
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
tolong hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
didalam perjalanan alice terus saja memandang alexa yang terlihat serius dengan kertas dan pensilnya.alice tidak tertarik pada gambar alexa, ia lebih tertarik memandang wajah alexa yang menurutnya terlihat begitu cantik, tidak ada cacat sedikitpun
''apa kau tidak bosan memandangku.seperti itu?'' tanya alexa tanpa mengalihkan pandangannya
''tentu saja tidak'' alice menjawab dengan cepat
''apa kakak sadar, kakak itu begitu cantik dan mempesona,andai saja aku secantik kakak'' lirih alice
alexa menghentikan goresannya, ia kemudian menatap alice yang saat ini juga menatapnya
''tidak ada wanita yang tidak cantik,kau cantik dengan apa adanya dirimu.kau tau,tidak selamanya kata cantik di definisikan oleh fisik, karna yang penting itu hati'' jelas alexa
''kadang semua orang tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki.begitupun dengan diriku aku memiliki banyak kekurangan,aku tidak sesempurna yang mereka atau yang kau lihat'' lanjutnya
''kau cantik,dengan dirimu seperti ini, bahkan kau tidak pernah sadar jika diluar sana ada yang mengagumimu''
''kakak lexa jangan bergurau, mana mungkin ada orang yang mengagumi gadis seperti ku'' alice tertawa hambar
bagi alice apa yang perlu dikagumi dari dirinya. ia tidak cantik, badannya yang gemuk sering kali menjadi bahan cacian orang orang.hanya saja ia memiliki takdir yang begitu baik karna bisa bertemu dengan gadis dingin sebaik alexa
''kau tau,aku kadang kagum dengan hatimu, rasa sabar serta, kepribadianmu yang selalu ceria. di dunia ini yang sulit itu adalah sabar,yang sulit dicari adalah hati yang bersih, disaat hari harimu begitu menyakitkan kau bisa melaluinya dengan senyuman,itu yang membuatku kagum padamu''
''kakak lexa terima kasih'' ucap alice dengan mata berkaca kaca
''jangan menangis aku benci air mata'' balas alexa datar
''isyyy kakak ini'' alice mengerucutkan bibirnya sebal
hingga tak berselang lama mereka telah tiba di perusahaan arga,alexa memandang gedung perusahaan daddynya itu. tidak sebesar perusahaan miliknya.alexa bisa saja membuat perusahaan itu menjadi lebih besar, tapi alexa memiliki rencana lain di otak cantiknya
sebelum turun dari mobil mewahnya, alexa memasang maskernya.menutupi wajah cantiknya itu hingga yang terlihat hanya menyisahkan mata tajamnya saja
''alice ayo''
''kakak duluan saja,aku akan menelfon temanku dulu'' tolak alice
''baiklah,ruangan daddy ada di lantai paling atas,naik menggunakan lift khusus''
''baik kakak''
''somu kau tunggu alice''
''baik nona muda'' jawab somu sopan
alexa kemudian meninggalkan mereka,di dalam perusahaan semua karyawan yang melihat kedatangan alexa langsung terdiam.mereka membungkuk memberi hormat.
mereka tentu saja tau jika gadis itu adalah putri dari pemilik perusahaan ini. meski alexa tidak pernah memperlihatkan wajahnya,namun dengan melihat xio dan david mereka yakin jika alexa adalah putri dari pemilik perusahaan ini.
tanpa mempedulikan yang lain, alexa berjalan memasuki lift khusus untuk menuju ruangan daddynya itu.
Di sisi lain, alice yang telah selesai menelfon temannya segera turun dari mobil dengan kresek di tangannya yang berisi kue coklat. ia berniat membagikan beberapa kue itu pada daddy arga dan karyawan yanga ada di sini sebagai. tanda perkenalan.
