
usahakan like ketika selesai membaca setiap chapter yah
toling hargain usaha author
salam sayang buat kalian
komen sebanyak banyaknya karna semakin banyak komentar semakin cepat author update
kasih author hadiah juga dong bunga atau kopi biar author semangat buat ngetik hehehe
happy reading
setelah menjelaskan beberapa hal yang penting pada profesor youlei dan yang lain yang bertugas di kelaboratium miliknya. alexa memutuskan untuk kembali ke mansion karna merasa lelah.
''selamat datang tuan mike, nyonya alexa'' sapa para penjaga dan pelayan yang membungkukkan badannya.
''dimana david?'' tanya alexa langsung
''tuan david sedang berada di ruang kerja umum bersama yang lain nyonya'' jawab penjaga itu sopan.
alexa mengangguk,ia kemudian melangkahkan kakinya pelan, dengan tangan mike yang masih senantiasa melilit pinggang rampingnya.
''ohh sayang kau telah pulang'' seru mauren yang sedang membaca sebuah majalah yang ada di tangannya.
mauren kemudian menghampiri alexa, mengecup kening putrinya dan tak lupa mengelus rambut hitam milik menantunya yang tampan itu.
''mommy di mana alice?'' tanya alexa ketika tidak menyadari kehadiran adik angkatnya itu, bukankah ini telah sore dan tentu saja adiknya itu sudah pulang sejak tadi.
''dia dikamarnya,mungkin sedang tertidur,dia begitu merindukanmu, bahkan selalu menanyakan kapan akan kau pulang'' jawab mauren terkekeh yang berhasil membuat bibir alexa menyunggingkan senyum menawan
''mike kau tidak kekantor nak?'' tanya mauren pada menantunya itu
''tidak mommy, aku menjaga istriku dia sedang sakit'' jawab mike berhasil membuat mauren langsung di landa kekhawatiran.
''sayang kau sakit, kenapa tidak mengatakannya pada mommy, kau sudah memanggil sela untuk memeriksamu?'' cecar mauren panik
alexa menghela nafasnya kasar, suaminya itu benar benar.
''mom aku tidak sakit'' alexa menggenggam tangan mommynya yang dingin
''sayang jangan membohongi mommy, mike mengatakan jika kau sakit''
''ayolah mom, aku tidak sakit,mike terlalu berlebihan'' alexa mengambil tangan mauren kemudian meletakkannya di dahinya
''bagaimana?''
''tidak panas, tapi Mike''
''mommy,punya istriku yang sakit bukankah kami baru saja melakukan malam pertama'' jelas mike dengan tidak tahu malunya hingga mendapat cubitan di pinggangnya
''honey, bukankah yang kukatakan benar'' rajuk mike, ia mengusap punggungnya yang baru saja mendapat hadiah dari istrinya itu
mauren mengerjabkan matanya pelan, namun senyum manis tersungging dibibirnya setelah paham yang dimaksud oleh mike
''kalau begitu,mike bawa istrimu untuk istirahat dia pasti sangat lelah'' goda mauren
''baik mommy''
''mommy kau bisa menggambar desain yang kau inginkan, karna tidak lama lagi mommy akan terlepas dari kurungan ini'' ucap alexa ketika menyadari jika mauren begitu merindukan dunia mode,dilihat dari majalah majalah yang mauren baca setiap harinya
''sayang tidak usah''
''mommy tidak lama lagi kau akan bebas, kau bisa melakukan apapun yang kau mau'' sela alexa cepat.
mauren tersenyum mendengar perkataan putrinya itu, jika boleh jujur ia merindukan dimana ia menciptakan desainnya yang selalu dikagumi oleh kalangan atas.namun itu semua ia tahan demi keamanan keluarga mereka. bahkan ia tidak pernah membuka akun sosial medianya kembali setelah pergi dari keluarga Axel.
''baiklah, terserah kau saja sayang, sekarang istirahatlah'' alexa mengangguk ia kemudian meninggalkan mommynya
''tidak akan lama lagi, bersabarlah honey'' bisik mike pada istrinya.
ia tau jika saat ini alexa tengah menahan amarahnya, karna matanya melihat tangan istrinya itu yang sedang terkepal kuat
''yah, ini tidak akan lama lagi,aku akan kembali mario, tolong sambut aku,cucumu'' batin alexa.
.
.
.
.
.
