THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
31



Silvia berlari secepat mungkin dan memeluk tubuh rubah itu penuh luka


"Bangun...... Hikss. Hiksss akkkkhhhhhhhh. "teriak Silvia pilu


Tangisan nya menusuk hati beberapa orang melihat gadis itu menangis, padahl itu hanya Hewan Kontraknya tapi ia sampai menangis seperti itu


Mereka seharusnya tidak datang kemari hanya karna itu perintah pemilik sekte


"No...na... Ukkkhhhh"Qiqi berusaha bicara, namun ia hanya mengeluarkan darah dari mulutnya


"Jan...gan bicara bodoh. Aku akan menyembuhkan mu..... Wuuuuuuuu"


"Per..cu..ma..ini..racun.. "Qiqi berusaha menggerakkan tangannya kearah wajah Silvia


Silvia memegang tangan Qiqi yang penuh darah


"Nona... Qiqi Mencintaimu... selamanya. Uhuk uhuk"Setelah mengatakan itu, Qiqi memuntahkan darah, dan mata nya menutup untuk selamanya, namun ada senyuman di bibir nya yang berdarah


"Qi....Qiqi.... Bangun....!!! "


Ia mengguncang tubuh dingin itu


"Qiqi.... Kau jangan main-main... Ku perintahkan kau bangun!! "teriaknya, Namun pria itu tetap menutup matanya.


"Akhhh... Tidak... Qiqi.... Tidak.... Akkkkhhhhhhh"teriaknya


"Qiqi. Silvia juga sayang Qiqi, jadi ayo bangun"ucapnya dengan nada lemah


"Silvia! "panggil Arga saat melihat adiknya yang memeluk Qiqi, Bajunya sudah penuh noda darah


"Qi.. Qi.... Bangun rubah bodoh"Silvia mengabaikan Arga dan hanya memeluk erat tubuh Qiqi


"Silvia, Dia sudah pergi..... "


"Bohong! Qiqi cuma tidur"tegasnya


"Via? "


"Kakak bohong.... Hiks.... Ia cuma tidur hiks.... "


Silvia yang biasanya tegas, sekarang menjadi sangat lemah


Tiba tiba tubuh Qiqi bercahaya, dan Qiqi mulai berubah menjadi debu menghilang terbawa angin


"tidak.... Tidak.... TIDAAAKKKKKKK QIQI!!! "teriaknya kencang membuat tanah retak


Qiqi menghilang, Wajah Silvia memucat, dadanya sakit


Memejamkan matanya, Angin kencan datang membuat semua makhluk hidup takut, terutama bawahan Qiqi yang mulai bersembunyi karna Ratu mereka hilang Kontrol


"Mati"


"Via "panggil Arga


"Sect Suci Harus MATI! "


SILVIA  berdiri dan Cahaya keemasan menyelimuti tubuhnya


Silvia mengubah gaunnya menjadi, Zirah perang miliknya


Tubuh semua orang mengigil takut


Mata nya dingin menusuk dan pedang birunya membawa hawa dingin bagi semua orang,


Arga sudah di bawah pergi oleh Blu dan membawanya terbang tinggi jauh dari kemarahan Ratunya.


"MATI! "ucapan tegas Silvia seakan membawa perintah mutlak,


Sebuah Sulur sulur tanaman muncul dari tanah dan mengikat semua orang kecuali Bio dan Lady Sect, Mia


Bio dan Mia mengigil melihat kekuatan gadis itu,


Cetarrrrr


Ceetttaaarrr


Petir menyambar orang-orang yang di lilit oleh sulur itu, Silvia mengangkat tangannya dan sebuah Api Emas dengan Hitam muncul.


Arga melebar melihat Kekuatan itu, apinya saja warna hitam, tapi adik ya memiliki dua warna.


Mata Silvia sudah berubah menjadi Merah darah.


Silvia mengangkat pedangnya dan menebas semua orang, Api miliknya membakar semua orang langsung menjadi debu


Mundur secara perlahan, Mia merasakan ketakutan melihat Silvia melangkah kearahnya, membawa pedang miliknya.


"Jauh... Menjauh dariku.... Aku lady Suci.... Jangan berani aakkkkhhhjhh. "sebelum ucapannya selesai


"Kalian.. Lindungi aku... "teriaknya, namun saat ia melihat orang-orangnya terlilit sulur dengan kencang


Silvia sudah lebih dulua, menebas tangan kanannya, tidak ada emosi di matanya, hanya kemarahan dan rasa dingin


Ada pepatah yang mengatakan, Jangan suka mencari masalah dengan seseorang gadis karna saat ia marah ia sangat menakutkan.


