
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
semenjak pulang dari rumah sakit, wajah alice terlihat begitu bahagia, termasuk alexa dan juga bodyguard yang bersama mereka.
bagaimana tidak, mereka mendapatkan kabar bahagia yang mampu membuat semua orang orang bersorak bahagia, alexa dinyatakan hamil dengan usia kehamilannya yang saat ini memasuki kurang lebih tiga minggu.
alexa tersenyum manis saat alice terus saja mencium perutnya yang masih rata.jelas saja kabar ini membuat alice begitu bahagia bahkan ia sempat menangis saat dokter memberitahu kabar itu.
''uhh sayang, baik baik yah di perut mommy mu, sehat sehat yah, kami akan menunggu kedatanganmu di dunia ini'' ucap alice yang kembali mencium perut datar alexa
''kakak aku sangat sangat bahagia'' seru alice yang kemudian mengecup pipi alexa dengan penuh kasih sayang membuat alexa terkekeh geli
''kau terlihat begitu menyayanginya''
''tentu saja''
''aku jadi khawatir jika nanti dia lahir kau tidak menyayangiku lagi'' goda alexa pada adik angkatnya itu
''mana bisa seperti itu, tempat kakak lexa tidak bisa tergantikan di hatiku" jawab alice dengan bersungguh sungguh
"benarkah? "
"tentu saja"
"kakak aku penasaran bagaimana reaksi kak mike nanti, kurasa ia akan mengadakan acara besar besaran ketika mendengar kabar ini" alice terkekeh membayangkan itu,jika ia saja begitu bahagia lalu bagaimana dengan suami tampan kakaknya itu.
"kita lihat saja nanti" singkat alexa sembari tersenyum tipis,sejujurnya ia begitu penasaran dengan reaksi suaminya nanti.
hingga saat ini, mobil mewah alexa memasuki basement perusahaan milik mike, semua karyawan yang melihat kedatangan wanita dingin itu segera membungkuk dan memberi hormat
"selamat datang nyonya alexa,nona alice" sahut mereka semua serempak
alexa hanya mengangguk dengan sedikit menarik bibirnya membentuk senyum tipis yang mampu membuat orang yang melihatnya terpaku melihat senyum menawan itu.
alexa berjalan dengan santai, dengan alice yang terlihat begitu hati hati memeganginya seolah takut ia akan terjatuh, dan tingkahnya itu berhasil membuat alexa terkekeh.
"kakak lain kali tidak usah pakai hels lagi pakai sneakers saja" ucap alice ketika saat ini mereka berada di dalam lift khusus yang biasa digunakan mike
"baiklah,kau benar benar cerewet sekarang'' sahut alexa gemas pada gadis itu.
ting
brukkk
''auhh'' ringis seorang karyawan yang terpental karna tak sengaja menabrak badan kekar seorang pria.
''sebaiknya kau perhatikan baik baik disetiap langkahmu, karna jika saja nyonyaku terluka sedikit saja kupastikan ini adalah hari terakhirmu di dunia ini'' ucap vektor dengan datar membuat tubuh karyawan yang menubruknya tadi gemetar.
''ma ma maafkan saya tuan, nyonya alexa, saya buru buru sehingga tidak memperhatikan jalan'' gugup karyawan itu, karna pada kenyataannya ia betul betul tidak sengaja,ia diminta untuk membawa berkas penting oleh mike sehingga ia tidak memperhatikan jalan. dengan susah payah ia bangun dari posisinya
''sudah paman vektor, kasihan dia, lagi pula kakak tidak apa apa'' lerai alice ketika melihat tubuh karyawan itu bergetar hebat dengan wajahnya yang telah di banjiri keringat dingin.
''benar yang dikatakan nona alice,vektor'' kini jeff turut menimpali
tidak ada sahutan ataupun sepatah katapun yang keluar dari mulut vektor, dengan ekspresi yang masih sama,ia kembali kebelakang alexa yang tidak memberi komentar apapun.
''dimana suamiku?'' tanya alexa pada karyawan itu
''tu tuan be besar mike, sedang berada di ruangan meeting nyonya'' jawab karyawan itu, dan akhirnya ia bisa bernafas lega ketika alexa dan dan dua bodyguard yang menyeramkan itu telah melesat pergi dari hadapannya.