.
tiada hari tanpa cinta, hidup yang dulu biasa biasa saja kini telah sedikit demi sedikit berubah bagi alexa. ia tidak sedingin dulu,ia juga mulai terbiasa tersenyum meski auranya masih tetap sama,masih terkesan misterius yang telah menjadi ciri khas bagi seorang Alexa Graciela Axel.
Saat ini terlihat kedua wanita cantik yang tengah berjalan menyusuri mall ternama yang diikuti oleh beberapa pria berbadan kekar yang berjalan di belakang mereka.
senyum di bibir kedua gadis itu terus saja mengembang menandakan jika mereka bahagia untuk apa yang mereka lalukan saat ini
"kakak lexa, apa masih ada yang ingin kakak beli lagi?" tanya alice yang saat ini menyesap minuman miliknya
"kurasa tidak lagi, apa kau masih membutuhkan sesuatu, belanjaanmu masih sedikit" ucap alexa ketika melihat barang belanjaan alice yang dibawa bodyguard mereka masih sedikit.
"oh ayolah kak lexa,belanjaan ku sudah sangat banyak" keluh alice
bahkan ia tak tau harus ia apakan barang barang baru itu, karna itu semua pilihan dari alexa, yang memaksanya untuk membeli itu semua,padahal ia tidak membutuhkannya.
namun tak tega melihat alexa bersedih, membuat alice dengan terpaksa menerimanya, ia turut bahagia melihat senyum kakak angkatnya itu.
"jangan hemat hemat, uangku tidak akan habis meski harus membelikanmu semua yang ada di mall ini" gerutu alexa
"yah kakak tidak perlu membeli semua yang ada di mall ini, bukankah mall ini milik suami kakak yang tampan itu" sahut alice membuat alexa terkekeh
entahlah, ia juga tidak tau mengapa akhir akhir ini ia merasa berubah,ia selalu ingin berbelanja baik itu pakaian perhiasan mobil atau apapun itu, padahal dulu ia tak suka seperti itu.
dan lagi,hal yang menurutnya paling aneh adalah, sikapnya pada mike. ia selalu saja merindukan suaminya itu meski hanya terpisah sebentar saja, bahkan alexa kini bersikap posesif pada mike.tentu saja ia merasa aneh, dulu ia tidak pernah seperti itu, karna ia yakin ia telah menjadi pemilik seutuhnya hati suaminya. tapi entahlah ia juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya
"alice"
"ya kakak"
"aku ingin keperusahaan suamiku" ucap alexa yang tidak bisa lagi menahan rasa rindu pada suaminya,meski mereka baru saja berpisah di waktu pagi karna mike harus keperusahan
"baiklah ayo" seru alice yang beranjak dari tempat duduknya, ia kemudian menggandeng lengan alexa dan berjalan di iringi percakapan ringan yang kadang membuat mereka tertawa
tatapan semua pengujung terpaku pada dua sosok wanita itu. namun mereka dengan cepat mengalihkan pandangan mereka ketika melihat tatapan datar dari pria pria bertubuh kekar yang sedang berjalan di belakang dua wanita itu.
"sssttttt" ringis alexa ketika kepalanya terasa sangat pusing
"kakak ada apa? astaga kak lexa kau pucat" pekik alice ketika baru sadar wajah alexa yang sedikit pucat, dan tak seperti biasanya
"tidak apa, aku hanya sedikit pusing" jawab alexa pelan.
"paman vektor bagaimana ini" panik alice
"alice, aku tidak apa apa"
"lebih baik kita kerumah sakit lebih dulu sebelum keperusahaan tuan mike, nyonya" ucap vektor
"tidak,aku "
"kakak ku mohon, kau sangat pucat" pinta alice dengan air mata yang telah menegenang dipelupuk matanya.
"tapi aku"
"kak lexa, kakak tidak ingin membuat kak mike, mommy dan daddy khawatir bukan"
"lagipula kita tidak akan lama,itu hanya sebentar,lalu kita keperusahaan kak mike, kak mike pasti memarahiku ketika mengetahui kakak sakit" bujuk Alice
alexa menghela nafasnya kasar, dia begitu sulit menolak keinginan adik angkatnya itu, mau tidak mau ia harus pergi kerumah sakit lebih dulu
"baiklah" pasrah alexa membuat alice tersenyum, karna berhasil membujuk kakaknya itu
hai hai kesayangannya author
makasih buat kalian yang udah baca dan udah setia nungguin cerita author
tetep dukung author yah
like
comment
rate bintang
vote sebanyak banyaknya
biar author makin rajin update buat kalian
sarangheo😘
ig:magfiraramadhni