The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
pagi hari



usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah


tolong hargain usaha author


salam sayang buat kalian


komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update


kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe


happy reading


keesokan harinya mauren bangun di pukul lima pagi. alangkah terkejutnya ketika ia melihat ada banyak orang dirumah putrinya yang bahkan ia tidak mengenal mereka sama sekali


alice dan teman temannya terkejut melihat kedatangan nyonya besar rumah ini. mereka semua terdiam sambil menunduk takut.takut jika yang ibu dari alexa adalah orang yang kejam seperti di dalam film


karna merasa terkejut mauren hanya menatap mereka.dan itu membuat mereka semakin takut


''kalian siapa?'' mauren bertanya sambil tersenyum


''ahh itu'' alice tidak tau harus bagaimana menjelaskannya.


hingga pintu kamar alexa terbuka, alexa keluar dengan piyama tidurnya


''moring mommy'' ucap alexa


''morning too sayang'' balas mauren sambil tersenyum


alexa mengutuki arah pandangan mommynya,ia tau jika mommynya itu pasti merasa terkejut saat melihat keluarga alice


''mereka orang baru dikeluarga kita'' jelas alexa


mauren paham.bagi keluarga alexa, orang yang bekerja bersama mereka sama saja dengan keluarga.


''maaf jika sikap putriku terkadang mengganggu kalian,dia begitu dingin dengan mulutnya yang irit itu '' ucap mauren tersenyum


alice yang mendengar nyonya rumah meminta maaf segera menyela


''ahh tidak nyonya, kak lexa sangat baik''


''jika kau memanggil alexa kakak maka kau bisa memanggilku mommy ''


''ahh itu, baiklah'' mata alice berkaca kaca bahkan dadanya terasa sesak


''saya izin kebelakang dulu'' pamit alice sedangkan mauren dan alexa hanya mengangguk


''duduklah, mommy akan menyiapkan makanan untukmu'' mauren mengecup kening putrinya itu


saat masuk didapur semua orang memberi hormat.mauren hanya tersenyum menanggapi


''nyonya perlu apa, biar kami yang membuatnya'' ucap salah satu teman alice yang bernama friska


''tidak perlu, aku akan membuatkan sarapan untuk putriku, jangan terlalu sungkan'' mauren menepuk bahu friska membuat semua orang disana tersenyum penuh haru.karna selain nona muda mereka,nyonya besar dirumah ini juga begitu baik terhadap mereka semua. dan itu cukup membuat teman teman alice merasa tidak percaya jika masih ada orang kaya yang begitu baik di masa ini.


saat melihat mommynya masuk, alexa memilih berjalan kekamar alice,ia membuka pintu kamar itu dengan perlahan. alexa melihat gadis itu tengah menangis tersedu sedu dengan lutut yang ditekuk


''jangan menangis'' satu kalimat yang berhasil membuat alice terkejut


tangis alice kembali pecah saat alexa memeluknya. ia membalas pelukan wanita yang dianggap kakaknya itu dengan erat


''kakak lexa kenapa orang tuaku tega membuangku,sedangkan mommy kakak lexa sendiri terlihat bahagia saat dia menyuruhku memanggil dirinya mommy'' ucap alice sesegukan


''apa aku terlahir menjadi anak pembawa sial, sehingga mereka membuangku kakak'' lanjut alice sambil memukul mukul dadanya yang terasa sesak


''semua orang memiliki alasan tersendiri dari setiap perbuatan yang dilakukan'' ucap alexa


''saat aku bertanya padamu dulu, kenapa kau berhenti sekolah sedangkan nenek pima dan yang lain mendukungmu meski kondisi mereka kesusahan''


''kau ingat jawabanmu hari itu bukan'' alice dengan cepat mengangguk, ia tentu saja tidak lupa dengan percakapannya dengan alexa yang pertama kalinya


''itu juga sama dengan keluarga atau orang tua yang meninggalkanmu saat bayi, mereka punya alasan.entah apapun alasan itu baik atau buruk yang penting kau harus menerima jalan hidupmu dengan baik dan tabah, tidak masalah jika kau bersedih itu adalah hal yang wajar tapi kau tidak boleh berlarut larut''


''kau harus menjadi kuat,buktikan pada mereka jika kau mampu menjadi wanita yang hebat meski tanpa kehadiran mereka disisimu'' lanjut alexa


''aku akan mendengarkan perkataanmu kakak''


''itu adalah pilihan yang terbaik, sekarang bersiap siaplah kau akan melihatku bertanding bukan?''


