
Tengah Malam sekali Silvia terbangun karna kegaduhan dari luar kamarnya, Turun dari kasur miliknya, matanya masih mengantuk namun suara itu tidak berhenti jadi dia sendiri yang akan memeriksanya
Berjalan seorang diri, Silvia tidak takut, Matanya yang memang istimewa membuatnya bisa melihat dalam. Gelap
Sampai di taman belakang, Silvia di kejutkan dengan Seekor Rubah putih dengan bulunya yang berkilauan, Ada corak biru di bulunya dan memiliki banyak ekor, mencoba menghitung ekor rubah itu mata silvia yang mengantuk langsung terbelalak kaget -Rubah Ekor 9
Tanpa sadar Silvia melangkah lebih dekat ke arah rubah itu, merasakan kehadiran seseorang rubah putih itu memutar kepalanya ke arah Bayangan yang keluar dari pintu.
Rubah itu memicinkan matanya dan menatap Seorang Gadis kecil dengan gaun tidur putih miliknya melangkah kearah nya tanpa takut.
Silvia melangkah semakim dekat, berhenti di depan rubah itu dengan jarak 10 langkah dari rubah
"Halo, kenapa kau bisa disini? "tanya nya
Rubah itu heran, kenapa gadis kecil itu tidak takut padanya, Menatap mata besar gadis itu membuat rubah itu merasa ada yang aneh dengan gadis ini.
"tersesat"jawab rubah itu
"Eh? Kalau begitu aku akan menunjukkan jalan keluarnya, Kamu Terus saja di sana ada pintu bewarna hitam, itu adalah jalan keluar nya"sarannya
"Benarkah? "rubah itu menatap gadis ini heran, bukankah seharusnya gadis itu menangkapnya karna dia Cantik?
"Em, Silvia tidak bohong"Jawab gadis itu dengan mata tegas miliknya yang terlihat lucu
"Silvia? Baiklah Nona kecil terima kasih atas saran mu, Namun Aku terluka dan mungkin saja nantinya akan di buru"keluh rubah itu dan matanya menatap gadis kecil itu
"Diburu? "tanyanya, dan melihat kaki sebelah kiri rubah itu memang berdarah
"Kamu bisa tinggL denganku, kalau sudah sembuh bisa kembali "Jawab silvia
"Bisakah? "
"tentu, ayah pasti mengizinkan"
"Baik. "Rubah itu mengencilkan ukurannya dan mencoba merangkak ke arah Silvia namun lukannya tidak memungkin kan Dia bergerak
Tiba tiba sepasang tangan kecil terulur ke arahnya, mengangkat kepalanya, dia melihat Silvia menatapnya dengan senyum
"Sini aku gendong"Silvia mengangkat rubah itu dan mengelusnya
Grrrrrrrr
Silvia berbalik masuk kembali le rumah dan langsung ke kamar miliknya, Namun di depan pintu kamarnya Ada Ray dan 5 pengawal
Silvia melihat raut wajah ayahnya marah dan khawatir, melangkah mendekat silvia memegang ujung pakaian Ray
Ray menurunkan kepalanya dan melihat Putri nya ada di bawahnya sambil menatap dirinya
"Ayah Kenapa belum tidur? "tanyanya
"Silvia dari mana saja kamu"walaupun nada yang digunakan ray marah, tapi tersirat kekhawatiran disana.
Memeluk kaki panjang ayahnya, Silvia mengeluar Mata popy miliknya membuat Ray hanya bisa mendengus mengalah kalau di hadapkan dengan mata itu.
"Ayah maaf kan aku, Silvia tadi ke taman, nolongin rubah ini"Ucapnya dan menunjukkan rubah putih le arah Ray
"Rubah? "tanya Ray
"Emm. Silvia kasihan jadi menolongnya karna dia terluka"
"baiklah, Masuk dan tidur, Lainkali bila ingin pergi beri tau Ayah atau pengawal agar ayah tidak khawatir"Suara lembut dan belaian lembut Ray membuat Silvia merasa hangat
"Iya, Silvia janji"
"Nice Dream Sweety"ucap Ray dan mengecup kening Silvia dan berjalan menjauh.
Masul ke dalam dan meletakkan Rubah putih itu ke kasur nya dan berjalan ke arah lemari meja hias miliknya dan mengambil kotak obat yang sudah di sediakan
Fokus membalut luka, Silvia belajar dari Kakaknya cara membalut luka saat silvia belajar memegang cangkir dan tidak sengaja memecahkan kaca dan membuat tangannya terluka dan kena omelan Arga.
"Selesai"melihat balutan luka sudah selesai, Silvia naik ke kasur dan menyelimuti Rubah itu agar tidak kedinginan
"Rubah kecil tidurlah, pasti kamu kelelahan,"ucapnya dan juga ikut terlelap karna dirinya masih ngantul sekali.
Rubah itu menatap gadis kecil yang merawat lukanya dengan heran, Gadis ini baik. Pikirnya
Rubah itu pun ikut terlelap bersama dengan Silvia.
Pasangan Gadis kecil dan Rubah cantik yang tidur sangat indah.
Tbc