The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
acara



usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah


tolong hargain usaha author


salam sayang buat kalian


komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update


kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe


happy reading


malam ini alexa telah siap dengan dengan long dras yang terlihat pas ditubuhnya. kulit yang putih itu terihat kontraks dengan long dras mewah bewarna hitam. rambut alexa ia biarkan tergerai dengan di sisinya di gabungkan dan dijepit membuat wajahnya semakin cantik karna telah di poles makeup tipis


''kak lexa ini aku'' teriak seorang gadis yang suaranya sangat di kenal alexa


tangannnya bergerak menekan sebuah tombol yang tak jauh dari posisinya dan pintu kamarnya pun terbuka


terlihat alice yang begitu manis dengan dress bewarna abu abu dipadukan dengan sneakers yang membuatnya terlihat semakin manis. ia masuk dengan tatapan seperti biasa, terpesona dengan kecantikan alexa yang menurutnya tak ada tandingannya


''apa kau tak bosan memandangku?''


''tidak, rasanya aku ingin terus memandang kakak'' jawab alice secara tak sadar membuat alexa tersenyum yang semakin menambah kadar kecantikannya


''dimana daddy dan mommy?''


''daddy dan mommy pergi lebih dulu, katanya dia akan mampir disebuah tempat''


''kata mommy kita bisa menunggunya di sana nanti'' lanjut alice


''baiklah'' alexa berjalan dengan langkahnya yang pelan dengan tangannya yang di gandeng oleh alice yang terlihat begitu ceria ketika bersamanya


para pelayan dan penjaga memberi hormat ketika melihat alexa,ingin sekali mereka berteriak memuji kecantikan nona mudanya yang terlihat begitu sempurna


''mobil anda telah siap nona muda'' sahut xio ketika alexa telah berada dihadapannya


alexa mengangguk menanggapi kemudian masuk kedalam mobil bersama alice yang masih betah berada disampingnya.


sedangkan di sebuah kamar hotel terlihat seorang pria yang tampan yang mana ketampanannya mampu membuat wanita manapun terpesona. mata tajam,rahang tegas seakan ia di ciptakan dengan pahatan yang begitu sempurna.malam ini ia terlihat begitu memukau dengan setelah jas bewarna hitam yang senada dengan milik gadisnya nanti malam.


pria itu duduk di sofa yang berada di kamar itu, sesekali ia meremas tangannya


''sial, kenapa aku gugup begini'' kesal mike pada dirinya sendiri.


ia tidak pernah gugup seperti ini sebelumnya bahkan berhadapan dengan orang pentingpun ia tak pernah seperti ini, namun sekarang hanya ingin makan malam dengan gadisnya dengan berbagai acara yang menjadi kejutan nanti mampu membuatnya gugup setengah mati. ia sering kali mengumpat membuat alex yang berdiri tak jauh darinya sering sekali terkejut karna suara beratnya yang begitu menggelegar ketika memaki.


alex tak tau ada dengan bosnya itu, meski terlihat aneh namun ia cukup terhibur karna ini pertama kali melihat seorang michael adya mallory terlihat gugup.


''alex tenangkan aku'' alex seketika mengerutkan keningnya tidak mengerti,bagaimana ia harus menenangkan bosnya, apakah ia harus memeluknya? ia rasa itu ide yang buruk karna bosnya itu akan menuduhnya guy seperti ia di tuduh pedofil sebelumnya


drttt drttt


ponsel alex bergetar yang membuyarkan lamunannya.


''ada apa?'' tanya alex langsung


''nona muda dan nona alice telah berangkat,dan mungkin akan tiba tidak lama lagi'' sahut orang diseberang sana


''baiklah'' alex kemudian memutuskan panggilannya, berjalan menghampiri bosnya yang terlihat begitu gugup,dengan sekuat tenaga alex menahan ketawanya yang bisa meluap kapan saja.


''ada apa'' tanya mike datar, matanya menyipit melihat wajah asistennya yang memerah terlihat seperti menahan sesuatu


''kau menertawaiku?'' tanya mike dengan nada yang begitu rendah dan menusuk membuat bulu kuduk alex terasa meremang


''bos saya izin keluar, saya ingin memastikan jika semuanya telah siap, karna saya mendapat telfon jika nona muda telah berada di perjalanan dan hampir tiba''


mike hanya mengibaskan tangannya sebagai tanda jika ia telah mengizinkan alex untuk pergi.mike kembali meneguk minumannya hingga tandas berharap jika kegugupannya segera berkurang


''kenapa tubuhku lemah begini'' gumam mike kesal


diluar semua orang tengah berbaris dengan posisi tegap,mereka semua begitu semangat menyambut kedatangan nyonya mallory masa depan.


terlihat dari raut wajah mereka yang begitu penasaran akan rupa dari calon nyonya besar itu. tentu saja bagi mereka yang belum melihat alexa secara langsung. meski mereka ditegaskan tidak akan menyebar informasi apapun dan nyawa mereka menjadi taruhannya.


hingga tak berselang lama yang mereka tunggu tunggu telah tiba,sebuah mobil mewah bewarna hitam pekat berhenti.pandangan mereka tertuju pada kaki jenjang yang mulai nampak, kemudian di susul dengan raut wajah mereka yang begitu terpesona melihat kecantikan dari calon nyonya mallory masa depan.


ini? mereka tak sanggup berkata kata, apa yang ada dipikiran mereka seakan meluap begitu saja. kecantikan mematikan, dengan aura yang begitu misterius membuat pesona alexa semakin terasa memukau bagi siapapun yang melihatnya


''jaga pandangan kalian,atau mata kalian menjadi hiasan penjara bawah tanah milik bos'' suara alex tentu saja mengejutkan semua orang,membuat mereka segera menunduk takut jika yang dikatakan alex benar benar menimpa mereka, jika pandangan mereka masih saja tertuju pada alexa yang memiliki aura dan kecantikan yang begitu memikat


alexa langsung menyambut buket bunga yang diberikan pria berbadan kekar yang ada di sana. melihat tangan pria itu yang dibalut dengan kaos tangan membuat ia yakin jika semuanya telah steril dan itu pasti dari kesiagaan pria yang telah memiliki tempat tersendiri dihatinya.


senyum manis tersungging dibibir alexa, melihat sepucuk surat yang bertengger di buket bunga besar itu.


''bungan cantik untuk gadisku yang jauh lebih cantik,kuharap kau menyukai kejutan yang ku berikan padamu nanti''


''wah manisnya'' seru alice ketika tak sengaja melihat isi dari sepucuk surat yang berhasil membuat kakaknya yang dingin itu tersenyum tipis


''nona alice'' alex segera memberikan nampan yang berisi kain untuk menutup mata alexa


''kakak,kata kak mike mata kakak harus ditutup lebih dulu'' ucap alice sedangkan alexa hanya mengangguk


alice kemudian menutup mata sang kakak lalu menuntunnya secara perlahan mengikuti langkah dari alex yang tak lain adalah asisiten dari calon kakak iparnya itu.


penampilan alexa dengan long dres yang dikenakan




mike dengan setelah jas yang dikenakan



semoga visual ini cocok dan sesuai dengan pemikiran kalian, dan kalian tambah semangat ngahalunya hehe


hai hai kesayangannya author


makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author


tetep dukung author yah


like


comment


rate bintang


vote sebanyak banyaknya


biar author makin rajin update buat kalian


sarangheo😘


ig:magfiraramadhni