The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
kegelisahan mario



ketika tawa alexa terhenti ia segera menatap mario yang ada dihadapannya dengan dingin.


''ku rasa itu tidak terhitung kakek, coba kau fikir''


alexa meletakkan gelas miliknya secara perlahan


''andai kau tidak bermain trik dan mencoba menyingkirkan daddy dan mommyku, apa kau yakin jika bisa mengambil alih perusahaan daddyku?''


''dan, kurasa kau tidak akan tersiksa mengurus perusahaan andai saja kau tidak bermain licik''


''dan yah,tidak bisa ku pungkiri kau telah mengembangkan sedikit perusahaan daddyku, tapi bukakah kau sudah menikmati bayaranmu''


''berfoya foya, bermain ilegal di belakang perusahaan,dan juga membayar para ****** yang sudah berhasil membuatmu mendesah, kurasa itu bayaran yang cukup fantastis bukan''


''tutup mulutmu'' mario berteriak dengan penuh kemarahan,urat urat di lehernya terlibat menegang dengan alisnya yang tertaut sempurna


klakkk


tubuh mario seketika mematung, ketika melihat alexa mengacungkan pistol tepat di kepalanya


''kau tau, aku benci dengan kebisingan, bahkan aku bisa mengancurkan apapun yang menganggu ketenanganku'' alexa menatap mario dengan dingin.


''aku bisa membunuhmu sekarang, aku bisa mengambil perusahaan itu sekarang juga jika aku mau''


pistol milik alexa perlahan menjauh dari wajah mario, membuat mario langsung mengatur nafasnya.


''tapi karna aku masih berbaik hati, dengan itu aku memutuskan jika aku masih memberimu sedikit waktu untuk bersenang senang''


''jika kau fikir aku melepaskan mu maka kakek salah besar, aku bahkan bisa membunuhmu lalu memanipulasi semuanya, hingga kau bagai kecelakaan seperti yang kulakukan pada putrimu itu''


''apa maksudmu?'' mario benar benar tidak mengerti ucapan alexa


alexa menainkkan bahunya acuh, lalu kembali menyesap minuman miliknya.


''setelah keluar dari ruangan ini, kau bisa membuka ponselmu'' alexa menjawab dengan acuh


''baiklah baiklah, terserah apa yang kau lakukan pada maria, tapi aku ingin bertanya dimana daddymu, aku ingin bertemu dengannya''


''jika aku tidak ingin memberitahumu?''


alexa memainkan kuku cantiknya, ia begitu tidak peduli dengan siapa yang ada dihadapannya


''kau jangan kelewatan, apa kau lupa,biar bagaimanapun aku ini pamannya, dan juga kakekmu''


mario dengan sekuat tenaga menahan amarahnya yang begitu menggebu gebu dalam hatinya.


namun alexa yang mendengar perkataaan mario seketika tertawa sinis, memandang mario dengan tatapan mengejek.


''paman? paman yang berusaha melenyapkannya, kurasa itu baru benar''


''sialan kau'' umpat mario kemudian meninggalkan ruangan itu.


mata alexa tertuju pada mario yang meninggalkan ruangan itu. seketika ekseprsinya kembali dingin.


''nyonya'' sahut vektor yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.


''pantau pria tua itu dengan teliti, jangan sampai kalian melewati hal sekecil apapun itu''


''aku yakin pria tua itu akan meminta bantuan pada orang di belakangnya'''


''baik nyonya'''


drtttt


tangan alexa meraih ponsel miliknya, senyumnya seketika mengembang ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel yang berlogo apel miliknya itu.


''honey kau dimana?'' suara di seberang sana terdengar penuh keluhan.


''aku di ruangan khusus milikku, kau tau bukan tempatnya''


''hmmm''


dan tak berselang lama panggilan itu terputus mike datang dengan wajah ditekuk terlihat menggemaaskan bagi alexa.


''permisi nyonya,tuan mike''


alexa hanya mengangguk, mempersilahkan vektor yang keluar dari ruangan itu.


''honey'' rengek mike, ia menelusupkan wajahnya ke ceruk leher sang istri.


