
dirumah sakit
mauren terlihat begitu cemas, pandangannya tertuju pada sebuah tv yang ada di sana. dimana saat ini sedang menyiarkan secara langsung di perusahaan milik putrinya.
ia merasa gelisah, terutama saat melihat paman dari suaminya terlihat jalan mendekati putrinya itu. berbagai rasa takut kini menghantam dirinya.
hingga tepukan di pundaknya berhasil mengejutkannya,namun ia seketika tersenyum ketika menyadari siapa pemilik dari tangan kokoh itu.
''sudah makan?'' mauren bertanya dengan berusaha mengembangkan senyumnya.
''sudah, kau yang belum makan apapun sejak tadi''
arga merebahkan kepala sang istri di pundaknya.ia tau betul apa yang ada difikiran sang istri. meski mauren berusaha menyembunyikan kecemasannya namun itu masih tidak mampu membohongi arga.
''kau tau sayang, putri kita begitu hebat'' arga memulai pembicaraan, dengan tangannya berusaha mengelus rambut panjang milik istrinya itu.
''ya dia tumbuh dengan baik, dan begitu hebat dan sempurna'' mauren menimpali ucapannya
''dan juga saat ini dia telah memiliki suami yang mampu melindunginya, aku yakin mike akan berusaha untuk melindungi putri kita dari bahaya apapun, aku bisa melihat itu''
mauren tertegung, kini ia tau kemana pembahasan suaminya. jelas sehebat apapun ia menyembunyikan perasaannya, itu tetap tidak mampu membuat arga untuk tidak sadar.
ia masuk kedalam pelukan hangat suaminya, terdengar isakan lirih di sana. arga hanya diam, membiarkan istrinya menangis dengan tangannya tak berhenti mengelus punggung sang istri. bukankah dengan menangis bisa membuat kita sedikit lebih tenang?
''aku tidak bisa melupakan kejadian itu, kejadian dimana nyawa putriku melayang karna keserakahannya''
''aku aku, aku tidak bisa kehilangan putriku untuk saat ini''
'' arga, aku bisa mati jika putriku kenapa napa''
''bagaimana jika paman berusaha mencelakai putri kita, bagaimana jika dia akan melakukan hal yang''
''heii,lihat aku'' arga memegang pundak sang istri,matanya menatap kini bertubrukan dengan mata mauren yang kini telah meneteskan buliran beningnya.
''aku tau apa yang kau rasakan,sayang''
''aku juga sama, aku juga merasakan takut sepertimu, aku takut jika suatu saat aku tidak bisa melindungi putriku seperti dulu''
''tapi sekarang, tidak hanya kita,ada mike dan juga yang lain menjaga alexa''
''aku, aku yakin kita bisa menjaganya, menjaga putri putri kita, aku janji tidak akan lalai seperti dulu,aku berjanji padamu''
arga berkata dengan lirih, lelehan bening tak ia bisa bendung begitu saja. rasa penyesalan terus menghantam dirinya setiap saat.
''sayang, maafkan aku, aku hanya terlalu cemas,seharusnya aku''
''lihat aku, sekarang jangan khawatirkan apapun lagi, kita semua akan berusaha menjaga putri putri kita dan calon cucu kita dengan baik''
mauren menganggukkan kepalanya, lalu kembali menelusupkan wajahnya kedalam dada suaminya. menikmati rasa hangat pelukan yang mampu membuatnya tenang.
Di perusahaan milik alexa
mario mengerutkan keningnya ketika dirinya di bawa kedalam satu ruangan yang menurutnya cukup aneh, dalam segi perabotan ataupun benda benda yang ada dalam ruangan itu.ia yakin bukanlah hanya untuk pajangan semata. dirinya bisa melihat dengan jelas terdapat sisi dalam masing masing perabot itu memiliki ruang bahkan terlihat beberapa kabel di sisinya.
tak hanya itu, bahkan dalam ruangan ini, kita bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar sana, dinding dalam ruangan ini sekilas tampak sebuah kaca sehingga bisa melihat jelas keadaan diluar, namun ia tau betul jika dari luar sana kita tidak bisa melihat apapun. desain yang begitu memukau mario akui itu, bahkan kemewahan dalam perusahaan milik cucunya itu benar benar tiada tanding.
