
Silvia berlari secepat mungkin dan memeluk tubuh rubah itu penuh luka
"Bangun...... Hikss. Hiksss akkkkhhhhhhhh. "teriak Silvia pilu
Tangisan nya menusuk hati beberapa orang melihat gadis itu menangis, padahl itu hanya Hewan Kontraknya tapi ia sampai menangis seperti itu
Mereka seharusnya tidak datang kemari hanya karna itu perintah pemilik sekte
"No...na... Ukkkhhhh"Qiqi berusaha bicara, namun ia hanya mengeluarkan darah dari mulutnya
"Jan...gan bicara bodoh. Aku akan menyembuhkan mu..... Wuuuuuuuu"
"Per..cu..ma..ini..racun.. "Qiqi berusaha menggerakkan tangannya kearah wajah Silvia
Silvia memegang tangan Qiqi yang penuh darah
"Nona... Qiqi Mencintaimu... selamanya. Uhuk uhuk"Setelah mengatakan itu, Qiqi memuntahkan darah, dan mata nya menutup untuk selamanya, namun ada senyuman di bibir nya yang berdarah
"Qi....Qiqi.... Bangun....!!! "
Ia mengguncang tubuh dingin itu
"Qiqi.... Kau jangan main-main... Ku perintahkan kau bangun!! "teriaknya, Namun pria itu tetap menutup matanya.
"Akhhh... Tidak... Qiqi.... Tidak.... Akkkkhhhhhhh"teriaknya
"Qiqi. Silvia juga sayang Qiqi, jadi ayo bangun"ucapnya dengan nada lemah
"Silvia! "panggil Arga saat melihat adiknya yang memeluk Qiqi, Bajunya sudah penuh noda darah
"Qi.. Qi.... Bangun rubah bodoh"Silvia mengabaikan Arga dan hanya memeluk erat tubuh Qiqi
"Silvia, Dia sudah pergi..... "
"Bohong! Qiqi cuma tidur"tegasnya
"Via? "
"Kakak bohong.... Hiks.... Ia cuma tidur hiks.... "
Silvia yang biasanya tegas, sekarang menjadi sangat lemah
Tiba tiba tubuh Qiqi bercahaya, dan Qiqi mulai berubah menjadi debu menghilang terbawa angin
"tidak.... Tidak.... TIDAAAKKKKKKK QIQI!!! "teriaknya kencang membuat tanah retak
Qiqi menghilang, Wajah Silvia memucat, dadanya sakit
Memejamkan matanya, Angin kencan datang membuat semua makhluk hidup takut, terutama bawahan Qiqi yang mulai bersembunyi karna Ratu mereka hilang Kontrol
"Mati"
"Via "panggil Arga
"Sect Suci Harus MATI! "
SILVIA berdiri dan Cahaya keemasan menyelimuti tubuhnya
Silvia mengubah gaunnya menjadi, Zirah perang miliknya
Tubuh semua orang mengigil takut
Mata nya dingin menusuk dan pedang birunya membawa hawa dingin bagi semua orang,
Arga sudah di bawah pergi oleh Blu dan membawanya terbang tinggi jauh dari kemarahan Ratunya.
"MATI! "ucapan tegas Silvia seakan membawa perintah mutlak,
Sebuah Sulur sulur tanaman muncul dari tanah dan mengikat semua orang kecuali Bio dan Lady Sect, Mia
Bio dan Mia mengigil melihat kekuatan gadis itu,
Cetarrrrr
Ceetttaaarrr
Petir menyambar orang-orang yang di lilit oleh sulur itu, Silvia mengangkat tangannya dan sebuah Api Emas dengan Hitam muncul.
Arga melebar melihat Kekuatan itu, apinya saja warna hitam, tapi adik ya memiliki dua warna.
Mata Silvia sudah berubah menjadi Merah darah.
Silvia mengangkat pedangnya dan menebas semua orang, Api miliknya membakar semua orang langsung menjadi debu
Mundur secara perlahan, Mia merasakan ketakutan melihat Silvia melangkah kearahnya, membawa pedang miliknya.
"Jauh... Menjauh dariku.... Aku lady Suci.... Jangan berani aakkkkhhhjhh. "sebelum ucapannya selesai
"Kalian.. Lindungi aku... "teriaknya, namun saat ia melihat orang-orangnya terlilit sulur dengan kencang
Silvia sudah lebih dulua, menebas tangan kanannya, tidak ada emosi di matanya, hanya kemarahan dan rasa dingin
Ada pepatah yang mengatakan, Jangan suka mencari masalah dengan seseorang gadis karna saat ia marah ia sangat menakutkan.