''apa kau yakin tidak ingin masuk?'' tanya alexa kembali pada alice yang menolak untuk masuk, tentu saja ia merasa sungkan
''tidak kakak, aku disini saja, aku harus menelfon temanku untuk membahas tugasku minggu depan'' ucap alice beralasan
''baiklah''
krekkkk
pintu ruangan itu terbuka, para rekan bisnis mike yang tidak mengenal alexa tentu saja mengerutkan keningnya,namun tidak bagi karyawan mike yang turut serta dalam meeting itu, mereka segera berdiri dari posisi mereka kemudian membungkuk ketika melihat istri bos mereka.
''alex dimana mike?'' tanya alexa, tentu saja ia tidak akan menyebut mike suaminya dalam keadaan seperti ini, karna ia telah menyiapkan waktu yang tepat untuk membuka identitasnya sebagai istri dari Michael Adya Mallory.
''bos sedang ketoilet nyonya'' jawab alex sopan membuat semua orang semakin penasaran dengan stastus gadis cantik di hadapan mereka itu.
alexa mengangguk,ia kemudian duduk di kursi yang ditempati mike sebelumnya, mengacuhkan semua orang yang saat ini tengah menatapnya,namun matanya tertuju pada seorang wanita yang terlihat begitu menatapnya. ia tersenyum tipis, bahkan tak ada seorang pun yang menyadari hal itu
''secantik apapun wanita, kurasa tetap saja tidak berguna jika dia tidak tau sopan santun'' sarkas wanita yang bernama maria yang juga ikut dalam meeting itu, ia menatap alexa dengan penuh iri, kecantikan itu membuat maria ingin menghancurkannya.
semua orang yang mengenal alexa dalam ruangan itu seketika menahan nafasnya.
''bodoh '' batin mereka menjerit
melihat alexa yang hanya diam dan dengan santai memainkan ponselnya membuat darah maria semakin mendidih.
''kau wanita tidak tau malu, apa kau tidak tau apa yang sedang kami lakukan saat ini, kami sedang rapat'' amuk maria
''apa aku bertanya padamu?'' singkat alexa membuat wajah maria semakim menggelap
''kauuuu''
''berani sekali kau meneriaki kekasihku'' suara berat dan datar itu membuat tubuh mereka semua menegang,mereka semua tidak berani menatap netra tajam milik penguasa itu yang saat ini menatap mereka seolah ingin menerkam mereka semua
"kekasih" batin maria syok, karna setaunya mike tidak memiliki kekasih bahkan tidak pernah sekalipun
"berani sekali kau meneriakinya, bahkan aku sendiri tidak pernah sedikitpun meneriaki atau berlaku kasar padanya,memangnya siapa kau ha" teriak mike muka, ia begitu tidak terima jika istri kesayangannya di perlakukan seperti itu,karna dirinya bahkan tidak pernah berlaku seperti itu.
"jangan kau pikir kau berasal dari AX grup sehingga kau bisa berlaku seenaknya di perusahaanku, kau lupa jika aku ingin,aku bisa mengancurkan perusahaanmu''
''andai saja istriku mengizinkannya,maka itu telah terjadi sejak lama'' lanjut mike dalam hati
''ta ta tapi tuan mike, anda tidak bisa seperti itu, ini hanya sebuah kesalah pahaman, saya benar benar tidak tau jika dia adalah kekasih anda'' bujuk maria,ia bisa habis jika ayahnya tau kalau kerja sama ini gagal.
''alex bawa dia''
'' tuan mike anda tidak bisa seperti itu tuan, kau kau wanita sialan kau wanita murahan,ini semua gara gara kau'' maria mulai memberontak saat alex dan beberapa securty mulai memegangnya.
''plak plak plak'' maria tersungkur ketika mendapat tamparan dari pria berbadan kekar yang saat ini menatapnya datar
ia meringsut takut ketika pria mengerikan itu berjalan dan mendekat kearahnya.
''le le pas'' ucap maria terbata ketika vektor mencengkram wajahnya dengan begitu kuat
raut wajah vektor tetap masih sama, tidak ada yang berbeda,tetap datar seperti di hari hari biasanya
bug buggg buggg
vektor membenturkan kepala maria ke dinding, mengacuhkan rekan kerja mike yang bergidik ngeri menatapnya
vektor mengentikan aktifitasnya itu ketika melihat darah segar telah mengalir di wajah maria. tanpa merasa kasihan sedikitpun vektor segera menyeret wanita keluar dari ruang meeting
suasana hening,nyawa mereka seakan keluar dari tempatnya ketika melihat penyiksaan mengerikan yang baru saja dilakukan oleh bodyguard oleh wanita mungil yang identitasnya masih belum mereka ketahui.namun kesadaran mereka kembali setelah mendengar rengekan gadis itu
''hubby kau dari mana saja,aku lelah menunggumu'' manja alexa seolah apa yang baru saja terjadi bukan apa apa baginya, dan faktanya memang seperti itu
''aku ketoilet tadi,aku sungguh tidak tau jika kau datang, kenapa tidak mengabariku dulu hmmm'' ucap mike gemas ketika membawa alexa kepangkuannya.
meski ia juga merasa heran dengan sikap alexa yang akhir akhir ini semakin manja,namun ia tidak mempermasalahkan hal itu.justru ia lebih menyukainya
''hubby''
''iya honey, apa kau butuh sesuatu?'' tanya mike lembut,ia mengacuhkan saat semua pandangan orang orang tertuju padanya
''aku ingin ice cream''
''hanya itu?''
''ya''
''kalau begitu biar alex''
''tidak tidak,aku ingin membelinya sendiri'' sela alexa cepat
''baiklah,sebaiknya rapat ini di tunda dulu'' pungkas mike
''kau selesaikan saja rapatnya lebih dulu, aku akan menunggumu di sana''
''memangnya kau ingin makan ice cream dimana?'' tanya mike kembali dengan beberapa kali mengecup pipi alexa yang terlihat mulai berisi
''didepan perusahaan, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu, jadi cepatlah jangan membuat aku menunggu terlalu lama'' jawab alexa yang kemudian mengecup bibir mike sekilas kemudian pergi dari sana
mengacuhkan semua orang yang terdiam karna baru saja menyaksikan perlakuan romantis sang penguasa yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya, karna pada dasarnya mike selalu saja terlihat bengis bagi mata orang orang.
mereka tentu saja bertanya tanya,namun tak berani mengungkapkannya.takut jika pria penguasa itu merasa tersinggung.
wanita itu menatap dirinya dari pantulan cermin,pipinya memerah karna tamparan dan cengkraman pria tadi,bahkan ujung bibirnya juga sobek menandakan seberapa keras tamparan itu. bahkan tubuhnya seakan remuk menerima penyiksaan itu.
''aku tidak bisa menerima ini, harga diriku hancur di depan orang orang itu, penyiksaan ini aku akan membalasnya, pasti'' geram maria,ia kemudian segera memperbaiki penampilannya,dengan mengolesi bedak pada wajahnya yang terlihat memerah
disisi lain, alice di buat terkejut dengan alexa yang hampir saja jatuh, untung ia dengan sigap menahan tubuh alexa.
''kakak pelan pelan, tokonya tidak akan lari, bagaimana jika kakak jatuh'' pekik alice dengan wajahnya yang terlihat begitu panik
''Alice ini salah keponakanmu yang berada didalam perutku, dia sudah tidak sabar untuk memakam ice cream''
''sayang, sabar dulu yah tidak lama lagi kita akan sampai'' ucap Alice yang saat ini berjongkok di hadapan alexa
namun saat tiba didepan perusahaan alice menyadari jika ponselnya tertinggal di ruang tunggu tadi, ia meruntukki dirinya bagaimana bisa ia melupakan benda penting itu.
''ada apa?'' tanya alexa namun tatapannya tertuju pada toko ice cream yang berada di sebrang jalan
''ponselku tertinggal di ruang tunggu kak'' keluh Alice
''kakak tunggu disini, aku akan mengambilnya,aku akan cepat'' ucap alice yang kemudian berlari membuat alexa terkekeh melihat tingkah alice yang menurutnya lucu
selang beberapa menit, alice tak kunjung kembali membuat alexa sudah lelah menunggu. air liurnya seakan menetes ketika melihat anak anak yang keluar dari toko itu dengan sebuah cup ice cream coklat di tangannya.
alexa kemudian berdiri dari posisinya,kemudian memperhatikan mobil yang sedang berlalu lalang, ketika merasa aman ia kemudian melangkahkan kakinya untuk menyebrang
namun selang beberapa detik suara yang memekikkan telinga itu berhasil membuat semua orang tersentak kaget.
Brakkkkkkk
hai hai kesayangannya author
segini dulu yah hehe, maaf gantung.
aku akan lanjut saat komentar udah cukup 20 hehe
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni