
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
''kakak lexa siapa mereka?'' tanya alice penasaran
''bukan siapa siapa'' alexa menjawab dengan santai
''honey aku mohon jangan marah,hukum aku atau kau boleh minta apapun'' bujuk mike
''honey?'' gumam alice
''ahhh kakak. apa kau pacar kakak lexa?'' tanya alice girang
''iya aku pacarnya'' sahut mike dengan penuh percaya diri.sedangkan alex benar benar tak habis pikir dari mana asal percaya diri bosnya itu.benar benar terlihat memalukan
''woahhh benarkah'' alice berteriak dengan heboh
''kakak lexa kenapa kakak tidak pernah menceritakannya padaku'' alice menggoyangkan lengan alexa
''dia bukan siapa siapa''
''ehh'' alice menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia benar benar tidak mengerti
''tapi kakak itu mengatakan jika kakak''
''alice ada berapa pria yang pernah tertarik dan mengaku sebagai pacarku?'' tanya alexa cepat
''banyak'' alice kemudian mencerna maksud dari perkataan alexa
''ahh maksud kakak, kakak tampan ini juga mengaku ngaku sebagai pacar kakak sama seperti pria pria sebelumnya'' alice kemudian mengangguk anggukkan kepalanya mengerti
''honey aku mohon jangan seperti ini, maafkan aku oke.honey'' bujuk mike untuk kesekian kalianya
''apa yang kau bawa tadi?'' tanya alexa mengacuhkan mike
''ahh aku membawa kue coklat yang banyak untuk semua orang. ini buatan aku dan mommy mauren'' jelas alice,ia kemudian membuka kresek yang di bawa tadi.lalu mengeluarkan beberapa kue coklat yang telah di bungkus indah
alice membuka bungkus kue coklat itu kemudian memberikannya pada alexa
''kakak katakan bagaimana rasanya dan apa yang kurang'' ucap alice ketika alexa mulai mengunyah kue coklat buatannya itu
''enak, kau berbakat'' puji alexa meski dengan nadanya yang terkesan datar.
''benarkah'' alice benar benar antusias, ia kemudian mengambil beberapa kue coklat lagi, kemudian memberikannya pada mike dan juga alex
''kakak ambilah'' alice tersenyum ramah pada alex
''terima kasih''
alex mengambil dua bungkus kue coklat itu, kemudian memberikan mike yang satunya
''alice aku akan pergi keperusahaan daddy apa kau ingin ikut'' tanya alexa ketika melihat jam yang melingkar di tangannya
''apa aku bisa ikut, aku takut mengganggu daddy arga'' cicit alice. meski arga dan mauren begitu menyayanginya namun terkadang alice masih merasa sungkan pada mereka.
''ikut saja''
''telfon david katakan untuk bersiap siap,aku akan mengganti bajuku lebih dulu'' ucap alexa kemudian berlalu dari sana
''baik kakak''
alice kemudian melakukan apa yang di perintahkan alexa, setelah selesai ia kembali memakan kue coklat buatannya
''alex pikirkan cara agar gadisku tidak marah lagi'' perintah mike pada alex seperti biasa
''bos mana aku tau caranya'' keluh alex
''maka dari itu kau harus mencari tau'' tegas mike sehingga alex tidak bisa berkata apapun selain menerima perintah dari atasannya itu
mike menekan tulang hidungnya. ia benar benar tidak tau cara membujuk wanita. dan dengan marahnya alexa tentu saja membuat mike serasa pusing tujuh keliling.
''emm alice'' kini alex yang membuka suara
''iya om'' sahut alice dengan polosnya
alex yang mendengar dirinya di panggil om benar benar terkejut.apa dia setua itu hingga harus di panggil om. yang benar saja ia bahkan belum menikah mana bisa ia setua itu. ingin protes tapi ada hal yang lebih penting bagi alex.
''alice bagaimana harimu?'' tanya alex
''ehhh'' jangankan alice,mike pun dibuat heran dengan pertanyaan asistennya itu
''bagaimana harimu apa menyenangkan?'' tanya alex kembali
''jangan menjadi pedofil, apa kau tidak punya harga diri, atau kau ingin habis di tangan gadisku, beraninya kau mencoba mendekati adiknya'' kesal mike
alex tentu saja syok mendengar perkataan bosnya itu.yang benar saja
''kau menanyakan bagaimana harinya, apa kau mencoba pendekatan dengannya,apa kau tidak bisa melihat dia itu masih kecil'' mike berkata dengan datar
''bos mana mungkin aku seperti itu, aku menanyakan bagaimana harinya itu hanya basa basi'' mana bisa bosnya berfikiran seperti itu.
ia hanya mencoba membuka percakapan dengan alice. agar bisa menggali berita atau informasi yang bisa membuat amarah alexa mereda.hanya saja ia tidak tau bagaimana cara memulai percakapan dengan wanita karna selama ini alex hanya fokus pada pekerjaannya saja
''emm om bisa lanjutkan perkataan om tadi,tapi langsung pada intinya saja'' sahut alice. ia merasa pusing mendengar perdebatan dua pria di hadapannya itu
sambil berdecak sebal alex kemudian bertanya pada alice sesuai dari rencananya tadi
''apa kau tau apa yang disukai kakakmu?''
''maksudku,apa yang bisa meredakan amarah kakakmu itu? jelas alex
''aku tidak tau, karna kakak lexa sangat jarang marah'' jawab alice dengan jujur
''jarang marah?'' kini alex memastikan
''huumm, lebih tepatnya tidak ada yang berani membuat atau memancing amarah kakak lexa'' jelas alice ia kemudian memakan kembali kue coklatnya
"benar juga, memangnya siapa yang berani memancing amarah nyonya kecil,itu sangat mengerikan " batin alex
"kalau begitu, apa kau tau apa yang diinginkan kakak mu?" tanya alex lagi
setelah berfikri alice kembali menjawab pertanyaan pria di hadapannya itu
"kurasa kakak lexa tidak membutuhkan apapun, kakak lexa punya uang yang banyak,punya perusahaan,punya mobil yang banyak,punya banyak berlian dan emas,ku rasa kakak lexa tidak membutuhkan apapun"
"bos kurasa ini akan sulit" keluh alex yang semakin membuat mike frustasi
alexa keluar dari ruang gantinya dengan pakaian santai, tak lupa dengan topi yang bertengger di kepalanya
penampilan alexa, gambar hanya pemanis yah
"alice ayo"
"baik kakak" alice kemudian mengikuti langkah alexa tak lupa dengan mike dan alex yang juga mengekor dibelakang mereka
"honey aku mohon,maafkan aku" sahut mike untuk kesekian kalinya
alexa kembali mengacuhkan mike,mereka kemudian masuk kedalam lift khusus untuk CEO
ting
dari dalam hingga keluar dari lift mike terus saja mencoba membujuk gadisnya itu, tanpa mempedulikan tatapan karyawan yang saat ini menatap mereka
"kakak, maafkan kakak itu kasian dia" kini alice berbicara. ia benar benar merasa kasihan melihat mike
mike dan alex yang mendengar itu segera memasang tampang menyedihkan mereka, tanpa peduli tatapan datar alexa yang tertuju pada mereka
alexa mengehela nafasnya kasar
"baiklah, aku ingin 10 persen saham di mallory company" putus alexa
mike yang mendengar itu langsung saja merasa senang, bahkan binar bahagia terlihat jelas dari raut wajahnya
"aku akan memberikannya,apa hanya itu? " tanya mike antusias
"aku menginginkan mobil baru, tapi mobil itu adalah rancanganku sendiri, aku akan mengirimkannya padamu nanti"
"baiklah,apa sekarang kau tidak marah lagi? "
alexa yang mendengar itu mengerutkan keningnya
"akan aku pertimbangkan setelah permintaanku terpenuhi"
"alice ayo" lanjut alexa
"baik kakak" alice kemudian melambaikan tangan pada mereka semua yang ada disana. karyawan yang melihat itupun membalas lambaian tangan dari alice yang saat ini mengikuti langkah alexa.
hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni