The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
kembali



Assalamualaikum


hallo Reader's ku, aku kembali lagi menyapa kalian dalam cerita alexa hehe.


kuharap kalian masih seperti dulu, yang selalu menantikan kisah dari si dingin alexa dan sibucin mike.


aku minta maaf karna kalian harus nunggu dalam waktu yang cukup lama, maafkan aku,dan aku ucapkan maaf yang sebesar besarnya.


seperti biasa, like,comment,vote dan jangan lupa hadiahnya.


agar author udah bisa rajin ngetik hehe


happy reading


mata indah yang biasanya menampilkan tatapan dingin itu kini menyendu, ia menatap gadis yang saat ini masih betah dalam tidurnya.


alexa menghela nafas pelan,sudah dua hari sejak kecelakaan itu terjadi,namun alice belum menunjukkan tanda tanda jika ia akan sadar.


''sayang kau tidak ingin bangun, kau tau keponakanmu ini sangat merindukanmu'' lirih alexa dengan air mata yang telah mengenang di pelupuk matanya.


beberapa hari ini alexa terus mengajak alice berbicara meski tidak memberikan respon,dan itu adalah saran dari dokter yang menangani adiknya


tangannya bergerak merai tangan alice dengan hati hati, kemudian meletakkannya di perutnya yang masih datar


''kau tau, aku tidak bisa tidur setiap malam karna memikirkanmu, dan juga keponakanmu yang begitu merindukanmu,apa kau tidak khawatir jika aku kekurangan tidur dan itu berefek pada keponakanmu''


mata alexa yang tadi menyendu seketika melotot ketika merasa pergerakan pada tangan alice


''alice,kau tau aku tidak bernafsu makan, aku selalu mual ketika mencium sesuatu yang aneh, dan aku selalu saja ingin memuntahkan makanan yang ada mulutku'' keluh alexa


''kau tidak khawatir padaku? terutama pada keponakanmu ini, kau benar benar jahat'' mata alexa terus saja menatap wajah alice yang tud'ak menunjukkan reaksi apapun kecuali jari tangannya yang sesekali bergerak.


dan itu tudak berlangsung lama, kini kelopak mata alice juga perlahan bergerak, membuat rasa bahagia didalam diri alexa kini menguasainya.


''kau sadar sayang'' alexa mengecup seluruh bagian wajah alice dengan air mata yang telah mengalir di pipi mulusnya


dengan cepat alexa menekan tombol yang ada disana, dan selang beberapa detik saja lima dokter masuk dengan nafas yang naik turun.


''ce cepat periksa adikku''


merekapun segera melakukan perintah alexa, tak mengidahkan jika wanita itu masih berada di ruangan yang sama karna tentu saja wanita itu tidak ingin meninggalkan alice walau hanya sebentar.


alexa meremas tangannya, ia begitu gugup saat ini,ia berharap semoga tidak ada gejala apapun yang muncul akibat kecelakaan itu.


selang beberapa saat para dokter telah melakukan pemeriksaan, mereka dengan cepat di buru pertanyaan oleh alexa.


''bagaimana keadaan adikku?''


''apa ada gejala lain?''


''apa kita perlu melakukan tindakan lain untuknya?''


cecar alexa khawatir


''ini adalah sebuah berita baik nyonya, nona alice dalam keadaan baik baik saja, bahkan tubuhnya tidak menimbulkan gejala apupun untuk saat ini'' jelas dokter kepala yang secara langsung menangani ipar dari pria berpenguasa yang tak lain adalah Michael adya mallory.


''kau yakin?''


''saya yakin nyonya,hanya saja nona alice tidak boleh banyak bergerak saat ini,karna beberapa tulang di tubuhnya belum pulih'' lanjutnya


''baiklah, terima kasih'' ucap alexa cepat yang kemudian menghampiri alice yang masih terbaring dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.


''sayang'' air mata alexa luruh seketika, ia tidak bisa lagi menahan genangan lelehan itu karna rasa bahagia yang ia rasakan ketika adiknya kembali sadar


''ja jangan me menangis'' lirih alice terbata, ia memaksakan senyumnya agar kakaknya itu tidak khawatir.


cup cup cup cup


alexa mengecup seluruh wajah alice, membuat hati gadis itu terasa hangat. ia meneteskan air matanya karna ia masih diberi kesempatan untuk hidup.


''heii kau melarangku menangis, tapi kau sendiri yang menangis'' kesal alexa dengan tangannya yang terulur menghapus air mata alice dengan gerakan hati hati


alice tersenyum tipis, ia merasa badannya terasa sakit dan sulit untuk di gerakkan bahkan beberapa bagaian tubuhnya di pakaikan sebuah gips dan juga lehernya tak luput menggunakan cervical coller


''mo mmy''


dan benar yang dikatakan istri mike itu, saat ini tatapan para pengunjung maupun pasien tertuju pada beberapa mobil mewah yang berjalan menuju basement rumah sakit.


mata mereka terbelalak saat melihat mike turun dari salah satu mobil mewah itu,dengan di susul seorang pria dan wanita paru baya yang mereka bisa tebak jika mereka adalah pasangan suami istri.


namun mereka tidak bisa menebak siapa pasangan itu, selain dengan pakaian yang digunakan begitu tertutup dan tak lupa masker dan kacamata mereka, mereka juga di kelilingi beberapa bodyguard bertubuh kekar yang menghalangi pandangan mereka.


dan hal yang membuat mereka lebih terkejut adalah,seorang Michael adya mallory memperlakukan mereka begitu sopan.tentu saja mereka dilanda rasa tanda tanya begitu besar dengan identitas pasangan itu,sehingga pria berpenguasa seperti mike bisa bersikap sangat sopan.


namun objek yang di tuju tidak peduli dengan tatapan banyak orang yag tertuju pada mereka.


dengan langkah cepat mereka meninggalkan basement rumah sakit.


mauren, wanita parubaya itu tak henti hentinya menguap rasa syukur ketika menerima telfon dari pihak rumah sakit yang mengatakan putrinya telah sadar.


vektor dan beberapa bodyguard yang berjaga di depan ruangan alice segera membuka pintu ketika melihat kedatangan nyonya besar mereka.


''sayang'' mauren berjalan menghampiri alice yang masih terbaring dengan tangan kanannya yang senantiasa di gengam oleh alexa


air mata mauren seolah didesak untuk keluar, sungguh meski alice bukan putri kandungnya namun ia begitu menyayangi gadis yang selalu ceria ini,bahkan rasa sayangnya sama dengan rasa sayangnya pada alexa.


''jangan menangis mommy'' ucap alice pelan namun masih di dengar oleh mereka semua


''mommy hanya bahagia melihat kau telah sadar sayang'' mauren melabuhkan kecupan hangat di kening alice


sedangkan mike, ia lebih dulu mengampiri istrinya yabg terlihat bahagia. ia pun merasa lega karna adik iparnya pun telah sadar


''sayang,apa yang dikatakan dokter tentang kondisi adikmu'' tanya mauren pada alexa yang berada dalam pelukan hangat menantunya


''mereka bilang, jika kondisi alice dalam keadaan baik, hanumya tidak diperbolehkan terlalu banyak bergerak'' jawab alexa,ia menghirup pelan aroma suaminya yang bisa membuatnya tenang.


''sekarang putri daddy harus cepat sembuh, bukankah kau sangat menantikan dimana kau akan memiliki keponakanmu yang lucu'' arga menatap alice dengan tatapan hangat.


''aku akan sembuh'' lirih alice membuat semua orang tersenyum


''sayang sekarang kau harus istirahat, kau sedang hamil, dan kau tidak boleh lelah'' mauren memperingati putrinya


''iya mommy''


''sekarang lebih baik kau pulang sayang, kau harus istirahat yang cukup dan bukankah besok kau harus datang di peresmian perusahaanmu'' arga memperingakan putrinya.


karna sejak alice belum sadar alexa enggan untuk meninggalkannya,dia akan pergi jika hanya kekamar mandi.dan selama itu juga alexa tidur diruangan yang sama dengan adiknya bersama mike,dimana pihak rumah sakit menyiapkan sebuah tempat tidur yang cukup besar untuk mike dan alexa.


''tapi aku ingin bersama adikku'' lirih alexa


''sayang, ada mommy dan daddy disini, bukankah kau harus mempersiapkan dirimu untuk besok, kau telah lama menantinya bukan? lagi pula kita bisa melihat perkembangan alice dari jauh'' bujuk mike yang dengan terpaksa di angguki oleh alexa.


alexa kemudian mengampiri alice, tak bosan ia melabuhkan kecupannya pada wajah adiknya itu


''kakak pulang dulu, besok kakak akan datang lagi, ingat kata dokter jangan banyak bergerak,aku akan meminta pria tua itu untuk mengantarkan obat untuk mempercepat pemulihanmu''


''ya betul kata kakak mu alice, kau harus cepat sembuh,kau harus membantuku menjaga ibu hamil ini'' timpal mike membuat alice tersenyum tipis


''jaga calon keponakanku dengan baik'' ucap alice pelan


''tentu,kalau begitu kami pamit dulu''


sepasang suami istri itu kemudian berlalu,alexa mengembuskan nafasnya pelan. ia sangat tidak rela meninggalkan adiknya. namun ia harus mempersiapkan segala hal untuk besok. dimana hari peresmian kantornya dan juga hari dimana menjadi awal mula kehancuran untuk mario bern.


segini dulu yah hehe, maaf kalau ini pendek.


emmmm kangen aku ngak? kalau aku sih kangen sama kalian


kangen lihat komentar komentar kalian yang kadang membuat author ini senyum senyum sendiri bak orang gila hehehe.


please komen, aku mau lihat antusias kalian kembali huhu.


jangan lupa, like, vote dan juga hadiahnya nyusul yah hehe.


bantu author untuk membuat cerita author ini naik level huhu


lup yu poll Reader's ku