"Untuk Qiqi"
Sllasssshhhhh
Ia memotong Kaki kanannya
"Untuk Racun itu"
Ssslllassshhhh
"aakkkkhhhhhhh"
Ia menebas kaki kirinya
"Untuk Kebodohanmu"
Silvia menebas tangan kiri Mia
Mia sudah berlumuran darah, tapi Silvia langsung menusuk perutnya berulang kali
"Hen...ti..kan"ucapnya Lirih
"belum cukup"
Silvia mulai menusuk kedua bola matanya dan membuka mulutnya memasukkan racun abadi.
"Kematian tidak cukup. Kau akan di siksa di dalam Neraka Selamaya.
Sebuah lubang besar muncul di bawah mereka, di bawah sana ada lava dan jeritan orang orang berdosa
"Lepaskan aku... Ku... Mo... Hon"ucapnya memohon
Silvia langsung melemparkannya di sertai api emas miliknya membuang Mia kedalam Jurang Neraka terdalam.
Melihat Hal itu, Bio langsung mundur, namun sebelum ia bergerak Silvia sudah menebas kepalanya dan mendoronya dengan angin ke lubang itu juga.
"Seret mereka semua"
Semua sulur tanaman itu melilit dan membuang semua pengikut Bio ke dalam lubang menemaninya.
Silvia membaca mantra dan mengembalikan semua keadaan, walau semuanya kembali, tapi Qiqinya sudah pergi.
"Via! "panggil Arga saat melihat gadis itu kembali ke arah Kabut istananya
"
Silvia berlari secepat mungkin dan memeluk tubuh rubah itu penuh luka
"Bangun...... Hikss. Hiksss akkkkhhhhhhhh. "teriak Silvia pilu
Tangisan nya menusuk hati beberapa orang melihat gadis itu menangis, padahl itu hanya Hewan Kontraknya tapi ia sampai menangis seperti itu
"No...na... Ukkkhhhh"Qiqi berusaha bicara, namun ia hanya mengeluarkan darah dari mulutnya
"Jan...gan bicara bodoh. Aku akan menyembuhkan mu..... Wuuuuuuuu"
"Per..cu..ma..ini..racun.. "Qiqi berusaha menggerakkan tangannya kearah wajah Silvia
Silvia memegang tangan Qiqi yang penuh darah
"Nona... Qiqi Mencintaimu... selamanya. Uhuk uhuk"Setelah mengatakan itu, Qiqi memuntahkan darah, dan mata nya menutup untuk selamanya, namun ada senyuman di bibir nya yang berdarah
"Qi....Qiqi.... Bangun....!!! "
Ia mengguncang tubuh dingin itu
"Qiqi.... Kau jangan main-main... Ku perintahkan kau bangun!! "teriaknya, Namun pria itu tetap menutup matanya.
"Akhhh... Tidak... Qiqi.... Tidak.... Akkkkhhhhhhh"teriaknya
"Qiqi. Silvia juga sayang Qiqi, jadi ayo bangun"ucapnya dengan nada lemah
"Silvia! "panggil Arga saat melihat adiknya yang memeluk Qiqi, Bajunya sudah penuh noda darah
"Qi.. Qi.... Bangun rubah bodoh"Silvia mengabaikan Arga dan hanya memeluk erat tubuh Qiqi
"Silvia, Dia sudah pergi..... "
"Bohong! Qiqi cuma tidur"
"Via? "
"Kakak bohong.... Hiks.... Ia cuma tidur hiks.... "
Silvia yang biasanya tegas, sekarang menjadi sangat lemah
Tiba tiba tubuh Qiqi bercahaya, dan Qiqi mulai berubah menjadi debu menghilang terbawa angin
"tidak.... Tidak.... TIDAAAKKKKKKK QIQI!!! "teriaknya kencang membuat tanah retak
Qiqi menghilang, Wajah Silvia memucat, dadanya sakit
Memejamkan matanya, Angin kencan datang membuat semua makhluk hidup takut, terutama bawahan Qiqi yang mulai bersembunyi karna Ratu mereka hilang Kontrol
"Mati"
"Via "panggil Arga
"Sect Suci Harus MATI! "
SILVIA berdiri dan Cahaya keemasan menyelimuti tubuhnya
Silvia mengubah gaunnya menjadi, Zirah perang miliknya
Mata nya dingin menusuk dan pedang birunya membawa hawa dingin bagi semua orang,
Arga sudah di bawah pergi oleh Blu dan membawanya terbang tinggi jauh dari kemarahan Ratunya.
"MATI! "ucapan tegas Silvia seakan membawa perintah mutlak,
Silvia membaca mantra dan mengembalikan semua keadaan, walau semuanya kembali, tapi Qiqinya sudah pergi.
"Qiqi bila ada kehidupan berikutnya. Aku ingin kau selalu disisiku. Rubah Nakal"seru Silvia saat melihat ke atas langit
"Via! "panggil Arga saat melihat gadis itu kembali ke arah Kabut istananya
Tbc
Maaf kalau ada kesalahan pada teksnya, soalnya hp thor lagi lalot😂😂😂