''paman somu ada apa?'' tanya alice ketika melihat somu yang terlihat gelisah
''nona alice adik saya kecelakaan dan sekarang masuk rumah sakit'' jelas somu
alice yang mendengar itupun terkejut, pantas saja somu yang biasanya terlihat datar itu kini terlihat sangat cemas dan panik
''paman pergi kerumah sakit,adik paman pasti membutuhkan paman disana'' ujar alice
''tapi nona'' somu merasa ragu dengan usul gadis didepannya
''tidak usah pikirkan aku, aku bisa keatas sendiri, dan untuk masalah kakak lexa, paman tidak perlu khawatir aku yang akan memberitahu kak alexa,jadi paman tenang saja'' alice berusaha meyakinkan somu
''anda bisa masuk pintu itu, lalu anda bisa melihat lift khusus untuk orang penting paling ujung, ketika anda ragu minta resepsionis untuk mengantar anda keruangan tuan besar arga'' somu menjelaskan pada alice karna ia tau jika ini kali pertama alice datang keperusahan arga.
''baik paman aku mengerti''
''sekarang paman pergilah,hati hati''
''baik nona muda, kalau begitu saya permisi''
alice menanggapinya sambil tersenyum,ia melambaikan tangan pada mobil somu yang mulai menjauh.
security yang ada disana tersenyum ramah pada alice, mereka tentu saja melihat jika gadis itu datang bersama anak dari pemilik dari perusahaan ini, maka mereka harus memperlakukannya dengan sopan.
''nona apa perlu saya antar?'' tanya security itu ramah
''tidak perlu paman saya akan masuk sendiri'' alice menolak dengan sopan
ia kemudian melangkahkan kakinya,berjalan masuk di perusahaan arga. semua karyawan yang ada disana manatapnya sinis. tentu saja tidak mengetahui jika alice merupakan putri angkat dari pemilik perusahaan ini. apalagi melihat penampilan alice yang terlihat sederhana tak lupa dengan kresek di tangannya membuat semua orang mengira jika alice hanya orang miskin yang akan menawarkan jualannya
alice yang tau jika ia menjadi pusat perhatian mencoba tenang, ia berjalan mendekati resepsionis yang ada disana yang saat ini sedang memoleskan lipstik merah terang pada bibir tebalnya
''emm kakak permisi'' ucap alice sopan, ia meletakkan kreseknya pada meja resepsionis itu
wanita yang bibirnya merah terang itu kemudian menoleh, memperhatikan alice dari atas sampai bawah, tak lupa melihat kresek yang dibawa gadis didepannya itu yang berisi kue coklat
''siapa yang membiarkan orang miskin masuk kesini?'' teriak resepsionis itu yang dikenal dengan nama bella
''aku tidak tau,mungkin security tidak bertugas dengan benar sehingga membiarka gadis miskin dan kucel ini masuk keperusahaan'' timpal salah satu karyawan wanita dengan bedak di tangannya
''pergi dari sini,diperusahaan ini tidak ada yang ingin membeli kue mu itu'' ejek bella sambil mendorong kresek milik alice.
brukkkk
beberapa kue coklat buatan alice tergeletak dilantai, membuat alice marah, tentu saja ia tidak terima dengan perlakuan wanita bibir tebal itu.
''kakak,kenapa kakak membuang kue milikku'' kesal alice
''lihat ana,bahkan gadis miskin ini berani berbicara seperti itu padaku'' sarkas bella
''gadis miskin yang tidak tau diri'' wanita yang memgang bedak itu menatap alice dengan tatapan sinis
tanpa mempedulikan dua wanita meresahkan itu, alice memilih untuk mengambil kreseknya di lantai.
''sssssttt sakit kakak'' ringis alice ketika bella mengijak tangannya dengan menggunakan hils
''sakit? ahahaha benarkah? hahaha kalau begitu aku akan memberimu lebih dari ini'' bella tertawa sinis sambil menekan hilsnya itu lebih kuat
''kakak maafkan aku jika aku bersalah, aku mohon lepaskan kakimu ini sangat sakit'' air mata alice mengalir,ia yakin jika saat ini tangannya telah berdarah
''lepaskan kakiku sialan'' amuk bella ketika alice memegang kaki bella agar tidak menginjak tangannya lebih keras lagi
buggg
karna merasa jengkel karna alice tak kunjung melepaskan kakinya, bella menendang kepala alice dengan kuat. darah segar terlihat dikeningnya
hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni