
saat ini semua doker tengah berkumpul ruangan alexa, mereka benar benar di buat tegang dengan tatapan yang di layangkan alexa pada mereka.
''pria tua, jelaskan padaku kondisi alice saat ini'' ucap alexa dengan mata terpejam,dengan mike yang mendekat tubuh alexa hangat menyalurkan ketenangan pada sang istri
yang saat bangun tadi mengamuk, alexa menghancurkan apapun yang ada dihadapannya. tidak ada yang bisa menghentikannya,namun sebuah kalimat berhasil membuatnya termenung, dengan rasa bersalah yang mendesak dalam hatinya
''honey tenangkan dirimu, alice akan sadar dan kau harus yakin itu, kau harus tenang honey,saat ini kau tidak sendiri, ada baby kita yang dititipkan tuhan di perutmu, alice berusaha untuk menyelamatkan kalian, tentu saja ia akan kecewa ketika sadar nanti jika tau kau kenapa napa'' seperti itu kalimat panjang yang di ucapkan mike berhasil membuat alexa terdiam,tangisnya kembali pecah dalam dekapan hangat sang suami.
''saat ini nona alice telah melewati masa kritisnya, kami telah melakukan operasi untuk mengatasi pengumpalan darah di otaknya,begitupun untuk tulang nona alice yang patah, terutama tulang belakangnya''
''saat ini kita hanya perlu menunggu nona alice untuk sadar agar bisa mengetahui apa masih ada gejala lain, dampak dari kecelakaan itu'' jelas Profesor youlei yang mengajuhkan tatapan terkejut para dokter yang menatapnya.
bagaimana tidak? tentu saja mereka mengenal profesor youlei, dan ini adalah pertama kali mereka mendengar ada seseorang yang berani bersikap tidak sopan pada profesor yang kemampuannya telah terkenal di seluruh jagad raya.
dan lagi profesor youlei terlihat biasa biasa saja ketika di panggil dengan sebutan pria tua. bukankah pria itu seharusnya marah, sama seperti dengan sikapnya yang terkenal sombong dan begitu angkuh.hal ini semakin membuat mereka penasaran pada wanita dingin itu. mereka benar benar yakin jika identitas wanita itu pastilah tidak biasa
''heh aku tau apa yang mereka pikirkan, andai mereka tau seberapa kejam wanita iblis itu,jika tidak,mana mungkin aku mau dipanggil seperti itu sedangkan aku sendiri telah mempunyai nama bagus yang diberikan orang tuaku dulu'' batin profesor youlei
alexa mengangguk mendengar penjelasan profesor youlei,ia menghembuskan nafasnya lega, seolah sesuatu yang menghimpit hatinya telah hilang.
''permisi nyonya, vektor ada diluar'' ucap jeff hormat
''suruh dia masuk'' singkat alexa yang di angguki oleh jeff
hitungan beberapa detik terlihat vektor yang masuk dengan sebuah koper mewah ditangannya. kedatangan pria datar itu dengan membawa koper tak membuat orang lain berfikir buruk, tentu saja mereka mengira jika koper itu berisi keperluan dari alexa, gadis dingin di hadapan mereka
namun mata mereka melotot lebar setelah pria itu membuka koper yang ternyata berisi seorang wanita dalam kondisi babak belur dengan beberapa luka tembak ditubuhnya
''kau memuasakan, waktumu masih tersisa dua puluh menit tiga detik lagi vektor''
''terima kasih pujiannya nyonya'' sahut vektor dengan ekspresi datarnya
alexa mengangguk ia kemudian berdiri dari posisinya,mendekati maria yang saat ini masih dalam kondisi yang sama
''periksa''
meski enggan karna merasa ini adalah sesuatu yang konyol untuk profesor terkenal sepertinya. namun profesor youlei tetap melakukan perintah alexa, ia tidak tentu saja tidak ingin memancing iblis dari wanita mengerikan itu.
