The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
pertemuan



Beberapa hari setelah acara yang diadakan perusahan alexa.


dan terbukti yang dibayangkan oleh mike, berita yang mengatakan jika dirinya memiliki ketertarikan terhadap alexa kini mulai menyebar luas.


bahkan beberapa pria yang terang terangan mendekati alexa kini perlahan mundur, karna mereka tau jika bersaing dengan seorang Michael adya mallory mereka tau siapa pemenangnya, bahkan bisa dikatakan mereka akan kalah telak.


seiring dengan berita yang diluar sana yang meledak ledak tidak membuat keluarga besar axel dan mallory ambil pusing. mereka terlihat begitu bahagia menikmati sarapan dengan rona bahagia jelas terpancar dari raut wajah mereka. terlebih sekarang alice telah diperbolehkan pulang namun masih di kontrol oleh para dokter ternama yang dipilih langsung oleh alexa. bahkan alexa menjanjikan sebuah ketentraman hidup jika berhasil membuat adiknya sembuh seperti sedia kala tanpa ada keluhan lagi seperti dulu.


dimeja makan tersebut, terlihat alice yang dengan perlahan mengunyah makanan miliknya. yang tentunya disediakan khusus oleh pelayan yang sesuai dengan anjuran dokter.


meski merasa aneh, alice tetap memakannya tanpa banyak protes. ia tau jika sang kakak bersusah payah untuk melakukan pengobatan untuknya. dan mana mungkin dia dengam egois mementingkan perasaannya sendiri tanpa mempedulikan semua orang yang begitu memikirkan kesehatannya.


''sayang mommy tau rasanya pasti tidak enak, tapi kau harus menahannya,cukup sampai kau sembuh''


''mommy janji akan memasak makanan kesukaanmu lagi''


mauren tersenyum ia dengan penuh kasih sayang mengelus surai hitam milik putrinya itu.


''tidak masalah mommy, aku rasa makanan ini tidak buruk'' alice berusaha mengembangkan senyumnya.


''sepertinya keinginanmu untuk mengikuti audisi untuk saat ini ditunda, kau tau betul bagaimana kami menyayangimu, dan tidak ada yang lebih penting dari kesehatanmu''


''namun jika kondisimu mulai membaik, dan juga pemulihanmu berjalan dengan lancar kau bisa mengikuti audisi tahun depan, apa kau keberatan dengan keputusanku,sayang?''


alexa mengalihkan tatapannya, memandang wajah alice dalam waktu yang cukup lama.


alice terlihat ikut menatap sang kakak, ia mengembangkan senyumnya kemudian berkata.


''tidak masalah kakak, aku cukup mengerti dengan keputusan kakak,itu karna kakak ingin yang terbaik untukku''


setelah percakapan itu, mereka kembali melanjutkan sesi makan mereka. kemudian mereka masing masing melakukan tugas mereka. seperti arga yang pergi ke perusahaan kecil miliknya, mike juga berangkat ke perusahaannya.


alexa,saat ini wanita itu terlihat memperhatikan layar dihadapannya. mengamati dengan jelas informasi yang jelas ia tunggu sejak lama.


''apa pendapat kalian''


alexa mulai membuka suaranya, kembali menyenderkan kepalanya kesandaran kursi khusus yang telah dibuat untuknya.


''ini akan cukup sulit nyonya'' dion mulai mengeluarkan pendapatnya


''yah anak muda itu benar, meski kekuasan anda juga tidak bisa diragukan, namun pria itu jelas memiliki koneksi yang kuat, bahkan mereka merupakan keturunan mafia yang begitu ditakuti di negara ini''


kini profesor younglei juga ikut menimpali.


''vektor, bagaimana dengan kau?'' alexa bertanya tanpa mengalihkan pandangannya pada layar dihadapannya.