''aku tidak ingin membuang buang waktuku untuk sesuatu hal yang tidak penting''
mario yang tadi termenung seketika tersadar, ia mengepalkan tangannya kuat ketika mendengar alexa mengatainya bodoh.
''jaga bicaramu''
''cepat bicara, atau kau pergi dari ruanganku''
dengan sekuat tenaga mario menahan amarahnya,ia berulang kali mengatur nafasnya. gadis itu bener benar memiliki mulut beracun.
''sial'' batin mario
''aku hanya ingin menanyakan apa yang terjadi pada maria''
mendengar itu seketika alexa terkekeh pelan
''kau benar benar bodoh, apa dengan mengirimkan sebagian dari tubuh putrimu kau masih tidak tau jika dirinya telah mati''
mario yang mendengar itu, seketika membulatkan matanya. ia tidak menyangka jika alexa tau jika maria adalah putrinya. yang bahkan hanya dia dan tangan kanannya yang mengetahui itu, juga ibu dari maria yang tak lain adalah amera yang di perkosa oleh mario dalam keadaan mabuk.
''tak perlu berekspresi seperti itu, kau tau putrimu dari pelayan itu berusaha merebut milikku, dan juga merencanakan pembunuhan untukku''
''dan kau harus tau, bagiku nyawa di balas nyawa, jika kau menggores 1 luka padaku maka aku akan menggores 100 luka padamu''
''dan juga, aku tidak akan membiarkan siapapun merebut apa yang seharusnya menjadi milikku''
namun kalimat terakhir yang di ucapkan alexa berhasil memancing emosi mario naik ke ubun ubun
''baik itu kekasih ataupun harta, yang menjadi milikku akan tetap menjadi milikku''
''apa maksudmu''
Brakk
mario berteriak dengan penuh kemarahan, ia memukul meja di hadapannya.
''kau tau jelas apa maksudku,kakek''
alexa menyunggingkan senyum tipisnya,memainkan gelas yang berisi wine yang saat ini di tangannya.
''aku akui jika perusahaan itu memang pada awalnya diserahkan pada daddymu''
mario mengakui itu, apa mario menerima keputusan itu? jelas saja tidak. bahkan ia berulang kali menentang keputusan ayahnya. namun hasilnya tetap pada keputusan awal. bagi lorus ayah dari mario memilih untuk menyerahkan seluruh asetnya pada arga,cucunya
karna dia tau betul bagaimana sikap mario, ia yakin jika perusahaan di serahkan padanya, perusahaan itu akan bangkrut hanya dalam beberapa bulan saja. apa lagi saat itu, ada banyak saingan bisnis bahkan perusahaan axel tidaklah sebesar sekarang.
namun ia masih memberi mario salah satu anak perusahaan agar bisa mengembangkannya. namun itu tidak bisa memupuk rasa iri dan kebencian dan dendam di dalam hati mario.
dan benar saja keputusan luros benar benar tepat, hanya dalam waktu satu tahun perusahaan yang diserahkan pada cucunya, arga. benar benar berkembang pesat. bahkan menjadi salah satu perusahaan besar di canada.
mario semakin dibuat berang dengan reputasi arga yang terus saja berkembang. bahkan ia tidak memiliki cela sedikitpun untuk menjatuhkannya.
hingga kesempatan itu datang, tentu saja ia tidak menyianyiakannya. menggunakan cara licik agar arga menyerahkan perusahaannya.
''tapi kau tau,aku telah mengembangkan perusahaan itu bertahun tahun lamanya,setelah kepergian daddymu''
alexa yang mendengar itu seketika tertawa terbahak bahak membuat mario yang mendengarnya seketika bergidik ngeri.