''tentu saja,aku bahkan sangat menantikan itu dari hari hari sebelumnya'' alice berkata dengan penuh semangat


alexa tersenyum,ia meninggalkan alice yang saat ini tengah bersiap siap.alexa terkadang merasa lucu dengan alice yang bisa mengubah ekspresinya secepat itu. sedangkan dia sendiri butuh waktu berjam jam untuk mengembalikan moodnya


''sayang kau dari mana?'' tanya mauren pada putrinya itu


''dari kamar alice ada hal yang kubicarakan tadi''mauren


mengangguk mendengar jawaban dari putrinya itu


''makan sarapanmu sayang, sebentar lagi akan dingin'' alexa yang mendengar perintah sang ibu segera melahap makanannya ia juga rindu dengan masakan ibunya itu


ditempat lain, alex kembali di buat pusing dengan tingkah bosnya yang semakin hari semakin aneh. saat masih pukul tiga pagi. ponselnya berdering tentu saja yang memanggilnya adalah mike.


dengan nyawa yang masih belum terkumpul alex mengangkat telfon dari bosnya itu. alex tak henti hentinya mengumpat saat tau jika alasan bosnya menelfonnya itu adalah, ia diminta menghubungi salah satu butik ternama dinegara ini untuk menyiapkan pakaian yang akan digunakannya sebentar.


ingin menolak? alex masih ingin bekerja di perusahaan itu. jadi ia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan nyeleneh bosnya itu


dan disinilah dia, memperhatikan bosnya yang sibuk memandangi dirinya sendiri di cermin


''bagaimana penampilanku?'' tanya mike untuk kesekian kalinya


''kau tampan bos, sangat tampan'' jawab alex dengan jawaban yang sama untuk kesekian kalinya. bahkan ia tidak tau sudah berapa kali ia mengatakan kalimat itu di pagi hari


''apa kau yakin?''


''yakin bos'' jawab alex malas


''aku harus tampil sempurna hari ini'' ucap mike, entah mengapa ia merasa keberuntungan akan berpihak padanya hari ini


''alex bagaimana dengan rambutku? apa aku perlu kesalon?'' tanya mike pada alex yang saat ini tengah memejamkan matanya


tak ada sahutan membuat mike mengalihkan pandangannya dari cermin, dilihatnya saat ini alex yang duduk di sofa dengan matanya yang tertutup


''sepertinya aku harus mencari asisten baru yang lebih kompeten''


alex yang hampir saja menuju alam mimpi segera membuka matanya dengan lebar.mana bisa seperti itu


''bos rambutmu sangat keren, sepertinya anda tidak perlu kesalon karna bos baru saja cukur kemarin'' alex menjawab penuh semangat,sangat berbeda dengan cara berbicaranya tadi


''benarkah?''


''tentu saja bos, saya yakin gadis kecil bos akan terpesona melihat ketampanan yang bos miliki'' kata alex yang mana kalimat yang ia ucapkan mengandung satu ton gula


mendengar perkataan alex membuat mike merasa senang,bahkan ia membayangkan bagaimana tatapan gadis kecilnya itu ketika terpesona melihat ketampanannya.ahh hatinya benar benar berbunga bunga membayangkan hal itu


hai hai kesayangannya author


makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author


tetep dukung author yah


like


comment


rate bintang


vote sebanyak banyaknya


biar author makin rajin update buat kalian


sarangheo😘


ig:magfiraramadhni