''dia hanya pingsan nyonya, mungkin karna pria datar itu sempat menyiksanya'' sahut profesor youlei kemudian bangkit dari posisinya
''apa mimpinya begitu indah sehingga dia sulit untuk bangun'' alexa terkekeh sinis dengan tatapan tajamnya tertuju pada maria yang masih tergeletak di lantai.
ia dengan santai mengijak tangan maria yang terluka, membuat para dokter yang ada disana menatapnya ngeri
''ashhhhhhh'' ringis maria ketika ia seolah di paksa untuk sadar ketika merasa sakit yang luar biasa di tangannya.
matanya mulai mengerjab pelan, hal yang pertama ia lihat adalah alexa gadis yang begitu ia benci yang saat ini menatapnya dengan tatapan dingin yang mampu membuat bulu kuduknya terasa meremang
''asskk'' maria kembali meringis saat alexa kembali menginjak tangannya yang terluka karna tembakan vektor dengan keras
''lepaskan tanganmu sialan'' teriak maria tidak tahan lagi
''bugggg''
tubuh maria terpental kebelakang saat alexa menendangnya, hidungnya kini nenetaskan darah ketika baru saja menerima hantaman dari wanita itu.
''senjata'' seolah paham yang diinginkan nyonyanya, vektor segera memberikan senjata miliknya yang sempat ia gunakan tadi
para dokter memejamkan matanya ketika alexa melepaskan beberapa tembakannya secara beruntun di tubuh maria,seolah tubuh wanita itu adalah sasarannya. dan nyatanya memang seperti itu.
setelah puas menembaki maria, alexa mengeluarkan belati kecil yang selalu ia bawa kemana mana. Matanya tak pernah teralihkan dari wajah maria, wajah dari pelaku yang membuat adiknya di ambang kematian
'' ja jangan me mendekat'' lirih maria, ia seolah tidak memiliki kekuatan lagi melawan. tak pernah ia pikirkan sebelumnya jika ia akan berada di posisi seperti ini
''kenapa?''
''bukankah kau yang selalu berusaha mencari masalah denganku, lalu kenapa jika aku sekarang mendekat padamu, bukankah itu lebih baik'' dingin alexa yang saat ini tengah berjongkok dihadapan maria
''ka ka kau pe pembawa si sial''
''hahahahhahahaha'' tawa alexa menggelegar,dan itu terdengar begitu mengerikan di telinga mereka semua
''ya,dan aku yang pembawa sial ini yang akan mencabut nyawamu'' ekspresi alexa kembali datar
''dan juga ayahmu'' lanjut alexa dingin
jlebb jlebbb
tanpa membiarkan maria berbicara sepatah katapun lagi, alexa langsung menancapkan belati miliknya beberapa kali, ia bahkan tidak peduli jika darah wanita itu mengenai wajah dan pakaiannya
''vektor, potong tangan wanita itu kemudian kirimkan pada mario'' ucap alexa ketika maria telah merenggang nyawa
''dan selebihnya awetkan tubuh wanita itu, kau harus mengirimkannya setiap bagian tubuh wanita itu pada ayahnya setiap hari,dia pasti merindukan putri tercintanya''
''baik nyonya'' jawab vektor yang segera melakukan tugasnya.
''sudah puas hemm?'' tanya mike yang ini mendekati istrinya,tak ada rasa terkejut ataupun takut ketika melihat tindakan istrinya tadi. malah sebaliknya, ia justru kagum pada kesadisan yang dimiliki oleh alexa
alexa tak mengatakan apapun, ia hanya diam ketika mike menggendongnya dan membawanya ke toilet yang ada diruangan itu
''kita bersikan dulu tubuhmu'' alexa hanya mengangguk membenamkan wajahnya di dada mike,meninggalkan para dokter yang masih tercegang syok termasuk profesor youlei yang melihat bagaimana kebrutalan alexa.
***oke mungkin untuk malam ini cukup sampai disini dulu yah, maaf kalau chapter ini pendek.
dan juga author mau ngasih kabar, entahlah mungkin ini kabar buruk bagi kalian yang selalu menanti kelanjutan dari kisah alexa.
author mau ngasih tau, kalau mungkin sekarang author bakal jarang update. sampai mood author bener bener kembali.
mood author bener bener anjok, gegara pnurunan level dari NT, abis itu ada yang komen kalau cerita author membosankan,ya udah sekarang kalian istirahat dulu untuk kisah alexa yah hehe.
maafkan author yang labil ini, trserah lagi kalian mau ngatain author labil atau apalah, karna itulah fkta nya author emang labih hehe.
tapi kalian tenang aja, aku tetep lanjutin novel ini kok sampai tamat,kalian tenang aja.
tapi mungkin untuk saat ini author lagi mau nata mood author dulu.
mungkin sekian dari pemberitahuan dari aku,
tetep jaga kesahatan kalian,i lup yuuu
salam dari pio manis untuk Reader's ku yang lebih manis***.