"Untuk Qiqi"


Sllasssshhhhh


Ia memotong Kaki kanannya


"Untuk Racun itu"


Ssslllassshhhh


"aakkkkhhhhhhh"


Ia menebas kaki kirinya


"Untuk Kebodohanmu"


Silvia menebas tangan kiri Mia


Mia sudah berlumuran darah, tapi Silvia langsung menusuk perutnya berulang kali


"Hen...ti..kan"ucapnya Lirih


"belum cukup"


Silvia mulai menusuk kedua bola matanya dan membuka mulutnya memasukkan racun abadi.


"Kematian tidak cukup. Kau akan di siksa di dalam Neraka Selamaya.


Sebuah lubang besar muncul di bawah mereka, di bawah sana ada lava dan jeritan orang orang berdosa


"Lepaskan aku... Ku... Mo... Hon"ucapnya memohon


Silvia langsung melemparkannya di sertai api emas miliknya membuang Mia kedalam Jurang Neraka terdalam.


Melihat Hal itu, Bio langsung mundur, namun sebelum ia bergerak Silvia sudah menebas kepalanya dan mendoronya dengan angin ke lubang itu juga.


"Seret mereka semua"


Semua sulur tanaman itu melilit dan membuang semua  pengikut Bio ke dalam lubang menemaninya.


Silvia membaca mantra dan mengembalikan semua keadaan, walau semuanya kembali, tapi Qiqinya sudah pergi.


"Via! "panggil Arga saat melihat gadis itu kembali ke arah Kabut istananya


"


Silvia berlari secepat mungkin dan memeluk tubuh rubah itu penuh luka


"Bangun...... Hikss. Hiksss akkkkhhhhhhhh. "teriak Silvia pilu


Tangisan nya menusuk hati beberapa orang melihat gadis itu menangis, padahl itu hanya Hewan Kontraknya tapi ia sampai menangis seperti itu


"No...na... Ukkkhhhh"Qiqi berusaha bicara, namun ia hanya mengeluarkan darah dari mulutnya


"Jan...gan bicara bodoh. Aku akan menyembuhkan mu..... Wuuuuuuuu"


"Per..cu..ma..ini..racun.. "Qiqi berusaha menggerakkan tangannya kearah wajah Silvia


Silvia memegang tangan Qiqi yang penuh darah


"Nona... Qiqi Mencintaimu... selamanya. Uhuk uhuk"Setelah mengatakan itu, Qiqi memuntahkan darah, dan mata nya menutup untuk selamanya, namun ada senyuman di bibir nya yang berdarah


"Qi....Qiqi.... Bangun....!!! "


Ia mengguncang tubuh dingin itu


"Qiqi.... Kau jangan main-main... Ku perintahkan kau bangun!! "teriaknya, Namun pria itu tetap menutup matanya.


"Akhhh... Tidak... Qiqi.... Tidak.... Akkkkhhhhhhh"teriaknya


"Qiqi. Silvia juga sayang Qiqi, jadi ayo bangun"ucapnya dengan nada lemah


"Silvia! "panggil Arga saat melihat adiknya yang memeluk Qiqi, Bajunya sudah penuh noda darah


"Qi.. Qi.... Bangun rubah bodoh"Silvia mengabaikan Arga dan hanya memeluk erat tubuh Qiqi


"Silvia, Dia sudah pergi..... "


"Bohong! Qiqi cuma tidur"


"Via? "


"Kakak bohong.... Hiks.... Ia cuma tidur hiks.... "


Silvia yang biasanya tegas, sekarang menjadi sangat lemah


Tiba tiba tubuh Qiqi bercahaya, dan Qiqi mulai berubah menjadi debu menghilang terbawa angin


"tidak.... Tidak.... TIDAAAKKKKKKK QIQI!!! "teriaknya kencang membuat tanah retak


Qiqi menghilang, Wajah Silvia memucat, dadanya sakit


Memejamkan matanya, Angin kencan datang membuat semua makhluk hidup takut, terutama bawahan Qiqi yang mulai bersembunyi karna Ratu mereka hilang Kontrol


"Mati"


"Via "panggil Arga


"Sect Suci Harus MATI! "


SILVIA  berdiri dan Cahaya keemasan menyelimuti tubuhnya


Silvia mengubah gaunnya menjadi, Zirah perang miliknya


Mata nya dingin menusuk dan pedang birunya membawa hawa dingin bagi semua orang,


Arga sudah di bawah pergi oleh Blu dan membawanya terbang tinggi jauh dari kemarahan Ratunya.


"MATI! "ucapan tegas Silvia seakan membawa perintah mutlak,


Silvia membaca mantra dan mengembalikan semua keadaan, walau semuanya kembali, tapi Qiqinya sudah pergi.


"Qiqi bila ada kehidupan berikutnya. Aku ingin kau selalu disisiku. Rubah Nakal"seru Silvia saat melihat  ke atas langit


"Via! "panggil Arga saat melihat gadis itu kembali ke arah Kabut istananya


Tbc


Maaf kalau ada kesalahan pada teksnya, soalnya hp thor lagi lalot😂😂😂