
Di kamar milik alexa
Wanita cantik itu nampak terdiam dengan tatapan yang tertuju pada hamparan rumput yang luas dihadapannya.
Saat ini, alexa tengan berdiri di balkon miliknya. tak ada yang tau apa yang difikirkan wanita itu.
Bahkan orang tuanya sekalipun terkadang tak mampu menebak apa yang ada fikiran putrinya itu. Terlalu misterius dan susah untuk di tebak.
Alexa, ia sejak tadi diam namun tidak dengan otak dan hatinya.
beberapa hari yang lalu,ia telah memikirkan rencana ini, ia merasa rencana ini telah cukup berjalan dengan memuaskan. Namun hatinya seolah bertolak, berfikir jika ada sesuatu yang buruk akan terjadi. namum ia tidak tau apa itu.
Perasaan ini telah muncul sejak semalam, namun ia memilih diam tak memberitahukan siapapun termasuk mike,suaminya.
mungkin kah ini pengaruh dari kehamilannya, hingga dirinya memilih untuk memendamnya. Namun di sisi lain ia takut jika rencananya tidak berjalan sesuai keinginannya.
Maka tak heran jika alexa terus saja memantau pergerakan dari anggotanya.
Alexa sedikit tersentak dari lamunanya ketika lengan kekar kini melingkar di perutnya.
''sedang memikirkan apa hmm?''
Mike bertanya dengan lembut, memeluk sang istri dengan hangat dan penuh cinta
''hanya memikirkan pekerjaan''
Jawab alexa sembari tersenyum tipis, ia tentu saja berkilah
''jangan terlelalu membebani pikiranmu honey , cukup katakan padaku jika kau perlu sesuatu, aku tidak mau kau dan baby kita di dalam sana terbebani''
''kurasa aku cukup beruntung memiliki suami yang cukup sempurna, tampan,kaya dan juga penuh perhatian''
Alexa mencoba berkelakar
Mike yang mendengar itu seketika terkekeh
''aku merasa tersanjung dengan perkataan anda nyonya''
cukup romantis dan terlihat begitu menyegarkan mata ketika mereka yang melihat, bagaimana romantisnya pasangan tersebut.
di manshion milik alexa, dikamar mauren
Arga mengerutkan keningnya menatap mauren yang terlihat gelisah. Dengan langkah pelan ia mendekat ke arah istrinya tersebut
''ada apa?''
Mauren tersentak kaget, sejenak ia menghembuskan nafasnya kasar, membiarkan kepalanya bersadar ke dada suaminya.
''aku tidak tau, hanya saja aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk''
Ucap mauren pelan
''jangan khawatirkan apapun, atau kesehatanmu akan terganggu sayang''
Arga membelai rambut istrinya
''yakinkan saja pada putri kita dan menantu kita,hmmm''
Mauren memilih menganggukkan kepalanya pelan entahlah ia bingung dengan perasaaannya.
''kau tau sayang, tidak lama lagi kita akan menjadi seorang kakek dan nenek''
''akan lebih baik kita menjaga kondisi kesehatan kita, kita tentu saja tidak ingin sakit ketika menyambut cucu kita bukan''
Arga memilih mengalihkan ucapan sang istri.
''hmm, kau benar''
...****************...
Vektor
Pria bertubuh kekar itu terlihat berjalan mememasuki lift yang tentu saja mengarah kekamar alexa. Ia terlihat membawa paper bag yang tidak ada yang tau apa didalamnya.
Ting
Langkah yang tidak cepat tidak lambat namun terkesan tegas dan penuh wibawa itu kini perlahan menuju kamana dirinya ingin pergi
tangan vektor terlihat menekan bel yang dikamar alexa, dan tak berselang lama sang empu membuka pintu kamar miliknya.
''nyonya,ini adalah salah satu pakaian yang kubuat akhir akhir ini, dimana pakaian ini telah didesain khusus anti peluru, dan bahkan meminimalisir goncangan pada tubuh anda''
jelas vektor ketika alexa menerima paper bag yang ada di tangannya.
''akan cukup berisiko jika anda akan ikut namun tidak memiliki persiapan yang lengkap,terlebih anda dalam kondisi hamil''
''mustahil jika para mafia di dunia hitam terlebih dari sekelas tuan tristan mereka tidak menggunakan cara yang cukup ekstrem''
Alexa yang mendengar itu mengembangkan senyumnya menatap vektor dengan bangga.
''sudah menjadi kewajiban saya nyonya''
jawab vektor yang turut membungkukkan badannya.
''vektor, kali ini aku memerintahkan khusus padamu untuk menjaga alice, entah mengapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk''
''jangan lengah, aku tidak ingin dia terluka untuk kedua kalinya''
''aku percayakan dia padamu''
Putus alexa, ya saat ini alexa hanya meyakini kemampuan vektor yang pantas menjaga adiknya. Kejadian beberapa bulan yang lalu cukup membekas dibenaknya.
''baik nyonya, nyawaku taruhannya''
vektor kemudian membungkukkan badannya, kemudian berlalu dari sana.
Di manshion milik tristan
''bagaimana? Apakah ada kendala?''
Tanya tristan pada leon yang tengah berdiri di hadapannya.
Mendengar pertanyaan yang di ajukan padanya, leon seketika menjawab
''tidak ada bos, semua berjalan sesuai rencana''
''kita hanya menunggu ikan memakan umpannya''
Mendengar hal itu membuat tristan menarik bibirnya, tangannya perlahan bergerak meraih gelas yang berisi wine di hadapannya
...****************...
Di manshion milik keluarga Axel
Mario, pria tua itu nampak berbicara dengan beberapa orang berbadan kekar dihdapannya.
''jangan sampai salah orang, dan pastikan jika kau mendapatkan bocah itu''
Mendengar perintah pria tua di hadapannya membuat keempat pria itu mengangguk.
''anggap ini sebagai uang muka''
''dan setelah kau menyelesaikan tugasmu, maka aku akan memberikan lebih dari ini''
Ucap mario yang kemudian melemparkan segepok uang pada pria berbadan kekar dihadapannya.
''terima kasih tuan,kalau begitu kami permisi''
melihat kepergian kelompok pria berbadan kekar itu membuat mario mengembangkan senyumnya
''tuan''
Mario mengalihkan tatapannya,melihat lucas yang kini berjalan menghampirinya.
''para pemegang saham terus saja berusaha menghubungi anda sejak tadi, mereka ingin mendengar konfirmasi tanggapan anda pada kasus kecelakaan tuan arga yang terjadi beberapa tahun yang lalu''
''biarkan saja, sebaiknya kita menunggu pria pria itu kembali dengan membawa kabar baik, jika rencana kita berjalan dengan lancar''
'''dengan begitu, kita akan menggunakan bocah kecil itu sebagai ancaman agar membuat alexa bungkam''
''lalu meminta dia mengumumkan kepada media jika itu adalah sebuah kesalahan,lalu bersedia membayar sebagai ganti rugi dalam kasus pencemaran nama baik''
Membayangkan rencananya berjalan dengan mulus membuat mario mengembangkan senyumnya.
Lucas hanya terdiam, ia rasanya ingin mengucapkan jika itu bukanlah sesuatu rencana yang mudah. Karna dia tau betul bagaimana posisi alice dalam keluarga itu. Gadis kecil itu di apit dua keluarga besar yang tentu saja hebat sehingga terasa mustahil untuk menyentuhnya. dan jika rencana tersebut berjalan tidak mulus,maka dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan akan berbalik dan mengguncang tuannya.
...****************...
Di manshion milik alexa, dikamar alice
alice, gadis itu nampak terdiam dikamarnya.
''ughhh bosannya''
Alice melengguh, ia merebahkan tubuh kecilnya di kasur king size miliknya. Matanya kini tertuju pada langit langit di kamarnya.
drttt drtttt
Alice tersentak kaget,kemudian meraih ponsel berlogo buah apel tersebut
Ia mengerutkan keningnya ketika melihat nama yang tertera pada ponsel miliknya
Tak menunggu lama,jarinya indahnya bergerak menjawab panggilan tersebut.
''ya, halo''
Panggilan tersebut tidak berlangsung lama,tidak ada yang tau apa yang menjadi pembicaraan mereka,namun dilihat dari ekspresi alice gadis itu terlihat tegang dan panik bahkan gadis itu tergesa gesa sa turun dari ranjang miliknya.