbah darah. tidak ada ekspresi apapun di wajahnya. ia hanya menatap datar tubuh mario yang saat ini telah bersimbah darah.
cukup mengerikan, bahkan bisa dilihat dengan jelas ada beberapa bekas tusukan dibagian perut pria itu. namun ada yang aneh wajah pria itu tidak dilukai oleh alexa sedikitpun.
hingga sebuah tanda yang ada di jam tangan mereka semua membuat mereka bergerak cepat pergi dari sana.