
''berhenti''
perintah salah satu pria yang mengenakan masker hitam di wajahnya yang saat ini tengah mengendarai mobil
''apa kau bodoh, jika kita berhenti maka kita akan kalah dari mobil itu''
teman dari pria tersebut dengan tegas menolak
''kau tau, mereka hanya orang bodoh yang tidak tau mengatur strategi''
''yakin saja padaku''
pria yang mengendarai mobil tersebut kembali meyakinkan,sehingga temannya hanya bisa terdiam sembari menatap lurus kedepan,dimana mobil yang menjadi target dan saingan mereka bergerak mulai menjauh.
Dimobil yang berbeda
vektor, pria itu nampak tenang seperti biasanya. tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya. terlalu tenang untuk mereka yang saat ini dalam kondisi yang sangat genting.
mauren, wanita parubaya itu nampak menarik resleting jubah yang ia pasang di tubuhnya. tangan yang mulai keriput itu menggenggam erat tangan putrinya yang terasa begitu dingin
"mommy aku takut"
cicit alice, ia benar benar pertama kali dalam kondisi seperti ini.
namun ketimbang memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya. ia lebih takut memikirkan jika sesuatu yang buruk akan menimpa mommynya.
"mommy, maafkan aku"
"ini benar benar kesalahanku, aku benar benar minta maaf"
sesal alice, ia mengatupkan kedua tangannya dengan lelehan bening yang kini mulai perlahan menetes di pipi putih miliknya.
"aku tidak bermaksud melanggar perintah kakak, mommy, sungguh"
"aku hanya berniat menolong teman sekelasku mommy, dan aku yakin itu tidak akan lama, aku benar benar tidak tau jika saat ini aku dijebak"
menyesal, tentu saja. ia tak pernah berfikir jika dirinya akan ada disituasi ini. dimana dirinya hanya berniat menolong temannya namun berakhir seperti ini. ia bahkan tak tau harus menjelaskan pada kakaknya nanti.
mauren yang mendengar apa yang dikatakan putrinya seketika menggeleng. ia tau, bahkan sangat yakin jika alice tak berniat melanggar apa yang dikatakan alexa.
bohong jika mauren tidak marah, tentu saja dirinya marah melihat bagaimana alice keluar tanpa pengawasan dari alexa.
namun ia tau bagaimana alice dengan kepolosannya sehingga mudah di manfaatkan oleh siapapun.
"sayang dengarkan mommy"
mauren menangkup wajah putrinya itu.
namun sebelum mauren mengucapkan apa yang ingin dia katakan, ia dikejutkan dengan benturan keras yang berasal dari belakang mobil.
brakkk
"akhhhh"
mauren berteriak panik, ia dengan cepat memeluk tubuh alice yang terasa semakin bergetar. ingatakan masa lalu kembali menghantam pikiran mauren.dimana dirinya, mengalami kecelakaan akibat dari keserakahan paman dari suaminya.
''vektor hati hati''
mauren kembali mengingatkan, dimana matanya tak sengaja menatap jurang di sisi kanannya yang terlihat begitu mengerikan.
''baik nyonya''
hingga tubrukan kembali terjadi.
Brakkk
dan tak berselang lama,sebuah mobil berlawan arah terlihat bergerak dari arah depan, terlihat bergerak kearah mobil mereka dengan kecepatan penuh.
''berpeganglah dengan erat''
dan tepat setelah vektor mengucapkan kalimat itu, dengan cepat tangannya bergerak membanting stir mobil ke sisi kanannya
langit yang perlahan mulai gelap dengan gemuruhnya yang perlahan mulai menurunkan airnya.
seolah menyaksikan bagaimana mobil mewah bewarna merah itu kini menggelinding ke jurang yang begitu terjal di bawah sana.
Dimanshion milik alexa
wanita cantik itu terlihat berdiri di depan jendela dengan pakaian hitam yang kini telh melekat pada tubuhnya.
"nyonya"
alexa perlahan membalikkan badannya, menatap almero yang telah beridiri dihadapannya.
"apa semuanya tah berada di lokasi?"
"pastikan semuanya telah siap, kita akan berangkat ke lokasi sekarang"
ucap alexa yang kini mulai perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut.
Ditempat yang berbeda, dimana alice yang berada
gadis itu seketika mulai mengerjabkan matanya pelan, ketika telinganya menangkap suara samar samar yang memanggil dirinya.
"ughhh"
dia melengguh, tangannya bergerak memegang keningnya yang terlihat begitu meneteskan darah segar.
"paman vektor,dimana mommyku?"
kini alice bertanya dengan panik, kini dia sadar jika saat ini mereka semua dalam kondisi yang tidak baik baik saja.
"nyonya ada diluar, sebaiknya anda juga keluar sebelum mobil ini meledak nona muda"
alice dengan cepat mengangguk, menerima uluran tangandari vektor yang membantunya keluar dari mobil tersebut.
dan ketika dirinya benar benar keluar dari mobil tersebut. alice dikejutkan dengan pemandangan dimana mobil mewah milik kakaknya itu telah berubah bentuk akibat benturan ketika mobil tersebut menggelinding kedalam jurang tadi.
beruntungnya mobil tersebut telah dimodifikasi oleh kakaknya. tidak bisa ia bayangkan bagaimana kondisi mereka saat ini jika mobil yang mereka gunakanan sama dengan mobil biasanya.
dengan tertaih alice mengikuti langkah vektor yang berjalan menjauh dari mobil mereka.
mata alice menangkap sosok mommynya yang tengah bersandar disebuah pohon besar dangan kondisi yang benar benar ditidak bisa dikatakan baik baik saja.
bisa ia lihat kepala mommy tak berhenti mengeluarkan darah, dan kaki mommynya terlihat tidak baik baik saja saat ini.
''nyonya, naiklah kepunggungku, saya tidak bermasud apa apa, hanya saja saya yakin, setelah ini akan ada beberapa musuh yang akan datang menyusuri lokasi ini''
jelas vektor ketika dirinya telah sampai dihadapan mauren.
''baiklah''
mauren menganggukan kepalanya menyetujui ucapan vektor. karna sejujurnya ia juga tidak sanggup berjalan lagi, kakinya terasa begitu sakit bahkan meski hanya digerakkan.
''sayang kepalamu''
mauren berkata dengan panik,ketika melihat kening alice yang membiru dengan mengeluarkan sedikit darah segar dikepalanya, bahkan wajah dari gadis itu terlihat begitu pucat. tidak heran, bukankah saat ini alice masih dalam tahap pemulihan.
''tidak apa mommy, sekarang sebaiknya kita harus pergi dari sini seperti yang dikatakan oleh paman vektor, dan aku rasa sebentar lagi akan hujan''
ucap alice ketika melihat awan yang kini mulai berubah gelap.
mauren menyetujuinya,sedikit meringis ketika vektor mulai mengangkat tubuhnya.
''hati hati nona muda, akan ada banyak ranting ataupun tanaman berduri lainnya''
vektor mengingatkan, di hutan belantara seperti dimana saat ini mereka berada,maka tidak heran jika hal hal seperti itu terdapat disekitarnya.
beruntungnya saat ini mereka bertiga menggunakan jubah khusus yang dibuat oleh alexa. sehingga bisa melindungi tubuh bagian atas mereka terutama dari benda benda tajam maupun peluru.
alice yang mendengar ucapan vektor menganggukkan kepalanya, dengan langkah perlahan mulai mengikuti langkah vektor yang mulai meninggalkan tempat mereka saat ini.
dilokasi yang sama, namun di sisi yang berbeda
terlihat kumpulan pria berpakaian hitam mulai berjalan menyusuri hutan dengan perlengkapan senjata seperti pistol di tangan mereka.
"temukan orang orang itu, baik mereka hidup atau mati sekalipun"
suara bariton pria itu terdengar begitu lantang di memecah keheningan dalam hutan
"baik, tuan"
ucap kelompok pria berpakaian hitam itu serentak, yang kemudian bergerak di arah yang berbeda.
"bos, apa kau yakin jika mereka masih dalam keadaan hidup?"
leon,yang tak lain dari asisten pria tersebut bertanya
dengan cukup penasaran.
"kau lihat mobil itu tidaklah sehancur seperti mobil biasanya"
"dan kau tau, orang orang yangmemiliki kecerdasan merancang mobil sekuat itu tidak akan bodoh dalam menciptakan alat untuk melindungi keluarga mereka"
"mereka pasti menciptakan sesuatu, yang bisa mengatasi masalah terutama dalam kecelakaan"
"lagipula, jika mereka telah mati kita akan menemukan jasadnya disekitar sini"
jelas tristan yakin.