''kau tau, rasanya aku ingin membunuh semua pria yang berusaha mendekatimu tadi, aku benar benar benci melihat mereka yang seolah siap menerkanmu kapan saja'' adu mike bagai seorang anak yang mengadu pada ibunya.


tangan alexa bergerak menyentuh rahang kokoh milik mike, memandangi wajah tampan itu cukup lama. dan


cupp


alexa mengembangkan senyumnya, menatap mike yang masih terkejut dengan apa yang baru saja dia lakukan.


''sayangggg, aku rasanya ingin gila'' pekik mike bahagia


cup cup cup


ia melayangkan kecupan bertubi tubi di wajah cantik milik alexa.


''jika kau gila,aku akan mencari pria lain'' canda alexa


mike mendelik mendengar itu


''kalau begitu, aku akan membunuh pria lain sebelum aku gila''


''dasar pria posesiv''


''ohh kau benar sekali sayang, kalau aku tampan''


''aku tidak mengatakan itu''


alexa terkekeh melihat sikap suaminya yang terlalu percaya diri.


cupp


mike tidak tahan melihat alexa tertawa lepas, bagi mike senyum itu terlihat begitu mempesona. hingga lama kecupan itu berubah menjadi ******* lembut.


hahhhh


''sayang'' serak mike, gairahnya tiba tiba naik begitu saja


''kau bisa memintanya jika kita telah tiba dirumah, sepuasmu''


''benarkah?'' tanya mike dengan mata berbinar.


''hmmm''


alexa tersenyum,ia tau jika suaminya itu sedang berada di puncak gairahnya. namun ia merasa bahagia karna meskipun mike telah menjadi suaminya, pria tampan itu tak pernah memaksanya sedikitpun. ia selalu melalukannya atas persetujuan alexa.


''kita akan kembali, semua orang pasti mencari kita''


alexa mengusulkan, ia rasa ia cukup lama menghilang dari acara perusahannya ini, dan itu mampu menggiring opini buruk tentang dirinya nanti.


''baiklah,tapi ingat jangan terlalu lelah, jangan memaksakan dirimu''


''ingat saat ini, ada malaikat di dalam perutmu''


''tentu saja aku akan mengingatnya''


alexa menjawab dengan pasti,ia kembali mengembangkan senyumnya ketika mike mengelus perutnya yang masih rata.


''jangan dekat dengan pria lain oke, aku tidak suka''


''iya''


cupp


sebelum pergi, mike tak lupa mencium kening sang istri,mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


di manshion mewah milik kelaurga axel.


mario terlihat duduk di kursi mewah miliknya dengan gigi terkatup rapat. tangannya terlihat saling mengepal.


''hubungi mr t, katakan aku membutuhkan bantuannya, dan kita akan melakukan penawaran yang menarik.


''baik tuan'' lucas dengan cepat menjawab


'mario kembali berbicara dengan nada yang sama


''atur pertemuan itu dengan cepat, aku tidak ingin membuang buang waktu lagi''


''bocah sialan itu harus segera disingkirkan, atau akan membawa bencana besar untukku''


rasa khawatir terus mengantam mario sejak tadi hingga ia lebih memilih kembali sebelum acara di perusahaan alexa selesai, bahkan ia merasa tidak tenang sebelum Mr T itu menerima tawarannya.


ia yakin jika kemampuan gadis itu tidaklah biasa.


pertanyaan pertama, dari mana dia mendapat modal untuk mengembangkan perusahaan sebesar itu, bahkan perusahaan axel saja masih Kalah telak.


pertanyaan kedua, terbuat dari apa otak gadis itu, bahkan ia telah mencari seluruh informasi yang bisa ia dapat. mengatakan jika gadis itu acap kali mewakili universitasnya untuk bersaing dengan universitas lain, bahkan setiap kepergiannya selalu membawa kemenangan telak.


tak hanya dengan segudang prestasi yang dimiliki, gadis itu diterima di universitas dalam waktu yang masih terbilang sangat muda. jangan lupa dengan akun youtube miliknya, yang bahkan sebelum dia mempublikasikan dirinya,dia telah mendapat begitu banyak penggemar.


terlebih jika Michael Adya Mallory,pria berpenguasa itu tertarik dengannya. mario tentu saja dilanda rasa takut. meski saat ini yang ia hadapi hanyalah gadis yang baru saja beranjak dewasa. namun ia bagai mendapat musuh yang jauh di atas dirinya.