
tak tak tak
terlihat seorang wanita yang tengah mengetukkan jarinya di meja kaca yang ada dihadapannya.dengan pandangannya yang tertuju pada layar yang menampilkan sesuatu yang cukup menarik perhatiannya.
''nyonya''
alexa mengalihkan tatapannya, memandang gadis berumur 17 tahun itu kini menunduk.
''kau yakin akan melakukannya?''
''yakin nyonya''
''kau tau konsekuensi dari tugas ini begitu besar, bahkan jika kau ceroboh kau bisa membuat nyawamu menjadi mainan mereka'' jelas alexa kembali
''angkat wajahmu, lalu jawab aku''
''saya yakin nyonya''
gadis itu menjawab dengan tegas, menatap alexa dengan tatapan begitu yakin.
alexa menganggukkan kepalanya, cukup salut dengan keberanian gadis yang ia selamatkan di pinggir jalan yang tengah di perkosa oleh sekelompok gang motor.
''ini adalah indentitas barumu, didalam tas itu terdapat beberapa kartu tanda pengenal baru''
''jeff akan membawamu untuk melakukan tugas barumu''
''baik nyonya''
dan gadis itu kini di bawa oleh jeff, melakukan tugas yang menjadi awal rencana mereka untuk kedepannya.
dan kini tiga jam berlalu, alexa masih dalam posisi yang sama.
''velov berhasil masuk'' suara yang muncul di erapict yang terpasang di teli ga miliknya mampu membuat ia menyunghingkan senyumnya.
''tetap pantau''
''baik nyonya''
dan saat itu juga vektor masuk kedalam ruangan,bersama dengan gadis yang seusia alice bahkan wajah yang hampir mirip berkat goresan tangan MUA yang mengerahkan seluruh kemampuannya.
''semuanya siap?''
''iya nyonya,kita akan berangkat ke lokasi''
alexa mengangguk kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu diikuti vektor dan mila , gadis yang mirip dengan alice.
di mansion yang bernuansa klasik namun terlihat begitu menyeramkan, sosok tampan itu seketika mengembangkan senyumnya ketika mendengar berita yang di bawa oleh asistennya itu.
''kau yakin?''
''iya bos''
''setiap pekan, nona alexa akan membawa adiknya yang tidak pernah dia publik ke mall atau tempat bermain lainnya''
''kalau begitu, persiapakan pakaianku dengan cepat'' tristan mengembangkan senyumnya cukup lama ia menanti hal ini.
ia telah mengirim beberapa tawaran untuk melakukan kerjasama. namun alih alih menerima alexa menolaknya, meski tristan telah menuliskan keuntungan yang dapat diperoleh tidaklah sedikit.
dan itu tentu semakin membuat tristan tertarik pada alexa. pribadi yang mampu membuat dirinya merasa tertantang untuk menaklukkan gadis tangguh itu.
selang beberapa waktu.
alexa yang telah tiba disebuah mall kini berjalan dengan tangannya yang menggenggam tangan mila
alexa menarik senyumnya tipis ketika sepasang matanya melihat sosok yang telah ia tunggu sejak tadi kini tengah mengawasinya.
''lets play,mila''
mila yang mendengar itu seketika menganggukkan kepalanya.
waktu bergulir begitu cepat.
tak tak tak.
kedua wanita yang sedang berjalan menuju tempat dimana mobil mereka terparkir, seketika mereka mempercepat langkahnya ketika menyadari seseorang mengikuti mereka.
''cepat, jika kita kehilangan kesempatan hari ini, maka akan sulit menemukan kesempatan di lain waktu''
kedua pria itu seketika turut mempercepat langkahnya, seolah mereka kini beradu bagai detakan jantung yang kini berpacu di dalam tubuh mereka masing masing.
seketika kedua pria itu menghentikan langkahnya ketika berada di ujung lorong tersebut.
''ohh ****,kemana mereka'' pria itu mengumpat tidak senang.
namun seolah menyadari sesuatu pria itu langsung menarik ujung bibirnya. dengan langkah pelan mendekati pintu yang tak jauh dari posisinya berdiri saat ini.
krakkkk
dan ketika pintu itu terbuka, terdengar sahutan yang mampu membuat mereka mematung.