''yang dion katakan dengan benar, namun sulit bukan berarti tidak mungkin''


''benar jika pria itu telah lama berkecimpung didunia hitam dalam waktu yang cukup lama, tapi apakah itu telah menentukan sebuah kekalahan bahkan kita belum memulai''


pok pok pok


alexa terlihat bertepuk tangan, cukup salut dengan pemikiran tangan kanannya itu.


alexa fikir ini adalah sebuah tantangan baru untuknya. mungkin benar jika pria itu telah memilikk sejarah dalam dunia hitam sedangkan dirinya? masi terlihat remaja yang baru saja beranjak dewasa.


tapi apa mereka tau siapa sosok keina lee hanziu di dunia lampau?


bahkan ia turut beberapa kali ikut dalam peperangan bersama sang ayah dan kakaknya,meski harus berbohong pada ibunda yang tidak pernah mengizinkannya untuk berperang.


siasat, ide yang bahkan sulit di mengerti orang lain, namun selalu membawa kemenangan. sosoknya mampu membawa istana langit menjadi kekaisaran yang tidak terkalahkan saat itu.


ia bahkan memiliki organisasi yang dia bangun sendiri untuk melindungi keluarganya nanti setelah kepergian dirinya. keina telah memperhitungkan semuanya dengan matang.


lantas apakah dia harus menyerah kali ini? tidak. itu sama sekali bukan dirinya. baginya semakin sulit sesuatu maka membuat dirinya semakin tertarik, ia menyukai hal yang begitu menantang.


''tidak ada keputusan yang berubah,aku tetap pada keputusanku, kumpulkan yang lain ditempat lantihan''


setelah mengatakan itu, alexa terlihat melangkahkan kakinya. meninggalkan ruangan itu dalam keheningan.


ditempat yang berbeda di salah satu club termana yang lebih sering dikenal dengan TX.


terlihat seorang parubaya duduk dengan penuh kegelisahan. dengan sesekali mata paru baya itu menatap pintu kaca diujung sana. terlihat jelas jika saat ini dirinya sedang menunggu seseorang.


dan akhirnya ia bernafas lega ketika melihat orang yang ia tunggu tunggu telah tiba. pria bermata elang dengan tubuh atletis di balut dengan jas mewah yang menambah kesan kharismatik pria itu. hanya saja aura yang terpancar darinya terasa begitu kelam.


pria yang sejak tadi menunggu terlihat berdiri dari posisinya, membungkukkan dirinya pelan. setelah melihat pria yang ia tunggu perlahan duduk di tempat yang telah disediakan sebelumnya. laki laki parubaya itu juga ikut duduk ditempatnya.


''apa keuntungan yang aku dapatkan dari ini?''


pria itu bertanya tanpa basa basi,menatap laki laki paruh baya di depannya dengan tatapan datar.


''separuh perusahaan axel''


mendengar itu, pria dingin itu seketika tertawa terbahak bahak.


''kau kira sebesar apa perusahaan itu? bahkan itu tidak ada artinya bagiku''


pria dingin itu menatap laki laki patuh baya itu sinis.


sedangkan laki laki paru baya itu terlihat meremas tangannya di bawah meja. takut jika pria di hadapannya benar benar menolak untuk membantunya.


hingga sebuah ide terlintas di otaknya, pria paruh baya itu terlihat merogoh ponselnya, dan untuk beberapa waktu terlihat mencari sesuatu di sana. setelah mendapatkannya, ia meletakkan ponselnya yang memperlihatkam sebuah foto wanita cantik yang menjadi topik perbincangan akhir akhir ini.


''jika anda berhasil dalam hal ini, maka anda juga bisa menaklukkan wanita ini''


tristan dengan malas melirik ponsel dihadapannya. tangannya bergerak meraih ponsel terlsebut, guna melihat sosok itu dengan jelas.


mata yang indah, hidung kecil yang mancung, begitu pula dengan bibir mungil yang semerah ceri yang terlihat begitu menggoda siapapun yang memandangnya.


kecantikan yang mematikan.


''dia pemilik dari AGA company yang baru saja di resmikan beberapa hari yang lalu'' pria paruh baya itu terlihat menjelaskan


''perusahaan yang didirikan benar benar berhasil membuat dunia bisnis gempar''


tristan terlihat memilin bibir bawahnya, ia pernah mendengar kabar itu, seorang wanita remaja yang menjadi pemilik dari AGA Company. bahkan produk yang dikeluarkan perusahaan itu habis dalam waktu hanya sehari. ia dan kini beberapa perusahaan besar terdengar mulai berlomba lomba untuk menjalin kerja sama. namun tristan tidak tertarik, ia menganggap itu hanya angin lalu.


''gadis itu kini menjadi incaran para pria diluar sana, bahkan tuan Michael adya mallory, menyimpan ketertarikan terhadap gadis itu''


pria paruh baya itu tersenyum senang, ketika melihat ekspresi pria yang ada dihadapannya itu.