The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
hadiah dari vektor



usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah


tolong hargain usaha author


salam sayang buat kalian


komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe


happy reading


mauren yang baru saja datang menatap sendu putrinya yang saat ini terbaring lemah. hari ini secara bersamaan dirinya mendapat kabar bahagia dan juga buruk


kabar buruk karna putri angkatnya yang ia telah anggap putri kandungnya mengalami. kecelakaan dan sekarang dalam keadaan kritis, bahkan saat ini operasi masih berjalan sehingga belum ada kabar apapun. dan kabar bahagia itu datang dari putri kandungnya yang saat ini tengah mengandung cucu pertamanya dan arga


mauren berjalan mendekati tempat tidur alexa, membelai wajah cantik putrinya itu. ia tau bagaimana terpukulnya alexa saat ini,adik yang begitu ia sayangi kini telah terbaring tidak berdaya di ruang operasi


''mommy,kau sudah makan? mauku pesankan sesuatu?'' tanya mike yang baru saja keluar dari toilet karna mengganti pakaiannya yang telah dipenuhi darah.


''ahh tidak nak, mommy sudah makan'' jawab mauren yang segera menghapus air matanya


''mommy aku akan mengganti baju untuk istriku dulu''


''kalau begitu mommy keluar dulu, mommy akan menemani daddymu''


''baik mommy''


setelah memastikan mertuanya telah pergi, mike mulai membuka pakaian istrinya dengan pelan, kemudian dengan hati hati ia membersihkan tubuh istrinya dengan handuk basah. gerakannya terhanti saat tangannya menyentuh perut istrinya yang masih datar.


''kau harus menguatkan mommy mu baby, karna dia pasti sangat terpukul saat ini'' bisik mike di perut alexa, ia memberi kecupan hangat di perut istrinya itu lalu kembali melanjutkan kegiatannya.


dirumah sakit yang sama namun di ruang yang berbeda, saat ini di ruang operasi para dokter sibuk melakukan tindakan terbaik untuk gadis kecil di hadapan mereka yang baru saja mengalami kecalakaan yang sangat parah.


tindakan yang mereka lakukan sangat hati hati, salah sedikit saja,sudah dipastikan sebuah timah panas bisa menembus kepala mereka saat itu juga . bagaimana tidak, saat ini di ruang operasi itu tak hanya para dokter tapi juga bawahan alexa yang ikut mengawasi keadaan dengan sebuah pistol di tangan mereka masing masing.


namun di iringi rasa takut, para dokter dibuat takjub dengan kemampuan bawahan alexa yang turut ikut andil dalam operasi itu. luar biasa, hanya itu mampu mendeskripsikan orang orang itu.


''perhatikan baik baik, kesalahan kecil saja bisa membuat nyawa kalian menjadi mainan nyonya kami'' ucap salah satu bawahan alexa yang menyadari jika ada di antara dokter di sana yang sedang tidak fokus dan hanya memandangi kelompok mereka.


tak ada sahutan apapun, semua dokter kembali sibuk dengan tugas mereka,setelah mendengar kalimat yang mampu membuat bulu kuduk mereka terasa meremang


sangat berbeda di ruang operasi yang kini tengah berada dalam situasi yang tegang,maka berbeda dengan vektor yang saat ini tengah melakukan aksinya


''bereskan semua kecelakaan yang terjadi'' ucap vektor yang saat ini berbicara pada almero dengan earpiece di telinganya


''tentu'' hanya jawaban singkat itu membuat vektor memutuskan panggilannya.


pandangannya tertuju pada jam mewah yang melingkar di tangannya, ini adalah jam mewah yang diberikan alexa saat ia memenangkan lomba di universitas untuk pertama kalinya


'' sisa lima puluh dua menit empat detik'' gumam vaktor dingin kemudian turun dari mobil mewah alexa yang saat ini telah di penuhi goresan di mana mana.


bagaimana tidak, tadi saat mengemudi vektor benar benar menyapu jalan dengan rata, ia menabrak mobil mobil yang menurutnya mengganggu,ia tidak peduli semua hal itu. karna dipikirannya saat ini hanyalah menemukan wanita sialan itu untuk menjadi mainan nyonyanya.


dengan langkah perlahan,vektor mulai berjalan memasuki hotel yang saat ini di tempati wanita itu. ia telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang terkesan santai.