''senang bertemu dengan tuan tristan''
alexa menatap dingin kedua pria dihadapannya,sedangkan mila terlihat duduk di kursi belakang di dalam ruangan tersebut dengan menggunakan masker yang menutupi wajahnya.
''tak perlu basa basi, cukup katakan kau mempunyai urusan apa denganku''
tristan pria itu seketika mengembangkan senyumnya, menatap alexa dengan tatapan penuh damba. ia benar benar di buat larut dalam pesona alexa yang begitu mematikan.
''baiklah, aku juga tidak suka basa basi''
ucapnya
''bagaimana jika kau menjadi istriku''
pria itu berkata dengan santai dengan perlahan berjalan mendekati alexa yang berdiri jauh dihadapannya.
''aku tidak tertarik pada pria yabg telah menjajahkan tubuhnya pada wanita lain''
sarkas alexa.
''dan juga ku peringatkan kau untuk menghentikan langkahmu''
''ohh ayolah sayang, aku tidak menjajahkan tubuhku, mereka yang melemparkan dirinya padaku''
''aku akan terlihat pria yang jahat jika menolak keinginan mereka''
srettt
klakkk
dorrr
''boss''
leon berriak dengan panik, dengan cepat mendekati tristan yang terlihat meringis memegang paha kanannya.
bisa dilihat darah segar terlihat begitu jelas di celana miliknya.
klakk
dorr
''hahaha''
alexa tertawa terbahak bahak sejenak, kemudian menatap leon yang baru saja melepaskan timas panas kearahnya.
''kecepatanmu masih dalam level terendah''
leon yang mendengarnya seketik mengeratkan genggaman tangannya, menatap alexa dengan sengit.
tristan, pria itu mengembangkan senyumnya. sangat kagum dengan keberanian yang dimiliki wanita dihadapannya.
selama ini ia tidak pernah bertemu dengan wanita seperti alexa. wanita yang selalu berada dalam kehidupannya hanyalah wanita wanita lemah dan hanya memiliki kemampuan merangkak di atas ranjang miliknya hanya untuk sebuah lembaran kertas yang baginya tidak penting.
kejadian tadi tidak membuatnya marah. namun semakin menambah semangatnya untuk mendapatkan alexa menjadi pendampingnya. bukankah dalam dunia kelam di mana dia hidup dia membutuhkan pendamping yang juga kuat untuk mengimbanginya.
alexa yang mengerti dengan apa yang difikirkan oleh pria dihadapannya membuat pandangannya semakin dingin.
''jika kau berfikir aku akan menyerah maka kau salah besar, tindakanmu itu semakin membuatku tertarik padamu, sayang''
''kau fikir aku peduli?'' sarkas alexa.
mendengar itu membuat tristan menarik bibirnya
''kalau begitu kau harus siap bermain denganku''
setelah mengatakan itu, tristan melambaikan tangannya. sedangkan leon yang mengerti itu segera mendekat kemudian membawa bosnya itu pergi dari sana.
mata tajam alexa terlihat memandang kepergian dua pria itu dengan serius.
''selesai?''
''ya nyonya''
mila menjawab dengan cepat, kemudian melangkahkan kakinya mendekati alexa.
sejenak ia terlihat memeriksa sesuatu di bawah lantai, kemudian kembali menegakkan tubuhnya.
''seperti yang direncanakan sebelumnya,nyonya''
alexa yang mendengar itu menganggukkan kepalanya puas. tangannya bergerak cepat menekan tombol di earpiece miliknya.
''lanjutkan rencana selanjutnya''
ucapnya, kemudian melangkahkan kakinya yang senantiasa di ikuti oleh mila yang berjalan di belakangnya.
di tepat yang berbeda,di kastil yang bernuansa gelap bergaya eropa. bangunan yang terlihat begitu mewah, namun terkesan begitu menyeramkan bagi mata yang memandangnya.
''itu adalah tugasmu, selebihnya akan di jelaskan oleh tangan kanan bos ketika dia datang''
suara itu terdengar memecahkan kesunyian dalam kastil tersebut
''baik tuan''
perempuan itu menjawab dengan cepat, dengan tangannya yang memperbaiki letak kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung miliknya