The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
peresmian perusahaan



Sebelum kembali kecerita, aku ingin meminta maaf Sebelumnya.


maaf karna telah lama menghilang,


mungkin alasannya tidak bisa aku jelaskan secara jelas.


namun tepatnya, tahun ini sangat berat untukku. kakek yang membesarkanku pergi. dan itu cukup membuatku terpuruk dalam waktu yang lama.


namun aku merasa sangat bersyukur, karna kalian masih tetap menanti karyaku.


dan sedikit informasi.


aku update itu diluar perkiraan aku hehe.


rencananya aku akan update semua chapter sekaligus setelah aku selesai tamatin novel ini.


namun karna ada sedikit kesalahan, beberapa bab yang secara tidak sadar udah ke post bahkan belum sempat aku revisi๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿ™



untuk judul bab yang masih menggunakan angka belum aku revisi,


sedangkan untuk yang ini.



baru selesai aku revisi hehe, kesalahan yang cukup membuat aku Puyeng haha.


namun karna udah terlanjur ke post, jadi aku bakal update setiap hari seperti biasanya.


semoga kalian selalu menanti kelanjutan ceritaku.


salam cinta dan salam sayang untuk readersku


Di rumah sakit besar milik keluarga mallory


alice mengeluh sejak tadi, ia terus saja memaksa mommy dan daddy nya pergi ke perusahaan milik kakaknya yang saat ini tengah melakukan peresmian perusahaannya.


namun meskipun ia telah mengeluarkan seluruh bujuk rayunya, mauren dan arga memilih tetap tinggal untuk menjaganya. meskipun ia merasa senang karna di limpahi kasih sayang yang tulus oleh orang tua angkatnya.namun di sisi lain ia juga merasa tidak enak, karna bagaimanapun alexa adalah putri kandung dari kedua orang itu, dan tentu saja seharusnya mereka datang ke acara peresmian perusahaan alexa.


''mommy aku mohon, pergilah bersama daddy ke acara kak alexa'' bujuknya untuk kesekian kalinya


mauren terlihat menghela nafasnya


''sayang, kau tau sekeras apapun kau memaksa kami itu tidak akan membuahkan hasil apapun, karna kami tidak akan meninggalkanmu, oke ''


mendengar hal itu, kini arga juga menimpali


''kau fikir kakak kesayanganmu itu tidak akan marah jika mommy dan daddy meninggalkanmu, sayang''


''kau tau betul bagaimana alexa begitu menyayangimu sayang, bahkan daddy pastikan dia akan langsung menyuruh kami untuk pulang'' lanjutnya lagi


ya kurang lebih seperti itu, bahkan kini alexa begitu overprotektif pada adiknya semenjak kecelakaan di hari itu.


''tidak perlu fikirkan apapun, kau hanya perlu fokus pada kesehatanmu, kami semua menanti ingin melihat kau sembuh seperti sedia kala sayang'' mauren mengelus rambut alice dengan penuh kasih sayang


''baiklah mom''


alice memilih mengalah, ia memejamkan matanya, menikmati elusan lembut dari tangan wanita parubaya itu


di perusahaan milik alexa.


kini kamera para wartawan tertuju pada mobil mewah yang berhenti di hadapan mereka. mata mereka tak luput dari pintu mobil itu terbuka, dan menampilkan sosok yang mereka tunggu sejak tadi.


perlahan yang tunggupun telah mucul, mulai menampakkan kaki putih dan mulusnya yang dilengkapi dengan hils bertabur berlian indah yang semakin mempercantik kaki indah itu.


bagai adegan slowmotion mata mereka semua tertuju pada sosok indah itu yang kini telah menampakkan wajahnya. tubuh mungil yang di balut dengan long dress hitam yang sangat kontraks dengan kulit putihnya.


wajah indah itu diberi polesan makeup tipis yang mampu membuat semua orang seolah tidak bisa mengalihkan tatapan mereka.


kilatan blits kini terlihat begitu heboh, kamera tak henti hentinya memotret sosok yang begitu rupawan yang kini telah berlajan di atas karpet merah yang telah di sediakan sebelumnya. dengan aura dingin tak tersentuhnya menambah pesona alexa tersendiri.


''astaga aku tidak pernah melihat sosok yang begitu cantik seperti dirinya''


''kau lihat, dia begitu memukau''


''dia terlibat begitu dingin, namun terlihat begitu mempesona''


pujian pujian terucap dari mulut orang orang yang ada di sana. memandang alexa dengan tatapan yang di penuhi kekaguman.


''selamat malam''


''semoga perusahaan ini dapat di terima dengan baik oleh semua kalangan, dan di sambut antusias oleh kalian semua''


''selamat menikmati jamuan malam ini''


setelah menyampaikan beberapa kata untuk sambutan, alexa kembali duduk di tempatnya.


terlihat beberapa pemilik perusahaan lainnya kini mulai mendekatinya berbicang ataupun sedikit mengorek informasi darinya. bahkan juga mereka tak sungkan untuk bertanya bagaimana dirinya bisa mendirikan perusahaannya.


alexa hanya menjawab sekedarnya saja. hingga tak berselang lama semua orang tercegang dengan apa yang mereka lihat saat ini.


''tunggu, apa aku tidak salah lihat? dia tuan mike bukan''


seru salah satu wartawan yang lebih dulu tersadar dari keterkejutannya.


''itu benar,tuan mike, astaga ini pertama kalinya aku melihat dia datang memenuhi undangan dari perusahaan lain''


tentu saja mereka terkejut. selama ini mereka tau jika pria yang memiliki kekayaan tak terhingga itu tidak pernah memenuhi undangan dari perusahaan manapun.


namun apa yang mereka lihat sekarang? pria itu kini berjalan santai, tubuh atletisnya di balut jas mewah menambah kesan berkarisma.


sedangkan mike, pria itu terlihat tidak peduli dengan orang orang yang ada di sana. matanya hanya tertuju pada alexa, sang istri yang saat ini di kerumuni oleh pria pria yang ada di sana.


ia benci itu, tangannya kini terkepal dalam saku miliknya. melihat mata pria yang seolah memandang istrinya penuh rasa kagum membuat mike ingin menghabisi mereka saat itu juga.


namun ia tentu saja masih berada dalam akal sehatnya, ini adalah acara perusahaan milik istrinya. membuat kekacauan sama saja membuat alexa sang istri akan kecewa padanya. maka dari itu ia hanya memupuk amarah yang menggebu gebu di dalam hatinya.


''selamat atas perusahaan baru anda, nyonya alexa''


mike mengulurkan tangannya, mengidahkan tatapan semua orang yang kini semakin terkejut dengan perbuatannya.


alexa memandang tangan mike lama, ia bisa melihat suaminya itu terlihat menahan amarahnya. rahang tegas itu terlihat saling beradu.


namun ia salut jika sang suami bisa menahan amarahnya dan tidak membuat kekacauan di acara miliknya. tangan alexa bergerak menyambut uluran tangan mike.


''terima kasih tuan mike, dan juga terima kasih telah memenuhi undangan dari perusahaan milikku''


kamera tak henti hentinya menyoroti setiap kejadian yang ada di sana. terutama saat melihat sosok mike dengan alexa yang berjabat tangan. mereka terlihat bagai pasangan serasi di mata semua orang yang ada di sana.


namun mike dan alexa benar benar pandai bermain peran. hingga mereka terlihat saling tidak mengenal. namun ia yakin di hari esok akan ada banyak berita yang beredar tentang dirinya dengan sang istri.


mikhael adya mallory, terlihat menunjukkan ketertarikan terhadap pemilik perusahaan baru, nyonya alexa graciela axel.


mike fikir, kurang lebih berita seperti itu akan bermunculan besok. tapi mike tidak peduli.


bukankah dengan begitu, pria pria yang memiliki otak memilih tidak bersaing dengannya. ya itu pasti. mereka yang telah terjung di dunia bisnis tentu saja tau bagaimana sepak terjang dari pemimpin mallory company itu.


acara perusahaan alexa jalan begitu lancar.


dan kini alexa terlihat duduk menikmati lemon tea miliknya.


sejak tadi ia tau betul jika ada sepasang mata yang terus saja tertuju padanya. yang tentu saja dia tau siapa itu. siapa. lagi jika bukan sang kakek,mario bern.


dan benar saja, pria tua itu mulai melangkahkan kakinya, berjalan kearahnya dengan gaya angkuhnya.


"kau seharusnya menyapaku, dimana letak sopan santumu terhadap orang tua"


"bagaimanapun aku ini masih kakekmu"


alexa terlihat tidak peduli, matanya hanya tertuju pada minuman miliknya. seolah olah tidak ada orang lain saat ini, dan perkataan mario hanya angin lalu baginya.


melihat alexa yang bagai tidak memandang kehadirannya membuat mario mengeram marah. tangannya terkepal kuat dengan wajahnya terlihat begitu memerah


"jangan buat kekacuan di acaraku, satu saja kau salah langkah, ku pastikan kau menemui ajalmu"


perkataan alexa membuat mario tidak senang.


"apa maksudmu"


mario memperhatikan sekelilingnya, ia tidak mengerti apa yang dikatakan gadis itu. namun matanya seketika membulat ketika menyadari sesuatu.


"kau"


"aku bukan orang yang suka memberi peringatan berulang kali"


mario diam mematung, matanya kini tertuju pada satu titik cahaya merah yang tepat berada di jantungnya.


"gadis sialan itu benar benar" batin mario menggeram,memandang alexa dengan penuh kebencian