''kamar maria bern?'' tanya vektor pada resepsionis yang ada dihadapannya


''maaf anda siapa?'' tanya sang resepsionis dengan sopan


tanpa ingin membuang buang waktu,vektor mengeluarkan kartu khusus yang diberikan oleh mike dulu.dan benar saja kartu itu berhasil membuat resepsionis itu terbelalak.


ia tentu tau jika kartu itu merupakan kartu khusus yang diberikan oleh orang orang tertentu Michael adya mallory yang tak lain pemilik dari hotel ini.


''kamar 145 tuan,apa perlu kami antar?''


''tidak perlu,berikan kuncinya'' singkat vektor kemudian berlalu untuk mencari kamar itu.


...........


maria, wanita yang menjadi dalang dari kecelakaan yang diterima alice saat ini tengah mengumpat kesal.


'' ada apa dengan diriku'' maria seolah merasakan firasat aneh, hingga jantungnya berdebar kuat dengan keringat yang dingin mulai keluar dari tubuhnya


''mungkin karna terlalu lama berendam'' maria menepis segala pikiran buruk yang mulai melintas di benaknya


ia kemudian menatap dirinya dari pantulan cermin, saat ini ia hanya menggunakan bathrobe yang disediakan oleh pihak hotel.ia meraba luka di sudut bibirnya yang terasa sakit.


''tak masalah jika hari ini aku gagal, masih banyak hari esok untuk membalas wanita itu''


''itu jika kau masih bisa bernafas di hari esok''


tubuh maria menegang ketika mendengar suara datar seorang pria ,dan sepertinya ia mengenal suara itu


'' ka ka kau ba bagaimana bi bisa kau masuk?'' ucap maria terbata ketika melihat vektor yang saat ini menatapnya intens.


''ja jangan macam macam kau, atau aku akan teriak'' tak ada jawaban apapun dari vektor dan itu semakin membuat Maria di landa rasa panik yang luar biasa


dorrrrr


''argghhh''


suara tembakan terdengar ketika vektor dengan santainya melepaskan tembakan yang mengenai tangan maria yang sepertinya akan menelfon seseorang,dan kamar ini yang kedap suara seolah mendukung tindakannya kali ini.


''sebenarnya apa maumu ha, apa kau belum puas menyiksaku tadi'' teriak maria,ketika merasa sakit di tangannya


dorrr


''arghh''


dorrrr


maria tergeletak di lantai saat ia tidak menopang tubuhnya lagi, setelah vektor menembak kedua betisnya. bahkan pria itu seperti tidak memiliki rasa impatik melihat darah maria yang mulai bercecran di lantai


maria meringsut takut saat vektor berjalan mendekatinya,kini vektor bagaikan malaikat maut dimatanya,namun nyatanya dia salah,bahkan alexa wanita yang begitu ia benci lebih mengerikan dari vektor


buggg


buggg


buggg


Brakkk


vektor menendang tubuh maria berulangkali, hingga wanita itu pingsan setelah tubuhnya menabrak meja yang ada disana.


dengan gerakan yang begitu santai,vektor mulai membuka kantong besar yang ia bawa tadi, kemudian memasukkan tubuh maria kedalam kantong yang berukuran besar itu, tak lupa ia merobeknya sedikit agar wanita itu bisa bernafas. ia tentu saja tidak akan membunuh wanita ini sebelum di perintahkan oleh nyonyanya, maka ia memutuskan untuk memberi sedikit hadiah pada wanita ini.


mata vektor menangkap sebuah koper yang ada disana, koper mewah yang sepertinya milik maria, ia kemudian bergerak mengambil koper itu kemudian memasukkan tubuh maria kedalamnya. sebelum keluar ia menutup pintu apartemen itu lalu kembali menyeret koper maria dengan santai,tindakannya yang begitu mulus hingga tidak membuat orang orang curiga terhadapnya


hai hai kesayangannya author


makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author


tetep dukung author yah


like


comment


rate bintang


vote sebanyak banyaknya


biar author makin rajin update buat kalian


sarangheo😘


ig:magfiraramadhni