The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
emosi yang bertalut



dengan tergesa gesa mario turun dari mobilnya bersama lucas yang turut mengikuti langkahnya.


mata mereka kini tertuju pada pada mashion eropa yang begitu mewah di hadapan mereka.


Namun entah mengapa dari aura dari manshion tersebut terasa begitu menyeramkan


namun saat mereka ingin menginjakkan kaki mereka, beberapa pengawal tersebut datang seolah menghalangi mereka berdua


mario dan lucas jelas mengerutkan keningnya.


'' apa apaan mereka?''


mereka jelas tau jika semua yang ada di mashion ini tau siapa mereka berdua, dan juga mereka berdua termasuk salah satu rekan bisnis dari pemilik manshion ini.


''apa apaan ini''


lucas jelas bertanya dengan tidak suka


''maaf tuan, saat ini tuan besar tak ingin di ganggu''


sahut salah satu dari pengawal tersebut


''kau tau siapa aku bukan, kau tau aku juga salah satu rekan bisnisnya'' mario jelas berteriak dengan tidak suka


''pelankan suara anda, tuan kami tak menyukai keributan,dan kami tidak segan segan berlaku yang tidak sopan kepada anda''


mario jelas tidak terima, meskipun dia sadar jika bersikap gegabah di tempat ini bisa saja berakibat buruk pada dirinya. namun dengan keadaan perusahaan membuat otaknya tak lagi memikirkan hal lain selain dirinya harus bertemu dengan mr t.


dirinya dan lucas berulang kali memberontak, berusaha untuk masuk hingga sesuatu mengejutkan mereka.


dorr


byarrrr


salah satu vas mewah di sana hancur bagai debu saat sebuah timah panas menembusnya.


''ternyata kau punya nyali membuat keributan di tempatku''


suara datar dan terkesan dingin itu berhasil membuat semua orang yang ada di sana terpaku.


rentetan pengawal yang bertugas segera membungkukkan badan mereka.


''maaf mr t, kami tak bermaksud membuat keributan''


''tapi pengawal pengawal anda menghentikan saya dan asisten saya ketika ingin bertemu dengan anda''


sahut mario dengan matanya yang tertuju pada mr t yang kini berjalan mendekati mereka.


'''fufff''


mr t meniup ujung ujungnya pistol yang ia gunakan tadi, dengan gerakan pelan ia menyimpan pistol itu di saku miliknya.


''kau tidak tuli, maka kau bisa mendengar dengan jelas jika pengawal ku mengatakan jika saat ini aku tidak ingin di ganggu''


suara datar itu terkesan begitu dingin berhembus masuk di telinga mario dan lucas yang mampu membuat tengkuk mereka terasa meremang


''maaf mr,tapi saat ini saya dalam keadaan genting''


''aku tidak peduli''


''mr perusahaan saya''


dengan gerakan kasar mr t menarik kerah baju milik mario, dengan tatapan elang yang nampak begitu mengerikan mampu membuat orang lain mati dalam rasa takut.


mario jelas terkejut, ia dengan sekuat tenaga mengatur nafasnya saat mr t memegang kerah bajunya begitu kuat. saat ini ia sadar betapa kuatnya fisik dari seorang mr t, penguasa dunia hitam.


''kau fikir aku peduli ha''


teriak mr t murka


ia begitu tidak suka jika perkataannya di bantah, bahkan selama ini belum ada yang berani membantahnya, lalu dia fikir dari mana keberanian dari orang tua di hadapannya ini


''kau tau, saat ini emosi ku tidak terkendali dan aku bisa membunuh siapa saja''


''harus kau tau, karna berurusan denganmu, perusahaanku mengalami kerugian tidak sedikit, bahkan jika kau menjual semua saham di perusahaan mu tidak tidak mampu menetup kerugianku''


''maka enyahlah dari hadapanku sialan''


teriak mr t dengan kuat menghempaskan tubuh mario kelantai.


mario jelas jelas ingin berteriak sekuat tenaga, tidak bisa ia jelaskan bagaimana rasa sakit yang ia rasakan saat ini. namun percayalah ia tidak punya nyali untuk itu.


bahkan pemilik pemilik perusahaan yang lebih besar dari Axel gruop saja tidak berani menyinggung pria di hadapannya ini. lalu bagaimana ia punya nyali begitu besar. bahkan ia secara tak sadar meruntukki kebodohannya.


dalam hati ia begitu mengutuk ponakan beserta anaknya itu. dengan tergopoh gopoh lucas memapah tubuh tuannya itu pergi dari sana.


di mansion milik alexa, di kamar milik alice


''jika dia perempuan aku yakin dia secantik kakak, dan jika laki laki dia akan setampan kakak mike''


ucap alice yang menyentuh perut alexa dengan lembut , ia begitu sering menemani bayi dalam perut alexa untuk berbicara meski ia tidak tau apakah bayi itu mendengarnya atau tidak, ia tidak peduli karna baginya ini terasa begitu menyenangkan.


''kau berharap dia perempuan atau laki laki?'' tanya alexa ketika alice kini bergerak tidur di pangkuannya


''hemmm''


alice tampak berkefikir sejenak


''kurasa aku ingin keduanya''


''dasar serakah'' ejek alexa


mendengar ejekan sang kakak membuat alice memanyungkan bibirnya


''kakak kan bertanya, lalu apa salahnya jika aku mengatakan sebenarnya''


''waooo, aku tidak bisa membayangkan bagaimana cantik dan gantengnya ponakan ponakan ku nanti, ohh aku begitu mengharapkan jika bayi kakak kembar nanti''


alice terlihat begitu antusias,membuat alexa tersenyum tipis melihat reaksi adiknya itu.


''alice''


''ya kakak''


''aku ingin kau berjanji sesuatu''


''apa itu''


kini alice menatap alexa, ia cukup terkejut melihat ekpresi kakaknya yang begitu serius


''saat ini tetap dirumah, aku tau jika sebenarnya kau sudah ingin masuk sekolah minggu ini''


''namun,tetap dirumah sampai aku mengizinkanmu keluar rumah''


''baik kakak''


jawab alice patuh


bohong jika dia tidak ingin kesekolah, bertemu dengan teman temannya dan ia cukup bosan berada dirumah. namun ia tau betul jika alexa kakaknya itu tidak akan memerintah apapun jika tidak ada sesuatu. maka dari itu memilih untuk menurut.


''tapi kakak, apa akan terjadi sesuatu?'' tanya alice penasaran


alexa yang mendengar itu mengembangkan senyumnya, tangannya bergerak mengelus surai hitam milik adiknya itu.


''kau akan tau nanti, tapi jangan khawatirkan apapun, tetap ikuti perkataanku''


''baik kakak''


''kakak pergi dulu, beristirahatlah''


ucap alexa, yang kemudian mengecup kening adiknya kemudian berlalu dari sana.


alice menatap punggung kakaknya yang semakin jauh, ia cukup penasaran dan yang ia pastikan ini adalah masalah dan bukanlah masalah kecil.


ia begitu yakin, bahkan semua orang orang yang bekerja di manshion kakaknya itu terlihat begitu sibuk, bahkan berbagai alat alat baru terlihat di pasang di setiap sisi rumah yang bahkan ia tidak tau apa.