The Cold Wife Of The Billionaire

The Cold Wife Of The Billionaire
bersiap



sepulang dari rumah sakit, alexa kembali sibuk dengan pekerjaannya. saat ini ia tengah melakukan rapat dengan beberapa orangnya untuk membahas bagaimana persiapan untuk peresmian perusahaannya besok.


dan tentu saja mike ikut dalam rapat itu, tidak sebagai peserta rapat, ia bagai seorang ayah yang saat ini tengah menyuapi anak gadisnya yang tengah mengerjakan tugas sekolah.


''mike aku sudah kenyang'' keluh alexa ketika mike kembali ingin menyuapinya


''baiklah, sekarang minum susumu'' mike kemudian membantu sang istri untuk minum susu yang khusus untuk ibu hamil yang telah ia buat tadi.


''kau tidak bekerja? bukankah kau juga sibuk dengan perusahaanmu yang akan mengadakan kompetisi minggu depan bukan?'' tanya alexa heran ketika suaminya tak pernah lepas darinya


''itu gampang, sekarang aku harus menemanimu dan baby lebih dulu'' jawab mike dengan tangannya beralih mengelus perut istrinya yang masih rata.


alexa memilih untuk melanjutkan pembahasannya dan juga memperingatkan agar memperketat identitasnya yang menurutnya belum saatnya untuk menjadi konsumsi publik.


rapat itu berlangsung cukup lama, sekitar dua jam dan berakhir saat mike membubarkan semuanya karna saat ini waktu istrinya untuk tidur.


tidak menolak, alexa merasa begitu bahagia diperlakukan seperti itu. ia mengalungkan tangannya keleher mike saat sang suami menggendongnya dengan sesekali mengecup keningnya dengan penuh cinta.


''mike''


''hmmm'' dengan penuh hati hati mike meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur king size milik mereka.


''aku ingin bicara dengan alice'' ucap alexa yang menggenggam tangan mike yang memeluknya


''tunggu sebentar'' mike kemudian meraih ponselnya yang tak jauh dari posisinya, kemudian menghungi sang mertua untuk menanyakan keadaan adik iparnya seperti keingan istrinya cantiknya itu


''hallo mike ada apa?'' sapa arga di seberang sana


''daddy istriku ingin berbicara dengan alice'' jawab mike yang memberikan ponselnya pada alexa


''daddy dimana alice?''


''sayang,kau belum tidur ini sudah malam, adikmu baru saja tertidur setelah meminum obatnya'' jawab arga


''apa kau ingin daddy membangunkannya?''


''ahh tidak usah daddy, lalu dimana mommy'?''


tanya alexa pelan,ia benar benar ingin berbicara dengan adiknya tapi ia tidak mungkin membangunkan adiknya yang baru saja tertidur apa lagi saat ini sedang sakit


''mommy juga baru saja tertidur sayang, mungkin dia merasa lelah''


''sekarang kau lebih baik tidur, tidak baik jika waktu tidurmu berkurang apa lagi dalam kondisimu yang saat ini tengah hamil nak''


''kau harus ingat jika saat ini ada malaikat yang dititipkan tuhan dalam perutmu''


''baik daddy''


''kalau begitu tidurlah,jangan khawatir pada adikmu, kami ada merawatnya'' ucap arga yang tau betul jika saat ini alexa masih dalam keadaan mencemaskan putri angkatnya


''baik daddy, kalau begitu aku akan tutup telfonnya'' alexa menyerahkan ponsel itu pada suaminya.


ia menghela nafasnya kasar, kemudian masuk kedalam pelukan mike yang aroma tubuhnya mempu menenangkannya


''jangan khawatirkan apapun honey,bukankah kau telah menyebar anggotamu di setiap sudut dirumah sakit itu,yakin dan percaya tidak akan terjadi apapun'' ucap mike lembut pada alexa yang saat ini tengah mengendus aroma tubuhnya, terlihat begitu mengemaskan dimatanya


''hemmmm'' tak lama setelah itu mike tersenyum ketika telinganya mendengar dengkuran halus dari sang istri


''honey kau tau, semenjak kau hamil kau begitu mengemaskan, rasanya aku begitu menikmati masa masa ini'' gemas mike yang dengan pelan mencium kening istri tercintanya


''mimpi indah honey,aku mencintaimu dan malaikat kecil kita'' ucap mike pelan yang kemudian menyusul alexa dalam mimpi


*****


pagi cerah disambut dengan antusias oleh mereka semua. dimana hari ini adalah hari dimana rasa penasaran mereka semua akan terjawab.


pertanyaaan yang hampir semua orang ingin tau jawabannya


kini perusahaan besar milik alexa mulai di penuhi oleh beberapa wartawan yang tidak ingin ketinggalan untuk meliput berita ini.


tak ada cela sedikitpun sehingga mereka bisa menebak siapa pemilik perusahaan megah itu. seolah pemiliknya benar benar ingin membuat semua orang mati dengan rasa penasaran mereka.


meski saat ini masih menunjukkan pukul enam pagi, namun wartawan yang datang benar benar tak bisa mereka hitung jumblahnya, bahkan bawahan alexa kini dengan sigap mengawasi keadaan sekitar, baik sebelum para wartawan itu memasuki lingkungan perusahaan,mereka telah melakukan pemeriksaan yang begitu ketat.


namun saat ini orang kini menjadi alasan rasa penasaran semua orang kini masih tertidur lelap dalam pelukan sang suami.


rupanya sinar matahari pagi menyeruak masuk mengganggu tidur wanita cantik yang saat ini mulai mengerjabkan mata indahnya pelan.


''selamat pagi honey'' lembut mike yang kemudian memberikan kecupan di kening alexa


''hmm selamat pagi''


mike terkekeh melihat tingkah alexa yang menyusupkan wajahnya di ceruk leher mike.


meski merasa tersiksa, bukan karna posisinya namun karna nafas alexa dilehernya berhasil membangunkan sesuatu dibawah sana.


namun mike sekuat tenaga menahannya, ia masih ingat perkataan dokter jika kehamilah alexa masih sangat muda, dan sangat rentan untuk terjadi pendarahan. hingga ia memutuskan untuk tidak meminta haknya saat ini, ia tau jika senjatanya telah terbenam dalam milik sang istri ia kesulitan mengontrol dirinya.


''hubby, ini jam berapa'' tanya alexa yang saat ini wajahnya telah berada di dada bidang mike


''hampir jam tujuh mungkin''


'' aku harus segera bersiap siap'' mendengar perkataan sang istri mike dengan sigap bangun dari posisinya


''mike aku bisa jalan, aku tidak sakit'' keluh alexa ketika mike telah menggendong tubuh mungilnya


''tidak ada bantahan sayang'' ucap mike lembut yang kemudian membawa alexa kedalam kamar mandi


cukup memakan waktu karna mike memandikan alexa begitu pelan dan hati hati. meski ia harus sekuat tenaga menahan nafsu ketika matanya melihat secara langsung tubuh polos istrinya yang begitu menggoda.


david dan vektor segera menundukkan kepala ketika melihat alexa dan mike yang keluar dari kamarnya


''selamat pagi tuan mike, nyonya alexa'' sapa mereka serempak yang di angguki oleh pasangan suami istri itu.


''berapa waktu yang tersisa?'' tanya alexa yang saat ini memecahkan keheningan di dalam lift.


''masih ada satu jam,dua puluh tiga menit lagi nyonya'' jawab vektor dengan nada dingin khasnya.


''david, kau akan menerima akibat jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku'' ucap alexa yang membiarkan mike mencium lehernya


''saya bersedia menerima akibatnya nyonya'' jawab david sopan, yang telah di tugaskan untuk mengatur acara peremesmian perusahaan milik alexa.


tingg


lift terbuka, suara langkah kaki begitu nyaring membuat para pelayan maupun penjaga mengalihkan perhatian mereka.


''selamat pagi tuan mike, nyonya alexa '' ucap mereka serempak dengan membungkukkan badan


''selamat pagi'' balas alexa langsung duduk di samping mike yang saat ini menyiapkan sarapan untuknya


begitupun dengan alexa, tangannya terulur untuk menyiapkan makanan untuk suami yang begitu mencintainya,yang tentu saja mike dengan senang hati menerimanya


''bagaimana dengan bingkisan untuk mario, apa kau telah menyiapkannya?''


vektor yang saat ini menikmati sarapannya seketika terhenti.


"semuanya telah siap nyonya, tinggal mengirimnya saat acara peresmian perusahaan nyonya telah selesai" jelas vektor yang membuat alexa menganggukkan kepalanya mengerti


"ku harap kau merasa senang dengan hadiah yang ku kirimkan nanti mario bern, pamanku yang tersayang" batin alexa