
setelah melakukan pertemuan dengan mario, tristan pria itu terlihat duduk dengan angkuh di kursi miliknya. menunggu leon sang asisten yang juga menjadi tangan kanannya membawa sesuatu yang dia butuhkan.
''bos''
tristan terlihat menggerakkan tangannya, meminta leon meletakkan berkas yang di genggamnya di meja yang ada di hadapannya.
''bos, hanya informasi itu yang bisa kami dapatkan, kami tidak bisa mencari informasi lebih seolah hal hal yang menyangkut gadis itu benar benar dilindungi dengan ketat''
jelas nya ketika meletakkan berkas ditangannya.
tanpa mengatakan apapun, tangan tristan bergerak meraih berkas itu. membuka lembar demi lembar secara perlahan.
''alexa graciela axel''
tristan terlihat menarik ujung bibirnya, cukup tertarik dengan semua yang tertera di kertas itu. terlihat beberapa kemampuan alexa yang tentu saja sangat jarang wanita lain memiliki kemampuan seperti itu.
''bagaimana menurutmu''
tristan bertanya pada leon, tanpa mengalihkan pandangannya terhadap kertas yang di pegang nya.
''menurut saya, dia bisa dikatakan wanita sempurna bos, dan tidak heran jika saat ini para pria berlomba lomba mendapatkan hatinya''
''terutama seorang Michael adya mallory yang tidak pernah dirumorkan dekat dengan wanita manapun'' lanjut leon
''ajukan kerja sama dengan perusahaan miliknya, dan minta dia agar kita segera melakukan pertemuan''
''baik bos''
leon langsung bergerak secepatnya, mengerjakan apa yang diminta oleh bosnya itu.
tristan yang memandangi kepergian leon seketika tersenyum tipis.
''semoga kita bisa bertemu secepatnya,alexa sayang'' semriknya yang terlihat begitu mengerikan bagi orang orang yang melihatnya.
Di tempat yang berbeda, di hamparan rumput luat dengan dikelilingi pohon yang begitu lebat. terlihat sekumpulan pria maupun wanita tengah melakukan pelatihan fisik yang jika orang lain melihatnya pasti akan bergidik ngeri.
seketika mereka semua menghentikan aktifitas mereka ketika melihat kedatangan seseorang. kemudian membawa langkah mereka untuk berbaris seperti apa yang biasa mereka lakukan.
wanita itu terlihat duduk di kursi yang telah disediakan sebelumnya, dengan sosok yang begitu dingin berdiri di sisi kanannya. sosok itu tak lain adalah vektor.
''jeff''
laki laki paruh baya yang merasa namanya disebut seketika melangkah maju, menundukkan kepalanya ketika dia tepat berada di hadapan nyonya nya.
''ini adalah beberapa rancangan senjata yang aku buat beberapa hari yang lalu''
ucap alexa yang memberikan kertas itu pada jeff yang berdiri di hadapannya.
sangat menabjubkan
batin almero berdecak kagum, deretan goresan tangan dengan penuh garis dan tulisan terlihat memenuhi kertas kertas yang berada di tangannya. memperlihatkan beberapa buah senjata yang akan mereka buat.
''apa ini akan menjadi salah satu produk yang diluncurkan oleh perusahaan?''
''tidak, itu akan menjadi alat yang akan kita gunakan nanti ketika bergerak masuk kedalam dunia hitam''
jawab alexa yang kini memejamkan mata indahnya.
''kita bukan melawan orang biasa, bahkan yang menjadi musuh kita saat ini adalah orang yang telah lama berkecimpung di dunia mafia, tentu kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang''
semua yang ada seketika mengangguk antusias, mereka tentu saja. merasa tertang saat mendengar berita itu beberapa hari yang lalu. meski nyawa mereka akan menjadi taruhannya nanti.
kita tidak akan tau sampai sejauh mana kemampuan kita kalau kita hanya bergerak di satu tempat.
itu adalah kata kata seseorang yang menyelamatkan hidup mereka dari lubang kehancuran. alexa graciela axel nama indah seindah paras sang pemilik namanya. namun jika dikenal lebih dalam sosok itu begitu mengerikan jika menyinggung nya.
alexa yang sejak tadi menikmati angin segar menerpa wajahnya seketika perlahan menggerakkan mata indahnya.
''berita apa?' tanya nya langsung ketika dion dan almero benar benar telah berapa tepat dibelakangnya.
''Mr T mengajukan kerjasama dengan perusahaan''
''lagi''
''apa maksudmu?'' kini alexa bertanya dengan tidak senang.
almero menyerahkan sebuah ipad khusus di tangannya. memperlihatkan rekaman dimana itu mampu membuat alexa meradang seketika.
Brakkkk
ipad mewah ditangannya seketika terhempas kuat ditanah
tak ada yang berani menciptakan suara sekecil apapun. tentu mereka tau saat ini emosi alexa mampu melenyapkan siapapun yang akan mengganggunya.
''sialan'' desis alexa dengan penuh kemarahan
''hahhahahahaha''
kini tawa mengerikan yang telah lama tidak terdengar kini berhembus terbawa angin yang mampu membiat bulu kuduk mereka terasa meremang.
''mengerikan''
''apa maksud dari tua bangka itu sedang ingin menjualku''
brakk brakkk
alexa menendang meja dan kursi miliknya hingga terpental jauh.
''persiapakan diri kalian dengan matang, cepat atau lambat peperangan ini akan terjadi''
ucapnya lantang kemudian meninggalkan tempat itu dengan kemarahan yang begitu menggebu gebu.
tak hanya alexa, kini orang orang yang turut bersamanya rasanya ingin menghancurkan pria tua itu secepatnya.
''menjual malaikat mereka pada iblis itu?'' tentu saja mereka menggeram tidak terima.
di mallory company
mike yang seketika dilanda rasa panik ketika beberapa menit yang lalu menerima telfon dari ibu mertuanya yang membawa bagai kabar buruk untuknya.
''istrimu mengamuk di dalam kamar, bahkan dia tidak mau membuka pintu kamarnya untuk siapapun''
satu kalimat itu benar benar mampu mengguncang dunianya, mike yang tengah melakukan rapat bersama kolega bisnisnya dari luar negeri seketika langsung menunda rapatnya.
''ohh **** kenapa mobil ini lelet sekali''
maki mike yang kini tengah menancapkan pedal gas mobil miliknya.
detak jatung dengan laju mobil seolah berlomba siapa yang paling cepat. mata mike terus tertuju kedepan tidak peduli dengan beberapa mobil yang menyalakan klakson karna cara mengendarai mobilnya yang termaksuk ugal ugalan.
''jangan buat aku khawatir sayang''
mike dengan cepat turun dari mobil miliknya, dengan langkah lebarnya kini berlari masuk kedalam manshion mencari keberadaan sang istri.
hingga matanya kini bertubrukan dengan sang ibu mertua yang berada di depan kamar mereka.
''cepat mike''
mauren berkata dengan cemas, ia sesekali meremas tangannya sedari tadi, takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada putrinya. terlebih saat ini putrinya itu masih dalam keadaan yang cukup rentan terjadi pendarahan di semister awal.
mike mengangguk, dengan cepat menekan sebuah tombol yang ada di sana.
klakk, spassss
terlihat layar kecil mulai muncul di sana, lalu kemudian mike terlihat menekan beberapa kemudian melakukan sensor dengan matanya. dan tidak butuh waktu yang lama pintu itu terbuka.
klakk
dengan cepat mike membuka hendel pintu itu. hal yang pertama kali ia lihat adalah kamar yang mulanya bersih dan rapih kini berantakan tak terkira.
''honey''
alexa tau suara itu, namun ia hanya diam tanpa mengeluarkan suaranya. hingga terasa pelukan hangat yang mampu membuatnya tenang dan nyaman.